Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Paes Go Sebagai Aplikasi Paes Pengantin Solo Putri Ihsani, Ade Novi Nurul; Krisnawati, Maria; Agustin, Eny Widya; Septiningsih, Tri; Apriliya, Siska; Lesatari, Citra Eka
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i1.25617

Abstract

Pembuatan paes pengantin solo putri mempunyai tingkat kesulitan tersendiri bagi perias pemula. Untuk membuat itu diperlukan ketekunan dan ketelitian sehingga mendapatkan hasil yang proporsional dengan bentuk wajah pengantin wanita. Biometrik face recognition dapat membantu perias pemula membuat paes pengantin solo yang proporsional, cepat dan rapi. Makalah ini menjelaskan sistem biometric face recognition dalam membuat paes pengantin solo dengan tujuan mengurangi tingkat kesalahan membuat paes pengantin solo bagi perias pemula. Fitur ini menggunakan smartphone sebagai alatnya. Bentuk paes yang proporsional didapatkan dengan menggabungkan skor pencocokan biometric dari beberapa bentuk wajah yang disesuaikan berdasarkan golden proportion wajah. Dari fitur ini didapatkan ukuran paes yang disarankan untuk masing-masing orang. Ditinjau dari isi materi, kelengkapan komposisi aplikasi, dan kejelasan berada pada kategori baik. Sedangkan jika ditinjau dari aspek penampilan, warna, dan kemudahan pemakaian aplikasi paes go memperoleh kategori sangat baik.
KELAYAKAN ORNAMEN MAHAR PENGANTIN DARI LIMBAH ALUMINIUM FOIL pratiwi, bias nurul; Ihsani, Ade Novi Nurul; Amira, Dini
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i1.36113

Abstract

Aluminum foil has the characteristics of being strong, lightweight, heat-resistant and does not contain macnet, is one type of metal that is often found in everyday life. The suitable color is made of aluminum foil suitable for ornamental raw materials. The purpose of this research: to study how the validity of the products and the feasibility of dowry ornaments from aluminum foil waste. The research method is an experimental method. The technique of taking data using a questionnaire or questionnaire. The analysis technique uses descriptive percentages. The dowry ornament sensory test results from aluminum foil waste obtained a value of 74% with good answers, with the highest value possible in the color indicator. Based on the favored test dowry ornament from aluminum waste obtained 87% value with a very like answer. Conclusion: bridal dowry ornaments made from aluminum foil waste were declared feasible and valid through sensory testing by expert panelists and were declared very fond through the preference test.
HUBUNGAN PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SMK NEGERI 6 SEMARANG Hidayantika, Rina; Ihsani, Ade Novi Nurul
Beauty and Beauty Health Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/bbhe.v3i1.7788

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengalaman pengalaman praktik kerja industri terhadap minat berwirausaha peserta didik kelas XII bidang kecantikan SMK Negeri 6 Semarang tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian ex post facto, Populasinya 66 teknik pengambilan sampel dengan probability sampling sebanyak 55. Variabel bebas adalah pengalaman Praktik Kerja Industri dan variabel terikat adalah minat berwirausaha bidang kecantikan. Analisis data   menggunakan korelasi Product moment. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan  kuesioner. Hasil analisis korelasi Product moment membuktikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengalaman praktik kerja industri dengan minat berwirausaha bidang kecantikan. Ini dibuktikan dengan nilai Rxyhitung>Rxytabel yaitu 0,326> 0,266.The purpose of this study was to determine the relationship of work-practice experience of the industry interest in entrepreneurship students of class XII SMK Negeri 6 beauty field Semarang 2012-2013 school year. This research is ex post facto, 66 population sampling technique with probability sampling as many as 55 independent variable is Employment Practices Industry experience and the dependent variable is the interest in entrepreneurship field of beauty. Analysis of the data using the Product moment correlation. Data collection methods were used, namely documentation and questionnaires. Product moment correlation analysis results prove that there is a significant relationship between the experience of the industry work practice with interest in entrepreneurship field of beauty. This is evidenced by the value Rxyhitung> Rxytabel ie 0.326> 0.266.   
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH PANGKAS RAMBUT LANJUTAN Widya Puji Astuti; Marwiyah Marwiyah; Ade Novi Nurul Ihsani; Annisa Rachmawati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 12, No 1 (2019): JIPTEK : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v12i1.28258

Abstract

Pemanfaatan bahan ajar dalam proses belajar mengajar merupakan pilihan utama bagi seorang dosen dalam membangkitkan motivasi. Fakta di lapangan tentang mata kuliah pangkas menunjukkan, proses pembelajaran belum berjalan sebagaimana yang dikehendaki. Hal ini disebabkan karena mahasiswa hanya berpegang pada demonstrasi pangkas dari dosen tanpa disertai media yang mendukung saat proses belajar mengajar, sehingga anak kurang memahami dalam melakukan teknik pangkas rambut. Tujuan penelitian: menghasilkan produk berupa bahan ajar  (modul praktik) yang valid, reliabel dan efektif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model Borg dan Gall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) telah dihasilkan modul praktik pangkas rambut lanjutan yang valid dan reliabel, (2) kualitas bahan ajar ditinjau dari expert judgement termasuk dalam kriteria sangat baik dengan skor rata-rata 3,7 sehingga bahan ajar dikatakan valid atau layak digunakan, (3) kualitas bahan ajar dilihat dari hasil perhitungan dengan menggunakan N-gain untuk tes hasil belajar mahasiswa diperoleh nilai <g> sebesar 0, 712 dengan kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa, penggunaan bahan ajar efektif dalam memberikan dampak peningkatan terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pangkas rambut lanjutan. Saran: hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi dosen untuk mencoba mengembangkan bahan ajar untuk praktik, sehingga memudahkan mahasiswa dalam melakukan teknik pangkas rambut
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Tata Rias Wajah Pesta Untuk Remaja Putri Ade Novi Nurul Ihsani; Eny Widya Agustin; Marwiyah Marwiyah; Widya Puji Astuti; Wulanda Putri Mauliddina
Surya Abdimas Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v7i1.2554

Abstract

Tata rias wajah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan khususnya bagi kaum hawa. Tata rias ini mereka gunakan pada saat aktivitas sehari-hari, pesta maupun acara-acara khusus seperti pentas seni, fashion show, dan lain-lain. Karakteristik tata rias harus disesuaikan dengan acara, usia dan kesempatan. Permasalahannya adalah banyak remaja putri yang melakukan tata rias tidak sesuai dengan usianya sehingga membuat mereka tampak lebih dewasa. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik merias wajah pesta untuk remaja putri. Dari hasil pra survey yang dilaksanakan, mereka tidak tahu tata rias yang tepat untuk remaja putri khususnya pada saat kegiatan pentas seni, sehingga hasil riasannya membuat mereka tampak lebih dewasa dari usia sesungguhnya. Kegiatan pengabdian ini akan mengedukasi bentuk tata rias wajah yang cocok untuk usia remaja. Kegiatan ini dilaksankan Panti Asuhan “Darul Hadlonah” Jl. Kepodang Raya, Kelurahan Bandarjo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Pada kegiatan ini, peserta pengabdian dilatih untuk melakukan tata rias wajah pesta yang sesuai dengan usia remaja. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan selama dua kali. Dari kegiatan ini, peserta mampu menerapkan tata rias pesta untuk usia remaja dan tidak menutup kemungkinan keahlian ini bisa mereka kembangkan untuk berwirausaha dibidang tata rias.
Bamboo Massage Tool as a Learning Media of Body Massage Care Course Indah Eges Wahyuni; Ade Novi Nurul Ihsani; Suyitno Suyitno
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v11i1.45550

Abstract

This study aimed to determine the validity of the development of bamboo massage tool as a learning media for Body Massage Care course regarding product validity tests, sensory tests, and preference tests. The research method used is Research and Development (RD), using seven development steps with a quantitative approach. The research subjects are 25 students receiving body care course using media. Data analysis techniques use descriptive percentages. The research results on the product validity test aspect obtained an average total value of 85.38% of the six indicators: shape, size, quality, strength, function and benefits, and ease of use. The sensory test results were 86.02% of the four indicators: shape, size, ease of use, and functions and benefits. The preference test results were 91.06% of the four indicators, namely shape, size, ease of use, and quality. The conclusions from the research based on the validity, sensory, and preference tests are very feasible.
Facial Massage Training to Improve Skills Facial Care for Mothers Ihsani, Ade Novi Nurul; Apriyani, Delta; Maghfiroh, Anik; Handayani, Paramita; Suryani, Parsih Wulan; Syafira, Mauliana
Jurnal Abdimas Vol 27, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v27i2.47238

Abstract

Beauty is synonymous with personal appearance and is a valuable asset for everyone woman. Facial care for every woman is an almost daily activity done. Daily facial care activities through facial massage aim to slow down process aging on skin face. Crena beauty a woman often identified with healthy, firm skin, free from skin disorders, and no visible aging on the skin face. However, with a busy routine and not accompanied by a good lifestyle, so beauty skin will disturbed Which cause beauty skin neglected. Based on observation beginning Which done on moms in the sub-district hang on subdistrict Gunungpati Semarang about knowledge maintenance skin face with massage face very need knowledge And Skills Because Not yet Once get training about matter the. Objective from devotion This is For give Facial massage knowledge and training to improve facial massage skills for mothers mothers in Ngijo sub-district, Gunungpati District, Semarang so that mothers will have facial massage skills that can be done independently in everyday life. The methods used in this service include 1). Methods of socialization / counseling / awareness, 2). Design method wake up and 3). Evaluation method.
Analisis Kemampuan Makeup Artist Mengidentifikasi Kondisi Kulit Klien Ditinjau Dari Latar Belakang Pendidikannya Sevia, Shafa Adrine; Ihsani, Ade Novi Nurul
Jurnal Tata Rias Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtr.14.1.06

Abstract

Makeup Artist is a profession that requires skill. The ability to apply makeup can be obtained through formal, non-formal, or informal education. A Makeup Artist must not only have the ability to apply makeup to clients but also to identify their skin conditions, which will affect the treatment that should be applied to each different skin condition. The purpose of this research is to analyze the ability of Makeup Artists with formal (university), non-formal, and informal education backgrounds to identify skin types. The research subjects were people who worked as Makeup Artists in Semarang with a minimum of 1 year of experience. Data collection techniques used in this research were interviews and questionnaires. Data analysis was performed using descriptive statistics. The research findings showed that out of the 45 MakeUp Artists with formal, nonformal, and informal education, the dominant level category was at the moderate level, with an average percentage above 60%. This indicates that the MakeUp Artists have fairly good abilities and are capable of identifying various skin conditions effectively. However, upon closer examination, there is a slight imbalance between the low and high levels. The analysis results demonstrated that MakeUp Artists with formal education have better theoretical, attitudinal, and practical skills in applying makeup for clients with different skin conditions. Informal education excelled in the affective and psychomotor skills. On the other hand, nonformal education showed significantly low percentages in both the affective and psychomotor abilities.
Pelatihan Komunikasi untuk Menanamkan Rasa Percaya Diri Siswa dan Mahasiswa Ihsani, Ade Novi Nurul; Kusumastuti , Adhi; Rachmawati, Rina; Paramita, Octavianti; Falah, Sobah Al; Saptiyani, Annisa Dwi; Rahmawati, Meisa; Putri, Silvia Nouvelia
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 1 (2025): JAMSI - Januari 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1540

Abstract

Komunikasi sangat dibutuhkan dalam berinteraksi dengan sesama manusia. Permasalahannya masih banyak orang yang belum memiliki kemampuan komunikasi yang bagus. Tujuan kegiatan ini ada-lah untuk membekali peserta didik dengam keterampilan komunikasi khususnya Ketika berhadapan dengan banyak orang, sehingga mereka menjadi lebih percaya diri Ketika tampil didepan sehingga kegiatan sosialisasi ini penting untuk dilaksanakan. Berdasarkan hasil pra survey tim pengabdi di rumpun jurusan PKK UNNES menunjukkan bahwa ada siswa dan mahasiswa yang mengalami kesulitan khususnya ketika diminta berbicara di depan banyak orang. Mereka merasa ketakutan, cemas, tubuhnya gemetar, grogi, keringat dingin, jantung berdebar, dan lain-lain. Kurangnya rasa percaya diri Ketika ber-bicara di depan orang dapat menghambat partisipasi aktif dalam diskusi kelas atau kelompok. Kegiatan ini diikuti oleh 112 peserta yang terdiri dari siswa SMA dan Mahasiswa yang berasal dari UNNES, Univer-sitas Putra Malaysia (UPM) dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan bahwa peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Antusiame peserta ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan pada saat sesi praktik dan diskusi. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar.
ANALISIS KEMAMPUAN MAKEUP ARTIST MENGIDENTIFIKASI KONDISI KULIT KLIEN DITINJAU DARI LATAR BELAKANG PENDIDIKANNYA Sevia, Shafa Adrine; Ihsani, Ade Novi Nurul
Journal of Beauty and Cosmetology (JBC) Vol. 4 No. 1 (2022): Journal of Beauty and Cosmetology (JBC)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jbc.v4n1.p25-36

Abstract

Makeup Artist is a profession that requires skill. The ability to apply makeup can be obtained through formal, non-formal, or informal education. A Makeup Artist must not only have the ability to apply makeup to clients but also to identify their skin conditions, which will affect the treatment that should be applied to each different skin condition. The purpose of this research is to determine the ability of Makeup Artists with formal (university), non-formal, and informal education backgrounds to identify skin types. The research subjects were people who worked as Makeup Artists in Semarang with a minimum of 1 year of experience. Data collection techniques used in this research were interviews and questionnaires. Data analysis was performed using descriptive statistics. The results showed that in formal, non-formal, and informal education, the dominant category level was moderate, with an average percentage above 60%, indicating that the Makeup Artists' ability to identify clients' skin conditions was good. However, upon closer examination, there were slight imbalances in the low and high levels. It was found that Makeup Artists with formal and non-formal education were more superior in terms of theory, attitude, and practical skills in applying makeup to clients with different skin conditions.Keywords: MakeUp Artist, Education, Competence Indicator