Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis Articulate Storyline Dengan Topik Gerak Lurus Adiyatma, Jovan; Diyana, Tsania Nur
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol3.Iss1.953

Abstract

a Penelitian pengembangan media articulate storyline topik gerak lurus bertujuan mengembangkan media pembelajaran fisika berbasis Articulate Storyline adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar aspek kognitif dan keterampilan pada proses pembelajaran fisika berbeda  dengan kemampuan awal siswa melalui pembelajaran terbimbing melalui pemodelan/aplikasi berbasis web atau aplikasi .Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyse, Design, Develop, Implement and Evaluate). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik persentase lembar validasi ahli media dan ahli materi. Uji kelayakan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline pada materi gerak lurus diperoleh hasil 82 persen. Respon siswa terhadap media pembelajaran mendapat hasil 85 persen dengan kriteria sangat positif. Hal ini dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline sangat layak digunakan sebagai media belajar.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENGOPTIMALKAN STUDENT CENTERED LEARNING MATERI GERAK LURUS Arrazi, Miftah Hidayat; Diyana, Tsania Nur
Jurnal Pendidikan Fisika FKIP UM Metro Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jpf.v12i1.9243

Abstract

Penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat membantu memaksimakan siswa dalam belajar mandiri (student centered learning) serta dapat membantu siswa untuk memahami konsep dengan baik, salah satu alternatifnya adalah dengan penggunaan multimedia interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasikan produk multimedia interaktif pada mata pelajaran Fisika topik Gerak Lurus untuk siswa kelas X. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D. Multimedia yang telah kembangkan diuji oleh 2 validator ahli dengan hasil validasi dari keseluruhan indikator mendapatkan presentase rata-rata sebesar 86,68% dengan kriteria sangat layak. Berdasarkan hasil penelitian kelayakan media yang telah dilaksanakan maka diperoleh kesimpulan bahwa multimedia interaktif topik Gerak Lurus dinyatakan layak sebagai media pembelajaran yang dapat membantu mengoptimalkan student centered learning dan membantu siswa memahami konsep gerak lurus dengan lebih baik.Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dapat membantu siswa dalam belajar mandiri (student centered learning) dan dapat membantu siswa untuk memahami konsep dengan baik, salah satu alternatifnya adalah penggunaan multimedia interaktif. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk multimedia interaktif pada mata pelajaran Fisika Gerak Lurus untuk siswa kelas X. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D. Multimedia yang telah dikembangkan diuji oleh 2 orang validator ahli dengan hasil validasi seluruh indikator mendapatkan persentase rata-rata sebesar 86,68% dengan kriteria sangat layak. Berdasarkan hasil penelitian kelayakan media yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa multimedia interaktif pada topik Gerak Lurus dinyatakan layak sebagai media pembelajaran yang dapat membantu mengoptimalkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan membantu siswa memahami konsep gerak lurus. lebih baik.
Pengembangan Video Interaktif Model Brain Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar pada Materi Hukum Newton Wulandari, Novita; Diyana, Tsania Nur
Kappa Journal Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v7i1.7677

Abstract

Motivasi belajar dapat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran fisika. Salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu dengan mengembangkan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video interaktif dengan model brain based learning yang memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan dalam pembelajaran fisika. Pengembangan video interaktif dalam penelitian ini dikhususkan untuk materi Hukum Newton dengan mengintegrasikan kearifan lokal berupa permainan nekeran. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu Research and Development dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Pengumpulan data dilakukan dengan uji kelayakan yang dilakukan oleh dua validator ahli. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini dihitung menggunakan rata-rata skor hasil validasi dan dikategorikan berdasarkan acuan kriteria kelayakan skala empat. Hasil kelayakan secara keseluruhan menunjukkan rata-rata skor 3,5 dan hasil rata-rata reliabilitas 87%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa video interaktif dengan model brain based learning terintegrasi kearifan lokal termasuk layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika dalam meningkatkan motivasi belajar.
Pengembangan E-Modul Flipbook Hukum Hukum Newton Berbasis Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Rukmi, Ima Puspita; Diyana, Tsania Nur
DIFFRACTION: Journal for Physics Education and Applied Physics Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/diffraction.v5i2.6751

Abstract

Saat ini, kemampuan berpikir kritis siswa SMA masih rendah. Hal ini dikarenakan metode serta model pembelajaran yang digunakan kurang melibatkan aktivitas siswa. E-Modul flipbook berbasis discovery learning menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa sehingga meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan dari E-Modul flipbook pada materi hukum-hukum newton yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah RD dengan jenis 4-D yang dimodifikasi menjadi 3-D yang terdiri dari tahap define, design, dan develop. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi yang dinilai oleh 1 dosen ahli dan 1 guru fisika SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata keseluruhan penilaian terhadap E-Modul yang dikembangkan sebesar 93% sehingga masuk ke kategori sangat layak untuk digunakan. Dengan demikian, E-Modul yang dikembangkan ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran fisika.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI FISIKA MELALUI THREE-TIER DIAGNOSTIC TEST: SEBUAH KAJIAN LITERATUR Laras Anindita Maharani; Tsania Nur Diyana
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 2 (2025): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v9i2.5932

Abstract

Miskonsepsi dalam pembelajaran fisika merupakan tantangan serius yang berdampak pada keberlanjutan pemahaman konseptual siswa. Three-tier diagnostic test hadir sebagai instrumen yang efektif karena mampu mengevaluasi tingkat pemahaman siswa secara menyeluruh melalui tiga komponen utama: jawaban konsep, alasan jawaban, dan tingkat keyakinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas three-tier diagnostic test dalam mengidentifikasi miskonsepsi fisika melalui kajian literatur sistematis terhadap 13 artikel ilmiah terkini. Pendekatan kualitatif digunakan dalam menganalisis artikel yang diperoleh dari database Scopus dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “three-tier”, “diagnostic test”, “physics”, dan “misconception”. Hasil kajian menunjukkan bahwa three-tier diagnostic test tidak hanya mampu mendeteksi keberadaan miskonsepsi, tetapi juga memetakan jenis serta tingkat keparahannya, menjadikannya alat asesmen formatif yang akurat dan adaptif. Meski demikian, tantangan seperti durasi analisis, kebutuhan pelatihan guru, dan keterbatasan infrastruktur masih menjadi hambatan implementasi yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, integrasi asesmen diagnostik berbasis three-tier perlu disesuaikan secara strategis dengan karakteristik materi dan jenjang peserta didik untuk mendukung pembelajaran fisika yang lebih efektif.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ENERGI TERBARUKAN BERBANTUAN SCRATCH TERINTEGRASI KEHIDUPAN DESA DI BALI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Setya Dwi Waluyo; Riki Perdana; Tsania Nur Diyana
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol. 13 No. 2 (2025): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/inpafi.v13i2.66690

Abstract

Media pembelajaran yang interaktif dan menarik memiliki peran krusial dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Media pembelajaran berbasis Scratch dikembangkan untuk materi Energi Terbarukan dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa, menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, serta memperdalam pemahaman siswa tentang topik Energi Terbarukan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D, yang mencakup tahap: (1) Pendefinisian, (2)Perancangan, (3) Pengembangan, dan (4) Penyebaran. Berdasarkan data evaluasi melalui kuisoner, ditemukan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Scratch 3D pada topik energi terbarukan secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Validasi terhadap 5 aspek menunjukkan nilai rata-rata untuk desain sebesar 4,16, rekayasa sebesar 4,28, kualitas sebesar 4,32, hasil belajar sebesar 4,22, dan budaya local sebesar 4,2, sehingga media ini layak digunakan sebagai sarana pembelajaran fisika.
Pengembangan e-modul berbasis problem based learning berbantuan liveworksheets untuk mengoptimalkan keterampilan pemecahan masalah Alfiani Syarifatul Ajri; Tsania Nur Diyana
Jurnal Kajian Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Kajian Pendidikan IPA
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jkpi22377

Abstract

Proses pembelajaran perlu mengikuti transformasi pendidikan yang mulai berorientasi pada media berbasis digital. E-Modul dapat menjadi pendamping bagi peserta didik dalam pembelajaran yang berorientasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pengembangan E-Modul berbasis problem based learning berbantuan Liveworksheets yang dirancang mampu mengoptimalkan keterampilan pemecahan masalah pada materi fluida dinamik. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang dimodifikasi menjadi 3D terdiri dari tahap define, tahap design, dan tahap develop terbatas yaitu pengujian kelayakan media yang dikembangkan. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi media. Lembar validasi media diisi oleh dosen ahli dan guru fisika SMA. Hasil pengisian lembar validasi tersebut dianalisis dengan menghitung persentase kelayakan lalu dikategorikan dalam rentang persentase kelayakan media. Hasil penelitian yang diperoleh melalui uji kelayakan aspek isi, penyajian, dan kebahasaan dalam tahap develop terbatas menunjukkan bahwa pengembangan E-Modul problem based learning berbantuan Liveworksheets memiliki kategori layak. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media E-Modul yang dikembangkan dapat digunakan dalam proses menemukan masalah hingga mengambil kesimpulan pemecahan masalah.
Pengembangan alternatif media pembelajaran handout pada materi Hukum Archimedes untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik Salwa Rihhadatul Afifah; Tsania Nur Diyana
Jurnal Kajian Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Kajian Pendidikan IPA
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jkpi22383

Abstract

Pembelajaran fisika akan semakin berkembang ketika dalam proses pembelajarannya didukung dengan menggunakan media pembelajaran yang relevan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan alternatif media pembelajaran handout untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada materi hukum Archimedes. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D), dengan model pengembangan 4-D yang terdiri dari tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Indikator isi materi, penyajian materi, desain media, dan kebahasaan digunakan pada uji validitas handout. Validitas handout diujikan kepada validator ahli dan validator praktisi. Berdasarkan uji validitas pada dua validator didapatkan hasil rata-rata validitas pada indikator isi 88%, penyajian materi 88%, desain media 83%, dan kebahasaan 88%. Hasil uji validitas menunjukkan alternatif media pembelajaran handout pada materi hukum Archimedes yang dikambangkan sangat valid atau layak untuk meningkatkan prestasi belajar
Digitizing Darul Faqih Islamic boarding school in Indonesia: Teachers' perspectives on hybrid Islamic boarding school Yusuf Hanafi; M. Alifudin Ikhsan; Muhammad Saefi; Tsania Nur Diyana; Faris Khoirul Anam; Mochammad Rizal Ramadhan
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v7i1.18757

Abstract

The COVID-19 pandemic has impacted the closure of almost all learning processes in Islamic boarding schools. Only some Islamic boarding schools have succeeded in modifying learning methods, one of which is the Darul Faqih Indonesian Islamic Boarding School located in Malang Regency, Indonesia. This community service aims to support efforts to strengthen the digitalisation of Darul Faqih Indonesian Islamic boarding school and direct the development of hybrid Islamic boarding schools after the Covid-19 pandemic. This community service activity consists of two phases. First, at the beginning of the semester, teachers are given training to strengthen the use of learning management systems and mobile apps. In the second phase, the teacher was invited back to conduct a focus group discussion at the end of the implementation. At the end of this service activity, impact measurements were also carried out from a teacher's perspective. A total of 58 teachers participated in this activity. Less than half of teachers have a preference for mixed learning. However, they have high self-efficacy in implementing effective learning to support the implementation of hybrid pesantren. Constraints during mixed learning are appropriate technological and pedagogical support. Despite some challenges, teachers have so far been able to adapt to various online learning methods. Most agree that blended learning can be next as the next main effort towards hybrid pesantren.[Pandemi Covid-19 berdampak pada penutupan hampir semua proses pembelajaran di pondok pesantren. Hanya sebagian pondok pesantren yang berhasil memodifikasi metode pembelajaran, salah satunya adalah Pondok Pesantren Darul Faqih Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Malang, Indonesia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan dukungan dalam upaya penguatan digitalisasi pesantren Darul Faqih Indonesia dan mengarahkan pada pembangunan pesantren hibrid pasca pandemi Covid-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari dua fase. Pertama, pada awal semester, guru diberikan pelatihan untuk penguatan penggunaan learning manajemen system dan mobile app. Fase kedua, di akhir penerapan, guru diundang kembali untuk melakukan Focus Group Discussion. Di akhir kegiatan pengabdian ini juga dilakukan pengukuran dampak berupa perspektif guru. Sebanyak 58 guru berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kurang dari separuh guru yang memiliki preferensi terhadap pembelajaran campuran. Namun, mereka memiliki efikasi diri yang tinggi dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif untuk mendukung implementasi pesantren hibrid. Kendala selama pembelajaran campuran adalah dukungan teknologi dan pedagogi yang tepat dan sesuai. Meskipun ada beberapa tantangan, guru sejauh ini mampu beradaptasi dengan berbagai metode pembelajaran daring, dan mayoritas setuju bahwa pembelajaran campuran dapat diterapkan selanjutnya sebagai upaya utama menuju pesantren hibrid.]