Tujuan - Tulisan ini menelaah tiga pokok persoalan: bagaimana pola kepemimpinan manajerial kepala sekolah dalam mendorong peningkatan kompetensi guru, seperti apa corak gaya kepemimpinan yang dijalankan, serta faktor-faktor apa saja yang ikut membentuk efektivitas kepemimpinan tersebut. Penelitian dilaksanakan di dua lembaga TK di Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, yakni TK DWP Sumengko dan TK Islam Unggulan At Tawfiq. Metodologi - Kajian ini berpijak pada paradigma kualitatif dengan rancangan studi kasus multi-situs yang bersifat deskriptif-komparatif. Data dikumpulkan melalui empat jalur, yaitu wawancara mendalam, pengamatan lapangan secara partisipatif, telaah dokumen kelembagaan, dan kuesioner skala Likert sebagai data pendukung. Proses analisis mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman (2014) yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan, dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber. Temuan - Di TK DWP Sumengko, kepala sekolah menerapkan pola manajemen yang lebih bersifat personal dan informal, dengan perolehan skor kepuasan guru rata-rata 3,40 (Cukup) serta gaya kepemimpinan demokratis-situasional (skor 3,88). Berbeda dengan itu, TK Islam Unggulan At Tawfiq menghadirkan sistem manajemen yang jauh lebih terstruktur dan terdokumentasi, dengan rerata skor 4,76 (Sangat Baik) dan gaya kepemimpinan transformasional-partisipatif bernilai Islam (skor 4,90). Kebaruan - Dari kajian ini lahir sebuah model kepemimpinan manajerial yang adaptif dan kontekstual untuk satuan PAUD, yang menyempurnakan kerangka POAC konvensional dengan memasukkan empat dimensi tambahan: analisis kebutuhan pelatihan berbasis data (TNA), formalisasi rencana tindak lanjut supervisi (RTL), penguatan komunitas belajar internal, serta penghayatan nilai-nilai transendental dalam proses motivasi transformasional. Signifikansi - Temuan dalam penelitian ini berguna sebagai acuan praktis bagi kepala sekolah TK dalam menyusun sistem pembinaan kompetensi guru yang lebih terarah, serta menyumbangkan data empiris bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik sebagai landasan penyusunan standar minimal pembinaan profesionalisme guru PAUD.