Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH SEREAL BERBAHAN SAGU DAN Moringa oleifera TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN Melin Novidinisa Herada Putri; A'immatul Fauziyah; Taufik Maryusman
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 6 No. 2 (2019): December 2019
Publisher : Balai Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.063 KB) | DOI: 10.29122/jbbi.v6i2.3669

Abstract

The Effects of Cereal Made From Sagu and Moringa oleifera on the Blood Glucose Level of Alloxan-Induced RatsDiabetes Mellitus (DM) type 2 could increase oxidative stress and blood glucose level. Resistant starch compounds in instant cereal Cersa Mori have antidiabetic properties. This research aimed to analyze the effect of Cersa Mori on fasting blood glucose (FBG) levels of diabetic white rats induced by alloxan. This is a true experimental study with a randomized pre-post control group design using 27 male Wistar strain rats divided into 3 groups randomly, i.e (KN) feed and distilled water, (KP) glibenclamide 0.126mg/200gBB/day, (P) Cersa Mori 5g/200gBB/day. KP and P groups were given alloxan 125 mg/KgBB subcutaneously and the intervention was carried out for 30 days. FBG level was measured using the GOD-PAP method. The results of Paired T-Test showed the effect of Cersa Mori on lowering FBG levels in hyperglycemic rats (P = 0,006). One-Way ANOVA test showed that Cersa Mori reduced FBG level, which was equivalent to those given glibenclamide (P = 0,366). It can be concluded that giving Cersa Mori 5g/200gBB/day for 30 days had a significant effect on lowering FBG level. Keywords: alloxan; Cersa Mori; diabetic rats; fasting blood glucose level; resistant strachABSTRAKDiabetes Mellitus (DM)tipe 2 dapat memicu stres oksidatif dan meningkatkan kadar glukosa darah puasa (GDP). Senyawa pati resisten dalam sereal siap saji Cersa Mori memiliki sifat antidiabetik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian Cersa Mori terhadap kadar glukosa darah tikus putih diabetes yang diinduksi aloksan. Penelitian true-experimental ini menggunakan randomized pre-post control group design. Sampel sebanyak 27 ekor tikus jantan galur Wistar dibagi menjadi 3 kelompok secara acak yaitu; (KN) pakan dan akuades, (KP) glibenklamid 0,126 mg/200gBB/hari, (P) Cersa Mori 5g/200gBB/hari. KP sampai P diberikan aloksan 125 mg/KgBB secara subkutan dan intervensi dilakukan selama 30 hari. Pengukuran GDP menggunakan metode GOD-PAP. Hasil Uji-T menunjukkan pengaruh Cersa Mori dalam menurunkan GDP tikus hiperglikemia (P = 0,006). Uji ANOVA satu arah menunjukkan penurunan GDP pada kelompok Cersa Mori (P) setara dengan tikus yang diberi glibenklamid (P = 0,366). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian Cersa Mori dosis 5g/200gBB/hari selama 30 hari berpengaruh terhadap penurunan GDP secara signifikan.
PENGARUH SINBIOTIK KEFIR TEPUNG PISANG BATU (Musa balbisiana) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS SINDROM METABOLIK Dhea Marliana Salsabila; Taufik Maryusman; Iin Fatmawati
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 7 No. 1 (2020): June 2020
Publisher : Balai Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.969 KB) | DOI: 10.29122/jbbi.v7i1.3730

Abstract

Metabolic syndrome begins with insulin resistance characterized by hyperglycemia. Synbiotic kefir banana (Musa balbisiana Colla) flour reduces blood glucose level. This study was conducted to analyze the effects of synbiotic kefir banana (M. balbisiana) flour on blood glucose level of metabolic syndrome rats. This study used 24 Sprague Dawley.rats which were divided into four groups, i.e. negative control was given standard diet, positive control was given high fat fructose diet (HFFD), treatment I (PI) and treatment II (PII) were given HFFD and synbiotic kefir banana (M. balbisiana) flour 1.8 mL 200 g־¹ rat BW per day (PI) and 3.6 mL 200 g־¹ rat BW per day (PII), respectively, for three weeks. The result showed a significant difference (p=0.000) in blood glucose after giving synbiotic kefir banana (M. balbisiana) flour. Synbiotic kefir banana (M. balbisiana) flour reduced blood glucose level in metabolic syndrome rats.Keywords: banana flour, blood glucose level, kefir, metabolic syndrome, synbiotic ABSTRAKSindrom metabolik diawali resistensi insulin yang ditandai hiperglikemia. Sinbiotik kefir tepung pisang batu (M. balbisiana) menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh sinbiotik kefir tepung pisang batu (M. balbisiana) terhadap kadar glukosa darah tikus sindrom metabolik. Penelitian ini menggunakan 24 tikus Sprague Dawley yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kontrol negatif yang diberi pakan standar, kontrol positif yang diberi high fat fructose diet (HFFD), dan perlakuan I (PI) serta perlakuan II (PII) yang masing-masing diberi HFFD dan sinbiotik kefir tepung pisang batu (M. balbisiana) 1,8 mL 200 g־¹ BB tikus per hari (PI) dan 3,6 mL 200 g־¹ BB tikus per hari (PII) selama tiga minggu. Hasil menunjukkan perbedaan kadar glukosa darah setelah pemberian sinbiotik kefir tepung pisang batu (M. balbisiana) secara signifikan (p=0,000). Sinbiotik kefir tepung pisang batu (M. balbisiana) menurunkan kadar glukosa darah tikus sindrom metabolik.
PENGARUH SINBIOTIK KEFIR PISANG BATU TERHADAP KADAR KOLESTEROL-LDL DAN KOLESTEROL-HDL TIKUS MODEL SINDROM METABOLIK Dina Khoiriyah; Taufik Maryusman; Santi Herlina
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 7 No. 2 (2020): December 2020
Publisher : Balai Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jbbi.v7i2.3781

Abstract

Effect of Banana Kefir Synbiotic on LDL-Cholesterol and HDL-Cholesterol of Metabolic Syndrome Rats Metabolic syndrome (SM) is characterized by several risk factors including dyslipidemia. This study aims to analyze the effect of kefir synbiotic produced from banana stone flour (Musa balbisiana) on LDL-cholesterol and HDL-cholesterol of metabolic syndrome rat model. The 24 Sprague Dawley rats were divided into four groups, namely negative control (healthy rats fed standard feed), positive control (metabolic syndrome rats fed standard feed), treatment I and treatment II (metabolic syndrome rats each given synbiotic kefir banana stone flour 1.8 mL/200 g mouse BW/day and 3.6 mL/200 g mouse BW/day, respectively). The intervention was carried out for three weeks. After the intervention, the levels of LDL-cholesterol in treatment I and II experienced a decrease of 44.66% and 56.94%, respectively, while the-HDL-cholesterol levels in treatment I and II experienced an increase of 104.5% and 172.71%, respectively. The biggest change occurred in treatment II. Synbiotic kefir banana stone flour improved lipid profile in metabolic syndrome rats. Sindrom metabolik (SM) ditandai dengan beberapa faktor risiko termasuk dislipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sinbiotik kefir tepung pisang batu (Musa balbisiana) terhadap kadar kolesterol-LDL dan kolesterol-HDL tikus model SM. Subjek menggunakan 24 ekor tikus Sprague Dawley yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kontrol negatif (tikus sehat yang diberi pakan standar), kontrol positif (tikus model SM yang diberi pakan standar), perlakuan I dan perlakuan II (tikus model SM yang masing-masing diberi sinbiotik kefir tepung pisang batu 1,8 mL/200 g BB tikus/hari dan 3,6 mL/200 g BB tikus/hari). Proses intervensi dilakukan selama tiga minggu. Setelah intervensi, kadar kolesterol-LDL perlakuan I dan II mengalami penurunan sebesar 44,66% dan 56,94%, sedangkan kadar kolesterol-HDL perlakuan I dan II mengalami peningkatan sebesar 104,5% dan 172,71%. Perubahan terbesar terjadi pada perlakuan II. Sinbiotik kefir tepung pisang batu memperbaiki profil lipid tikus sindrom metabolik.
KARAKTERISTIK SENSORIS DAN KANDUNGAN SERAT BISKUIT DARI JANTUNG PISANG (Musa paradisiaca) SEBAGAI MAKANAN SELINGAN ANAK OBESITAS Hersa Khoirunisa; Nanang Nasrullah; Taufik Maryusman
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal of Food Technology and Health) Vol 1, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v1i2.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan makanan fungsional berupa produk biskuit tinggi serat yang dapat dijadikan makanan selingan anak obesitas. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan factor berupa jenis formula. Pemilihan biskuit terbaik dilakukan dengan menggunakan metode pembobotan antara nilai gizi dan hasil uji hedonik. Biskuit F1 dengan subtitusi 35% dan F2 dengan subtitusi 45% tidak memiliki perbedaan yang nyata dari hasil analisis uji hedonik menggunakan ANOVA, sehingga F2 merupakan formula terpilih dengan kandungan serat yang lebih tinggi dari F1 setara dengan 13% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) serat. Satu takaran saji (50g) biskuit jantung pisang mengandung energi 220 Kal, 3.55g protein, 8.9g lemak, 31.64g karbohidrat, dan 3.99g total serat pangan.  ABSTRACT: The aim of this study was to produce functional foods in the form of high-fiber biscuit that could be used as a snack for obese children. The experimental design used in this study was a completely randomized design with the formulas as the treatment factor. The selection of the best biscuits was done by weighting method between nutritional value and the result of hedonic test. F1 biscuits with 35 % substitution of banana inflorescence flour and F2 with 45% substitution did not have significant difference by ANOVA of the hedonic test result, so F2 with higher fiber than F1 was chosen as the preferred formula, which could contribute 13% of fiber based on Recommended Dietary Allowance (RDA). One serving (50g) of banana inflorescence biscuits contains 220 Kal, 3.55g protein, 8.9g fat, 31.64g carbohydrate, and 3.99g of total dietary fiber. Keywords: Banana inflorescence, biscuit, fiber, obesity 
HUBUNGAN GAYA HIDUP DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN SAWANGAN BARU KOTA DEPOK TAHUN 2015 Solehatul Mahmudah; Taufik Maryusman; Firlia Ayu Arini; Ibnu Malkan
Biomedika Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v8i2.2915

Abstract

Beberapa faktor resiko diduga memiliki peran dalam terjadinya hipertensi seperti gaya hidup, pola makan dan usia. Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko penyebab terjadinya penyakit kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Penelitian cross sectional ini diikuti oleh 74 responden dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian in mendapatkan proporsi lansia yang mengalami hipertensi sebesar 26,4%. Analisis bivariat menggunakan uji chisquare dan analisis multivariat dengan regresi logistik ganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara aktivitas fisik (p=0,024 OR=3,596), asupan lemak (p=0,008 OR=4,364), dan asupan natrium (p=0,001OR=6,103) dengan kejadian hipertensi. Analisis multivariat menunjukkan asupan natrium (OR Exp(B)=4,627)sebagai faktor resiko yang paling berhubungan dengan kejadian hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Gaya Hidup, Pola Makan
HUBUNGAN GAYA HIDUP DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN SAWANGAN BARU KOTA DEPOK TAHUN 2015 Solehatul Mahmudah; Taufik Maryusman; Firlia Ayu Arini; Ibnu Malkan
Biomedika Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v7i2.1899

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan seseorang yang mencapai usia 60 tahun yang rentan mengalami penyakit yang berhubungan dengan proses menua salah satunya hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko penyebab terjadinya penyakit kardiovaskuler. Seseorang dikatakan hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darah sistolik 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg. Beberapa faktor resiko diduga memiliki peran dalam terjadinya hipertensi seperti gaya hidup dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Penelitian cross sectional ini diikuti oleh 74 responden dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian ini mendapatkan proporsi lansia yang mengalami hipertensi sebesar 26,4%. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistic ganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara aktivitas fisik (p=0,024 OR=3,596), asupan lemak (p=0,008 OR=4,364), dan asupan natrium (p=0,001 OR=6,103) dengan kejadian hipertensi. Analisis multivariat menunjukkan asupan natrium (OR Exp(B)=4,627) sebagai faktor resiko yang paling berhubungan dengan kejadian hipertensi. Untuk mengurangi kasus hipertensi perlu adanya cara untuk mencegahnya seperti memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai hipertensi dan bagi penderita penyakit hipertensi untuk selalu mengontrol tekanan darah dan menghindari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi, Gaya Hidup, Pola Makan
UJI EFEKTIFITAS SINBIOTIK KEFIR TEPUNG PISANG BATU TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN KADAR PROFIL LIPID TIKUS MODEL SINDROM METABOLIK Effectiveness Test of banana (Musa balbisiana) Flour Kefir Synbiotic on Blood Glucose Level and Lipid Profile Level in Metabolic Syndrome Rats Model Taufik Maryusman; Christine Diane Dien; Santi Herlina Mail
Media Gizi Indonesia Vol. 16 No. 3 (2021): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTITRION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v16i3.296-305

Abstract

Metabolic Syndrome is a metabolic disorder characterized by hyperglycemia, hypertriglyceridemia, and dyslipidemia which can be repaired through synbiotics. This study is to analyzed the effects of banana (Musa balbisiana) flour kefir synbiotic on blood glucose level and lipid profile level of Metabolic Syndrome rats. This is true experimental study with pre-posttest with control goup design of 24 male Sprague Dawley rats which were divided into 4 groups randomly. Negative control goup (K-) given standard food only, positive control group (K +) given standard food with High Fat Fructose Diet (HFFD), intervention group I (PI) and intervention group II (PII) were given standard food with HFFD and banana (Musa balbisiana) flour kefir synbiotic 1,8 ml/200 g weight/day (PI) and 3,6 ml/200 g weight/day (PII) for three weeks. Blood glucose level was analyzed using glucose oxidase-peroxidase amino antipyrine method, cholesterol level was analyzed using cholesterol oxidase-peroxidase amino antipyrine, and triglyceride level was analyze using glycerol 3 phosphate oxidase phenol amino phenazone method. Result of Analysis of Varian test shows significant differences in mean between group (p=0,000) followed by PostHoc Bonferroni test or Post Hoc Games-Howel test which showed a mean difference in the PI and PII groups. Banana (Musa balbisiana) flour kefir synbiotic can reduce blood glucose level and improve lipid profile level.
Formulation of Flakes Bran Flour Substitution with Fortified Zinc for Fertile-Age Women Atikah Ulfa; Avliya Quratul Marjan; Taufik Maryusman
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2018.2.2.2609

Abstract

There are about 32.9% Indonesian women susceptive to obesity and free radical exposure. Free radicals are resistible to Zn-cofactors and a-tocopherols. The aims of this study was to make flakes formulations with zinc fortification, then analyze the physical and chemical character of flakes (hardness and color degree), and analyze carbohydrate, protein, fat, zinc, and α-tocopherol. The experimental design used for this study was a complete randomized design. The results showed the best formulas that substitution by bran was 25 % and fortified seng was 118,9 mg. The chemical properties of the best formulas should has increased the levels of protein, fat, and Zinc. One serving (55g) of flakes has 208,4 Kal; 3,38 g protein; 0,27 g fat; 48,12 g carbohydrate ; 1,89 mg seng; and 3,53mg α-tocopherol.
Pengaruh Sinbiotik Kefir Tepung Pisang Batu (Musa balbisiana) terhadap Kadar Kolesterol Total dan Kadar Trigliserida Tikus Model Sindrom Metabolik Diana Martha Ariesta Sari; Taufik Maryusman; Santi Herlina
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.1.4335

Abstract

This study was conducted to analyze the effects of banana (Musa balbisiana) flour kefir synbiotic on total cholesterol level and triglyceride level of Metabolic Syndrome rats model. This research used a true experimental method with pre-post test control group design. The number of 24 rats model were randomly divided into four groups, i.e. K– (healthy rats, standard diet), K+ (Metabolic Syndrome rats, standard diet), PI (Metabolic Syndrome rats, standard diet and synbiotic 1,8 ml/200grBW/day), and PII (Metabolic Syndrome rats, standard diet and synbiotic 3,6 ml/200grBW/day), with intervention duration of 3 weeks. Blood draws were carried out at the beginning and end session of the intervention to analyze total cholesterol and triglyceride levels. The data from the measurement of total cholesterol and triglyceride levels before and after the intervention were then analyzed using the Paired T-Test. The results of the Paired T-Test showed differences (p
Apakah Citra Tubuh dan Risiko Gangguan Makan Berisiko Anemia? Studi Kasus Pada Siswa Putri Taufik Maryusman; Yunda Puspajati Mawapi; Muh. Nur Hasan Syah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i1.34

Abstract

Penelitian menunjukkan bahwa remaja tidak puas dengan penampilan mereka dan mempengaruhi perilaku makan mereka serta melakukan diet ketat yang akan berdampak pada peningkatan risiko gangguan makan. Kebutuhan gizi yang tidak mencukupi dalam tubuh akan menyebabkan terganggunya proses pembentukan sel darah merah yang dapat menyebabkan penyakit anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan risiko gangguan makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di Sekolah Menengah Kejuruan Kota Bekasi. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan metode cross-sectional. Subjek penelitian adalah siswa SMK di Kota Bekasi yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil metode diperoleh dengan dianalisis secara statistik dengan Uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja putri dengan citra tubuh negatif yang mengalami anemia adalah 24,3% dan menunjukkan hubungan antara citra tubuh dengan anemia (p = 0,03, OR = 0,579). Anak perempuan yang berisiko mengalami gangguan makan dan mengalami anemia adalah 21,6% dan menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara risiko gangguan makan dan anemia (p = 0,27). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa citra tubuh dapat meningkatkan risiko anemia pada remaja putri