Claim Missing Document
Check
Articles

The Effectiveness of PowToon Learning Media on the Writing Ability of Sundanese Script Jatnika, Tyas Harsa; Ropiah, Opah
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12: Special Issue No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i1.9926

Abstract

Learning media play a crucial role in addressing the challenge of students' inability to write Sundanese scripts. The PowToon application offers various features that support the creation of learning media, making it a viable alternative in technological advancement. The purpose of this study is to assess the effectiveness of utilizing PowToon as a learning tool to improve the Sundanese script writing skills of class VII students at MTs Negeri 3 Kuningan. A quantitative approach with a one-group pretest-posttest design was employed in this research, which took place at MTs Negeri 3 Kuningan using class VII-2 as the sample group. The results indicate an improvement in the students' ability to compose Sundanese scripts, as supported by the findings of hypothesis testing. The average student score before using the PowToon application learning media was 47.85, while after using the PowToon application learning media the average score was 82.29. Apart from that, the results of the hypothesis test, Sig. (2-tailed), 0.000 <; 0.05. Therefore, Ha is accepted and Ho is rejected. So the effectiveness of the PowToon application learning media on the ability to write Sundanese script has proven effective for use in learning. This is characterized by a significant difference in students' learning outcomes for writing Sundanese script before and after using the PowToon application learning media.
Design Android-Based E-book Application for Sundanese Pupujian Teaching Materials Ripai, Ipan; Ropiah, Opah; Sukma Nur Alam, Fajar
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v24i1.24456

Abstract

An android-based e-book application for teaching materials is a type of electronic book in softcopy. This study aims to design an android-based e-book application for Pupujian Sundanese teaching materials and determine its feasibility. This research is development research (R&D). The flow in this research are: 1) potential problems: 2) data collection; 3) product design: 4) design validation; 5) design revision; 6) product trial; 7) product revision; 8) trial use; 9) product revision; 10) mass production. Based on design validation, this application is feasible to test because the percentage is 85.00% - 100.00%. This product was tested on students of the Regional Language and Literature Education Study Program, STKIP Muhammadiyah Kuningan. Based on the pretest and posttest results, the average value of the pretest was 56.42, while the posttest obtained an average value of 77.21. It can be concluded that the android-based e-book application for Sundanese Pupujian teaching materials is "appropriate" to be implemented in learning and can be mass-produced.
EFEKTIVITAS METODE NATURE LEARNING TERHADAP PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK Apriliyani, Anisa; Ropiah, Opah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i4.6239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Nature Learning dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya kemampuan siswa dalam mengembangkan tema dan menyusun kalimat secara runtut. Metode Nature Learning dipilih karena pendekatan berbasis alam dinilai mampu merangsang imajinasi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest, dan data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, serta tes. Sampel penelitian berjumlah 32 siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Garawangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan, nilai rata-rata siswa sebesar 49,94 masih di bawah KKM. Setelah diterapkan metode Nature Learning, nilai rata-rata meningkat menjadi 80,50. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Temuan ini membuktikan bahwa metode Nature Learning efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran alternatif untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek di tingkat SMP.
Semiotika Batik Paseban Kabupaten Kuningan (Semiotics of Paseban Batik, Kuningan Regency) Opah Ropiah; Lia Maulia Indrayani; Teddi Muhtadin; Susi Yuliawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.9090

Abstract

The aims of this study is to describe the meaning of Batik Paseban from Kuningan Regency using Roland Barthes' semiotic approach. The results show that the meanings found in the Paseban batik motifs include: (1) Sekar Galuh which describes nature conservation; (2) Oyog Mingmang which depicts unity and oneness; (3) Mayang Segara which implies the breadth of the human heart; (4) Adu Manis which describes domestic life; (5) Rereng Pwah Aci which reflects Sundanese women; (6) Geger Sunten which describes self-defense; (7) Réréng Kujang which means keeping a promise; (8) Mayang Cindé which describes character; (9) Sekar Kencana which describes leadership; 10) Ayang-Ayang which implies mutual cooperation; 11) Kadatun or Karatun which is interpreted as a fair and wise leader; and 12) Gagang Sénggang which represents prosperity.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan makna Batik Paseban dari Kabupaten Kuningan dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna yang ditemukan dalam motif batik Paseban di antaranya: (1) Sekar Galuh yang menggambarkan pelestarian alam; (2) Oyog Mingmang yang menggambarkan persatuan dan kesatuan; (3) Mayang Segara yang mengisyaratkan keluasan hati manusia; (4) Adu Manis yang menggambarkan kehidupan rumah tangga; (5) Rereng Pwah Aci yang mencerminkan perempuan Sunda; (6) Geger Sunten yang menggambarkan pertahanan diri; (7) Réréng Kujang yang dimaknai menepati janji; (8) Mayang Cindé yang menggambarkan budi pekerti; (9) Sekar Kencana yang menggambarkan kepemimpinan; 10) Ayang-Ayang yang mengisyaratkan gotong-royong; 11) Kadatun atau Karatun yang dimaknai pemimpin adil dan bijaksana; serta 12) Gagang Sénggang yang menggambarkan kemakmuran. 
Problematika Pembelajaran Bahasa Sunda Dimensi Linguistik dan Nonlinguistik Opah Ropiah; Fahmi Rakhman; Fajar Sukma Nur Alam
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.5197

Abstract

The purpose of this research is to find out the problems of learning Sundanese in linguistic and non-linguistic dimensions. The method used is a descriptive method with a qualitative research type. Sources of data in this study were the deputy head of curriculum, Sundanese language teachers, and class X students. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The instruments used were stationery, interview guides, cell phones, and questionnaires. Data analysis using content analysis. The results of this study are 1) Problems of learning Sundanese language linguistic dimensions phonological errors in 72 cases with a percentage of 53.33%, syntactic errors in 75 cases with a percentage of 55.5%, syntactic errors in 80 cases with a percentage of 59.2, lexical errors -Semantic 20 cases with a percentage of 15%.; 2) The problems of learning Sundanese in the non-linguistic dimension have several obstacles in the implementation of the 2013 curriculum, the teacher's learning model is still monotonous, the teacher's understanding of IT is still lacking, the learning media is still limited, and there is still a lack of student interest and motivation in learning languages. AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui problematika pembelajaran bahasa Sunda dimensi linguistik dan nonlinguistik. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian yaitu wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru bahasa Sunda, dan siswa kelas X. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu alat tulis, pedoman wawancara, handphone, dan angket. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian ini yaitu: 1) Problematika pembelajaran bahasa Sunda dimensi linguistik terdiri dari kesalahan fonologi sebanyak 72 kasus dengan persentase 53,33%, kesalahan morfologi sebanyak 75 kasus dengan persentase 55,5%, kesalahan sintaksis 80 kasus dengan persentase 59,2%, dan kesalahan leksiko-semantis 20 kasus dengan persentase 15%; 2) Problematika pembelajaran bahasa Sunda dimensi nonlinguistik terdapat beberapa kendala dalam penerapan kurikulum 2013, model pembelajaran guru yang masih monoton, pemahaman guru terhadap IT masih kurang, media pembelajaran masih terbatas, dan masih kurangnya minat dan motivasi siswa dalam belajar kebahasaan. 
Pangaruh Media Pangajaran Mind Mapping Kana Hasil Ngaregepkeun Dongeng di Kelas VII SMP Negeri 1 Jalaksana Indra Setiawan; Opah Ropiah
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i2.1329

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran mind mapping terhadap hasil menyimak dongeng di kelas VII SMP Negeri 1 Jalaksana. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen dan one group pretest posttest design. Instrumen yang digunakan adalah soal pretest dan posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji normalitas, dan uji t sampel. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Jalaksana dengan sampel 36 siswa kelas VII F. Hasil penelitiannya yaitu: 1) hasil menyimak dongeng sebelum menggunakan media pembelajaran mind mapping masih banyak dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) 70 yaitu 3 siswa (8,82%) sedangkan 31 siswa (91,17%) di atas KKM; 2) hasil menyimak dongeng setelah menggunakan media pembelajaran mind mapping meningkat yaitu 30 siswa (88,23%) di atas nilai KKM sedangkan 4 siswa (11,76%) di bawah KKM; 3) adanya pengaruh media pembelajaran mind mapping terhadap hasil menyimak dongeng berdasarkan uji hipotesis (paired sample t-test) diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 atau (0,000<0,05%) sehingga hasil Ha diterima dan Ho ditolak artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil menyimak dongeng sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran mind mapping.