Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Manajemen Risiko dan Strategi Penanganan Risiko Teknologi Informasi pada Unit Rawat Jalan Rumah Sakit XYZ Menggunakan ISO 31000:2018 Hanun Azizah , Farras; Faridatul Azizah, Anfazul; Kusumawati, Aris
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Unit Rawat Jalan memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Namun, pemanfaatan ini menghadapi sejumlah kendala seperti gangguan jaringan, kerusakan perangkat keras, dan ketidakstabilan perangkat lunak. Masalah tersebut berdampak langsung pada kelancaran layanan, bahkan menyebabkan penumpukan pasien. Kondisi ini diperparah oleh minimnya langkah proaktif dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko TI, sehingga berbagai insiden seperti “jaringan internet offline” dan “lambatnya proses diagnosis” terus berulang dari tahun 2020 hingga 2024. Gangguan tersebut menurunkan kualitas pelayanan dan menghambat operasional rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen risiko berdasarkan ISO 31000:2018, dengan metode wawancara, observasi, dan studi dokumen. Tujuan utamanya adalah analisis risk assessment dan menyusun risk register terhadap risiko teknologi informasi di Unit Rawat Jalan. Risiko diidentifikasi dari faktor lingkungan, manusia, sistem dan infrastruktur, serta proses operasional. Setiap risiko dinilai berdasarkan tingkat kemungkinan dan dampaknya. Hasil risk assessment menunjukkan enam risiko berada pada tingkat medium dan sepuluh risiko pada tingkat low. Risk register yang dihasilkan membantu Unit Rawat Jalan dalam memprioritaskan penanganan risiko serta merancang strategi mitigasi yang tepat untuk menjaga kelancaran layanan. Penerapan ISO 31000:2018 dalam penelitian ini memberikan kontribusi akademik berupa penguatan kerangka konseptual manajemen risiko TI, serta kontribusi praktis dengan menyediakan panduan sistematis dalam pengelolaan risiko TI untuk mendukung keberlangsungan operasional dan mutu layanan rumah sakit. Kata kunci— teknologi informasi, manajemen risiko, ISO 31000:2018, risk register.
Analisis Pengukuran Website E-Rusun Menggunakan ISO/IEC 25010:2023 (Studi Kasus : Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Serta Pertanahan) Surya Huditara , Kevin; Nizar Palefi Ma'ady, Mochamad; Kusumawati, Aris
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Penelitian ini mengevaluasi kualitas sistem E-Rusun yang digunakan oleh DPRKPP dengan standar ISO/IEC 25010:2023. Analisis menemukan berbagai masalah, seperti fitur dashboard yang kurang interaktif, error pada menu data tagihan, lambatnya respons sistem saat beban tinggi, keterbatasan akses melalui smartphone, dan gangguan server yang memengaruhi keandalan. Selain itu, aspek keamanan belum diuji penetrasi, dokumentasi pengelolaan masalah minim, serta fleksibilitas dan keselamatan sistem masih bergantung pada kapasitas server. Penelitian ini bertujuan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kinerja, kepuasan pengguna, dan kesesuaian dengan standar ISO/IEC 25010:2023. Kata kunci— Teknologi Informasi, ISO/IEC 25010:2023, E-Rusun
PELATIHAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI ’KONSELINK’ UNTUK TRANSFORMASI DIGITAL LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Hidayati, Sri; Rosidah, Nur Azizah; Muhajir, Daud; Kusumawati, Aris; Prisyanti, Affifiana; Abdillah, Rosyid; Alhari, Muhammad Ilham; Hendradi, Fransisca Aurelia Maranatha; Satriawan, Muhammad Paksi; Ramadhan, Muhammad Ayondi; Septiano, Dino Rossi Eka
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32709

Abstract

Abstrak: Layanan bimbingan konseling (BK) di jenjang sekolah menengah masih banyak yang dilakukan secara manual menggunakan buku pengembangan diri, yang menyebabkan kendala dalam pencatatan, analisis data, dan pemberian intervensi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mentransformasi layanan BK konvensional menjadi sistem digital melalui pengembangan dan pelatihan penggunaan aplikasi web “Konselink”. Metode yang digunakan mencakup observasi kebutuhan, pengembangan sistem, pelatihan luring, serta evaluasi. Mitra kegiatan ini adalah guru BK dan siswa di SMAN 1 Kamal. Pelatihan dilakukan di Lab TIK sekolah dan dievaluasi menggunakan kuesioner serta observasi langsung, dengan peserta pelatihan sebanyak 22 guru BK dan perwakilan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan digital guru, serta skor kepuasan peserta rata-rata 4,9 dari 5. Aplikasi Konselink dinilai efektif dalam meningkatkan efisiensi pencatatan, mempermudah analisis perkembangan siswa, dan mendorong keterlibatan siswa dalam layanan konseling yang lebih fleksibel dan adaptif.Abstract: Guidance and counseling (GC) services at the secondary school level are still largely carried out manually using student development logbooks, which leads to challenges in record-keeping, data analysis, and timely intervention. The aim of this community engagement initiative was to transform conventional GC services into a digital system through the development and training in the use of a web-based application called “Konselink.” The methods employed included needs assessment, system development, offline training, and evaluation. The participants in this program consisted of guidance counselors and students. The training was conducted in the school's ICT laboratory and evaluated through questionnaires and direct observation, involving 22 participants comprising GC teachers and student representatives. The results showed an improvement in the digital skills of the teachers, with an average participant satisfaction score of 9.4 out of 10. The Konselink application was found to be effective in improving the efficiency of documentation, facilitating student development analysis, and encouraging more flexible and adaptive student engagement in counseling services.
SOSIALISASI LITERASI DIGITAL DAN VILLAGE BRANDING BERBASIS WEBSITE Kusumawati, Aris; Salsabilla, Annisa Nur; Iswantoro, Nazhiva Salma Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25327

Abstract

Abstrak: Inovasi Teknologi Informasi (TI) berbasis potensi lokal desa menjadi perhatian di era digital. Ketertarikan mengadopsi website sebagai media village branding secara tepat meningkatkan kebutuhan sosialisasi terkait literasi digital bagi warga desa. Hal serupa dialami oleh Kelompok Ternak Sumber Pangan Desa Kebonsari yang dikenal sebagai Kampung Bebek dan Telur Asin. Kebutuhan sosialisasi disebabkan karena kurangnya skill dan pengetahuan masyarakat desa terkait teknologi tepat guna. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim abdimas memberikan sosialisasi untuk membantu masyarakat meningkatkan pengetahuan terkait literasi digital dan village branding kepada 12 warga desa yang berpengaruh dan berkepentingan terhadap keberlanjutan kelompok ternak. Materi pelatihan disusun berdasarkan target sosialisasi dan karakteristik peserta. Pelatihan diberikan menggunakan metode ceramah selama 120 menit oleh tim abdimas. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara penyebaran lembar checklist berdasarkan tujuh indikator capaian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sosialisasi ini berhasil meningkatkan literasi digital dan village branding bagi peserta dengan rata-rata nilai capaian sebesar 83 poin.Abstract: Information Technology (IT) innovation based on local village potential is becoming a concern in the digital era. Interest in adopting websites as village branding media appropriately increases the need for socialization regarding digital literacy for village residents. A similar thing was experienced by the Sumber Pangan Livestock Group in Kebonsari Village, known as the Salted Duck and Egg Village. The need for socialization is caused by the village community's lack of skills and knowledge regarding appropriate technology. Based on these problems, the community service team provided outreach to help the community increase knowledge regarding digital literacy and village branding to 12 village residents who are influential and have an interest in the sustainability of livestock groups. Training materials are prepared based on socialization targets and participant characteristics. Training was provided for 120 minutes by the community service team. Evaluation of activities is carried out by distributing checklist sheets based on seven achievement indicators. The evaluation results show that this socialization was successful in increasing digital literacy and village branding for participants with an achievement score of 83 points. 
PENERAPAN PICOBOT UNTUK FISIOTERAPI BERJALAN PASIEN PASCA STROKE DI RUMAH SAKIT WILAYAH JAWA TIMUR Rachmaningrum, Nilla; Adiputra, Dimas; Kusumawati, Aris
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32954

Abstract

Absrak: Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas di seluruh dunia, dengan gangguan mobilitas sebagai dampak yang paling umum. Pasien stroke sering mengalami kesulitan berjalan akibat kelemahan otot, spastisitas, dan gangguan koordinasi, yang menghambat kemandirian serta menurunkan kualitas hidup. Rehabilitasi dengan fisioterapi konvensional telah terbukti membantu pemulihan, tetapi keterbatasan tenaga fisioterapis dan lamanya proses terapi menjadi tantangan tersendiri. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fisioterapi robotik dapat meningkatkan keseimbangan, kekuatan otot, dan pola berjalan pasien stroke. Robot Picobot adalah robot yang berfungsi untuk asistensi fisioterapi engkel yang bekerja dengan menggerakkan engkel secara otomatis. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pengukuran tingkat penerimaan teknologi robot picobot terhadap masyarakat sasar 30 pasien pasca struke dan tingkat kepuasan mitra terhadap pemanfaatan robot picobot untuk membantu fisoterapi berjalan dalam hal ini dokter dan tenaga Kesehatan. Adopsi teknologi baru dengan faktor atau pengukuran Use Behavior, Facilitating Conditions, Behavioral Intention, Effort Expectancy, Performance Expectancy, dan Social Influence memiliki nilai rata-rata 4,23. Berdasarkan interval (4,20< x ≤ 5,00) skala likert (1-5) dengan jumlah responden (n) 30, berada pada kategori "sangat setuju". Artinya “Teknologi Robotik Picobot untuk Rehabilitasi Pasien Stroke di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya dapat diterima oleh 30 pasien fisioterapi sebagai responden”.Abstract: Stroke is one of the leading causes of disability worldwide, with mobility impairment being the most common impact. Stroke patients often experience difficulty walking due to muscle weakness, spasticity, and coordination disorders, which hinder independence and reduce quality of life. Rehabilitation with conventional physiotherapy has been proven to help recovery, but limited physiotherapists and the length of the therapy process are challenges. Research shows that the use of robotic physiotherapy can improve balance, muscle strength, and gait patterns of stroke patients. Picobot Robot is a robot that functions as an ankle physiotherapy assistance that works by moving the ankle automatically. In this community service activity, the level of acceptance of picobot robot technology was measured among the target community of 30 post-stroke patients and the level of partner satisfaction with the use of picobot robots to assist walking physiotherapy, in this case doctors and health workers. Adoption of new technology with factors or measurements of Use Behavior, Facilitating Conditions, Behavioral Intention, Effort Expectancy, Performance Expectancy, and Social Influence had an average value of 4.23. Based on the interval (4.20 < x ≤ 5.00) Likert scale (1-5) with the number of respondents (n) 30, it is in the “strongly agree” category. This means that “Picobot Robotic Technology for Stroke Patient Rehabilitation at Bhakti Dharma Husada Surabaya Regional Hospital can be accepted by 30 physiotherapy patients as respondents”.
Co-Authors Adiputra, Dimas Affifiana Prisyanti Afifatus Sa'diyah, Rizki Agnesita, Adelia Desi Ainaya, Wanda Nadhifa Aisyah Putri Amni Ramadhanti Alifiansyah Arrizqy Hidayat Anandito Satria Pradana Anfazul Faridatul Azizah Anita Hakim Nasution Annisa Nur Salsabilla Apol Pribadi Arnoldus Yansen Friska Danar Yudhistira Danar, Arnoldus Yansen Dwi Hariyanto, Muhammad Ekky Dea Audry Jaya Fajria, Asruliasani Fandisya Rahman Farid Duta Hadyanto Farid Duta Hadyanto Fatahillah, Aditya M. Firmansyah, Ryan Fitri Rayani Siahaan Hadyanto, Farid Duta Hanun Azizah , Farras Hawwin Mardhiana Hendradi, Fransisca Aurelia Maranatha Hutagalung, Novi Monica Iswantoro, Nazhiva Salma Putri Jaya, Ekky Dea Audry Mochamad Nizar Palefi Ma’ady Mohammad Sholik Muhajir, Daud Muhammad Ilham Alhari Muhammad Nasrullah Muhammad Nasrullah Muhammad Zhahnur Arif Mustafa Kamal Nadiah Ratnaduhita Nilla Rachmaningrum Nuraini, Wan Azizah Sri Pudji Istiyanto, Noerma Puspita Rini, Hafida Qilbaaini Effendi Muftikhali Rachmania, Marsha Adinda Rahmatulloh, Ridho Rahmawati Hasan , Dyah Ramadhan, Muhammad Ayondi Ramadhanti, Aisyah Putri Amni Raulia Riski Rayani Siahaan, Fitri Rheynansya Tabriz Tajj Hauravin Al Kanza Ridho Rahmatullah Riza Akhsani Setyo Prayoga Rizma Elfariani Rokhmatul Insani Rosidah, Nur Azizah Rosyid Abdillah Salsabilla, Annisa Nur Satriawan, Muhammad Paksi Septiano, Dino Rossi Eka Setiawan, Muhammad Iqbal Hafish Sri Hidayati Sri Hidayati Surya Huditara , Kevin Syukron Hidayat Syukron Hidayat, Syukron Tanzilal Mustaqim Teks, Johnson G. A. Tita Ayu Rospricilia Titus Kristanto Trisnawati, Azzahra Rizki Sulardi Ully Asfari Virasari, Cantika Anisya Vortis, Cindy G. Wachda Yuniar Rochmah Yolanda, Birgita Yuni Qoriah Verdiana Yuningsih, Vanisa Damayanti Yupit Sudianto