Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea robusta L.) DI KUDUS DENGAN METODE DPPH Kurniawan, Galih; Chabibah, Chabibah; Rahmawati, Riana Putri; Arif, Fahrudin; Apriliyani, Fitri
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL FARMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i2.2302

Abstract

Antioksidan memiliki kapasitas untuk melindungi organisme terhadap serangan radikal bebas dan mengurangi dampak buruknya. Indonesia memiliki beragam tanaman yang menunjukkan kemampuan antioksidan. Kopi Robusta yang secara ilmiah dikenal dengan nama Coffea Robusta L merupakan tanaman yang terkenal dengan kemampuan antioksidannya karena kandungan alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, dan tanin. Kemampuan antioksidan pada kopi Robusta diduga berkaitan dengan adanya senyawa flavonoid dan polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan antioksidan ekstrak etanol 70% yang diperoleh dari biji kopi Robusta.Penelitian ini memerlukan penyelidikan empiris yang menganalisis sifat-sifat fitokimia secara kualitatif melalui pengujian. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dievaluasi menggunakan teknik DPPH (1,1 difenil -2-pikrilhidrazil). Ekstrak diuji pada konsentrasi 25, 50, 100, 200, dan 400 ppm, dengan vitamin C sebagai bahan acuan. Aktivitas antioksidan dievaluasi dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis untuk memastikan nilai IC50, yang berfungsi sebagai ukuran hasil aktivitas antioksidan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% biji kopi menunjukkan aktivitas antioksidan sebesar 47,77 ppm, sedangkan aktivitas antioksidan vitamin C relatif lebih rendah yaitu 17,07 ppm. Nilai IC50 yang diperoleh dari uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% biji kopi Robusta menunjukkan derajat aktivitas antioksidan yang signifikan.
APLIKASI INFORMATION MOTIVATION BEHAVIORAL SKILLS OF ANTIRETROVIRAL THERAPY UNTUK MEMPERBAIKI KEPATUHAN PASIEN AIDS Fanani, Zaenal; Rahmawati, Riana Putri; Arif, Fahrudin; Simbara, Ari; Mafitri, Hanifah Miftah
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 1 (2023): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i1.2218

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan menurunnya kekebalan daya tahan tubuh manusia, sedangkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena menurunnya daya tahan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV. Kepatuhan dalam pengobatan (medication compliance) adalah mengkonsumsi obat terapi ARV yang telah diresepkan oleh dokter dan dosis yang tepat dalam pengobatan hanya efektif apabila memenuhi ketentuan dalam meminum obat ARV tersebut. Pengukuran kepatuhan minum obat ARV dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Information Motivation Behavioral Skills (IMB) Model of Antiretroviral Therapy (ARV) Adherence. Mengetahui dan menganalisa hubungan Information Motivation Behavioral skills (IMB) Model of Antiretroviral Therapy (ART) terhadap Kepatuhan Minum Obat pasien HIV/AIDS di Klinik CST RSUD Sunan Kalijaga Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan metode deksriptif korelasi. Pendekatan waktu pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional design. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 62 sampel responden. Hasil karakteristik informasi (information) tentang obat ARV dengan kategori informasi tinggi sebanyak 51 responden (82,3%), motivasi (motivation) minum obat ARV dengan kategori tinggi sebanyak 44 responden (71,0%) dan keterampilan berperilaku (behavioral skills) dengan kategori tinggi sebanyak 53 responden (85,5%). Ada hubungan antara informasi dan keterampilan berperilaku terhadap tingkat kepatuhan terhadap kepatuhan minum obat pasien HIV/AIDS.
PERBANDINGAN FORMULA EKSTRAK MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM L) TERHADAP UJI SIFAT FISIK SEDIAAN LILIN AROMATERAPI Rahmawati, Riana Putri; Setyaningrum, Intansari; Arif, Fahrudin; Alviona, Juana Della
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 9, No 1 (2024): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v9i1.2446

Abstract

Pemanfaatan kemangi pada masyarakat dianggap kurang optimal karena masih sebatas konsumsi dalam makanan, padahal kemangi mengandung 1,7% minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi sehingga memberikan efek relaksasi bagi saraf dan otot-otot yang tegang. Lilin aromaterapi dengan kandungan minyak atsiri memiliki sifat menenangkan dan aroma yang menyegarkan. Penambahan minyak nilam dalam lilin aromaterapi berfungsi untuk menghambat daya penguapan yang begitu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan formulasi optimal ekstrak minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L) terhadap sifat fisik sediaan lilin aromaterapi. Penelitian ini menggunakan destilasi air. Ekstrak yang diperoleh dibuat sediaan lilin aromaterapi dengan konsentrasi 2%,3%, 4%. Pengujian lilin aromaterapi dilakukan dengan uji organoleptik, uji titik leleh, dan uji waktu bakar. Hasil data yang diperoleh dianalisa menggunakan SPSS tipe 25. Pada kelompok formulasi A, A1 tidak memenuhi persyaratan pada pengujian titik leleh. Pada kelompok formulasi B memenuhi semua persyaratan pada pengujian sifat fisik lilin aromaterapi. Pada kelompok formulasi C,C2 C3 dan C4 tidak memenuhi persyaratan pada pengujian waktu bakar. Formulasi kelompok B dengan perbandingan basis lilin asam stearat : paraffin (50%:50%), minyak nilam 10% serta kandungan minyak daun kemangi (Ocimum basilicum L) 2-4% merupakan formulasi optimal pada sediaan lilin aromaterapi dikarenakan dalam formulasi B (B1, B2, B3, dan B4) memenuhi persyaratan dalam sediaan lilin aromaterapi.
REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGI PENELITIAN: ANALISIS KOMPARATIF PARADIGMA POSITIVISTIK DAN INTERPRETIVISTIK DALAM KAJIAN EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING Arif Fahrudin; Arif Rumiyadi; Roza Cyintia Salwa Azhar; Yusuf Nurrahman; Harsono
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 8 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i8.216

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi epistemologi penelitian melalui analisis komparatif antara paradigma positivistik dan interpretivistik dalam mengkaji efektivitas model pembelajaran blended learning. Paradigma positivistik menekankan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu menggunakan desain Non-Equivalent Control Group Design. Desain ini melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang memperoleh perlakuan blended learning dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional tatap muka penuh. Sebaliknya, paradigma interpretivistik menekankan pemahaman makna melalui studi pustaka dan Systematic Literature Review yang mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Melalui metode tersebut, penelitian ini menguraikan perbedaan asumsi ontologis, epistemologis, dan metodologis kedua paradigma serta relevansinya dalam mengevaluasi blended learning. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan positivistik efektif mengukur dampak terukur seperti hasil belajar, sedangkan pendekatan interpretivistik lebih mampu menjelaskan interaksi, pengalaman, dan persepsi peserta didik selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, kombinasi keduanya dalam pendekatan mixed methods direkomendasikan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif, mendalam, dan kontekstual.
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Anting-Anting (Acalypha Indica L.) Pada Sediaan Hair Tonic Adisti Maulina Firdaus; Eko Retnowati; Fahrudin Arif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1820

Abstract

Ketombe adalah pengelupasan kulit kepala yang disertai dengan rasa gatal, kemerahan dan rasa tidak nyaman. Penyebab timbulnya ketombe yaitu kulit kepala yang lembab dan produksi kelenjar keringat yang berlebihan, disamping hal tersebut munculnya ketombe juga disebabkan adanya peran mikrooganisme. Mikroorganisme penyebab timbulnya ketombe adalah jamur Pityrosporum ovale, jamur tersebut diklasifikasikan kedalam genus Malassezia. Menurut beberapa penelitian sekitar 50% populasiorang dewasa di seluruh dunia mengalami permasalahan kulitkepala yaitu ketombe, sedangkan prevalensi penderita ketombe di Indonesia mencapai 45%. Ketombe dapat dikurangi dengan menggunakan senyawa zat aktif pada tumbuhan. Senyawa fitokimia yang digunakan sebagai antijamur adalah alkaloid, saponin, tanin, flavonoid dan triterpenoid. Senyawa tersebut dapat ditemukan pada salah satu tanaman, yaitu tanaman anting-anting (Acalypha indica L.) termasuk dalam suku Euphorbiaceae. Teknologi sediaan farmasjyang digunakan pada penelitian ini dalah sediaan hair tonic. Pembuatan sediaan hair tonic menggunakan bahan aktif ekstrakdaun anting-anting dengan konsentrasi 5%, 15% dan 25%. Terdapatbeberapa pengujian pada penelitian ini meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji iritasi kulit dan pengujianterhadap jamur. Pengujian antijamur pada penelitian inimengggunakan metode difusi cakram. Hasil dari beberapapengujian pada penelitian ini menunjukkan mutu fisik organoleptik, kejernihan, pH, viskositas sediaan yang baik. Pengujian iritasi kulityang melibatkan manusia sebagai responden menunjukkan tidak adareaksi mengiritasi yang terjadi terhadap responden. Pengujianaktivitas antijamur sediaan hair tonic didapatkan nilai zona hambatF1 0 mm; F2 1,56 mm; F3 3,07 mm; control negative 0 dan control positif 2,8 mm.
Pengaruh Jenis Pelarut (Etanol 96%, Etil Asetat, Dan Kombinasinya) Pada Ekstraksi Daun Alpukat (Persea Americana Mill) Terhadap Aktivitas Antibakteri Staphylococcus Areus Secara In Vitro Yeni Zakiyatul Ibriyah; Hasriyani Hasriyani; Fahrudin Arif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2972

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang sering ditemukan pada kulit manusia dan dapat menyebabkan berbagai infeksi, seperti infeksi kulit hingga sistemik. Salah satu cara mengatasi infeksi adalah dengan penggunaan antibiotik, namun jika tidak digunakan secara tepat, dapat menyebabkan resistensi. Oleh karena itu, pengobatan tradisional berbasis bahan alam menjadi alternatif yang lebih aman. Daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis pelarut dalam ekstraksi daun alpukat terhadap aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, etil asetat, kombinasi etanol 96% & etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan konsentrasi ekstrak 6%, 8%, dan 10%. Kontrol positif menggunakan antibiotik siprofloksasin, dan kontrol negatif menggunakan akuades steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus, dengan daya hambat meningkat seiring peningkatan konsentrasi. Rata-rata zona hambat terbesar ditunjukkan oleh ekstrak etanol 96% pada konsentrasi 10%, yaitu sebesar 7,23 mm. Daya hambat ini lebih tinggi dibandingkan ekstrak etil asetat (7,06 mm) dan kombinasi (6,03 mm). Tingginya daya hambat ekstrak etanol 96% disebabkan oleh kelarutan senyawa aktif seperti alkaloid dan flavonoid yang lebih optimal dalam pelarut polar seperti etanol. Hasil analisis statistik ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p < 0,05).
Analisis Kadar Natrium Siklamat Pada Minuman Es Teh Di Purwogondo Kabupaten Jepara Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Ahmad Roykhan; Riana Putri Rahmawati; Fahrudin Arif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3142

Abstract

Pemanis merupakan senyawa kimia yang umum ditambahkan ke dalam produk olahan makanan dan minuman untuk memberikan rasa manis. Salah satu pemanis buatan yang banyak digunakan adalah natrium siklamat, yang memiliki tingkat kemanisan sekitar 30 kali lebih tinggi dibandingkan gula alami. Meskipun demikian, konsumsi natrium siklamat secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, seperti sakit kepala, alergi, gangguan seksual, diare, hingga sakit perut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar natrium siklamat dalam minuman es teh yang dijual di wilayah Purwogondo Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan deskriptif secara kualitatif dan kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah tujuh jenis es teh yang paling banyak dikonsumsi, dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, yaitu harga lebih murah dan rasa manis berlebihan yang dijual secara bebas di Purwogondo Kabupaten Jepara. Pengujian kadar natrium siklamat dilakukan dengan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 269,5 nm, serta melalui uji validasi metode yang meliputi linearitas, akurasi, presisi, LOD, dan LOQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 sampel yang terdapat kadar natrium siklamat sebanyak 4 sampel yaitu sampel A sebesar 1,986 mg/L, sampel B sebesar 2,671 mg/L, sampel C sebesar 9,743 mg/L, dan sampel G sebesar 2,241 mg/L. Seluruh sampel masih berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan oleh BPOM, yaitu 350 mg/kg, sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
Formulasi Dan Uji Efektivitas Sediaan Patch Ekstrak Etanol 96% Daun Pandan Wangi (Pandanus Amarillyfolius Roxb.) Sebagai Repellent Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti Laila Muarifah; Hasriyani Hasriyani; Fahrudin Arif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3307

Abstract

Repellent patch adalah salah satu inovasi sediaan repellent penolak nyamuk dalam bentuk stiker atau tempelan, yang dapat ditempelkan pada pakaian atau kulit. Produk repellent umumnya mengandung senyawa kimia DEET (N,N-diethyl-meta-toluamide) yang tidak baik bagi kesehatan, sehingga diperlukan alternatif lain yang lebih aman namun tetap efektif. Salah satu tanaman yang memiliki efek repellent adalah daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.). Daun pandan wangi di esktraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Ekstrak yang didapatkan di uji skrining fitokimia senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan di formulasikan dalam bentuk sediaan patch dengan variasi konsentrasi 25%, 30%, dan 35%. Sediaan patch yang dihasilkan diuji efektivitasnya terhadap nyamuk dan dievaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptis, pH, keseragaman bobot, ketebalan patch, kelembaban, dan daya tahan lipat. Hasil penelitian menunjukkan semua formula telah memenuhi paramenter mutu fisik. Patch dengan konsentrasi 35% memiliki daya tolak tertinggi sebesar 67,11% pada menit ke-10. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan pada uji keseragaman bobot dan daya tahan lipat (P < 0,05), sementara pada uji kelembaban tidak terdapat perbedaan signifikan yaitu 0,405 (P > 0,05).
Cerita Mistis Ke Inovasi Saintifik: Transformasi Daun Kelor Menjadi Minuman Dalgona Sehat Untuk Remaja di Era Modern Wibowo, Teguh Setiawan; Arif, Fahrudin; Abidi, Alvi; Moi Nede, Martina Theresia; Rahayu, Laila Muzdalifah; Saputri, Ade Reka
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i01.3203

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) sejak lama dikenal dalam masyarakat Indonesia sebagai tanaman yang sarat dengan cerita mistis, mulai dari kepercayaan sebagai penolak gangguan gaib hingga simbol penetral energi negatif. Namun, di era modern, persepsi tersebut mulai bergeser seiring meningkatnya pemahaman ilmiah mengenai kandungan gizi dan manfaat kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses transformasi nilai budaya daun kelor dari mitos tradisional menuju inovasi saintifik melalui pengembangan minuman sehat yang ditujukan bagi remaja. Metode penelitian meliputi studi literatur mengenai kandungan bioaktif daun kelor, observasi kebiasaan konsumsi remaja, serta eksperimen formulasi minuman kelor yang mudah diterima dari aspek rasa, aroma, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kelor memiliki potensi besar sebagai minuman fungsional karena kaya akan antioksidan, vitamin, mineral, dan senyawa antiinflamasi. Inovasi minuman dalgona berbahan dasar kelor terbukti dapat meningkatkan minat konsumsi remaja apabila dikemas secara modern dan sesuai preferensi mereka. Studi ini menegaskan bahwa transformasi dari cerita mistis menuju inovasi saintifik tidak hanya memperkuat nilai budaya lokal, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan produk kesehatan yang relevan dengan gaya hidup remaja masa kini.
Optimasi Formulasi Granul Effervescent Ekstrak Etanol 96% Buah Murbei (Morus nigra L.): Optimization of Effervescent Granule Formulation of 96% Ethanol Extract of Mulberry Fruit (Morus nigra L.) Maharani, Rizxan Auria; Hasriyani; Fahrudin Arif
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.710

Abstract

Mulberry fruit (Morus nigra L.) is known to contain phenolic compounds, particularly flavonoids and tannins, which possess pharmacological effects such as antioxidant, antibacterial and antidiabetic properties. This study aims to formulate effervescent granules from mulberry fruit extract and evaluate the tannin content. This is a quantitative study using an experimental method. Tannin content was determined using the Folin-Ciocalteu method via the formation of a coloured complex, which was analysed by UV-Vis spectrophotometry. Mulberry fruit extraction was carried out using the maceration method with 96% ethanol as the solvent at a ratio of 1:10, yielding a yield of 16.2%. The effervescent granules were formulated in three extract concentration variations: F1 (5%), F2 (10%) and F3 (15%). Evaluation of the preparations included organoleptic testing, homogeneity, flow time (<10 seconds), angle of repose (25°–40°), compressibility (<20%), solution pH (5–7), dissolution time (<5 minutes) and moisture content (<5%). The results of the study showed that the tannin content in the extract was 67.68 mg GAE/g and in the effervescent granules it ranged from 8.50 to 14.96 mg GAE/g. These results indicate that the mulberry fruit extract was successfully formulated into effervescent granules that meet quality requirements and exhibit an increasing tannin content as the extract concentration rises.   ABSTRAK Buah murbei (Morus nigra L.) diketahui mengandung senyawa fenolik terutama flavonoid dan tanin yang memiliki efek farmakologis seperti antioksidan, antibakteri dan antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan granul effervescent ekstrak buah murbei dan mengevaluasi kadar tanin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimental. Penetapan kadar tanin dilakukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu melalui pembentukan kompleks berwarna yang dianalisis dengan spektrofotometri UV-Vis. Ekstraksi buah murbei dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan perbandingan 1:10 dan menghasilkan rendemen sebesar 16,2. Granul effervescent diformulasikan dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak yaitu F1 (5%), F2 (10%) dan F3 (15%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, waktu alir (<10 detik), sudut diam (25o-40o), kompresibilitas (< 20%), pH larutan (5-7), waktu larut (< 5 menit) dan kadar air (< 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tanin pada ekstrak adalah 67,68 mg GAE/g dan granul effervescent dalam rentang 8,50 sampai 14,96 mg GAE/g. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak buah murbei berhasil diformulasikan menjadi granul effervescent yang memenuhi persyaratan mutu dan memiliki kadar tanin yang meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak.