Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Coral Reef Conservation For Blue Economy and Community-Based Sustainable Tourism in Pandanan Beach, North Lombok Bratayasa, I Wayan; Satria Prayuda, Danu; Martayadi, Uwi
Bali Journal of Hospitality, Tourism and Culture Research Vol. 2 No. 2 (2025): Synergies for Sustainable Tourism Resilience in Challenging Times @ Bali Journa
Publisher : Language Assistance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16361408

Abstract

This article explores a collaborative conservation initiative implemented at Pandanan Beach, Malaka Village, Pemenang Sub-district, North Lombok Regency. Coinciding with the celebration of World Oceans Day and Coral Triangle Day on June 8, 2025, the activity highlights the importance of coral reef ecosystems, seagrass beds, and tropical fish diversity as the foundation of a community-based blue economy and sustainable tourism. Engaging multiple stakeholders—including the Malaka Village Government, the Pandanan Beach Community Group led by Mr. HM. Syukur, the Coastal and Marine Resource Management Center (BPSPL) Denpasar, PLTU's CSR program, and academics—the program aimed to rehabilitate damaged coral reefs and enhance community awareness and capacity in managing coastal resources. This article analyzes the initial impact of this multi-stakeholder collaboration on conservation efforts and the potential for sustainable local economic development.
Kolaborasi pengelolaan Sektor Pariwisata: Catatan Diskusi dengan Tokoh Masyarakat, Guru dan Siswa di SMK Pariwisata Ar Nurul Jadid Tanak Beak Lombok Tengah Bratayasa, I Wayan; Martayadi, Uwi; Prayuda, Danu Satria
Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia
Publisher : Language Assistance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata Lombok dikenal luas di dunia dengan tiga ikon utamanya, yakni Gunung Rinjani yang masuk dalam jaringan Geopark Dunia UNESCO, kawasan Gili Tramena (Trawangan, Meno, Air) sebagai destinasi internasional, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai pusat event global. Namun, di balik pesona tersebut, terdapat berbagai tantangan serius, antara lain kasus tewasnya wisatawan Brasil di Gunung Rinjani, krisis air bersih di kawasan Gili Tramena, serta penggusuran pedagang lokal di Pantai Tanjung Aan. Artikel ini merupakan catatan kegiatan pengabdian berupa sosialisasi dan diskusi yang dilakukan dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram bersama siswa dan guru SMK Pariwisata Ar Nurul Jadid, Lombok Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa sebagai calon pelaku pariwisata dalam menjawab tantangan industri pariwisata Lombok. Hasil diskusi menunjukkan bahwa siswa perlu mengutamakan keselamatan dan pelayanan, meningkatkan kompetensi bahasa asing serta keterampilan hospitality, menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal, serta membangun profesionalisme, keramahan, dan karakter positif. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk membangun pariwisata Lombok yang berkelanjutan dan berkualitas.
Sosialisasi Sadar Wisata dalam Mendorong Partisipasi Masyarakat untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Roodhi, Mohammad Najib; Dakwah, Muhammad Mujahid; Abdurrahman, Abdurrahman; Muhtarom, Zamroni Alpian; Girsang, Zefanya Andryan; Bratayasa, I Wayan; Switrayana, I Nyoman; Nasri, Muhammad Haris
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/bakwan.v5i1.785

Abstract

This community service activity was carried out with the main objective of increasing public awareness of the importance of tourism awareness as a foundation for achieving sustainable tourism development, particularly in the coastal area of Batu Layar, Senggigi. The activity was implemented using educational and participatory approaches involving more than 20 community partners, consisting of village officials, youth groups, MSME actors, community leaders, and local representatives. The implementation process included several key stages: delivering awareness material, conducting focused group discussions, simulating tourism service practices, and evaluating participants' understanding through pre-test and post-test assessments. The results of the activity showed a significant improvement in participants' understanding of tourism awareness concepts. This was evidenced by evaluation data, where the average pre-test score of 63.2 increased to 84.5 in the post-test. In addition to the cognitive improvements, this activity also resulted in tangible community impact in the form of collective commitments to support sustainable tourism development. Real actions taken by the community included the formation of a tourism awareness group (Pokdarwis), initiation of beach clean-up programs, and digital tourism promotion through social media platforms. This activity demonstrates that a well-designed, interactive, and stakeholder-inclusive socialization strategy can be an effective means of building collective awareness and encouraging active community participation in developing inclusive, competitive, and sustainable tourism destinations.
COMMUNITY-BASED TOURISM RESILIENCE IN PERINGGASELA VILLAGE, EAST LOMBOK REGENCY Danu Satria Prayuda; Mawar Junita; I Wayan Bratayasa
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 2 No. 3 (2026): June
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism development increasingly faces various challenges, including environmental changes, economic uncertainty, natural disasters, and socio-cultural transformations that affect destination sustainability. Community-based tourism has emerged as an important approach for strengthening destination resilience through active local participation and utilization of local resources. This study aims to analyze community-based tourism resilience in Peringgasela Village, East Lombok Regency, using the perspective of Social–Ecological Resilience Theory. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving village government representatives, tourism awareness groups, weaving communities, local business actors, and local residents. Data were analyzed using the interactive model of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that tourism resilience in Peringgasela Village is built through four interconnected dimensions: social resilience, economic resilience, cultural resilience, and institutional resilience. Strong social capital, community participation, local economic diversification, preservation of traditional weaving culture, and stakeholder collaboration contribute significantly to strengthening the destination's adaptive capacity. The study concludes that strengthening community participation and local resources can create a resilient and sustainable tourism system at the village level.
MENCIPTAKAN SINERGI YANG BERKELANJUTAN: MENINGKATKAN PENJUALAN TANAMAN HIAS DAN PROMOSI PARIWISATA MELALUI KUNJUNGAN WISATAWAN DI DESA WISATA SURANADI, KABUPATEN LOMBOK BARAT I Wayan Bratayasa
Media Bina Ilmiah Vol. 20 No. 2: September 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul "Menciptakan Sinergi yang Berkelanjutan: Meningkatkan Penjualan Tanaman Hias dan Promosi Pariwisata melalui Kunjungan Wisatawan di Desa Wisata Suranadi, Kabupaten Lombok Barat." Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggali potensi integrasi antara sektor pariwisata dan usaha tanaman hias lokal, guna menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Desa Suranadi merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki daya tarik religius, budaya, dan ekowisata. Selain itu, masyarakat di desa ini juga mengembangkan usaha tanaman hias, yang memiliki potensi pasar yang baik. Namun, potensi tersebut belum dimaksimalkan secara sinergis dengan sektor pariwisata yang terus berkembang. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dengan pelaku UMKM tanaman hias, tokoh masyarakat, wisatawan, serta pengelola desa wisata. Penelitian ini juga melibatkan observasi langsung terhadap aktivitas pariwisata dan pemasaran produk lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peluang besar untuk menjadikan wisatawan sebagai target pasar potensial tanaman hias melalui konsep wisata edukatif dan pengalaman langsung (experience-based tourism). Dengan penyediaan ruang promosi di destinasi wisata, kegiatan workshop tanaman hias, serta kampanye promosi berbasis digital dan media sosial, sinergi antara dua sektor ini dapat terwujud secara nyata. Penelitian ini merekomendasikan model kolaborasi antara pemerintah desa, pengelola kolam renang, dan pelaku usaha tanaman hias, yang didukung oleh pelatihan kewirausahaan, penguatan branding desa, dan pemanfaatan teknologi informasi. Sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat lokal