Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Nilai Tambah dan Marjin Pemasaran Pisang Menjadi Olahan Pisang (Studi Kasus Pada Industri Kecil “SRIKANDI”) di Kelurahan Dangdeur Kecamatan Subang Kabupaten Subang Jawa Barat Aziz, Abdul; Miftah, Himmatul; Arsyad, Apendi
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.325 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v3i1.1030

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaan pengolahan pisang menjadi Keripik dan Sale Pisang, nilai tambah serta marjin pemasaran. Pengambilan data dilaksanakan diKelurahan Dangdeur Kecamatan Subang dari bulan Agustus 2014 sampai September 2014. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif untuk menjelaskan keragaan pengolahan pisang, analisis nilai tambah menggunakan Analisis Hayami, marjin pemasaran menggunakan analisis marjin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan keragaanAgroindustri Sale Pisang Industri Kecil “Srikandi” terdiri dari pengadaan bahan baku pisang dan pengolahan pisang. Nilai tambah dari pengolahan pisang menjadi Keripik Pisang adalahRp2.607,53 per kg dengan rasio 27,04 persen yang tergolong bernilai tambah sedang yaitu 15–40%. Nilai Tambah yang diperoleh dari pengolahan pisang menjadi Sale Pisang adalahRp3.217,91 per kg dengan rasio 42,27 persen, ini menunjukkan nilai tambah usaha pengolahan pisang menjadi Sale Pisang berkategori tinggi, di atas 40%. Harga jual KeripikPisang di tingkat produsen (Industri Kecil “Srikandi”) Rp40.000,00. Pada saluran pemasaran tingkat I didapatkan margin Rp17.542,96. Pada saluran II pengecer tetap membeli Keripik Pisang ke produsen seharga Rp40.000,00, marjin yang didapat adalah Rp10.000,00. Harga jual Sale Pisang di tingkat produsen Rp40.000,00. Pada saluran pemasaran I, marjin yangdidapat Rp24.507,62. Pada saluran II pengecer tetap membeli Sale Pisang ke produsen seharga Rp40.000,00. Marjin yang didapat adalah Rp 10.000,00.Kata kunci: Keragaan, Nilai Tambah, Marjin Pemasaran, Keripik Pisang, Sale Pisang
Marketing Efficiency Analysis Of Leafy Vegetable At Giant Extra Botanical Square, Bogor City Khairi, Yudri; Yusdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.842 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v3i2.1046

Abstract

Leaf vegetables are in great demand by the people in Bogor City who are mostly from Sunda tribe. Bogor city residents who buy vegetables at Giant Extra Botani Square willing to pay more than those who buy in traditional markets. The research aimed to analyze marketing efficiency of leaf vegetables especially spinach, chinesse green cabbage (Brassica chinensis var. Parachinensis), kale, lettuce head and chinesse white cabbage (Brassica pekinensia L) at Giant Extra Botany Square in Bogor City . Data were analyzed descriptively and quantitatively with marketing margin, farmer's share and R/C Ratio analysis. Primary data collection was taken from interview with Giant Extra’s management by purposive method, while interview to supplier and farmer used snowball sampling method. The results showed that the marketing efficiency of leaf vegetables in Giant Extra Botanical Square Bogor City, based on marketing margin analysis obtained the largest margin value on Chinese White Cabbage (Brassica pekinensia L) commodity amounting to Rp 20.450. Suppliers get the greatest benefits on commodities of spinach, Chinese Green Cabbage and kale. The highest farmer's share was obtained by farmers in lettuce head commodities by 69.6%. The highest R/C ratio was obtained by Chinese White Cabbage commodity at 1.60Keywords: marketing efficiency, leavy vegetables, modern market
Analisis Kinerja Rantai Pasok Sayuran Komersial di Pasar Tradisional Kota Bogor Soka, Tiara Dewi; Miftah, Himmatul; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.3 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v3i2.1047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis proses rantai pasok produk sayuran komersial dari produsen ke konsumen, menganalisis efisiensi rantai pasok komoditas sayuran komersial, serta menganalisa kinerja rantai pasok sayuran komersial. Penelitian ini dilakukan di Pasar Bogor dan Pasar Warung Jambu pemilihan pasar secara purposive. Metode penarikan sampel menggunakan snowball sampling. Jumlah pedagang pengecer sebanyak 14 orang, pedagang grosir sebanyak 9 orang, tengkulak 8 orang, petani bayam sebanyak 10 orang, petani tomat sebanyak 10 orang, petani ketang sebanyak 5 orang, dan petani bawang sebanyak 10 orang.Hasil penelitian ini bahwa aliran informasi, barang, dan uang sangat berpengaruh dalam ketersediaan barang yang akan dipasok ke pasar tradisional, saluran pasokan yang efisien pada tomat yaitu saluran II dengan nilai marjin sebesar Rp 518,8 dan farmer’s share sebesar 27,83%, saluran pasokan tomat yaitu saluran V deang nilai marjin sebsar Rp 4.916,6 dan nilai farmer’s share sebesar 35,86%, kentang saluran pasokan III dengan nilai farmer’s share sebesar 68%, dan bawang saluran pasokan I dengan nilai farmer’s share sebesar 38,96%. Pada kegiatan pasokan sayuran ke pasar tradisional setiap lembaga pasokan melakukan proses kinerja rantai pasok diantaranya perencanaan, pengadaan, pengiriman, dan pengembalian.Kata Kunci: Pasar Bogor, Pasar Warung Jambu, SCOR, Kondisi Rantai.
ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK SAYURAN DAUN DI GIANT EKSTRA BOTANI SQUARE KOTA BOGOR. Yusdiarti, Arti; Miftah, Himmatul; Khairi, Yudrik
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1422

Abstract

Sayuran daun yang bersifat mudah rusak harus diberi perlakuan khusus oleh setiap pelaku rantai pasok agar tepat waktu, tepat kualitas dan tepat kuantitas Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi rantai pasok sayuran bayam, caisim, kangkung, lettuce head dan sawi putih  di Giant Ekstra Botani Square Kota Bogor. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif dengan pendekatan SCOR (Supply Chain Operation References).  Penelitian dilakukan di Giant Ekstra Botani Square. Metode pengambila`n data dilakukan dengan wawancara terhadap pihak Giant Ekstra dan supplier menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi rantai pasok sayuran daun di Giant Ekstra terdiri dari empat elemen yaitu struktur rantai, manajemen rantai, sumberdaya rantai dan proses bisnis rantai pasok. Struktur rantai pasok terdiri dari Giant Ekstra, supplier, dan petani. Pengelolaan manajemen, sumberdaya, dan proses bisnis sudah efektif hal ini terlihat dari fungsi pemasaran sudah dilakukan di tiap lembaga hanya beberapa fungsi yang tidak dilakukan oleh Giant Ekstra seperti pengemasan dan pengangkutan, sedangkan supplier dan petani tidak melakukan penyimpanan, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja rantai pasok Giant Ekstra Botani Square Kota Bogor sudah efektif.Kata kunci : Kondisi Rantai Pasok, SCOR, Marjin Pemasaran
ANALISIS PENDAPATAN PETANI PEMASOK SAYURAN KOMERSIAL DI PASAR TRADISIONAL Soka, Tiara Dwi; Yusdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.386 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan perbandingan struktur biaya antarakomoditas bayam, kentang, tomat dan bawang merah pada petani yang memasok komoditaske pasar tradisional di Kota Bogor. Pemilihan responden petani diperoleh denganmenggunakan snowball sampling dari mulai pelapak sayur di Pasar Tradisional Jambu Duadan Pasar Bogor. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi,Kabupaten Bandung (pangalengan), dan Brebes. Metode penelitian dengan analisispendapatan usahatani. Hasil menunjukkan bahwa dalam luasan 0,83 Ha selama 6 bulan,diperoleh R/C Ratio bayam 1,09, tomat 1,16, kentang 2,36 dan bawang merah 1,39. Seluruhkomoditas memiliki proporsi biaya variabel yang lebih besar dibandingkan biaya tetap. Padakentang dan tomat, biaya variabel mengambil proporsi biaya lebih dari 80%. Kentang danbawang memiliki proporsi biaya benih yang paling tinggi diantara komoditas lainnya.Proporsi biaya tertinggi pada tomat terdapat pada pupuk kandang, sementara pada bayam danbawang, biaya tertinggi terdapat pada tenaga kerja.Kata kunci : Pasar Tradisonal, Snowball Sampling, Pemasok Sayuran
ANALISIS KOMPARASI USAHATANI DAN MARGIN TATANIAGA USAHATANI WORTEL ORGANIK DAN WORTEL NON ORGANIK Saefullah, Lutfi; Arsyad, Apendi; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.833 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan pendapatan usahatanipertanian wortel organik dan non organik serta membadingkan marjin tataniaga dan saluranpemasaran serta Farmer’s Share dari pertanian wortel organik dan non organik. Penelitian inidilakukan pada bulan Januari – September 2014 dan bertempat di Kecamatan Cisarua Kab.Bogor.. Penelitian ini disusun menggunakan metode analisis usahatani, marjin tataniaga,saluran pemasaran, Farmer’s Share dan Uji-t untuk perbandingannya. Hasil yang diperolehdari analisis adalah pertanian organik memiliki nilai pendapatan lebih besar 5,51% dibandingnon organik. Analisis perbandingan dengan Uji-t mendapatkan nilai t-hitung sebesar -0,247dan t-tabel sebesar 2,048 yang artinya secara signifikan tidak terdapat perbedaan pendapatandari pertanian wortel organik dengan non organik walupun ada perbedaan angka padapendapatan.. Saluran pemasaran yang menguntungkan petani wortel non organik yaitu padasaluran 1 dengan nilai marjin tataniaga sebesar Rp 3.500/Kg dengan persentase 50% danFarmer’s Share sebesar 50%, sedangkan pertanian non organik pada saluran 4 dengan marjintataniaga sebesar Rp 15.500/Kg dengan persentase Farmer’s Share sebesar 22,50%.Kata kunci : Usahatani, marjin tataniaga, saluran pemasaran,Farmer’ Share
ANALISIS PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT KUALITAS SAYURAN KOMERSIAL DI PASAR MODERN Arsyad, Eki Fadhal; Yusdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.906 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i2.1561

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi serta preferensi konsumen terhadap atribut kualitas sayuran komersial di pasar modern. Metode penelitian yaitu non probability sampling. Penelitian menggunakan analisis deskriptif dan uji Chi-Square. Persepsi konsumen: (1) Kentang : cukup bersih, warna daging kuning, kulit kelupas kecil, ukuran sedang, kulit coklat muda, mata <5, benjolan <3, lonjong. (2) Tomat : segar, kadar air 20-35%, agak asam, hijau kemerahan, agak lunak, ukuran sedang, agak bulat. (3) Bawang merah : cukup bersih, diameter 2,5 cm, agak menyengat, agak bulat, warna ungu muda dan ungu tua, cukup mulus, anakan 2-3. (4) Bayam:  segar, hijau, cukup mulus, jumlah daun sedang, ukuran sedang, cukup seragam, agak lonjong. Sedangkan Preferensi: (1) Kentang : sangat bersih, tanpa benjolan, warna daging kuning, kulit licin mulus, tidak memiliki mata, ukuran sedang, kulit coklat muda, lonjong. (2) Tomat: sangat segar, manis, keras, merah, ukuran sedang, kadar air 20-35%, lonjong.  (3) Bawang merah : ukuran 2,5 cm, menyengat, mulus, merah-ungu tua, tidak memiliki anakan. (4) Bayam : segar, hijau, mulus, daun banyak, ukuran sedang, seragam, agak lonjong, memiliki akar. Uji Chi-Squre menunjukkan atribut kualitas kebanyakan berbeda nyata.Kata Kunci : Persepsi, Preferensi, Chi-Square, Pasar modern
MENINGKATKAN MINAT BERUSAHATANI BENIH PADI BERSERTIFIKAT MELALUI PENDEKATAN KEUNTUNGAN FINANSIAL Dianda, Rusli; Miftah, Himmatul; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.898 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i2.1562

Abstract

Diperkenalkannnya usahatani penangkar benih padi sawah belum banyak diikuti oleh petani, salah satu penyebabnya diduga usahatani padi penangkar benih secara finansial belum menguntungkan dibanding usahatani padi konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis finansial usahatani benih padi sawah untuk benih dibanding konsumsi, penelitian dilaksanakan di Gabungan Kelompok Tani Gemah Ripah Desa Cijalingan Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Pemilihan responden dilakukan secara sensus, yaitu petani penangkar benih padi sawah sebanyak 24 orang dan 20 orang petani padi sawah konsumsi. Data dianalisis secara kuantitatif dengan membandingkan pendapatan, analisis R/C, analisis titik impas (Break Event Point/BEP).Pada luasan 0,675 Ha, hasil analisis menunjukkan bahwa secara finansial keuntungan usahatani penangkar benih padi 92,01 % lebih besar dibandingkan usahatani padi konsumsi; R/C lebih besar 18 %; BEP harga lebih murah 10,8 %; BEP unit lebih rendah 40 % dan BEP biaya produksi lebih murah 36,2 % dibanding usahatani padi konsumsi.Kata Kunci : Analisis Finansial, Penangkar Benih Padi Bersertifikat, Pendapatan Usahatani, Rasio R/C , Nilai BEP 
ANALISIS NILAI TAMBAH OLAHAN GULA AREN DI KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) GULA SEMUT AREN (GSA) Maulana, Harry; Miftah, Himmatul; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.557 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i2.1563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah dan keuntugan  pengolahan gula aren di KUB “Gula Semuat Aren “(GSA) Desa Wanasari Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2017. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Responden penelitian adalah 24 orang pengrajin aren anggota KUB GSA. Analisis data dilakukan dengan menggunakan formula nilai tambah menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai per kilogram produk yaitu rendemen sebesar 18,18 % , harga output Rp 10.500,- nilai tambah sebesar Rp. 1.030,75 /kg dan rasio nilai tambah 53,99 %.Kata kunci :  Nilai Tambah, Keuntungan Pengolah, Metode Hayami, Gula Aren, KUB GSA, 
ANALISIS MARGIN TATANIAGA DAN RISIKO DISTRIBUSI TOMAT DI PASAR TRADISIONAL KOTA BOGOR (PENDEKATAN ENTERPRISE RISK MANAGEMENT) Afandi, Santia; Miftah, Himmatul; Nahraeni, Wini
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1319.684 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v5i1.2169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis margin tataniaga, pengukuran dan pemetaan risiko distribusi, serta menentukan tingkat pelaku tataniaga dalam menerapkan tindakan mitigasi risiko. Metode penelitian menggunakan purposive dan snowball sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif melalui wawancara dan kuantitatif melalui analisis tataniaga dan metode ERM. Hasil penelitian menunjukkan margin terbesar terdapat di tingkat retail, margin terkecil terdapat di tingkat pedagang besar di pasar retail. Farmer’s share terkecil terdapat pada saluran tataniaga 1 dan terbesar pada saluran tataniaga 2. Risiko terbesar terdapat di tingkat retail, terkecil di tingkat tengkulak. Proporsional margin dengan risiko terdapat di tingkat retail. Pemetaan risiko terdiri atas risiko yang diwaspadai : (1) susut bobot (2) rusak fisik saat sortasi di tingkat petani. Risiko yang jarang terjadi : (1) susut bobot saat pengiriman di tingkat pedagang besar di pasar retail, retail, dan saat menjual dagangan di tingkat retail. Risiko yang sering terjadi, namun memiliki dampak yang kecil : (1) susut bobot saat pengiriman di tingkat tengkulak dan pedagang besar di pasar retail, saat menjual dagangan di tingkat pedagang besar di pasar induk (2) rusak fisik saat sortasi di tingkat pedagang besar di pasar induk, pedagang besar di pasar retail, retail (3) tidak terjual saat menjual dagangan di tingkat pedagang besar di pasar induk, retail. Tindakan mitigasi dilakukan pada : (1) susut bobot dilakukan di tingkat petani dan tengkulak (2) rusak fisik di tingkat petani, pedagang besar di pasar induk, pedagang besar di pasar retail, retail (3) tidak terjual di tingkat pedagang besar di pasar induk, retail.Kata Kunci : ERM, risiko, susut bobot, rusak fisik, mitigasi.
Co-Authors Abdul Aziz Afandi, Santia Agustia Rizka Ananda Ahmid, Ahmid Ahmid, Ahmid Aina, Ana Aina, Ana Aisah Rini Susanti Ananda, Agustia Rizka Antoni, Erwin Antoni, Erwin Apendi Arsyad Apriandi Syafiq Firdaus Ar- Rozi, Muhammad Fakhrudin Arsyad, Eki Fadhal Arti Yoesdiarti Arti Yusdiarti Azrin Syamsuddin Bidari Silmi Dean Riza Rivanda Dianda, Rusli Dinata, Maijar Dwi Apriansyah Elgar, Muhamad Elis Marfu'ah Elis Marfuah Erika Ewiel, Ewiel Farrizal, Fony Fauzi Ahmad Muda Fazalika, Feri Dwi H Tsuwaibah Habibi, Muhsin Habibi, Muhsin Hanan, Sufrin Hanifah, Ishmah Hilmy Aliy Andra Putra I Gusti Bagus Wiksuana Ikhsan Qodri Pramartaa Iskandar, Imam Ita Novita Khairi, Yudri Khairi, Yudri Khairi, Yudrik Khairi, Yudrik Kusnadi, Sidik Laksana, Shefira Gustiana M. A. Sunaryo Marfuah Zuher, Vigia Maulana, Harry Muchransyah Muhammad Angga Nugraha Muhammad Encep Muhammad Encep Muhammad Fauzan Arkan Muhammad Rival Pratama Rival Nadita Nahraeni, Wini Namira L Ramadhani Namira Laila Ramadhani Nandan Limakrisna Nirmalasari, Suci Novita Yulanda Novita, Ita Parlindungan, Muhammad Dapot Parlindungan, Muhammad Dapot Ramadhan, Andhika Wahyu Ramadhan, Andika Wahyu Ramadhan, Januar Ramdani, Doni Riadhotul huda, Wafi Riny Kusumawati Riri Setyawati Ruslan, Muhammad Robi Saefullah, Lutfi Saefullah, Lutfi Santia Afandi Siti Malihatul Aviah Siti Masithoh Siti Masithoh Siti Masitoh Siti Rohmah Soka, Tiara Dewi Soka, Tiara Dewi Soka, Tiara Dwi Soka, Tiara Dwi Sulistiawati , Riri Sumantri Sumantri Sumantri Sunaryo, Muhammad Abdurohman Suryana, Dede Suryana, Dede Syaima Lailatul Mubarokah Tamaradewi, R. Nadya Tiara Amanda Lestari Vigia Marfu’ah Zuher Yanyan Mulyaningsih Yodfiatfinda, Yodfiatfinda Yusdiarti, Arti Yusdiarti, Arti