Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN MINAT BERUSAHATANI BENIH PADI BERSERTIFIKAT MELALUI PENDEKATAN KEUNTUNGAN FINANSIAL Dianda, Rusli; Miftah, Himmatul; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.898 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i2.1562

Abstract

Diperkenalkannnya usahatani penangkar benih padi sawah belum banyak diikuti oleh petani, salah satu penyebabnya diduga usahatani padi penangkar benih secara finansial belum menguntungkan dibanding usahatani padi konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis finansial usahatani benih padi sawah untuk benih dibanding konsumsi, penelitian dilaksanakan di Gabungan Kelompok Tani Gemah Ripah Desa Cijalingan Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Pemilihan responden dilakukan secara sensus, yaitu petani penangkar benih padi sawah sebanyak 24 orang dan 20 orang petani padi sawah konsumsi. Data dianalisis secara kuantitatif dengan membandingkan pendapatan, analisis R/C, analisis titik impas (Break Event Point/BEP).Pada luasan 0,675 Ha, hasil analisis menunjukkan bahwa secara finansial keuntungan usahatani penangkar benih padi 92,01 % lebih besar dibandingkan usahatani padi konsumsi; R/C lebih besar 18 %; BEP harga lebih murah 10,8 %; BEP unit lebih rendah 40 % dan BEP biaya produksi lebih murah 36,2 % dibanding usahatani padi konsumsi.Kata Kunci : Analisis Finansial, Penangkar Benih Padi Bersertifikat, Pendapatan Usahatani, Rasio R/C , Nilai BEP 
ANALISIS NILAI TAMBAH OLAHAN GULA AREN DI KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) GULA SEMUT AREN (GSA) Maulana, Harry; Miftah, Himmatul; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.557 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i2.1563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah dan keuntugan  pengolahan gula aren di KUB “Gula Semuat Aren “(GSA) Desa Wanasari Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2017. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Responden penelitian adalah 24 orang pengrajin aren anggota KUB GSA. Analisis data dilakukan dengan menggunakan formula nilai tambah menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai per kilogram produk yaitu rendemen sebesar 18,18 % , harga output Rp 10.500,- nilai tambah sebesar Rp. 1.030,75 /kg dan rasio nilai tambah 53,99 %.Kata kunci :  Nilai Tambah, Keuntungan Pengolah, Metode Hayami, Gula Aren, KUB GSA, 
ANALISIS MARGIN TATANIAGA DAN RISIKO DISTRIBUSI TOMAT DI PASAR TRADISIONAL KOTA BOGOR (PENDEKATAN ENTERPRISE RISK MANAGEMENT) Afandi, Santia; Miftah, Himmatul; Nahraeni, Wini
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1319.684 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v5i1.2169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis margin tataniaga, pengukuran dan pemetaan risiko distribusi, serta menentukan tingkat pelaku tataniaga dalam menerapkan tindakan mitigasi risiko. Metode penelitian menggunakan purposive dan snowball sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif melalui wawancara dan kuantitatif melalui analisis tataniaga dan metode ERM. Hasil penelitian menunjukkan margin terbesar terdapat di tingkat retail, margin terkecil terdapat di tingkat pedagang besar di pasar retail. Farmer’s share terkecil terdapat pada saluran tataniaga 1 dan terbesar pada saluran tataniaga 2. Risiko terbesar terdapat di tingkat retail, terkecil di tingkat tengkulak. Proporsional margin dengan risiko terdapat di tingkat retail. Pemetaan risiko terdiri atas risiko yang diwaspadai : (1) susut bobot (2) rusak fisik saat sortasi di tingkat petani. Risiko yang jarang terjadi : (1) susut bobot saat pengiriman di tingkat pedagang besar di pasar retail, retail, dan saat menjual dagangan di tingkat retail. Risiko yang sering terjadi, namun memiliki dampak yang kecil : (1) susut bobot saat pengiriman di tingkat tengkulak dan pedagang besar di pasar retail, saat menjual dagangan di tingkat pedagang besar di pasar induk (2) rusak fisik saat sortasi di tingkat pedagang besar di pasar induk, pedagang besar di pasar retail, retail (3) tidak terjual saat menjual dagangan di tingkat pedagang besar di pasar induk, retail. Tindakan mitigasi dilakukan pada : (1) susut bobot dilakukan di tingkat petani dan tengkulak (2) rusak fisik di tingkat petani, pedagang besar di pasar induk, pedagang besar di pasar retail, retail (3) tidak terjual di tingkat pedagang besar di pasar induk, retail.Kata Kunci : ERM, risiko, susut bobot, rusak fisik, mitigasi.
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KOPI (Coffea, sp) DI KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) CIBULAO HIJAU Tamaradewi, R. Nadya; Miftah, Himmatul; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.438 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v5i2.2322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah kopi Robusta dan Arabika di KTH Cibulao Hijau, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usaha kopi di KTH Cibulao Hijau, serta menentukan pilihan strategi alternatif dan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha kopi di KTH Cibulao Hijau. Analisis data menggunakan analisis nilai tambah metode Hayami dan analisis strategi pengembangan usaha dengan tiga tahap formulasi strategi. Pemilihan responden dilakukan secara purposive sampling. Jumlah responden nilai tambah 3 orang dan responden strategi pengembangan berasal dari internal dan eksternal KTH Cibulao Hijau. Nilai tambah paling tinggi yang dihasilkan dari proses pengolahan kopi Robusta adalah Robusta dengan Natural process dengan nilai tambah green bean, roasted bean dan kopi bubuk yaitu Rp 5.510 (42,38%) , Rp 77.781 (52,55%), dan Rp 159.821 (45,66%) . Nilai tambah tertinggi yang dihasilkan dari proses pengolahan kopi  Arabika adalah Arabika dengan Full wash process dengan nilai tambah green bean, roasted bean dan kopi bubuk yaitu Rp 3.735 (26,12%) , Rp 182.091 (63,45%) , Rp 84.548 (18,79%). Analisis matriks IFE menghasilkan total skor 2,708 dan analisis matriks EFE menghasilkan total skor 2,911. Alternatif strategi yang dihasilkan ada 7 pilihan dari matriks SWOT dan prioritas strategi yang dipilih berdasarkan matriks QSPM yaitu meningkatkan kompetensi SDM dan kualitas dalam manajerial  dalam kelompok dengan nilai STAS 6,55Kata Kunci: Kopi Robusta, Kopi Arabika, Nilai Tambah, Strategi Pengembangan
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) PADA KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) CIBULAO HIJAU DI DESA TUGU UTARA KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BOGOR Rohmah, Siti; Miftah, Himmatul; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.227 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v6i1.2799

Abstract

ABSTRAKKopi merupakan tanaman perkebunan yang memiliki peranan cukup penting bagi negara Indonesia. Kelompok Tani Hutan (KTH) Cibulao Hijau merupakan KTH yang melakukan pengolahan kopi spesialti salah satunya kopi robusta dari cherry merah sampai dalam bentuk green bean, roasted bean dan kopi bubuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan non finansial dan finansial serta sensitivitas pada usaha pengolahan kopi robusta. Metode penelitian menggunakan purposive sampling. Responden dalam penelitian berjumlah 6 orang. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kelayakan menggunakan kriteria kelayakan investasi yang meliputi NPV, IRR, PI dan DPP. Hasil dari analisis non finansial menunjukan bahwa dari aspek pasar, teknis, manajemen dan sumberdaya manusia serta dampak sosial ekonomi lingkungan layak dijalankan. Hasil analisis kelayakan finansial pada penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria penilaian investasi yang meliputi NPV sebesar Rp 1.042.607.480 yang berarti layak dijalankan karena NPV lebih dari 0. IRR sebesar 301%. PI sebesar 16,19 yang berarti setiap pengeluaran Rp 1,00 maka keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 16,19. Discounted Payback Period (DPP) selama 1 tahun 4,2 bulan yang berarti layak dijalankan sebab lebih pendek dari umur ekonomis usaha yaitu sekitar 8 tahun. Analisis sensitivitas dengan pendekatan switching value menunjukkan bahwa maksimum penurunan jumlah produk dan harga jual sebesar 30%, serta maksimum kenaikan harga bahan baku kopi sebesar 92%.  Berdasarkan aspek finansial dan nonfinansial usaha pengolahan kopi robusta dinyatakan layak untuk dijalankan serta sebaiknya harus ada pendampingan yang intensif baik oleh instansi akademisi atau pemerintah dalam upaya meningkatkan kinerja KTH Cibulao Hijau supaya dapat memaksimalkan produktivitas dalam usaha pengolahan kopi.Kata Kunci : Kopi, Spesialti, KTH, Analisis Kelayakan, Sensitivitas
STUDI KELAYAKAN INVESTASI KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) Sumantri, Sumantri; yusdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.3 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v6i1.2805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan, kelayakan, dan sensitivitas usaha perkebunan kopi robusta. Metode penentuan sampel menggunakan stratified judgement sampling. Jumlah petani sampel yang digunakan yaitu sebanyak 34 orang yang dibagi ke dalam tiga strata berdasarkan luas lahan. . Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Analisis kualitatif diuraikan secara deskriptif untuk mengetahui kelayakan nonfinansial meliputi aspek pasar, teknis, sosial ekonomi, hukum, dan dampak lingkungan usaha perkebunan kopi robusta dengan menggunakan metode Top Two Boxes. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui kelayakan finansial usaha perkebunan kopi robusta dengan komponen ukuran kelayakan investasi yang digunakan yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Discounted Payback Period (DPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan usaha perkebunan kopi robusta di Kecamatan Babakan Madang adalah : lahan yang dikelola milik Perhutani, modal awal yang digunakan keseluruhan modal sendiri, rantai pemasaran sebagian besar yaitu dari petani ke pedagang pengumpul, penentuan harga dilakukan oleh pedagang pengumpul, proses pembayaran dilakukan secara langsung, kelembagaan yang diikuti petani yaitu Kelompok Tani Putra Harapan II. Hasil Analisis kelayakan aspek non finansial dinyatakan layak dengan persentase evaluasi jawaban 4,5, dan 6 lebih besar dari pada jawaban 1, 2 dan 3 yaitu aspek pasar sebesar 78%, aspek teknis sebesar 92,7%, aspek sosial ekonomi sebesar 91%, aspek hukum sebesar 99,1%, dan aspek dampak lingkungan sebesar 80,3%. Analisis aspek finansial dibagi menjadi 2 bagian yaitu tingkat budidaya dan tingkat pengolahan. Dari hasil yang diperoleh pada skala I jumlah petani sebanyak 11 orang dengan luas lahan rata-rata 0,3 ha dinyatakan layak, skala II jumlah petani sebanyak 13 orang dengan luas lahan rata-rata 1 ha dinyatakan layak , dan skala III jumlah petani sebanyak 10 orang dengan luas lahan rata-rata 2,2 ha dinyatakan layak.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI DAN EFISIENSI PEMASARAN KUNYIT (Curcuma domestica Val) Kusnadi, Sidik; Novita, Ita; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.201 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v6i1.2806

Abstract

Medicinal plants or biopharmaca plants are horticultural plants which are currently being developed to meet the needs of herbal medicinal raw materials that are experiencing high demand. One type of biopharmaca plant is turmeric (Curcuma domestica Val). Turmeric has many benefits as medicine and cooking spices. One of the turmeric producing regions is Sukabumi Regency, which is produced by Gapoktan Jaya Bakti farmers in Ciemas District. The objectives of this study are: (1) the income of Turmeric farming in Gapoktan Jaya Bakti, (2) the marketing channels (3) Analyzing the marketing efficiency of Turmeric. The research location is the area of Turmeric farmers who are members of Gapoktan Jaya Bakti in Sukabumi Regency, with the number of samples taken is 30 Turmeric farmers from 100 population of farmers in Gapoktan .The analysis used in this research is descriptive analysis and quantitative. The results showed that the income of Turmeric farmers on cash costs with an average land area of 4,269 m2 amounted to Rp1,477,511.11 and a total cost of Rp 1,373,877.78 with R / C of 1.20 and 1.18 for the total cost, this value shows the Turmeric farming in Gapoktan Jaya Bakti profitable. Tetrdapat 4 Turmeric marketing channels consisting of farmers, collector traders, village collector traders, wholesalers, retailers. The marketing function performed by each marketing institution is the exchange, physical and facility functions. Marketing efficiency can be seen in terms of farmers and traders, in terms of farmers marketing channel 4 is the most efficient channel and in terms of traders the most efficient marketing channel 1.Keywords : Medicinal Plants, Farm Income, Marketing Efficiency.
PREFERENSI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN OBAT HERBAL KUNYIT PUTIH Novita, Ita; Miftah, Himmatul; Sunaryo, Muhammad Abdurohman
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v6i2.3371

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat tidak hanya dalam bentuk primer (bentuk langsung hasil panen), namun juga dalam bentuk sekunder/simplisia (hasil olah sederhana dari bentuk primer) dan ekstrak (hasil olah lebih lanjut). Pemanfaatan tanaman obat dalam bentuk primer maupun sekunder menjadikan konsumsi tanaman obat mengalami peningkatan. Salah satu jenis tanaman obat atau biofarmaka adalah kunyit (Curcuma domestica Val). Kunyit memiliki banyak manfaat sebagai obat dan bumbu masak. Salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri pengolahan obat bahan alami ialah CV Toga Nusantara,  yang memproduksi berbagai jenis produk obat berbahan alami atau herbal. Produk CV Toga Nusantara yang beredar dipasaran salah satunya ialah extrak tanaman obat kunyit putih (Kaempferia rotunda L.) yang dikemas dalam bentuk kapsul agar mempermudah konsumen untuk mengkonsumsinya. . Munculnya berbagai macam produk olahan tanaman obat menuntut produsen/ perusahaan untuk lebih memahami perilaku konsumen. Konsumen memiliki banyak pilihan untuk menentukan jenis obat herbal apa yang hendak dibeli.  Berbagai merek obat herbal yang ditawarkan di pasaran membuat konsumen cenderung mempunyai preferensi tertentu sebelum melakukan proses pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan pembelian obat herbal kunyit putih,  dan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap obat herbal kunyit putih. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan analisis konjoin, deskriptif dilakukan dengan wawancara langsung terhadap konsumen menggunakan kuisioner, sedangkan analisis konjoin digunakan untuk mengetahui atribut-atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dalam melakukan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan: Proses pengambilan keputusan pembelian dilakukan melalui empat tahap, yaitu tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif pembelian, dan evaluasi pasca pembelian. Preferensi konsumen mengacu pada atribut khasiat, tanggal kadaluarsa, label halal, kemasan, dan harga.
ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN BERAS ORGANIK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (Kasus Orang Tua Siswa Sekolah Alam Indonesia – Studio Alam, Depok) Ar- Rozi, Muhammad Fakhrudin; Masitoh, Siti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v6i2.3514

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2018, di Sekolah Alam Indonesia – Studio Alam, Sukmajaya, Kota Depok.  Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi karakteristik konsumen beras organik (2) Menganalisis persepsi konsumen terhadap beras organik (3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen terhadap beras organic. Responden dalam penelitian ini berjumlah 58 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian terbagi menjadi dua yaitu, kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif menggunakan Rank Spearman untuk melihat keeratan hubungan antara karakteristik responden dengan persepsi terhadap beras organic. Atribut beras organic dalam penelitian ini meliputi harga, rasa, aroma, warna, kandungan gizi, ketersediaan, keawetan, keaslian, dan sertifikasi produk. Variable karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi, umur, Pendidikan, pengeluaran, dan tanggungan keluarga. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik reponden berusia antara 26 – 47 tahun. Pendidikan terakhir yang ditempuh responden menengah sampai Pendidikan tinggi (98,27%). Rata-rata pengeluaran responden dalam satu bulan lebih dari Rp. 1.000.000 dengan mayoritas 75,86% lebih dari Rp 5.000.000. tanggungan responden berkisar antara 3 – 4 orang dan 5,17% diantaranya lebih dari 6 orang. Persepsi konsumen terhadap beras organic menunjukkan skor 69 atau termasuk dalam kategori cukup. Faktor usia berhubungan sangat kuat (0,814) dengan taraf signifikansi 99% serta factor Pendidikan (0,078) dan pengeluaran (0,332) dengan taraf signifikansi 95%.  
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KOPI BOGOR DI TIGA KEDAI KOPI BOGOR Ruslan, Muhammad Robi; Yoesdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v6i2.3545

Abstract

Kopi Bogor memiliki prospek yang sangat baik mengingat tingginya minat masyarakat terhadap kopi dan gaya hidup untuk menikmati kopi di kafe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen, mengetahui tingkat kepentingan konsumen terhadap atribut Kopi Bogor serta bagaimana preferensi konsumen terhadap Kopi Bogor. Data diambil dari 62 responden di Kedai Mad Coffee, Kesan Siloka Coffee & Eatery dan Transit Coffee. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif, Multiatribut Fishbein, dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil analisis menunjukan bahwa konsumen membeli Kopi Bogor karena memiliki citarasa yang khas. Rekomendasi teman merupakan sumber informasi pembelian Kopi Bogor. Pembelian Kopi Bogor dilakukan mendadak ketika diinginkan dan apabila tidak tersedia Kopi Bogor konsumen lebih memilih membeli kopi lain. Konsumen akan kembali membeli Kopi Bogor. Preferensi Kopi Bogor adalah jenis kopi robusta, rasa kopi pahit, aroma kopi khas, penyajian panas, ampas kopi tidak ada, dan efek setelah minum kopi terasa. Atribut yang dianggap penting dalam Kopi Bogor robusta adalah citarasa dan penyajian. Atribut yang dinilai kurang penting adalah kondisi ampas dan keasaman. Citarasa dan kondisi ampas dianggap memiliki kinerja yang sangat baik, atribut dengan kinerja kurang baik adalah kepahitan dan keasaman. Atribut yang dianggap penting dalam Kopi Bogor arabika adalah citarasa dan aroma. Atribut yang dinilai kurang penting adalah kondisi ampas dan keasaman. Citarasa dan kondisi ampas memiliki nilai kinerja yang sangat baik, atribut dengan kinerja kurang baik adalah keasaman dan kepahitan.
Co-Authors Abdul Aziz Afandi, Santia Ahmid, Ahmid Ahmid, Ahmid Aidah, Yuyu Aina, Ana Aina, Ana Aisah Rini Susanti Alfiah, Ananda Ananda, Agustia Rizka Antoni, Erwin Antoni, Erwin Apendi Arsyad Ar- Rozi, Muhammad Fakhrudin Arsyad, Eki Fadhal Arti Yoesdiarti Arti Yusdiarti Azrin Syamsuddin Bidari Silmi Dean Riza Rivanda Dianda, Rusli Dinata, Maijar Elgar, Muhamad Elis Marfu'ah Elis Marfuah Erika Ewiel, Ewiel Farrizal, Fony Fauzi Ahmad Muda Fazalika, Feri Dwi H Tsuwaibah Habibi, Muhsin Habibi, Muhsin Hanan, Sufrin Hanifah, Ishmah I Gusti Bagus Wiksuana Ikhsan Qodri Pramartaa Iskandar, Imam Ita Novita Khairi, Yudri Khairi, Yudri Khairi, Yudrik Khairi, Yudrik Kusnadi, Sidik Laksana, Shefira Gustiana M. A. Sunaryo Marfuah Zuher, Vigia Maulana, Harry Muchransyah Nadita Nahraeni, Wini Namira L Ramadhani Namira Laila Ramadhani Nandan Limakrisna Nirmalasari, Suci Novita Yulanda Novita, Ita Parlindungan, Muhammad Dapot Parlindungan, Muhammad Dapot Ramadhan, Andhika Wahyu Ramadhan, Andika Wahyu Ramadhan, Januar Ramdani, Doni Rapigah, Siti Riadhotul huda, Wafi Riny Kusumawati Riri Setyawati Ruslan, Muhammad Robi Saefullah, Lutfi Saefullah, Lutfi Santia Afandi Siti Malihatul Aviah Siti Masithoh Siti Masitoh Siti Rohmah Soka, Tiara Dewi Soka, Tiara Dewi Soka, Tiara Dwi Soka, Tiara Dwi Sulistiawati , Riri Sumantri Sumantri Sumantri Sunaryo, Muhammad Abdurohman Suryana, Dede Suryana, Dede Susanti, Aishah Rini Syaima Lailatul Mubarokah Tamaradewi, R. Nadya Tiara Amanda Lestari Vigia Marfu’ah Zuher Yanyan Mulyaningsih Yodfiatfinda, Yodfiatfinda Yusdiarti, Arti Yusdiarti, Arti