Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Efektivitas Pemanfaatan Dana Desa Bagi Pembangunan Nagari di Kabupaten Solok Selatan Ira Wahyuni Syarfi; Melinda Noer; Rafnel Azhari
Jurnal Sosial Soedirman Vol 3 No 2 (2019): PEMBERDAYAAN EKONOMI DAN PENDIDIKAN
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.078 KB) | DOI: 10.20884/juss.v3i2.2315

Abstract

Pemerintah desa memiliki peran yang strategis dalam proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan pada masyarakat dengan adanya undang-undang tentang desa dan dukungan dana desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan dana desa dalam pembangunan desa-nagari. Penelitian dilaksanakan di nagari yang termasuk kategori berkembang dan nagari kategori tertinggal di Kabupaten Solok Selatan. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam terhadap 18 informan kunci, dengan kuesioner terhadap 60 sampel. Analisis data dilakukan dengan metoda deskriptif kualitatif untuk menjelaskan kesesuaaian perencanaan dengan pelaksanaan. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui tingkat efektifitas pemanfaatan dana desa dengan memberi skor (1, 2 dan 3) terhadap 24 pernyataan pada kuestioner. Skor 24-40 termasuk kategori tidak efektif, skor 41-56 kurang efektif dan skor 57-72 termasuk kategori efektif. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat ketidak sesuaian perencanaan dan pelaksanaan dalam pemanfaatan dana desa untuk pembangunan nagari, baik pada nagari yang berada pada kategori berkembang maupun tertinggal, yaitu 66% untuk kegiatan pemberdayaan dan 33% untuk kegiatan pembangunan fisik. Pemanfaatan dana desa pada tahun 2017 dan 2018 termasuk kategori efektif dari aspek pencapaian tujuan dan integrasi namun tidak efektif dalam aspek adaptasi. Namun demikian secara keseluruhan penggunaan dana tesa termasuk kategori efektif. Dengan demikian perlu pendampingan nagari dalam penyusunan rencana dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan hasil pembangunan desa.
Karakteristik Inovasi Terpakai dalam Peternakan Sapi Rakyat dan Pertanian Padi di Kabupaten 50 Kota Provinsi Sumatera Barat R. Azhari; Y. F. Kurnia; E. Martius
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.24.1.110-118.2022

Abstract

RENCANA AKSI PEREMAJAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT KELOMPOK TANI DAN KUD BUKIT JAYA DI KABUPATEN DHARMASRAYA PROVINSI SUMATERA BARAT Melinda Noer; Ira Wahyuni Syarfi; Rafnel Azhari
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4.b (2018)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.604 KB)

Abstract

Perkebunan kelapa sawit di Propinsi Sumatera Barat sudah memasuki umur tanaman yang tidak ekonomis lagi untuk terus diusahakan, sehingga perlu diremajakan untuk mewujudkan pembangunan perkebunan berkelanjutan. Penanaman kembali (replanting) untuk tanaman yang berumur >25 tahun sudah harus dilakukan. Kabupaten Dharmasraya sedang mempersiapkan masyarakat pekebun kelapa sawit untuk program replanting tanaman kelapa sawit. Namun pada banyak kondisi perkebunan rakyat, koperasi petani yakni KUD menjadi penting untuk dikembalikan fungsi dan perannya dalam replanting, sehingga KUD perlu diberdayakan. KUD Bukit Jaya adalah satu-satunya KUD Perkebunan Plasma PIR-Trans di Kab. Dharmasraya yang masih aktif dan antusias untuk melakukan replanting, namun anggotanya belum melaksanakan replanting. Permasalahan KUD Bukit Jaya adalah belum mendapatkan akses bantuan hibah dana replanting, memiliki dana Idapertabun sebagai modal awal replanting namun belum diterima, dan KUD belum memiliki rencana aksi untuk replanting. Kegiatan ini membantu KUD Bukit Jaya untuk menyusun rencana aksi replanting tanaman kelapa sawit di wilayah kerjanya, memfasilitasi akses bantuan hibah dana replanting dan Idapertabun. Hasil kegiatan ini, telah membuat KUD Bukit Jaya memiliki rencana aksi replanting, terbukanya akses untuk pendanaan melalui hibah dana replanting dan bantuan bibit unggul.
PERSIAPAN PEREMAJAAN KEBUN KELAPA SAWIT OLEH KUD SUKA MAJU DAN KUD BUKIT JAYA DI KABUPATEN DHARMASRAYA PROPINSI SUMATERA BARAT Melinda Noer; Ira Wahyuni Syarfi; Rafnel Azhari
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 2 No 3 (2019)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v2i3.106

Abstract

Nationally, the program to rejuvenate oil palm has become a concern of the Government. It is supported by the policy of replanting grant funds using funds from the Oil Palm Plantation Fund Management Agency (BPDPKS), including West Sumatra Province. In Dharmasraya District, KUD Suka Maju received grant funds to realize replanting in 2019, while KUD Bukit Jaya was for realization in 2020. This paper describes the activities' results to the two KUDs in preparation for replanting oil palm using BPDPKS funds. The activity's objective is to encourage and revive the spirit of cooperation in the KUD and help accelerate the effective coordination among stakeholders in the replanting program in the district of Dharmasraya. In the context of broader regional development, particularly the development of sustainable oil palm plantations, this oil palm replanting program needs to involve stakeholders from the initial planning stages to implementation and evaluation. Coordination between related government agencies requires the participation of the Regional Development Planning Agency (Bappeda) as the coordinator of regional planning, and it is necessary to internalize the replanting program plan with all its aspects into the Office's Strategic Plan (Renstra) and the Regional Medium-Term Development Plan.
The Role of Self-Supporting Extension Agent in Institutional Development of Farmers in Sijunjung Regency and West Pasaman Regency Hery Bachrizal Tanjung
JERAMI : Indonesian Journal of Crop Science Vol 2 No 2 (2020): JIJCS
Publisher : Department of Crop Science, Faculty of Agriculture, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jijcs.2.2.79-85.2020

Abstract

The advancement of agriculture sector in one region cannot be separated from the role of agricultural extension in the region. To cover the deficiency of agricultural extension agents, self-supporting extension agents are recruited from farmers or private parties. This study aims to analyze the role of self-supporting instructors in improving farmer institutions and analyze factors related to the role of self-supporting extension agents in improving farmer institutions. This research was a qualitative descriptive study, and it was conducted in West Pasaman and Sijunjung Regency with a sample of 38 people. The results showed that self-supporting instructors play a significant role in improving farmer institutions; this is seen from 78% of self-supporting extension agents have a role in increasing farmer institutions. Factors related to the role of self-supporting extension agents in improving farmer institutions are (1) the age of agents, (2) the number of partners from farmer groups, and (3) the frequency of training attended by self-supporting extension agents. To increase the role of self-extension extension agents in the institutional development of farmers, it is recommended that institutions who manage the agricultural extension recruit self-supporting extension agents from the millennial generation and facilitate self-supporting extension agents to be able to participate in training related to farming in the agent's area of work.
PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN PADA UMKM ISTANA RENDANG Rafnel Azhari; Faidil Tanjung; Yulianti Fitri Kurnia
Warta Pengabdian Andalas Vol 28 No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.28.3.272-278.2021

Abstract

Istana Rendang, as the Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), is one of the Rendang businesses located in Nagari Mungka, Regency of Lima Puluh Kota. This business of curry cooked beef has been running since 2003. The problems faced by MSMEs are the problem of marketing conventional products and the absence of a Home Industry Food certificate (P-IRT). The purpose of this community service activity is to help improve the marketing capabilities of Rendang products through the application of a digital marketing system. The implications of the system must be complemented by product quality improvement, which includes compliance with legality and improvement of product packaging. This activity was carried out through 3 stages, namely (1) socialization and assistance in obtaining product P-IRT certificates, (2) modification of product packaging and digital marketing training, and (3) monitoring and evaluation of activities. Through this service activity, P-IRT certificates were obtained for products of Rendang of dried meat, Rendang of dried cow's lung, Rendang of egg, and Rendang of vegetables. Furthermore, there were improvements to Rendang packaging and added digital marketing channels through the Instagram and Shopee applications. Mentoring activities need to be developed to help the Istana Rendang grow by maximizing online marketing.
INTERAKSI MULTIPIHAK DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN SENTRA KOPI ARABIKA DI KABUPATEN SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT Rafnel Azhari; Istiqamah Oktariq; Helmi
Agrica Ekstensia Vol 15 No 1 (2021): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.479 KB) | DOI: 10.55127/ae.v15i1.73

Abstract

Kopi Arabika merupakan komoditi potensial untuk dikembangkan dilihat berdasarkan tingginya permintaan pasar, sehingga diperlukan pengembangan kawasan dalam peningkatan produksi kopi, guna mengambil peluang menguntungkan dari pengusahaan kopi Arabika. Berbicara pengembangan kawasan tidak lepas dari peran dan interaksi yang terjadi antar stakeholder terkait. Peran dan interaksi menjadi hal penting agar pengembangan kawasan dapat tercapai. Pemilihan lokasi penelitian dikarenakan kecenderungan pesatnya peningkatan usaha agribisnis kopi dalam pengembangan kawasan dengan adanya koperasi, sehingga menarik mengkaji interaksi yang terjadi. Artikel ini mencoba menjelaskan seperti apa peran dan interaksi yang dijalankan stakeholder khususnya koperasi, pemerintah dan petani dalam pengembangan kawasan sentra kopi Arabika, serta seperti apa peran dan interaksi yang dibutuhkan untuk meningkatkan pencapaian dalam pengembangan kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi lapangan di kawasan Kopi Solok Radjo Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Peran dan interaksi antara koperasi, pemerintah dan petani dalam penelitian ini ditinjau berdasarkan aspek agribisnis. Hasil penelitian menunjukan bahwa koperasi, pemerintah dan petani memiliki peranan masing-masing yang telah dijalankan pada setiap aspek agribisnis, dan terjadi interaksi antar ketiga stakeholder tersebut dalam melaksanakan perannya. Akan tetapi antara Dinas Petanian dan Dinas Koperasi tidak ditemukan interaksi yang terjadi. Untuk mengoptimalkan pengembangan kawasan, peran dan interaksi yang perlu ditingkatkan adalah peran pemerintah dalam menyediakan sarana prasarana pertanian dan mendukung keberhasilan usahatani petani, dan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas organisasi koperasi. Kemudian peran koperasi dalam membantu dan menjadi wadah pengembangan usaha bagi petani serta peran petani dalam menjaga kualitas kopi mulai dari bibit, penanaman, perawatan, panen, dan pasca panen; dan berpartisipasi dalam kegiatan usaha koperasi.
The Empowerment of Village Unit Cooperation for Rejuvenation of Oil Palm Plantation in Dharmasraya Regency, West Sumatera Province Melinda Noer; Ira Wahyuni Syarfi; Rafnel Azhari
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v2i1.5

Abstract

The cooperation has long been a pillar of the national economy in Indonesia, especially in developing the economy in rural areas. The Village Unit Cooperation (KUD) was developed to accelerate agricultural development, aimed at improving the farmers 'and peasants' farming in rural areas. KUD has also assisted in the success of regional development programs based on the agricultural sector, one of the plantation sub-sector, which is a partner of the plasma of palm oil farmer group of People’s Core Plantation (PIR) program throughout Indonesia. In the province of West Sumatra, the PIR of palm oil plantations began in the 1980s as a base of regional development, and now the age of harvest has made the age of plants unproductive. Accordingly, KUD Bukit Jaya in Dharmasraya District, one of the KUDs who wishes to apply replanting to farmer groups whose members,t found some obstacles in the implementation. This activity aims to facilitate KUD Bukit Jaya in order to realize the replanting activities in its working area. This action research is conducted using four stages of approach, namely: [1] introduction of problems with dialogical approaches, using interview techniques and discussions with cooperative managers as well as farmers whose gardens have to implement replanting; [2] the team analyzes the problems found and contacts the parties related to issues conveyed by cooperatives and farmers; the parties are insurance companies, bappeda as coordinator of cooperative technical service; [3] holding discussions and discussions with the cooperation, farmer groups and involved parties (insurance companies, cooperative agencies, and district government); [4] agreed on assistance for the preparation of cooperative and peasant group work plans for the preparation and implementation of replanting
Pengelolaan Keuangan Desa di Kabupaten Pasaman Barat Ira Wahyuni Syarfi; Rafnel Azhari; Wulan Bedi Pratama
Jurnal Ekonomi Manajemen Perbankan Vol 3, No 2 (2021): JEMPER Juli - Desember
Publisher : Prodi Manajemen S1 dan D3 Keuangan & Perbankan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/jemper.v3i2.641

Abstract

Peran strategis pemerintahan desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dijamin oleh undang-undang. Menganalisis pengelolaan keuangan desa dan mengidentifikasi aspek-aspek yang mempengaruhi pelaksanaan pengelolaan keuangan desa merupakan tujuan dari penelitian ini. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam terhadap reponden. Data dianalisis dengan metode analisis deskriptif berdasarkan persepsi responden dengan memberi skor (1 dan 2). Terdapat beberapa indikator dalam pengelolaan keuangan desa yang harus menjadi perhatian terutama dalam ketepatan waktu dalam pengelolaan keuangan desa. Pada tiga kategori nagari terutama pada nagari kategori berkembang ditemukan adanya keterlambatan dalam pengelolaan keuangan desa seperti keterlambatan penyampaian Raperdes, keterlambatan tutup buku serta keterlambatan dalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Hal ini mengakibatkan terlambatnya dalam melaksanakan pembangunan yang menggunakan uang desa. Dalam hal mengelola uang desa secara efektif dan efisisen di Kabupaten Pasaman Barat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia, kepatuhan terhadap kinerja prosedur dan ketersediaan sarana dan prasarana.
Competitiveness and Impact of Government Policies on the Development of People's Arabica Coffee Plantations Partnership Pattern in Solok Regency Faidil Tanjung; Rafnel Azhari; Erwin Erwin
Journal of Social Research Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v2i2.589

Abstract

This study aims to analyze the competitiveness of Arabica coffee commodities and analyze the impact of government policies on Arabica coffee commodities in Solok Regency. This research data analysis method uses the Policy Analysis Matrix (PAM). The results showed that the Arabica coffee plantation business in Solok Regency has competitiveness both in terms of competitive advantage and comparative advantage, where the value of the ratio of private costs and domestic cost ratios obtained is less than one, namely 0.48 and 0.41. For the impact of the Arabica coffee output policy, the private price of Arabica coffee is lower than the social price. The impact of the production input policy causes the private price of tradable input to be higher than the social price, and the impact of the input-output policy causes a decrease in the producer surplus, meaning that there is no economic incentive to increase Arabica coffee production. The suggestion from this research is expected that farmers can increase the productivity of Arabica coffee than the government is expected to expand the planting area and facilitate the provision of superior seeds. The government is also expected to stabilize the selling price of Arabica coffee at the farmer level.