Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

SINERGI DAN DIFERENSIASI: ANALISIS PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DAN KURIKULUM KEMENTRIAN AGAMA DI SMA IT RAUDHATUL ULUM SAKATIGA Lestari, Tia; Yusuf, Syafruddin; Oktapiani, Rani
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi dan diferensiasi penerapan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Kementerian Agama di SMA IT Raudhatul Ulum Sakatiga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggabungkan metode studi pustaka dan observasi langsung di lapangan. Studi pustaka dilakukan untuk menelaah konsep, kebijakan, serta hasil-hasil penelitian terdahulu terkait kedua kurikulum, sedangkan observasi langsung dilakukan untuk mengamati proses implementasi kurikulum, interaksi guru dan siswa, serta dinamika pembelajaran di lingkungan sekolah. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi kedua kurikulum memberikan keunggulan berupa penguatan karakter, kompetensi akademik, dan religiusitas siswa melalui sinergi nilai-nilai Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin. Namun, ditemukan pula sejumlah tantangan, seperti pengelolaan waktu, beban belajar, dan kesiapan guru dalam mengelola dua kurikulum secara bersamaan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model integrasi pembelajaran yang lebih inovatif dan peningkatan pelatihan guru agar implementasi kurikulum ganda dapat berjalan lebih optimal dan adaptif terhadap kebutuhan pendidikan masa kini
Telaah Geomorfologis : Jalur Migrasi Nenek Moyang Bangsa Indonesia Proto dan Deutro Melayu Ananda, Shelia; Wulandari, Mely; Iqbal, Khoirul; Safitri, Sani; Oktapiani, Rani
EL-JUGHRAFIYAH Vol 5, No 2 (2025): El-Jughrafiyah : August, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v5i2.36740

Abstract

Negara Indonesia saat ini terdiri atas beragam suku bangsa yang terbentuk karena adanya beragam kelompok nenek moyang yang datang ke wilayah Nusantara. Dalam penulisan ini peneliti berfokus pada dua kelompok yang diyakini sebagai nenek moyang bangsa Indonesia yaitu kelompok Proto-Melayu dan kelompok Deutro-Melayu. Seiring berjalannya waktu kedua kelompok ini berkembang mengikuti zaman dan membentuk berbagai suku bangsa di Indonesia. Kedatangan nenek moyang ke Indonesia ini melalui berbagai jalur dan dipengaruhi oleh berbagai kondisi geomorfologis. Kondisi geomorfologis ini berpengaruh pada cara mereka bertahan hidup, kebudayaan yang dihasilkan. Selain kondisi geomorfologis perbedaan waktu kedatangan juga berpengaruh dalam mebentuk kebudayaan yang berkembang. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kondisi geomorfologis yang dihadapi oleh nenek moyang bangsa Indonesia dalam perjalannya adalah berupa lembah sungai, pesisir pantai, dataran rendah, delta, dan laut yang pada masa itu masih merupakan masa perubahan dari permukaan laut di zaman es. Hal ini kemudian yang membentuk perbedaan kebudayaan dan pola permukiman. 
Training and Mentoring to Strengthen Literacy and Numeracy in the Learning Recovery of the Ogan Ilir Region Syarifuddin, Syarifuddin; Aksan, Hamdi; Santri, Didi Jaya; Izzah, Izzah; Fathurohman, Apit; Oktapiani, Rani; Lestari, Dea
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2024): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i4.755

Abstract

The literacy and numeracy training and mentoring program in Ogan Ilir aims to enhance the competencies of junior high school teachers in supporting the improvement of literacy and numeracy in learning recovery. This program consists of outreach activities, training, and intensive mentoring over two days designed to help teachers improve literacy and numeracy in their respective schools. As an initial step, a pretest was given to the participants to measure their initial understanding of literacy and numeracy. During the training, participants were provided with materials through interactive sessions, group discussions, and hands-on practice to design a literacy and numeracy improvement program. At the end of the training, a post-test was conducted to evaluate the improvement in participants' understanding and skills, with results showing an increase in most participants. This program concludes with monitoring and evaluation through reports and visits to schools to ensure the implementation of training results in their respective educational environments. Overall, this activity can strengthen teachers' literacy and numeracy skills in supporting learning recovery
INTEGRASI WILAYAH DAN SUMBER DAYA MAJAPAHIT DALAM PERSPEKTIF GEOGRAFI HISTORIS Safira Oktaviani; Sani Safitri; Rani Oktapiani
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 1 (2025): Vol 3 NO. 1 Mei 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/tyqtvz73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi geografis Kerajaan Majapahit serta peran strategisnya dalam mendukung perkembangan politik, ekonomi, dan kekuasaan wilayah kerajaan. Geografi Majapahit yang terletak di wilayah Jawa Timur memberikan keuntungan dalam akses jalur perdagangan, pengelolaan sumber daya alam, serta pertahanan wilayah. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan historis-geografis yang menganalisis sumber primer dan sekunder mengenai lokasi, topografi, iklim, serta jaringan transportasi Majapahit pada masa kejayaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Majapahit memiliki kondisi geografis yang mendukung dominasi maritim dan agraris, memungkinkan kerajaan ini mengembangkan pusat-pusat perdagangan dan pelabuhan strategis di sepanjang pesisir. Sungai Brantas berperan penting sebagai jalur distribusi utama dari pedalaman ke pesisir. Selain itu, lokasi yang berada di dataran subur memungkinkan pertanian berkembang pesat dan menopang kehidupan masyarakat. Kesimpulan dari kajian ini menyatakan bahwa faktor geografis memiliki kontribusi signifikan terhadap kemajuan dan kekuasaan Kerajaan Majapahit di kawasan Asia Tenggara pada abad ke-13 hingga ke-15. Geografi bukan hanya menjadi latar fisik, tetapi juga faktor penentu kekuatan politik dan ekonomi Majapahit dalam membentuk imperium regional.
PERAN KONDISI GEOGRAFIS TERHADAP PERKEMBANGAN DAN KERUNTUHAN KERAJAAN TARUMANEGARA fitri, sunita; Safitri, Wulan; Sani Safitri; Rani Oktapiani
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 1 (2025): Vol 3 NO. 1 Mei 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/c6rzbx43

Abstract

Artikel ini membahas tentang peran strategis kondisi geografis dalam perkembangan dan keruntuhan Kerajaan Tarumanegara, salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang terletak di wilayah barat Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan mengkaji data sekunder berupa prasasti, catatan sejarah, dan literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak kerajaan yang berada di sepanjang Sungai Citarum, Cisadane, dan Ciliwung memberikan keuntungan dalam sektor pertanian, perdagangan, dan pengembangan budaya Hindu-Buddha. Geomorfologi dataran rendah yang subur dan sistem irigasi yang baik juga mendukung stabilitas ekonomi kerajaan. Namun, keruntuhan Tarumanegara dipengaruhi oleh berbagai faktor internal seperti melemahnya kekuasaan pusat, konflik elit, dan kerusakan sistem irigasi, serta faktor eksternal berupa bangkitnya kerajaan lain seperti Sriwijaya dan Medang, perubahan jalur perdagangan, dan bencana alam. Artikel ini menegaskan bahwa faktor geografis tidak hanya mendukung kemajuan, tetapi juga berperan dalam dinamika kemunduran suatu kerajaan.  
PERAN SUNGAI MUSI DAN EKOSISTEM LAHAN BASAH DALAM MENDUKUNG PERDAGANGAN, TRANSPORTASI, SERTA PERKEMBANGAN EKONOMI KERAJAAN SRIWIJAYA Anggraini, Afifah; Safitri, Sani; Oktapiani, Rani
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 1 (2025): Vol 3 NO. 1 Mei 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/1k1edk26

Abstract

Selama abad ke-7 dan ke-9 Masehi, perdagangan, transportasi, dan pertumbuhan ekonomi Kerajaan Sriwijaya semuanya dibantu oleh Sungai Musi dan ekologi lahan basah yang berdekatan. Sungai Musi berfungsi sebagai jalur transportasi utama antara pedalaman Sumatera dan pesisir, serta jalur perdagangan internasional melintasi Selat Malaka. Hal ini memungkinkan barang dagangan seperti rempah-rempah, hasil hutan, dan hasil pertanian bergerak bebas. Banyak sumber daya alam, termasuk ikan, hasil pertanian, dan kayu, melimpah di ekosistem lahan basah dan merupakan komoditas berharga dalam perdagangan. Lahan basah juga menyediakan ketahanan pangan dan sistem irigasi, dan merupakan lokasi pemukiman penting yang dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi lingkungan. Peran penting Sungai Musi dan lahan basah dalam mendukung pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya Sriwijaya serta memperkuat posisinya sebagai kerajaan maritim penting di Asia Tenggara diperiksa dalam makalah ini menggunakan metodologi studi literatur.
Pendekatan Pembelajaran Abad 21 dalam Meningkatkan Literasi Sejarah dan Karakter Siswa Septiana, Nabila; Jayan, Aulya Akmal; Faldam, Razin; Safitri, Sani; Oktapiani, Rani
Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa Vol. 2 No. 4 (2025): November : Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/dilan.v2i4.2591

Abstract

This article will explain the usage of 21st-century learning for the improvement of historical literacy and students’ character. History class, according to some students, might be considered boring. That is why an entertaining way to teach history is needed to improve students’ historical literacy and make the learning process more engaging and effective. Good historical literacy not only helps students understand the past but also plays a crucial role in shaping their character based on the values embedded in historical subjects. The method used in this article is qualitative, and the analysis is based on various literature sources related to 21st-century learning approaches. The findings highlight how integrating 21st-century learning strategies such as digital tools, interactive activities, and collaborative learning can transform the history learning process. By making history more engaging and interactive, students are not only able to improve their understanding of historical events but also internalize positive character traits, fostering critical thinking, responsibility, and empathy, all of which are essential for their personal development.
Optimalisasi Evaluasi Pembelajaran Melalui Tes Hasil Belajar Dan Program Tindak Lanjut: Perspektif Sejarah Dan Implementasi Bilal; Aulan; Dhaifah Khairunnisa Bilge; Sani Safitri; Rani Oktapiani
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/a7fxep69

Abstract

Learning evaluationplays an important role in ensuring the optimal achievement of educational goals.This study aims to analyse efforts to optimise learning evaluationthrough learning outcome tests and follow-up programmes, withreference to historical perspectives and their application in the context of education inIndonesia. The research method used is a study and literature review. The results of theresearch show that the evaluation process has undergone significant developments, from conventional systems to more comprehensiveand digital-based approaches that focus on the student learning process. Learning outcome testsplay a crucial role in monitoring student progress through formative, summative, diagnostic, and placement assessments. In addition, follow-up programmes in the form of remedial and enrichment learning are important strategiesfor improving learning outcomes and learning quality.The application of optimisation in Indonesia has been reflected through education policy, theuse of technology in evaluation, and the application of item analysis toensure the validity and reliability of assessments.
Karakteristik Ideal Bahan Ajar dalam Meningkatkan Keterlibatan dan Pemahaman Peserta Didik Zakira, M. Zalva; Wulandari, Indah; Putri, Herni Mandala; Safitri, Sani; Oktapiani, Rani
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22096

Abstract

Materi pembelajaran merupakan elemen esensial dalam proses pendidikan yang memiliki peran krusial untuk meningkatkan partisipasi dan penguasaan materi oleh siswa. Studi ini menganalisis ciri-ciri optimal materi pembelajaran yang mampu memaksimalkan efektivitas proses belajar mengajar. Pendekatan studi pustaka diterapkan untuk menelaah berbagai teori, kegunaan, dan ciri-ciri materi pembelajaran berdasarkan pandangan para pakar dan temuan riset yang relevan. Temuan kajian mengindikasikan bahwa materi pembelajaran yang optimal memiliki ciri-ciri pokok yakni dapat dipelajari secara mandiri, memuat konten yang lengkap, berdiri sendiri, dapat beradaptasi, serta mudah digunakan. Materi pembelajaran yang tersusun dengan tepat tidak semata-mata berperan sebagai sarana penyaluran pengetahuan, melainkan juga sebagai instrumen yang mampu mendorong siswa menjadi lebih proaktif, inovatif, dan otonom dalam aktivitas belajar. Keterkaitan antara materi pembelajaran dengan partisipasi dan penguasaan siswa memiliki sifat resiprokal, di mana materi pembelajaran yang memikat, kontekstual, dan dinamis mampu menumbuhkan partisipasi siswa yang optimal, yang kemudian memberikan dampak konstruktif terhadap pendalaman pemahaman konseptual. Kajian ini menyarankan supaya para pengajar senantiasa melakukan inovasi dalam merancang materi pembelajaran dengan memerhatikan dimensi visual, penggunaan bahasa, relevansi dengan realitas siswa, dan penggabungan teknologi guna mewujudkan pembelajaran yang produktif, menggembirakan, dan substansial.
Pembelajaran Sejarah di Era Digital: Strategi Pengembangan Bahan Ajar Efektif Bagi Generasi Z Mahlaini; Fanisa Putri Anggraini; Chardinal. DV; Sani Safitri; Rani Oktapiani
SOSIAL : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS Vol 3 No 4 (2025): SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/sosial.v3i4.1343

Abstract

The rapid advancement of digital technology has transformed the learning patterns of Generation Z, who tend to be visual, quick in accessing information, and highly engaged with interactive media. These characteristics pose challenges for history learning, which is often perceived as monotonous and focused on memorization. This study aims to examine the needs, urgency, and strategies for developing history teaching materials that are relevant and effective for Generation Z in the digital era. Using a descriptive qualitative approach through library research, the findings indicate that effective history materials should integrate digital media, apply active learning models, and connect historical content with students’ real-life experiences. Teachers play a key role as innovators by utilizing digital storytelling, virtual tours, gallery walks, and gamification. Integrating local history and national values is also essential to strengthen students’ national identity. This study emphasizes that developing digital history teaching materials is not merely about adopting technology but about creating meaningful, reflective, and generation-appropriate learning experiences.