Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KOMBINASI DIET TINGGI SERAT DAN SENAM AEROBIK TERHADAP PROFIL LIPID DARAH PADA PASIEN DISLIPIDEMIA Taufik Maryusman; Siti Imtihanah; Nur Indah Firdausa
GIZI INDONESIA Vol 43, No 2 (2020): September 2020
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v43i2.354

Abstract

Dyslipidemia is a disorder of lipoprotein metabolism, both excess and lack of lipoprotein which are LDL cholesterol, triglycerides, total cholesterol excessive, and decreased HDL cholesterol levels. This study aims to determine the effect of combining high fiber diet and aerobic exercise on lipid profile in patients with dyslipidemia in Ciputat District, Banten. This study was conducted for 2 weeks with 22 subjects consisting of 11 people for treatment and 11 controls. The treatment group was given a high fiber diet with aerobic exercise and the control group was only given aerobic exercise. The design of this study was Quasi-Experimental with the Pre-Post Test Control Group Design method. The results of paired t-test analysis showed that total cholesterol levels, HDL cholesterol, LDL cholesterol, and triglycerides experienced a significant change between before and after the intervention. The results of this study showed that there was a difference in mean of total cholesterol, LDL cholesterol, HDL cholesterol, and triglyceride levels between the treatment group and the control group (p 0.05). The results of GLM repeated measure analysis showed that total cholesterol levels experienced the highest change compared with LDL cholesterol, HDL cholesterol, and triglyceride levels. The combination of high fiber diet and aerobic exercise can reduce total cholesterol, LDL cholesterol, triglycerides and increase HDL cholesterol.ABSTRAKDislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipoprotein, baik kelebihan maupun kekurangan lipoprotein yaitu kolesterol LDL, trigliserida dan kolesterol total yang berlebih maupun penurunan kadar kolesterol HDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi diet tinggi serat dan senam aerobik terhadap profil lipid pada pasien dislipidemia di puskesmas Kecamatan Ciputat, Banten. Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu dengan subjek sebanyak 22 orang yang terdiri dari 11 orang untuk perlakuan dan 11 orang kontrol. Kelompok perlakuan diberikan diet tinggi serat disertai senam aerobik dan kelompok kontrol hanya diberikan senam aerobik. Rancangan penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan metode Pre-Post Test Control Group Design. Hasil analisis paired t test menunjukan kadarkolesterol total, kolesterol HDL, kolesterol LDL dan trigliserida mengalami perubahan secara signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan rerata kadar kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL dan trigliserida secara bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p0.05). Hasil analisis GLM repeated meusure menunjukan kadar kolesterol total mengalami perubahan yang paling tinggi dibandingkan dengan kadar kolesterol LDL, kadar kolesterol HDL dan trigliserida. Kombinasi diet tinggi serat dan senam aerobik dapat menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida serta meningkatkan kolesterol HDL.
Pengaruh Kombinasi Diet Tinggi Serat dan Senam Aerobik terhadap Penurunan Berat Badan Taufik Maryusman; A'immatul Fauziyah; Iin Fatmawati; Nur Indah Firdausa; Siti Imtihanah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.14.1.56-62

Abstract

Berat badan berlebih saat ini banyak ditakuti oleh orang yang ingin hidup sehat dan tampil menarik. Selain itu, masalah kesehatan sering muncul dikarenakan berat badan berlebih. Penanganan yang efisien salah satunya dengan cara kombinasi diet dan olahraga. Olahraga yang efektif adalah dengan olahraga secara aerobik, diantaranya senam aerobik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kombinasi diet tinggi serat dan senam aerobik dalam menurunkan berat badan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan randomized pre-post test control group design. Besar sampel 22 orang yang sebagian besar berusia lanjut. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberikan diet tinggi serat dan senam aerobik dan kelompok kontrol hanya diberikan senam aerobik. Diet tinggi serat diberikan penambahan buah yang mengandung tinggi serat berupa jambu klutuk dan apel merah per harinya. Untuk senam aerobik diberikan 3 kali/minggu dengan lama senam 30 menit. Pengukuran berat badan dilakukan sebelum dan sesudah 2 minggu perlakuan. Rerata penurunan berat badan pada kelompok perlakuan sebesar 1.1 ± 0.005 kg dan kelompok kontrol sebesar 0.41± 0.07. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan berat badan yang bermakna (p<0.05) antara sebelum dan sesudah perlakuan dan juga pada kelompok kontrol (p<0.05). Namun, tidak ada perbedaan penurunan berat badan yang bermakna (p<0.05) antara kelompok perlakuan dan kontrol. Dengan demikian kombinasi diet tinggi serat dan senam aerobik memiliki pengaruh terhadap penurunan berat badan. Diharapkan tenaga kesehatan selain menyelenggarakan senam bersama masyarakat, juga memberikan edukasi tentang pentingnya mengkonsumsi sayuran dan buah yang mengandung tinggi serat. Kata Kunci: diet tinggi serat, senam aerobik, berat badan
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN IMT DENGAN SINDROM METABOLIK PADA PEGAWAI PERUSAHAAN TAMBANG Niken Meldy Puryanti; Taufik Maryusman; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi
Indonesian Journal of Health Development Vol 3 No 1 (2021): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v3i1.83

Abstract

Background: Most of the company's employees are administrative tasks. The work environment can affect the nutritional status and employee intake. Poor health conditions can affect employee productivity. One of the health problems is the metabolic syndrome in Jakarta executive employees is quite large to reach 21.58%. High nutrient intake and obesity are among the factors triggering the accumulation of the disease into metabolic syndrome. This study aims to analyse relationship macronutrient and nutritional status (BMI) with metabolic syndrome in employees of Mining Company. Method: Cross-sectional studi with a purposive sampling involving 62 employees. Data were collected from food recall 24 hours interview via chat and medical check-up. Result: The result is the incidence of metabolic syndrome criteria were 4 employees. There were not relationship between carbohydrate (p=0,404), protein (p=0,404), fat (p=285), and nutritional status (BMI) (p=0,426) with metabolic syndrome. Discussion: There were not relationship between macronutrient (carbohydrate, fat, and protein) and nutrition status (BMI) with metabolic syndrome.
Hubungan Citra Tubuh, Tingkat Kecemasan dan Pengetahuan Gizi Seimbang dengan Perilaku Makan pada Siswa di SMKN 45 Jakarta: The Relationship of Body Image, Anxiety Level and Balanced Nutritional Knowledge with Eating Behavior among Students at 45 Vocational High School in Jakarta Rizka; Iin Fatmawati; Taufik Maryusman; Nanang Nasrullah
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v15i1.358

Abstract

Perilaku makan yang buruk terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Perilaku makan tersebut bukan hanya berkaitan dengan jumlah seperti porsi dan frekuensi makan, namun terkait juga dengan alasan dalam memilih makanan, mengonsumsi makanan, bahkan alasan berhenti makan yang dipengaruhi oleh berbagai hal yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan citra tubuh, tingkat kecemasan  dan pengetahuan gizi seimbang dengan perilaku makan pada siswa di SMKN 45 Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel  stratified random sampling. Sampel yang terpilih sebanyak 50 Siswa kelas 10 dan 11. Pengambilan dan pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh diuji menggunakan uji Spearman rank (p < 0,05) . Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan citra tubuh dengan perilaku makan (p = 0,000), tidak terdapat hubungan Tingkat kecemasan dengan perilaku makan (p = 0,185), dan Ada hubungan pengetahuan gizi seimbang dengan perilaku makan (p = 0,009). Kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara  citra tubuh dan pengetahuan gizi seimbang dengan perilaku makan pada siswa di SMKN 45 Jakarta, sedangkan tingkat kecemasan dengan perilaku makan tidak terdapat hubungan.
Pengaruh Mie Bayam Merah terhadap Peningkatan Kadar Hb untuk Remaja Putri Ahmad Faridi; Taufik Maryusman; Ade Amalia; Mohammad Furqan
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.368 KB)

Abstract

Anemia is a medical problem that is most often found throughout the world, as well as being a major health problem for the community, especially in developing countries. The aim of the study was to assess the effect of red spinach noodles on increasing Hb levels for adolescents aged 15-17 years in Rawamangun Pelita Tiga SMAS. This research was conducted at Rawamangun Pelita Tiga High School involving female students aged 15-17 years with a sample of 30 people who had been screened first. The dependent variable studied was an increase in Hemoglobin levels, while the independent variables studied were the administration of red spinach noodles, macro nutrient intake, and iron intake. This type of research is quasi-experimental with sampling techniques using purposive sampling. The results of this study indicate that the majority of respondents had low hemoglobin levels before the intervention was given and there was an increase in hemoglobin levels after intervention, there was a significant difference between protein intake and fe intake to respondents before and after administration of red spinach noodles
Descriptive Epidemiological Study of TB Occurrence in Matraman District Health Center Post Covid-19 Pandemic Alib Birwin; Ahmad Faridi; Mohammad Furqan; Taufik Maryusman; Arif Seytawan
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.1968

Abstract

Objective: Tuberculosis (TB) is caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria and is transmitted through coughing, sneezing, talking, or spitting. TB cases are more common in men than women and are higher in areas with poor living conditions and low socio-economic status. In 2018, East Java had 56,445 TB cases, with 31,211 cases in men and 25,234 cases in women. Puskesmas Kecamatan Matraman had 630 suspected TB cases in 2020, with 108 confirmed cases and a low TB CDR achievement. Methods: This is a descriptive study aimed at describing the frequency distribution pattern of Tuberculosis (TB) occurrences according to the variables of person, place, and time using a cross-sectional/prevalence study design approach. The study sample consisted of 159 individuals who were Tuberculosis (TB) patients, and the sample was selected using purposive sampling that met the inclusion and exclusion criteria. Results: show the gender and age group of TB patients. The study found that the majority of TB patients at Puskesmas Kecamatan Matraman were male. The proportion of male TB patients ranged from 55.45% to 67.5%, along with other factors such as lifestyle and environment. Most TB patients were in the productive age group of 15-59 years, Conclusion: indicating the need for prevention and control efforts targeted at this group, such as improving knowledge and awareness of TB, promoting healthy lifestyles, and providing accessible and quality health services. Diagnosis of TB patients can be done through microscopic examination or culture. Abstrak: Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan ditularkan melalui batuk, bersin, berbicara, atau meludah. Kasus TB lebih sering terjadi pada pria daripada wanita dan lebih tinggi di daerah dengan kondisi hidup yang buruk dan status sosial ekonomi rendah. Pada tahun 2018, Jawa Timur memiliki 56.445 kasus TB, dengan 31.211 kasus pada pria dan 25.234 kasus pada wanita. Puskesmas Kecamatan Matraman memiliki 630 kasus TB yang dicurigai pada tahun 2020, dengan 108 kasus yang terkonfirmasi dan pencapaian CDR TB yang rendah. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan epidemiologi deskriptif kasus TB di Puskesmas Kecamatan Matraman setelah COVID-19, dengan fokus pada variabel orang, tempat, dan waktu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin dan kelompok usia. Studi ini menemukan bahwa sebagian besar pasien TB di Puskesmas Kecamatan Matraman adalah laki-laki. Proporsi pasien TB laki-laki berkisar antara 55,45% hingga 67,5%, faktor-faktor lain seperti gaya hidup dan lingkungan. Sebagian besar pasien TB berada dalam kelompok usia produktif antara 15-59 tahun, yang menunjukkan perlunya upaya pencegahan dan pengendalian yang ditargetkan pada kelompok ini, seperti meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang TB, mempromosikan gaya hidup sehat, dan menyediakan layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan berkualitas. Diagnosis pasien TB dapat dilakukan melalui pemeriksaan mikroskopis atau kultur.
Hubungan Frekuensi Penggunaan Aplikasi Pesan Antar Makanan Online dan Besaran Uang Saku Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UPN "Veteran" Jakarta Putri, Navianur Prilia; Sofianita, Nur Intania; Maryusman, Taufik; Arini, Firlia Ayu
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 01 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v15i01.6785

Abstract

Data Riskesdas tahun 2018 menyatakan bahwa angka gizi lebih pada usia dewasa 13,6%.  Pada era digital saat ini, mahasiswa yang masuk ke dalam rentang 19-24 tahun memanfaatkan teknologi untuk mengakses makanan lebih cepat yaitu melalui aplikasi pesan antar makanan online. Namun, pada aplikasi tersebut lebih banyak menawarkan makanan cepat saji dengan promosi dan harga terjangkau. Konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan dapat meningkatkan resiko gizi lebih. Selain itu, pengaruh sosial ekonomi seperti besaran uang saku dapat menjadi faktor gizi lebih. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan frekuensi penggunaan aplikasi pesan antar makanan online dan besaran uang saku dengan kejadian gizi lebih pada mahasiswa di  Jakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan sampel berjumlah 136 responden menggunakan teknik stratified random sampling. Berdasarkan hasil uji statistik  menunjukkan tidak adanya hubungan antara frekuensi penggunaan aplikasi pesan antar makanan online dengan kejadian gizi lebih (p = 0,676) dan tidak adanya hubungan antara besaran uang saku dengan kejadian gizi lebih (p = 0,636). Saran untuk penelitian lanjutan terkait analisis faktor lain yang meningkatkan risiko terjadinya gizi lebih pada mahasiswa.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PENYANDANG AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) DI SEKOLAH KHUSUS WILAYAH JABODETABEK TAHUN 2023: Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di Sekolah Khusus Wilayah JABODETABEK Tahun 2023 Ramadhanty, Citra; Simanungkalit, Sintha Fransiske; Octaria, Yessi Crosita; Maryusman, Taufik
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.206-213

Abstract

Background: The prevalence of Autism Spectrum Disorder (ASD) in Indonesia was predicted to increase by 500 people annualy form 2010, and there are still many nutrition problems found in this group. Nutritional status in ASD is affected by several factors, including mother's education level, parenting style, knowledge of balanced nutrition and parental income. Objectives: To analyze the relationship between mother's education level, parenting style, knowledge of balanced diet and parental income on the nutritional status of persons with ASD in Special Schools in the JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) area. Methods: This study was an observational study with a cross-sectional design. The population in this study were people with ASD in Special Schools in the JABODETABEK area. Sampling was conducted using the Quota Sampling method, conducted in March-May 2023 with a total sample of 114 respondents. The data analysis used was the Spearman rank test. Results: Results showed that children and adolescent with ASD in our study had a good nutritional status (average Z-Score=0.81). The bivariate test shows that there was a fairly strong relationship between parenting style (p-value=0.007; r=0.250) and the nutritional status of children and adolescent with ASD. However, there was no relationship between the mother's education level (p-value=0.949), knowledge of balanced diet (p-value=0.728), and parental income (p-value=0.976) with the nutritional status of people with ASD. Conclusions: Parenting style shows a significant positive correlation with the nutritional status of people with ASD in Special Schools in the JABODETABEK area.
tive Epidemiological Study of TB Occurrence In Matraman District Health Center Post Covid-19 Pandemic Faridi, Ahmad; birwin, Alib; Furqan, Mohammad; Maryusman, Taufik; Setyawan, Arif
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 3: September 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2015

Abstract

Objective :Tuberculosis (TB) is caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria and is transmitted through coughing, sneezing, talking, or spitting. TB cases are more common in men than women and are higher in areas with poor living conditions and low socio-economic status. In 2018, East Java had 56,445 TB cases, with 31,211 cases in men and 25,234 cases in women. Puskesmas Kecamatan Matraman had 630 suspected TB cases in 2020, with 108 confirmed cases and a low TB CDR achievement. Methods: This is a descriptive study aimed at describing the frequency distribution pattern of Tuberculosis (TB) occurrences according to the variables of person, place, and time using a cross-sectional/prevalence study design approach. The study sample consisted of 159 individuals who were Tuberculosis (TB) patients, and the sample was selected using purposive sampling that met the inclusion and exclusion criteria. Results : show the gender and age group of TB patients. The study found that the majority of TB patients at Puskesmas Kecamatan Matraman were male. The proportion of male TB patients ranged from 55.45% to 67.5%, along with other factors such as lifestyle and environment. Most TB patients were in the productive age group of 15-59 years, Conclusion:indicating the need for prevention and control efforts targeted at this group, such as improving knowledge and awareness of TB, promoting healthy lifestyles, and providing accessible and quality health services. Diagnosis of TB patients can be done through microscopic examination or culture.
KARAKTERISTIK SENSORIS DAN KANDUNGAN SERAT BISKUIT DARI JANTUNG PISANG (Musa paradisiaca) SEBAGAI MAKANAN SELINGAN ANAK OBESITAS Khoirunisa, Hersa; Nasrullah, Nanang; Maryusman, Taufik
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Nov
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v1i2.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan makanan fungsional berupa produk biskuit tinggi serat yang dapat dijadikan makanan selingan anak obesitas. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan factor berupa jenis formula. Pemilihan biskuit terbaik dilakukan dengan menggunakan metode pembobotan antara nilai gizi dan hasil uji hedonik. Biskuit F1 dengan subtitusi 35% dan F2 dengan subtitusi 45% tidak memiliki perbedaan yang nyata dari hasil analisis uji hedonik menggunakan ANOVA, sehingga F2 merupakan formula terpilih dengan kandungan serat yang lebih tinggi dari F1 setara dengan 13% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) serat. Satu takaran saji (50g) biskuit jantung pisang mengandung energi 220 Kal, 3.55g protein, 8.9g lemak, 31.64g karbohidrat, dan 3.99g total serat pangan.  ABSTRACT: The aim of this study was to produce functional foods in the form of high-fiber biscuit that could be used as a snack for obese children. The experimental design used in this study was a completely randomized design with the formulas as the treatment factor. The selection of the best biscuits was done by weighting method between nutritional value and the result of hedonic test. F1 biscuits with 35 % substitution of banana inflorescence flour and F2 with 45% substitution did not have significant difference by ANOVA of the hedonic test result, so F2 with higher fiber than F1 was chosen as the preferred formula, which could contribute 13% of fiber based on Recommended Dietary Allowance (RDA). One serving (50g) of banana inflorescence biscuits contains 220 Kal, 3.55g protein, 8.9g fat, 31.64g carbohydrate, and 3.99g of total dietary fiber. Keywords: Banana inflorescence, biscuit, fiber, obesityÂ