Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Gerakan Sehat Bebas Penyakit Kolesterol: Pemanfaatan Rimpang Kunyit dalam Menu Harian Masyarakat Desa Bua Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo Paneo, Mohamad Aprianto; Isa, Ishak; Latif, Multiani S; Thomas, Nurain; Taupik, Muhammad; Mustapa, Mohamad Adam
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34434

Abstract

Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Upaya pencegahan kolesterol perlu dilakukan secara promotif dan preventif, salah satunya melalui pemanfaatan pangan fungsional seperti rimpang kunyit (Curcuma longa). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Bua, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, mengenai pencegahan penyakit kolesterol melalui integrasi kunyit dalam menu harian. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah, edukasi, dan diskusi interaktif. Materi yang diberikan mencakup definisi kolesterol, faktor risiko, serta manfaat kunyit bagi kesehatan. Demonstrasi pembuatan minuman herbal kunyit dilakukan untuk memberikan pengalaman praktis kepada peserta. Edukasi dilengkapi dengan leaflet yang memuat panduan konsumsi kunyit dan pola makan sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat yang tercermin dari partisipasi aktif selama diskusi dan antusiasme mencoba olahan kunyit. Peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bahaya kolesterol dan cara pencegahannya secara alami. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemanfaatan kunyit dapat menjadi intervensi sederhana, murah, dan berkelanjutan dalam mencegah penyakit kolesterol. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sabun Under Arm Wash Dari Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Taupik, Muhammad; Banne, Pratiwi Zesika; Paneo, Mohamad Aprianto; Puluhulawa, Lisa Efriani; Mustapa, Mohamad Adam
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i2.190

Abstract

Kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu tanaman yang masuk ke dalam famili Lamiaceae, dan mengandung berbagai senyawa kimia, di antaranya fenol, saponin, alkoloida, flavonoid, tannin, dan minyak atsiri. minyak atsiri yang dihasilkan dari kemangi (Ocimum sanctum L.) dapat digunakan melawan bakteri yang berperan dalam antibakterial yang dijadikan sebagai sabun antibakteri akibat bau badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan evaluasi sabun under arm wash dari minyak atsiri daun kemangi (Ocimum sanctum L.). Penelitian ini menggunakan metode ekperimental laboratorium dengan menggunakan minyak atsiri daun kemangi (Ocimum sanctum L.), Sediaan sabun under arm wash dalam bentuk emulgel yang dihasilkan diuji evaluasi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, dan tinggi busa. Hasil penelitan menunjukan bahwa sabun pada uji organoleptik berwarna putih kekuningan, memiliki bau minyak atsiri daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dengan tekstur semipadat, uji homogenitas menunjukan sediaan homogen, uji ph yang dihasilkan 6, uji daya sebar dengan diameter 6 cm, uji daya lekat dengan waktu 3 menit, uji viskositas yang dihasilkan 4827 cPs, dan uji tinggi busa yang dihasilkan 3 cm. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dapat dijadikan sabun antibakteri dan dapat diformulasikan sebagai sediaan sabun under arm wash.
Karakterisasi Senyawa Fraksi Etil Asetat Daun Hulotua (Commelina longifolia L.) Dengan Menggunakan Spektrofotometri UV-VIS & FTIR Mustapa, Mohamad Adam; Suryadi, A. Mu'thi Andy; Taupik, Muhammad; Hutuba, Ariani H.; Payuyu, Alifia
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i2.116

Abstract

Hulotua (Commelina Longifolia L.) merupakan jenis tanaman yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional terutama untuk meredakan demam. Untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada tumbuhan yang berpotensi sebagai obat diperlukan karakterisasi sehingga dapat diketahui senyawa yang memiliki khasiat untuk mengobati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang ada pada fraksi etil asetat daun hulotua (Commelina Longifolia L.). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan skrining fitokimia, klt, kltp, serta karakterisasi senyawa menggunakan Spektrofotometri UV-VIS & FTIR. Hasil skrining fitokimia menunjukkan fraksi etil asetat positif mengandung alkaloid dan terpenoid. Hasil dari KLT berdasarkan nilai Rf senyawa 0,26 dan 0,33 menunjukkan senyawa Alkaloid dan Nilai Rf 0,52 menunjukkan senyawa Terpenoid. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa pada fraksi etil asetat daun hulotua (Commelina Longifolia L.) mengandung senyawa monoterpenoid. Hal ini diketahui berdasarkan hasil identifikasi spektrofotometri UV-VIS bahwa isolat noda 3 memiliki respon serapan pada panjang gelombang 240 nm dengan absorbansi 3.742 A. Sedangkan hasil interpretasi gugus fungsi menggunakan spektrofotometer FTIR didapat posisi gugus C-H alkena yang didukung dengan keberadaan gugus gem dimetil khas dari monoterpenoid yaitu CH2 dan CH3 yang berdekatan.
UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN HULOTUA (Commelina Longifolia L) DENGAN METODE DPPH ( 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Mustapa, Mohamad Adam; Suryadi, A. Mu'thi Andy; Makkulawu, Andi; Paneo, Mohamad Aprianto; Manno, Mohamad Reski; Ibrahim, Anwar
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i3.123

Abstract

Commelina Longifolia L merupakan tumbuhan yang berasal dari family yaitu Commeliaceae. Dimana tanaman ini memiliki senyawa yang dapat berpotensi sebagai antioksidan. Beberapa penelitian dengan family yang sama menunjukkan bahwa ekstrak Daun Hulotua mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam daun hulotua serta mengetahui potensi ekstrak dari Daun Hulotua sebagai antioksidan. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif pada penelitian ini menggunakan metode skrining fitokimia dengan uji tabung/uji warna dan analisis Kromatografi Lapis Tipis menggunakan eluen Kloroform : n-Heksan : etil asetat dengan perbandingan (2:2:1). Analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm dengan pembanding Vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan nilai antioksidan dari ekstrak metanol daun Hulotua (Commelina Longifolia L) memiliki nilai IC50 yaitu 41,73 µg/ml dan termasuk dalam kategori sangat kuat. Sedangkan pada Vitamin C memiliki nilai IC50 yaitu 65,59 µg/ml dan termasuk dalam kategori kuat.Berdasarkan Analisis data statistik Uji Independent t-test dimana (p-value<0,05) menunjukan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelompok perlakuan (pvalue<0,05).
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Exfoliating Gel Sari Buah Anggur (Vitis vinifera L.) Mustapa, Mohamad Adam; Paneo, Mohamad Aprianto; Puluhulawa, Lisa Efriani; Latif, Multiani S; Nani, Indriyati
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i1.150

Abstract

Buah anggur adalah salah satu buah yang dikenal kaya akan antioksidan dan mengandung vitamin C dalam bentuk asam tartarat. Asam tartarat adalah salah satu jenis dari Alpha Hydroxy Acids (AHA) yang dapat mengangkat sel kulit mati, sehingga sel kulit baru dibawahnya menjadi lebih terlihat. Selain asam tartarat, arang aktif sebagai scrub alami yang bermanfaat untuk menyerap bakteri dan kotoran dari kulit, mengangkat sel kulit mati, menghilangkan jerawat, mengecilkan pori kulit. Sehingga kulit menjadi bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang formulasi dan mengevaluasi sediaan exfoliating gel yang dibuat dari sari buah anggur (Vitis vinifera L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan sari buah anggur (Vitis vinifera L.) dan Carbopol sebagai basis gel dengan konsentrasi 1,5%. Sediaan exfoliating gel yang dihasilkan diuji stabilitas fisik meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat,dan lama waktu mengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan exfoliating gel berwarna hitam, bau vanila, dan bertekstur semi solid, tidak homogen karena adanya bahan scrub yang memang tidak dirancang larut. Sediaan memiliki pH 5,5, daya sebar 6,82 cm, daya lekat 2,5 detik, viskositas 3.896 cps dan uji waktu mengering 15 menit. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sari buah anggur (Vitis vinifera L.) dapat diformulasikan sebagai exfoliating gel.
Isolasi dan Identifikasi Mikroalga Sebagai Sumber Antioksidan Di Kawasan Teluk Tomini Pakaya, Mahdalena Sy.; Mustapa, Mohamad Adam; Ramadhani, Fika Nuzul; Papeo, Dizky Ramadani Putri; Latif, Multiani S.; Kongkolu, Sitty Rahma Hutami
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i2.53

Abstract

Penggunaan antioksidan sintesis seperti butil hidroksianisol (BHA) menimbulkan efek samping bersifat karsinogenik. Antioksidan merupakan senyawa yang menangkal radikal bebas, adapun sumber antioksidan alami salah satunya mikroalga. Mikroalga memiliki potensi sebagai sumber antioksidan, yang mencegah dan menghambat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi mikroalga yang berpotensi sebagai antioksidan yang berada di salah satu kawasan perairan Teluk Tomini. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi dan Laboratorium Bahan Alam Farmasi dengan teknik pengamatan morfologi secara mikroskopis untuk identifikasi, teknik pengenceran berseri untuk isolasi, dan teknik DPPH (2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl) untuk pengujian antioksidan yang dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil identifikasi didapatkan 5 jenis mikroalga yang termasuk dalam kelompok alga Chlorophyta, Cyanophyta, Euglenophyta, dan Bacillariophyta. Mikroalga yang berhasil diisolasi yaitu MA1a merupakan kelompok (Chlorophyta), dan MA2a, MA3b termasuk kelompok (Cyanophyta). Hasil uji kualitatif menunjukkan hasil positif antioksidan pada ekstrak n-heksan MA1a, MA2a dan MA3b. Serta memiliki nilai aktivitas antioksidan dengan IC50 (MA1a dan MA3b) secara berturut-turut 128,15 µg/mL dan 102,50 µg/mL termasuk kategori sedang. Serta IC50 ekstrak n-heksan (MA2a) sebesar 98,51 µg/mL termasuk kategori kuat. Analisis data secara statistik uji anova dimana (p-value<0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan antara aktivitas antioksidan MA1a, MA2a, MA3b dan kontrol Vitamin Ca  
Formulasi dan Evaluasi sediaan Handwash Emulgel dari Sari umbi Wortel (Daucus carota.) adam mustapa, mohamad; aprianto paneo, mohamad; Uno, Wiwit Zuriati; Anggai, Rifka Anggraini; Olii, Zihan Maura Putri
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 3 (2024): Volume 1, Nomor 3, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i3.134

Abstract

Carrots are a vegetable that has health benefits. Carrot tubers contain saponin, besides that the leaves contain tannin and the tubers have an antibacterial effect against gram-positive and gram-negative bacteria. Flavonoids in carrot tubers are known to inhibit the bacteria Propionibacterium acne, Staphylococcus aureus, Escherichia coli. This research aims to determine the formulation and evaluation of carrot root juice (Daucus carota L.) in the form of emulgel hand washing soap, using experimental laboratory methods. This research began with optimizing the HPMC gel base to see the concentration of the gel base using three different concentration variations, namely (0.5%), (1%), and (1.5%), of these three concentrations HPMC produced the base. gel with good viscosity and clarity, namely 1%. Then the Handwash Emulgel preparation was formulated in one formula with an active substance concentration of (20%) and HPMC base (1%). Evaluation of the Handwash Emulgel preparation includes organoleptic tests (mint aroma, orange color, thick gel form), viscosity test gets 1400 Cp, pH test gets pH 7, homogeneity test gets homogeneous results, foam height test gets 30mm. The research results show that carrot root juice (Daucus carota L.) can be formulated as an active substance in making hand washing soap emulgel preparations.
Gambaran Perencanaan dan Pengadaan Obat Di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Kota Makassar Molou, Muh Dwi Septian; Mustapa, Mohamad Adam; Uno, Wiwit Zuriati; Rasdianah, Nur; Papeo, Dizky Ramadhani Putri
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v3i1.36609

Abstract

Drug planning and procurement in hospitals are two essential stages in the pharmaceutical supply management system, aimed at ensuring the availability of medicines with the right type, the right quantity, timely delivery, and cost efficiency. This study is based on the importance of effective and efficient pharmaceutical logistics management in ensuring the availability of medicines that meet the healthcare service needs of hospitals. Suboptimal drug management can negatively affect hospitals both medically and economically. The purpose of this study was to describe the drug planning and procurement processes at Daya Regional General Hospital in Makassar City. This research employed a qualitative descriptive method, with data collected through in-depth interviews, direct observation, and document review related to drug planning and procurement. The study sample consisted of the Head of the Pharmacy Installation, Warehouse Coordinator, and the Officers in charge of Inpatient and Outpatient services who are directly involved in the planning and procurement process. Data analysis was conducted descriptively by reviewing the results of interviews and field observations. The findings indicate that the drug planning process at Daya Regional General Hospital Makassar is carried out using a combination of consumption-based and epidemiological methods. The consumption method is based on analyzing drug needs, stock inflow and outflow, and average usage patterns, while the epidemiological method refers to disease case data from previous periods. Drug procurement is conducted through three systems: e-purchasing, direct purchasing, and tendering, with funding sourced from BLUD and APBN. The study concludes that drug planning and procurement at Daya Regional General Hospital Makassar have been implemented in accordance with applicable guidelines, although several operational challenges remain. Strengthening coordination among units, optimizing the e-purchasing system, and improving pharmaceutical logistics management are required to ensure better drug availability and enhance the quality of healthcare services.
Effect of Centrifugation on Nanoemulsion Stability with Tween, PEG, Poloxamer 188, and Transcutol-p Rahmola, Fauziah; Mustapa, Mohamad Adam; Paneo, Mohamad Aprianto; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Taupik, Muhammad
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i1.271

Abstract

This study evaluated the effect of centrifugation speed on the physical stability of a nanoemulsion base formulated with grapeseed oil (long-chain triglyceride, LCT) and stabilized using Tween 80–PEG 400, Poloxamer 188, and Transcutol-P, as a preliminary platform for topical and oral pharmaceutical applications. A descriptive–experimental design was employed. Nanoemulsion bases were prepared by the aqueous titration method followed by 60-minute sonication. Four formulations (F1–F4) contained 5% grapeseed oil and 2% Poloxamer 188, while Tween 80/PEG 400 levels and Transcutol-P (0.5–2%) were varied. Accelerated physical stability was assessed by centrifugation at 2000, 4000, 6000, and 8000 rpm for 30 minutes, followed by organoleptic observation, emulsion type determination, pH measurement, and viscosity testing. All formulations remained visually stable at 2000 rpm. At 4000 rpm, F1–F2 showed increased turbidity with a thin top layer (incipient creaming), whereas F3–F4 remained stable without phase separation. At 6000 rpm, F1–F2 became more turbid with the onset of a surface oil layer, while F3–F4 maintained stability. At 8000 rpm, F1–F2 exhibited complete phase separation; F3 showed a slight oil layer; and F4 was the most stable, showing only minimal turbidity without total phase breaking. All formulations were classified as oil-in-water (O/W). The pH ranged from 6.0 to 7.0 (mean 6.45 ± 0.42) and viscosity from 176 to 220 cP (mean 196.25 ± 18.89). In conclusion, increasing centrifugation speed effectively differentiated formulation robustness, with F4 demonstrating the highest resistance to mechanical stress up to 8000 rpm.
The Effect of Centrifugation Test on the Physical Stability of Nanoemulsion Containing a Combination of Poloxamer 407, Tween 80, PEG 400, and DMSO A. Unga, Rani Orelia; Tuloli, Teti Sutriyati; Paneo, Mohamad Aprianto; Aman, La Ode; Mustapa, Mohamad Adam
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i1.272

Abstract

The development of nanoemulsion-based drug delivery systems has gained significant attention due to their ability to enhance drug solubility, stability, and therapeutic effectiveness. Optimizing the combination of surfactants, co-surfactants, and penetration enhancers is essential to produce a kinetically stable nanoemulsion system. This study aimed to formulate and evaluate the physical stability of nanoemulsions prepared using Tween 80, PEG 400, Poloxamer 407, and dimethyl sulfoxide (DMSO), and to determine the optimal formulation based on physicochemical characteristics and accelerated stability testing. Four nanoemulsion formulations (F1–F4) were prepared with varying concentrations of surfactant and co-surfactant. The formulations were evaluated for organoleptic properties, emulsion type, pH, viscosity, and physical stability using a centrifugation test at speeds up to 8000 rpm to detect phase separation, flocculation, or coalescence. The results showed that all formulations were classified as oil-in-water (o/w) nanoemulsions. No phase separation was observed after centrifugation, indicating good physical stability. However, F1 and F2 appeared turbid, whereas F3 and F4 demonstrated better clarity and overall stability. The pH values ranged from 6.6 to 7.4, which are acceptable for topical application, and viscosity values ranged from 405 to 427 cPs, indicating suitable rheological properties for topical use. In conclusion, the combination of Tween 80, PEG 400, Poloxamer 407, and DMSO successfully produced a kinetically stable nanoemulsion system. Among the tested formulations, F3 and F4 exhibited the most optimal characteristics and show strong potential for further development in pharmaceutical nanoemulsion formulations.