Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

APLIKASI INFORMATION MOTIVATION BEHAVIORAL SKILLS OF ANTIRETROVIRAL THERAPY UNTUK MEMPERBAIKI KEPATUHAN PASIEN AIDS Fanani, Zaenal; Rahmawati, Riana Putri; Arif, Fahrudin; Simbara, Ari; Mafitri, Hanifah Miftah
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 1 (2023): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i1.2218

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan menurunnya kekebalan daya tahan tubuh manusia, sedangkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena menurunnya daya tahan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV. Kepatuhan dalam pengobatan (medication compliance) adalah mengkonsumsi obat terapi ARV yang telah diresepkan oleh dokter dan dosis yang tepat dalam pengobatan hanya efektif apabila memenuhi ketentuan dalam meminum obat ARV tersebut. Pengukuran kepatuhan minum obat ARV dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Information Motivation Behavioral Skills (IMB) Model of Antiretroviral Therapy (ARV) Adherence. Mengetahui dan menganalisa hubungan Information Motivation Behavioral skills (IMB) Model of Antiretroviral Therapy (ART) terhadap Kepatuhan Minum Obat pasien HIV/AIDS di Klinik CST RSUD Sunan Kalijaga Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan metode deksriptif korelasi. Pendekatan waktu pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional design. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 62 sampel responden. Hasil karakteristik informasi (information) tentang obat ARV dengan kategori informasi tinggi sebanyak 51 responden (82,3%), motivasi (motivation) minum obat ARV dengan kategori tinggi sebanyak 44 responden (71,0%) dan keterampilan berperilaku (behavioral skills) dengan kategori tinggi sebanyak 53 responden (85,5%). Ada hubungan antara informasi dan keterampilan berperilaku terhadap tingkat kepatuhan terhadap kepatuhan minum obat pasien HIV/AIDS.
PERBANDINGAN FORMULA EKSTRAK MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM L) TERHADAP UJI SIFAT FISIK SEDIAAN LILIN AROMATERAPI Rahmawati, Riana Putri; Setyaningrum, Intansari; Arif, Fahrudin; Alviona, Juana Della
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 9, No 1 (2024): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v9i1.2446

Abstract

Pemanfaatan kemangi pada masyarakat dianggap kurang optimal karena masih sebatas konsumsi dalam makanan, padahal kemangi mengandung 1,7% minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi sehingga memberikan efek relaksasi bagi saraf dan otot-otot yang tegang. Lilin aromaterapi dengan kandungan minyak atsiri memiliki sifat menenangkan dan aroma yang menyegarkan. Penambahan minyak nilam dalam lilin aromaterapi berfungsi untuk menghambat daya penguapan yang begitu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan formulasi optimal ekstrak minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L) terhadap sifat fisik sediaan lilin aromaterapi. Penelitian ini menggunakan destilasi air. Ekstrak yang diperoleh dibuat sediaan lilin aromaterapi dengan konsentrasi 2%,3%, 4%. Pengujian lilin aromaterapi dilakukan dengan uji organoleptik, uji titik leleh, dan uji waktu bakar. Hasil data yang diperoleh dianalisa menggunakan SPSS tipe 25. Pada kelompok formulasi A, A1 tidak memenuhi persyaratan pada pengujian titik leleh. Pada kelompok formulasi B memenuhi semua persyaratan pada pengujian sifat fisik lilin aromaterapi. Pada kelompok formulasi C,C2 C3 dan C4 tidak memenuhi persyaratan pada pengujian waktu bakar. Formulasi kelompok B dengan perbandingan basis lilin asam stearat : paraffin (50%:50%), minyak nilam 10% serta kandungan minyak daun kemangi (Ocimum basilicum L) 2-4% merupakan formulasi optimal pada sediaan lilin aromaterapi dikarenakan dalam formulasi B (B1, B2, B3, dan B4) memenuhi persyaratan dalam sediaan lilin aromaterapi.
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Anting-Anting (Acalypha Indica L.) Pada Sediaan Hair Tonic Adisti Maulina Firdaus; Eko Retnowati; Fahrudin Arif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1820

Abstract

Ketombe adalah pengelupasan kulit kepala yang disertai dengan rasa gatal, kemerahan dan rasa tidak nyaman. Penyebab timbulnya ketombe yaitu kulit kepala yang lembab dan produksi kelenjar keringat yang berlebihan, disamping hal tersebut munculnya ketombe juga disebabkan adanya peran mikrooganisme. Mikroorganisme penyebab timbulnya ketombe adalah jamur Pityrosporum ovale, jamur tersebut diklasifikasikan kedalam genus Malassezia. Menurut beberapa penelitian sekitar 50% populasiorang dewasa di seluruh dunia mengalami permasalahan kulitkepala yaitu ketombe, sedangkan prevalensi penderita ketombe di Indonesia mencapai 45%. Ketombe dapat dikurangi dengan menggunakan senyawa zat aktif pada tumbuhan. Senyawa fitokimia yang digunakan sebagai antijamur adalah alkaloid, saponin, tanin, flavonoid dan triterpenoid. Senyawa tersebut dapat ditemukan pada salah satu tanaman, yaitu tanaman anting-anting (Acalypha indica L.) termasuk dalam suku Euphorbiaceae. Teknologi sediaan farmasjyang digunakan pada penelitian ini dalah sediaan hair tonic. Pembuatan sediaan hair tonic menggunakan bahan aktif ekstrakdaun anting-anting dengan konsentrasi 5%, 15% dan 25%. Terdapatbeberapa pengujian pada penelitian ini meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji iritasi kulit dan pengujianterhadap jamur. Pengujian antijamur pada penelitian inimengggunakan metode difusi cakram. Hasil dari beberapapengujian pada penelitian ini menunjukkan mutu fisik organoleptik, kejernihan, pH, viskositas sediaan yang baik. Pengujian iritasi kulityang melibatkan manusia sebagai responden menunjukkan tidak adareaksi mengiritasi yang terjadi terhadap responden. Pengujianaktivitas antijamur sediaan hair tonic didapatkan nilai zona hambatF1 0 mm; F2 1,56 mm; F3 3,07 mm; control negative 0 dan control positif 2,8 mm.
Pengaruh Jenis Pelarut (Etanol 96%, Etil Asetat, Dan Kombinasinya) Pada Ekstraksi Daun Alpukat (Persea Americana Mill) Terhadap Aktivitas Antibakteri Staphylococcus Areus Secara In Vitro Yeni Zakiyatul Ibriyah; Hasriyani Hasriyani; Fahrudin Arif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2972

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang sering ditemukan pada kulit manusia dan dapat menyebabkan berbagai infeksi, seperti infeksi kulit hingga sistemik. Salah satu cara mengatasi infeksi adalah dengan penggunaan antibiotik, namun jika tidak digunakan secara tepat, dapat menyebabkan resistensi. Oleh karena itu, pengobatan tradisional berbasis bahan alam menjadi alternatif yang lebih aman. Daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis pelarut dalam ekstraksi daun alpukat terhadap aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, etil asetat, kombinasi etanol 96% & etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan konsentrasi ekstrak 6%, 8%, dan 10%. Kontrol positif menggunakan antibiotik siprofloksasin, dan kontrol negatif menggunakan akuades steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus, dengan daya hambat meningkat seiring peningkatan konsentrasi. Rata-rata zona hambat terbesar ditunjukkan oleh ekstrak etanol 96% pada konsentrasi 10%, yaitu sebesar 7,23 mm. Daya hambat ini lebih tinggi dibandingkan ekstrak etil asetat (7,06 mm) dan kombinasi (6,03 mm). Tingginya daya hambat ekstrak etanol 96% disebabkan oleh kelarutan senyawa aktif seperti alkaloid dan flavonoid yang lebih optimal dalam pelarut polar seperti etanol. Hasil analisis statistik ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p < 0,05).
Analisis Kadar Natrium Siklamat Pada Minuman Es Teh Di Purwogondo Kabupaten Jepara Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Ahmad Roykhan; Riana Putri Rahmawati; Fahrudin Arif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3142

Abstract

Pemanis merupakan senyawa kimia yang umum ditambahkan ke dalam produk olahan makanan dan minuman untuk memberikan rasa manis. Salah satu pemanis buatan yang banyak digunakan adalah natrium siklamat, yang memiliki tingkat kemanisan sekitar 30 kali lebih tinggi dibandingkan gula alami. Meskipun demikian, konsumsi natrium siklamat secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, seperti sakit kepala, alergi, gangguan seksual, diare, hingga sakit perut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar natrium siklamat dalam minuman es teh yang dijual di wilayah Purwogondo Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan deskriptif secara kualitatif dan kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah tujuh jenis es teh yang paling banyak dikonsumsi, dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, yaitu harga lebih murah dan rasa manis berlebihan yang dijual secara bebas di Purwogondo Kabupaten Jepara. Pengujian kadar natrium siklamat dilakukan dengan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 269,5 nm, serta melalui uji validasi metode yang meliputi linearitas, akurasi, presisi, LOD, dan LOQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 sampel yang terdapat kadar natrium siklamat sebanyak 4 sampel yaitu sampel A sebesar 1,986 mg/L, sampel B sebesar 2,671 mg/L, sampel C sebesar 9,743 mg/L, dan sampel G sebesar 2,241 mg/L. Seluruh sampel masih berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan oleh BPOM, yaitu 350 mg/kg, sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
Formulasi Dan Uji Efektivitas Sediaan Patch Ekstrak Etanol 96% Daun Pandan Wangi (Pandanus Amarillyfolius Roxb.) Sebagai Repellent Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti Laila Muarifah; Hasriyani Hasriyani; Fahrudin Arif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3307

Abstract

Repellent patch adalah salah satu inovasi sediaan repellent penolak nyamuk dalam bentuk stiker atau tempelan, yang dapat ditempelkan pada pakaian atau kulit. Produk repellent umumnya mengandung senyawa kimia DEET (N,N-diethyl-meta-toluamide) yang tidak baik bagi kesehatan, sehingga diperlukan alternatif lain yang lebih aman namun tetap efektif. Salah satu tanaman yang memiliki efek repellent adalah daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.). Daun pandan wangi di esktraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Ekstrak yang didapatkan di uji skrining fitokimia senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan di formulasikan dalam bentuk sediaan patch dengan variasi konsentrasi 25%, 30%, dan 35%. Sediaan patch yang dihasilkan diuji efektivitasnya terhadap nyamuk dan dievaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptis, pH, keseragaman bobot, ketebalan patch, kelembaban, dan daya tahan lipat. Hasil penelitian menunjukkan semua formula telah memenuhi paramenter mutu fisik. Patch dengan konsentrasi 35% memiliki daya tolak tertinggi sebesar 67,11% pada menit ke-10. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan pada uji keseragaman bobot dan daya tahan lipat (P < 0,05), sementara pada uji kelembaban tidak terdapat perbedaan signifikan yaitu 0,405 (P > 0,05).
Formulasi dan Uji Aktivitas Antifungi Terhadap Candida albicans pada Sediaan Gel Ekstrak Daun Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Putri Ulfatun Ni’mah; Riana Putri Rahmawati; Fahrudin Arif
KOLONI Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i2.845

Abstract

Infeksi jamur yang disebabkan Candida albicans menimbulkan tantangan kesehatan yang banyak terjadi pada masyarakat, sehingga diperlukan alternatif pengobatan alami. Daun bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai antijamur yang aman. Penggunaan ekstrak daun sepatu secara langsung kurang praktis, sehingga diformulasikan menjadi sediaan gel yang dengan sensasi dingin, melembabkan dan melindungi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menguji aktivitas antifungi gel ekstrak daun bunga sepatu dengan variasi konsentrasi F1 2,5%, F2 3%, F3 3,5% terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan desain Post-test Only Control Design. Ekstrak daun bunga sepatu diperoleh melalui maserasi dengan etanol 70%. Hasil pengujian menunjukkan sediaan gel seluruh formula memenuhi sediaan semisolid yang baik meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat dan daya sebar sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Pada pengujian antifungi adanya daya hambat pada formulasi 1 (4,85 mm), formulasi 2 (6,87 mm), formulasi 3 (10,79 mm), kontrol positif (21,08 mm). Hasil analisis data One Way ANOVA seluruh pengujian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara formulasi dengan p < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan gel ekstrak daun bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) memiliki aktivitas antifungi dengan daya hambat paling optimal pada Formulasi 3 (3,5%).
Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik-Antipiretik Masyarakat Desa Yosowilangun Gresik Resti Nur Farida Hariyono; Ahmad Suriyadi Muslim; Fahrudin Arif
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 16, No 2 (2026): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v16i2.8268

Abstract

Self-medication is a common practice used by the public to manage minor health complaints, such as fever and pain, by using over-the-counter analgesic and antipyretic medications that can be obtained without a prescription. Convenience, accessibility, and lower costs are the main reasons for choosing self-medication. However, improper use of medications may occur if individuals lack adequate knowledge regarding the type, dosage, purpose, and proper use of drugs. This study aimed to analyze the relationship between the level of public knowledge and self-medication behavior in the use of analgesic and antipyretic drugs among residents of Yosowilangun Village, Gresik Regency. This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 12,667 residents, and a sample of 100 respondents was selected using the Slovin formula. Data were collected through validated and reliable questionnaires and analyzed using univariate analysis and the Chi-Square test. The results showed that most respondents had a good level of knowledge (73%) and good self-medication behavior (91%). Statistical analysis revealed a p-value of < 0.001, indicating a significant relationship between the level of public knowledge and self-medication behavior in the use of analgesic and antipyretic medications
Hubungan Durasi Terapi Anti Tuberkulosis Kategori I Dengan Kejadian Hepatotoksisitas Pada Pasien Tuberkulosis Di Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Sunan Kudus Putri, Nabila Aulia; Setyowati, Endang; Arif, Fahrudin
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i2.116952

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular akibat infeksi Mycobacterium tuberculosis. Tingginya kasus penemuan penyakit TB baru menyebabkan penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) mencakup isoniazid, rifampisin, dan pirazinamid yang bersifat hepatotoksik semakin meningkat dan penggunaannya dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko kejadian hepatotoksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan durasi terapi anti tuberkulosis kategori I dengan kejadian hepatotoksisitas pada pasien tuberkulosis di rawat jalan Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain case cohort yang bersifat Retrospektif, dilakukan pada bulan Januari - Desember 2025. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel total yaitu pada 14 pasien TB paru, dan pengumpulan data menggunakan data sekunder dari Rekam Medis pasien TB paru kategori I. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Spearman Rank dan uji Mann-Whitney U. Pola terapi yang diberikan pada pasien TBC paling banyak yaitu OAT KDT (isoniazid 150 mg, rifampisin 75 mg, pirazinamid 400 mg, dan etambutol 275 mg) pada fase intensif. Persentase kejadian hepatotoksisitas pada fase intensif hanya terjadi pada 1 pasien (9,1%) dan tidak terjadi hepatotoksisitas pada fase intensif dan lanjutan pada 13 pasien (90,9%). Hasil analisis menunjukkan nilai ρ value = 0,602 dan r = -0,145.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit X Kabupaten Malang Tahun 2025 Ahmad Wildan Waviulahdi; Endang Setyowati; Fahrudin Arif
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 16, No 1 (2026): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v16i1.8211

Abstract

Hypertension is a chronic disease with an increasing prevalence and is often undetected in the early stage due to the lack of specific symptoms. Poor blood pressure control may lead to complications affecting vital organs. This study aimed to analyze the relationship between patients’ knowledge about hypertension and their adherence to antihypertensive medication. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 80 hypertensive outpatients were selected using a purposive sampling technique at Hospital X in Malang Regency from July to November 2025. Data were collected using validated and reliable questionnaires. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square statistical test at a significance level of 0.05. The results showed that most respondents had a good level of knowledge (53 respondents; 66.3%), while 27 respondents (33.7%) had lower knowledge levels. Most respondents demonstrated high medication adherence. However, statistical analysis indicated no significant relationship between knowledge level and medication adherence among hypertensive patients (p>0.05). Therefore, knowledge level was not significantly associated with antihypertensive medication adherence in this study.
Co-Authors Ade Reka Saputri Adisti Maulina Firdaus Ahmad Roykhan Ahmad Suriyadi Muslim Ahmad Wildan Waviulahdi Akhyasin Akhyasin Alvi Abidi Alviona, Juana Della Anisa Nurjanah Ardiansyah, M. Yusuf Ari Simbara, Ari Arif Rumiyadi Ariyanis Salma Astrit Sulastri Ayu Aprilia Atika Sari Bita Yulia Maharani Chabibah, Chabibah Djalal Fuadi Dwi Shara, Wahyu Mega Eka Putri, Radya Rahma Desy Eko Retnowati Eko Retnowati Elia Hardiani Emma Jayanti Besan Endang Setyowati Endang Setyowati Endang Setyowati Etikasari, Ria Febrianti, Noor Alfina Ferliano Miko Fachriansyah Fina Aulia Maharani Firdiansyah, Moh. Rofiqi Fitri Apriliyani GALIH KURNIAWAN Hardiani, Elia Hasriyani Hasriyani Hasriyani, Hasriyani Intan Adevia Rosnarita Isnaini, Ratna Dewi Joko Pramono Laila Muarifah Laila Muzdalifah Rahayu Lestari, Leni Angga Mafitri, Hanifah Miftah Martina Theresia Moi Nede Muhamad Khudzaifi Muhammad Nurul Fadel Murharyanti, Rika Mustofa, Mochamad Charis Nadela Wahyu Wijaya Nafisa Zaharani Hidayanti Ni Made Astina Dwiyanti Astina Dwiyanti Normaningtyas Auliadini Nurrahman, Yusuf Pramesti Anggun Asyifa Purwantoro, Guntur Putri Ulfatun Ni’mah Putri, Nabila Aulia Rahma, Siti Sofia Rahmawati, Riana Putri Ratna Dewi Isnaini Resti Nur Farida Hariyono Riana Putri Rahmawati Riana Putri Rahmawati Rika Murharyanti Rizxan Auria Maharani Sakna Binta Munaya Salsabila Khairunnisa Santi Dwi Rahayu Setyaningrum, Intansari Sigit Haryanto Teguh Setiawan Wibowo Wahyuni, Risma Sri Wibowo, Teguh Setiawan Yeni Zakiyatul Ibriyah Zaenal Fanani