Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Emotional Experiences of Mothers After Miscarriage Fatimah, Okta Zenita Siti; Hidayah, Seventina Nurul; Susanti, Rosa
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i2.10274

Abstract

Pendahuluan: Keguguran merupakan pengalaman yang menyakitkan dan dapat menimbulkan dampak emosional yang mendalam bagi ibu. Berdasarkan data Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2022, tercatat sekitar 98 kasus keguguran di wilayah tersebut, dengan 210 kasus terjadi di Kota Tegal. Dari jumlah tersebut, 8 kasus tercatat di Puskesmas Tegal Barat selama periode Januari hingga Oktober 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman emosional ibu pasca keguguran. Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 6 ibu yang mengalami keguguran sebagai informan utama, serta 2 informan pendukung, yaitu bidan dan tenaga kesehatan di Puskesmas Tegal Barat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu pasca keguguran mengalami beragam reaksi emosional, antara lain perasaan sedih dan kehilangan (100% informan), rasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri (83%), kecemasan terhadap kehamilan di masa depan (67%), serta perasaan kesepian akibat kurangnya dukungan sosial (50%). Dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan terbukti berperan penting dalam proses pemulihan emosional ibu. Namun, kurangnya akses terhadap informasi dan layanan konseling masih menjadi kendala yang memperpanjang proses pemulihan. Kesimpulan: Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan psikososial terpadu bagi ibu pasca keguguran, melalui konseling empatik dan edukasi yang berkelanjutan untuk membantu mereka bangkit secara emosional dan mental.     Introduction: Miscarriage is a painful experience that can have a profound emotional impact on mothers. According to the 2022 Central Java Provincial Health Profile, there were approximately 98 cases of miscarriage in the region, with 210 cases occurring in Tegal City. Of these, 8 cases were recorded at Tegal Barat Public Health Center between January and October 2022. This study aims to describe the emotional experiences of mothers after miscarriage. Method: The research employed a qualitative approach with a phenomenological design. Data were collected through in-depth interviews with six mothers who had experienced miscarriage as the main informants, and two supporting informants, namely a midwife and a healthcare worker at Tegal Barat Public Health Center. Results: The results showed that mothers after miscarriage experienced a range of emotional reactions, including feelings of sadness and loss (100% of informants), guilt and self-blame (83%), anxiety about future pregnancies (67%), and loneliness due to lack of social support (50%). Support from family and healthcare workers played an important role in the mothers’ emotional recovery process. However, limited access to information and counseling services remained an obstacle that prolonged the recovery process. Conclusion: This study highlights the importance of integrated psychosocial support for mothers after miscarriage, through empathetic counseling and continuous education to help them recover emotionally and mentally
Peningkatan Pengetahuan Pada Remaja Tentang Program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di MAN Kota Tegal Zulfiana, Evi; Qudriani, Meyliya; Cikmah, Adevia Maulida; Arisanti, Novia Ludha; Rahmanindar, Nora; Hidayah, Seventina Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i2.4732

Abstract

Pemerintah telah mencanangkan Program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) sejak tahun 2006. PUP adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu usia 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. PUP bukan sekedar menunda sampai usia tertentu saja tetapi juga mengusahakan agar kehamilan pertamapun terjadi pada usia yang cukup dewasa. Dengan adanya PUP diharapkan remaja mempunyai pengertian dan kesadaran dalam merencanakan keluarga, mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan. Metode untuk mencegah dan mengatasi permasalahan ini adalah dengan memberikan peningkatan pengetahuan tentang Program pendewasaan usia perkawinan, pada remaja, tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang Program pendewasaan usia perkawinan, dan kesehatan reproduksi pada remaja, metode yang dilakukan adalah dengan memberikan pre test sebelum pemberian materi untuk mengetahui pengetahuan siswi kemudian pemberian materi PUP untuk mengevaluasi siswi diberikan post tes, hasil yang sudah diberikan pada siswi dari jumlah 33 sebelum diberikan materi pengetahuan baik hanya 8 setelah diberikan pengetahuan tentang PUP 33 sudah berpengetahuan baik semua.
Peningkatan Pengetahuan pada Remaja tentang Pencegahan Pernikahan Dini di MAN Kota Tegal Zulfiana, Evi; Harnawati, Riska Arsita; Mutiarawati, Mutiarawati; Arti, Tias Dwi; Hidayah, Seventina Nurul; Rahmanindar, Nora; Zhyakiyah, Dheffi Nanta; Fauzi, Cyrilla Azzahra Athir
Jurnal Surya Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.7.2.2025.284-288

Abstract

Early marriage is mostly carried out by someone who is on average under 19 years old and is not ready in various aspects of marriage. This is likely to have an impact on reproductive health for both men and women. Therefore, it is necessary to prepare preparations from various aspects in carrying out marriage so that efforts to avoid the adverse impact of early marriage on reproductive health can be minimized, MAN Tegal City is a school with a large number of teenagers so it is necessary to be given increased knowledge about the prevention of early marriage. The method to prevent and overcome this problem is by Community Service Activities in the form of providing health education, the purpose of this service is to increase knowledge about the prevention of early marriage and the method carried out is to provide a pre-test before providing material to find out the knowledge of students then providing material and finally a post test.
Peningkatan Pengetahuan pada Remaja tentang Pencegahan Pernikahan Dini di MAN Kota Tegal Zulfiana, Evi; Harnawati, Riska Arsita; Mutiarawati, Mutiarawati; Arti, Tias Dwi; Hidayah, Seventina Nurul; Rahmanindar, Nora; Zhyakiyah, Dheffi Nanta; Fauzi, Cyrilla Azzahra Athir
Jurnal Surya Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.7.2.2025.284-288

Abstract

Early marriage is mostly carried out by someone who is on average under 19 years old and is not ready in various aspects of marriage. This is likely to have an impact on reproductive health for both men and women. Therefore, it is necessary to prepare preparations from various aspects in carrying out marriage so that efforts to avoid the adverse impact of early marriage on reproductive health can be minimized, MAN Tegal City is a school with a large number of teenagers so it is necessary to be given increased knowledge about the prevention of early marriage. The method to prevent and overcome this problem is by Community Service Activities in the form of providing health education, the purpose of this service is to increase knowledge about the prevention of early marriage and the method carried out is to provide a pre-test before providing material to find out the knowledge of students then providing material and finally a post test.
STRATEGIC APPROACHES TO PROMOTING EXCLUSIVE BREASTFEEDING AMONG MOTHERS OF PREMATURE BABIES: A QUALITATIVE STUDY Hidayah, Seventina Nurul; Zukrufiana, Ilma Ratih; Rizqi, Intan Christy Mayasari
Journal of Advanced Nursing and Health Sciences Vol. 6 No. 2, Agustus 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/kn.v6i2.1872

Abstract

Background: The provision of exclusive breastfeeding for premature infants often faces challenges due to the infant's inability to breastfeed directly from the breast, which hinders the initiation of breastfeeding and the success of exclusive breastfeeding. According to data from the Slawi Public Health Center, the coverage of exclusive breastfeeding for premature infants remains low. This study aims to analyze strategies for implementing exclusive breastfeeding and to identify its supporting and inhibiting factors.Methods: The research method employed a qualitative approach with accompaniment provided to two mothers with infants aged ≤4 months who were committed to exclusive breastfeeding, along with two triangulation informants. The accompaniment was carried out until the infants reached six months of age through home visits conducted two to three times.Results: The findings revealed a strong commitment from mothers to maintain exclusive breastfeeding, despite external pressures such as the promotion of formula feeding and early complementary feeding. Intensive mentoring, family support, and health education were identified as the main supporting factors. Meanwhile, the lack of understanding among the surrounding community emerged as a significant barrier, which should be addressed through continuous educational interventions.Conclusion: In general, exclusive breastfeeding practices for premature infants in the Slawi area are considered satisfactory. It is recommended that the local health center continue providing ongoing support to mothers to maintain exclusive breastfeeding for the first six months and continue breastfeeding up to two years, particularly for mothers of premature infants.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III Hidayah, Seventina Nurul; Siti Fatimah, Okta Zenita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i2.1251

Abstract

Anemia merupakan kondisi dimana berkurangnya massa hemoglobin sehingga tidak mampu membawa oksigen keseluruhan jaringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester 3 di Klinik Pratama Rawat Inap Cicilian Kranggan. Metode penelitian ini adalah survey analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sample penelitian ini adalah ibu hamil pada trimester III yang memeriksakan kehamilannya di Klinik Pratama Rawat Inap Cicilian Kranggan. Sebanyak 90 responden. Tehnik pengumpulan data dilakukan peneliti dengan mencatat data Kohort. Penelitian ini langsung diperoleh dari mencatat data Kohort ibu hamil yang periksa bulan Januari - Desember 2021. Melalui uji statistik univariat dan bivariat pada responden dengan kelompok umur risiko tinggi sebesar 67 orang (74%), sedangkan pada umur risiko rendah sebesar 23 orang (26%). Berdasarkan hasil uji statistic Chi-Square dapat dilihat bahwa nilai p=0,001 dan CI 95% = 1,765-14,597, pada responden dengan tingkat paritas tinggi sebesar 69 orang (77%), sedangkan pada tingkat paritas rendah sebesar 21 orang (23%). Berdasarkan hasil uji statistic Chi-Square dapat dilihat bahwa nilai p=0,089 dan CI 95% = 0,185-1,431, responden dengan jarak kehamilan berisiko sebesar 70 orang (78%), sedangkan pada jarak kehamilan tidak berisiko sebesar 20 orang (22%). Berdasarkan hasil uji statistic Chi-Square dapat dilihat bahwa nilai p=0,001 dan CI 95% = 1,274-10,841.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Ibu Hamil Trimester III Hidayah, Seventina Nurul; Siti Fatimah, Okta Zenita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i1.1530

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah keadaan jika organ yang berhubungan dengan kemih mengalami infeksi. Tujuan dalam penelitian yaitu untuk mengetahui faktor yang berkaitan dengan kejadian ISK yang terjadi pada wanita hamil TM III di PMB Umi Nelly Jenggawur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan adalah wanita yang hamil di trimester III serta melakukan pemeriksaan di PMB Umi Nelly Jenggawur. Jumlahnya yaitu 80 informan. Teknik pengumpulan data dengan pencatatan data kohort. Hasil penelitian ini didapatkan secara langsung dengan pencatatan kohort ibu hamil yang kunjungan bulan Januari-Desember 2022. Berdasarkan uji statistis univariat bivariat pada informan golongan umur resiko yang tinggi sejumlah 65 ibu hamil (73 %), untuk usia yang resikonya rendah sebesar 24 ibu hamil (27 %). Uji Chi-Square dengan nilai p= 0,001 dengan CI 95 % = 1,785-14,587, pada informan dengan kebiasaan menahan BAK yaitu 70 ibu hamil (79 %), tidak kebiasaan menahan BAK (21 %). Berdasarkan uji penghitungan Chi-Square yaitu nilai p=0,089 dan CI 95 % = 0,195-1,431, informan dengan obesitas sejumlah 67 ibu (75 %), sedangkan pada ibu yang tidak obesitas sejumlah 22 orang (25 %). Hasil uji Chi-Square statistic hasilnya p=0,001 dengan CI 95 % = 1,74-10,841. Simpulan penelitian yaitu terdapat Hubungan Ibu hamil trimester III bahwa kasus ISK sangat menentukan proses persalinan dan pasca persalinan, selanjutnya ada kaitan kebiasaan menahan BAK dan obesitas dengan kasus ISK. Kata Kunci : Faktor-faktor ISK, usia, kebiasaan menahan BAK, obesitas
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu tentang Ketuban Pecah Dini di PMB R Jakarta Timur Wati, Dewi Fajar; Siti Fatimah, Okta Zenita; hidayah, Seventina Nurul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i1.1531

Abstract

Insidensi ketuban pecah dini terjadi 10% pada semua kehamilan. Pada kehamilan aterm insidensinya bervariasi 6-19%, sedangkan pada kehamilan preterm insidensinya 2% dari semua kehamilan (Siregar, 2017).  Tujuan dalam penelitian yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu tentang ketuban pecah dini di PMB R Jakarta Timur.Metode penelitian yaitu kuantitatif dengan menggunakan pendekatan studi Cross Sectional mempelajari dinamika hubungan antara faktor risiko (Umur, Pendidikan, Pekerjaan, sosial ekonomi), dengan gangguan kesehatan atau masalah kesehatan (Pengetahuan Ibu tentang ketuban pecah dini) dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus. Hasil penelitian ini didapatkan secara langsung dengan pencatatan kohort ibu hamil yang kunjungan bulan Januari-Desember 2022. Berdasarkan hasil univariat diketahui dari sejumlah 97 orang jumlah responden terdapat sebanyak 61 orang (62,9%) berumur produktif dan 36 orang (37,1%) berumur tidak produktif Hasil analisa bivariat menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna antara umur dengan pengetahuan responden tentang KPD. (Nilai P=232 yang artinya p>0,05). Sebanyak 55 orang (56,7%) berpendidikan Rendah dan 42 orang (43,3%) berpendidikan tinggi. Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan pengetahuan responden tentang KPD. (Nilai P=0,007 yang artinya p<0,05) dan nilai OR sebesar 3,478 (1,476-8,199) yang artinya responden yang berpendidikan rendah mempunyai peluang berpengetahuan kurang tentang KPD sebesar 3,478 kali dibandingkan dengan responden yang berpendidikan tinggi. 40 orang (41,2%) tidak bekerja dan 57 orang (58,8%) bekerja. Simpulan penelitian menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan pengetahuan responden. Petugas kesehatan perlu melakukan penyuluhan kesehatan terutama tentang KPD sehingga para ibu hamil dapat berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang diperoleh terutama dalam hal menghindari terjadinya KPDKata Kunci : Faktor-faktor, pengetahuan, KPD
STUDI FENOMENOLOGI PERSEPSI REMAJA TENTANG PUPPY LOVE (CINTA MONYET) Siti Fatimah, Okta Zenita; Hidayah, Seventina Nurul; Rahmanindar, Nora
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v12i02.5027

Abstract

Puppy Love (Cinta Monyet) merupakan cerminan dari perasaan hati yang begitu kuat atau sangat tergila-gila di awal saat mendekati seseorang. Studi awal yang dilakukan di Madrasah Aliyah Al Ihsan dari 10 siswa sudah mengarah pada cinta monyet seperti tahap dini sampai pada tahap yang mengarah ke dalam seks bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena persepsi remaja tentang cinta monyet. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dilakukan di Madrasah Aliyah Al Ihsan bulan November 2022. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 responden memiliki persepsi yang berbeda-beda mengenai cinta monyet, pengetahuan mengenai cinta monyet sangat penting diberikan untuk menentukan perilaku remaja sekarang. Disarankan para remaja khususnya siswa  dapat memilih  informasi-informasi yang didapatkan mulai dari yang negative sampai yang positif, sehingga tidak salah dalam mengambil tindakan.
PERILAKU SEKSUAL BERISIKO GENERASI Z PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH TEGAL TIMUR KOTA TEGAL Qudriani, Meyliya; Baroroh, Umi; Hidayah, Seventina Nurul
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v11i01.3114

Abstract

Generasi Z yang lahir di antara tahun 1995-2010. biasanya disebut dengan generasi internet dimana mereka lebih banyak berhubungan sosial dengan smartphone sejak kecil. Masalah seksualitas di kalangan remaja yang berakar dari informasi melalui smartphone masih sangat beresiko tidak terkecuali bagi generasi Z. Tujuan penelitian yaitu menggambarkan perilaku seksual berisiko generasi Z pada masa Covid 19. Metode penelitian kualitatif, dilakukan di Wilayah Tegal Timur bulan Mei – Juni 2021. Pengambilan data dijalankan dengan teknik indepth interview sesuai pedoman Sampel informan diambil secara purposive sampling dengan informan utama yaitu remaja yang berumur antara 17-20 tahun yang berperilaku seksual berisiko sebanyak 4 orang. Sedangkan informan triangulasi yaitu Dinas Kesehatan Kota Tegal Bagian Pencegahan Penyakit Menular Seksual sebanyak 1 orang. Hasil Penelitian didapatkan bahwa masa pandemi tak menyurutkan aktivitas sebagian remaja dalam melakukan seks pranikah. Perilaku seksual berisiko untuk semua informan utama pernah berperilaku berisiko. Perilaku ini didapatkan dari media social, pergaulan dan pertemanan. Perilaku seksual berisiko dari informan utama yang dilakukan diantaranya melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan pasangan yang belum sah dan juga berganti-ganti. Secara garis besar program yang telah dilaksanakan oleh Dinkes sudah sesuai. Dan juga dalam pelacakan serta tindak lanjutnya juga sudah tepat.