Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Nagari Di Kecamatan Koto Xi Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Ninda fatmawati; Rudi febriamansyah; Rafnel Azhari
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.176

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas pengelolaan keuangan nagari dengan membandingkan pelaksanaan pengelolaan keuangan nagari di Kecamatan Koto XI Tarusan dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur dengan responden penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa akuntabilitas pada aspek perencanaan adalah 48%, akuntabilitas pada aspek pelaksanaan adalah 87%, akuntabilitas pada aspek penatausahaan adalah 33%, akuntabilitas pada aspek pelaporan adalah 59%, dan akuntabilitas pada aspek pertanggungjawaban adalah 68%. Secara keseluruhan akuntabilitas pengelolaan keuangan nagari di Kecamatan Koto XI Tarusan sudah akuntabel. Hanya terdapat 3 dari 23 nagari yang tidak akuntabel.Kata Kunci: akuntabilitas pengelolaan keuangan, Permendagri No. 113 Tahun 2014This research is a descriptive quantitative research which aims to determine the accountability management of village financial by comparing the implementation of village financial in the Koto XI Tarusan District with Permendagri No. 113 Year 2014 about Village Financial Management Guideline. The data collection method used in this research was structured interviews with research respondance. The results showed that the accountability in the planning aspect is 48%, accountability on aspect of implementation is 87%, accountability in the administration aspect is 33%, accountability in the reporting aspect is 59%, and the last accountability is 68% . Over all accountability management of village financial in Koto XI Tarusan District is accountable. Just 3 of the 23 nagari in Koto XI Tarusan district was not accountable.Keywords: village financial management accountability, Pemendagri No. 113 Year 2014
Examining Income Patterns and Time Allocation in Nutmeg (Myristica Fragrans) Farmint: A Case Study of Padang Selatan District, Padang, West Sumatra, Indonesia Dwi Evaliza; Faidil Tanjung; Rafnel Azhari
International Journal of Agricultural Sciences Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ijasc.7.1.24 - 29.2023

Abstract

This research aims to determine the income and profits of Pala (Myristica Fragrans)  products and analyze the working time allocation in producing Pala products in Padang Selatan District. The study was conducted from September to November 2022. The research method used was descriptive with a survey approach. The data collected consists of two types, namely primary data and secondary data. The selction of respondent is done by simple random sampling method. The samples were 34 farmers. From the Pala tree the farmers can harvest the seeds, mace, and fruit meat which was processed into Pala syrup. The products most widely used by farmers are seeds and mace. From on the three Pala products produced, the highest average income is from the seed with an average income of Rp. 3,209,252 (70.53%), followed by Pala syrup of Rp. 767,310 (16.86%) and the lowest income is mace products which was 573,356 (12.60%). The highest working time allocation was found in processing of Pala seed products which was 8.85 working time allocation / year (54.16%), mace products of 5.83 working time allocation / year (35.68%) and the lowest in Pala syrup products of 1.66 working time allocation / year (10.16%). The  farmers should cultivate Pala in accordance with the recommendations, as well as processing the fruit meat into various preparations so that farmers' income can increase.Keywords: Income analysis, working time, pala
Mengatasi Tiga Beban Malnutrisi: Strategi Penyuluhan Sensitif Gizi untuk Masa Depan Indonesia Emas Amanah, Siti; Azhari, Rafnel; Syamsiah, Siti; Armadhani, Argasepta
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 6 No 4 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0604.1053-1059

Abstract

Indonesia menghadapi tiga beban malnutrisi: gizi kurang, kelebihan gizi (overnutrition), dan defisiensi mikronutrien. persoalan kekurangan gizi sering kali berkaitan erat dengan perilaku individu dan keluarga dalam hal pola makan, asupan gizi, serta praktik pemberian makan yang tidak memadai. Pendekatan penyuluhan yang sensitif gizi menjadi penting untuk dilakukan, karena penyuluhan adalah ilmu dan praktek yang bisa menjelaskan dan mengupayakan transformasi perilaku manusia guna mencapai Indonesia emas dengan investasi modal manusia yang sehat dan unggul. Penyuluhan bertujuan mengubah perilaku manusia berdasarkan konsep tertentu dengan menerapkan inovasi ilmiah dan teknologi (unsur perubahan yang diinginkan) melalui penyebaran informasi kepada masyarakat. Dalam konteks penyuluhan gizi, penyuluhan menggunakan prinsip dan metode penyuluhan untuk menyampaikan informasi atau inovasi gizi kepada masyarakat yang menjadi target, dengan tujuan memperkuat ketahanan gizi (mengurangi kekurangan gizi) dan, pada akhirnya, meningkatkan kualitas hidup masyarakat (status gizi). Untuk diperlukan kebijakan yang tepat yang dapat mengakomodir penyuluhan sensitif gizi secara baik pada ranah implementasi atau praktek.
Implementasi Penyuluhan Sensitif Gizi dan Pola Hidup Sehat di Kelurahan Kampung Kajanan, Buleleng, Bali Siti Amanah; Yayuk Farida Baliwati; Pudji Muljono; Tri Budiarto; Rafnel Azhari; Siti Syamsiah; Titania Aulia; Eliz Khalishah; Argasepta Armadhani
JURNAL TRITON Vol 16 No 1 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i1.1093

Abstract

Penyuluhan merupakan upaya berencana untuk transformasi perilaku sekelompok orang di berbagai bidang pembangunan, termasuk pengetahuan dan kesadaran akan gizi berimbang dan pola hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan perilaku yang terjadi dalam hubungannya dengan implementasi penyuluhan sensitif gizi dan penerapan pola hidup sehat. Metode riset aksi diterapkan dengan melibatkan 30 Tim PKK Kelurahan Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng, Bali dan 26 partisipan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut. Teknik wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan penyuluhan interaktif dilakukan untuk memperoleh data. Data sekunder dikumpulkan melalui telaah dokumen yang relevan. Terdapat dua tipe kuesioner yang digunakan. Pertama, kuesioner mengenai perubahan pengetahuan mengenai pola hidup sehat, pengemasan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), promosi melalui sarana digital digunakan untuk memperoleh informasi dari 30 partisipan Tim Penggerak PKK. Kedua, kuesioner mengenai perubahan pengetahuan setelah 26 partisipan mengikuti penyuluhan kesehatan gigi dan mulut. Data kualitiatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif diolah menggunakan statistik deskriptif. Uji-t dilakukan untuk mengetahui tingkat signifikansi perubahan perilaku sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat perubahan perilaku secara nyata sebelum dan sesudah penyuluhan sensitif gizi. Kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat dan kesehatan gigi meningkat, begitu pula dengan minat melakukan promosi pemasaran produk melalui sarana digital. Keberlanjutan implementasi penyuluhan sensitif gizi, pola hidup sehat, dan peningkatan kapasitas UMKM memerlukan dukungan dana, sarana prasarana, pendampingan baik dari pemerintah maupun swasta.
Penerapan Model Pembelajaran Gagné dalam Pengemasan Produk Hortikultura pada KWT Sriwijaya, Kota Bogor Siti Syamsiah; Adi Firmansyah; Rafnel Azhari
JURNAL TRITON Vol 16 No 1 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i1.1224

Abstract

Seiring dengan meningkatnya taraf hidup dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang, permintaan produk hortikultura juga mengalami peningkatan. Saat ini, konsumen tidak hanya menilai produk hortikultura berdasarkan rasa, tetapi juga dari penampilan fisik seperti keseragaman ukuran, warna, bentuk, serta kualitas permukaan produk. Konsumen menginginkan produk hortikultura yang bermutu tinggi dan aman untuk dikonsumsi Kendala yang tejadi, praktik penanganan pascapanen, khususnya dalam aspek pengemasan belum optimal di tingkat petani, sehingga diperlukan pemberdayaan yang lebih intensif terkait hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis proses pembelajaran pengemasan produk hortikultura di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sriwijaya, Kota Bogor dengan menggunakan model pembelajaran Gagne. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, diskusi kelompok dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan dan pendampingan yang diterapkan melalui pembelajaran di KWT Sriwijaya telah sesuai dengan model Nine Instructional Events Gagné. Hasil belajar menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam pengemasan produk hortikultura. Pembelajaran yang diberikan penyuluh terbukti berhasil dan memiliki dampak positif dalam meningkatkan daya saing produk di pasar. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap proses pembelajaran dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa semua tahapan dari model Gagné dapat terus diterapkan dengan baik dan berkelanjutan.
Kontribusi Pendapatan dan Curahan Tenaga Kerja Sektor Industri Kecil (IK) terhadap Pendapatan Rumah Tangga Tenaga Kerja Industri Kecil (IK) di Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur Kota Padang Fitri Rahmi; Hery Bachrizal Tanjung; Rafnel Azhari
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 2 No. 3 (2020): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i3.402

Abstract

Sektor industri merupakan salah satu sektor ekonomi yang sedang dikembangkan di Indonesia sebagai sektor penggerak kemajuan sektor – sektor ekonomi lainnya. Peran sektor industri dalam perekonomian dinilai sangat penting, terutama dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sub sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat ekonomi lemah yang bergerak dalam berbagi sektor ekonomi. bertujuan untuk: (1) Menganalisis bagaimana curahan tenaga kerja dalam sektor Industri Kecil (2) Menganalisis bagaimana kontribusi pendapatan sektor industri kecil terhadap pendapatan rumah tangga tenaga kerja. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah metode survei dengan wawancara dan kuisioner. Penelitian ini menggunakan metode sensus terhadap 32 sampel rumah tangga tenaga kerja Industri Kecil (IK). Berdasarkan hasil analisis curahan tenaga kerja pria sektor Industri Kecil (IK) lebih besar daripada curahan tenaga kerja wanita Industri Kecil (IK). Rata- rata curahan tenaga kerja pria dalam sektor Industri Kecil (IK) memiliki waktu 60,94 jam per minggu. Sedangkan rata-rata curahan tenaga kerja wanita dalam sektor Industri Kecil (IK) memiliki waktu 46,2 jam per minggu. Kontribusi dalam sektor Industri Kecil (IK) terhadap pendapatan rumah tangga adalah sebesar 50,85%. Artinya kontribusi sektor Industri Kecil (IK) tergolong sedang, sehingga mampu memberikan sumbangan terhadap rumah tangga tenaga kerja sektor Industri Kecil (IK). Diharapkan kepada pemerintah agar lebih meninjau kembali pendapatan (upah) para tenaga kerja Industri Kecil (IK) agar mendapatkan pendapatan (upah) yang selayaknya sesuai dengan upah minimum regional yang berlaku dan juga agar pemerintah memperhatikan lagi para tenaga kerja Industri Kecil (IK) agar kontribusi yang diberikan bertambah besar.
PERSIAPAN PEREMAJAAN KEBUN KELAPA SAWIT OLEH KUD SUKA MAJU DAN KUD BUKIT JAYA DI KABUPATEN DHARMASRAYA PROPINSI SUMATERA BARAT Melinda Noer; Ira Wahyuni Syarfi; Rafnel Azhari
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 2 No. 3 (2019)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v2i3.106

Abstract

Nationally, the program to rejuvenate oil palm has become a concern of the Government. It is supported by the policy of replanting grant funds using funds from the Oil Palm Plantation Fund Management Agency (BPDPKS), including West Sumatra Province. In Dharmasraya District, KUD Suka Maju received grant funds to realize replanting in 2019, while KUD Bukit Jaya was for realization in 2020. This paper describes the activities' results to the two KUDs in preparation for replanting oil palm using BPDPKS funds. The activity's objective is to encourage and revive the spirit of cooperation in the KUD and help accelerate the effective coordination among stakeholders in the replanting program in the district of Dharmasraya. In the context of broader regional development, particularly the development of sustainable oil palm plantations, this oil palm replanting program needs to involve stakeholders from the initial planning stages to implementation and evaluation. Coordination between related government agencies requires the participation of the Regional Development Planning Agency (Bappeda) as the coordinator of regional planning, and it is necessary to internalize the replanting program plan with all its aspects into the Office's Strategic Plan (Renstra) and the Regional Medium-Term Development Plan.
Membedah Ketimpangan Gender: Responsivitas Kebijakan Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Bogor Fatchiya, Anna; Puspita, Dyah Retna; Firmansyah, Adi; Indriana, Hana; Aulia, Titania; Syamsiah, Siti; Azhari, Rafnel
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/157rfh57

Abstract

Kesetaraan gender pada sektor pertanian merupakan salah satu elemen kunci dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis responsivitas gender kebijakan penyuluhan pertanian di Kabupaten Bogor serta mengevaluasi perbedaan persepsi penyuluh laki-laki dan perempuan terhadap kebijakan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 60 penyuluh pertanian yang dipilih melalui purposive sampling dengan mempertimbangkan keragaman berdasarkan gender dan status penyuluh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responsivitas gender dalam kebijakan penyuluhan pertanian masih belum optimal, dengan kesenjangan terlihat pada aspek penyediaan transportasi, biaya operasional, akses pelatihan dan pendidikan lanjutan. Penyuluh perempuan cenderung menghadapi lebih banyak kendala dibandingkan penyuluh laki-laki. Hal ini diperkuat dengan masih rendahnya dukungan untuk melibatkan penyuluh perempuan dalam kegiatan penyuluhan dan kewajiban untuk selalu membuat data terpilah gender. Uji statistik mengungkapkan adanya perbedaan signifikan dalam persepsi gender penyuluh terkait beberapa indikator, seperti kemudahan pelatihan dan pendidikan lanjutan. Dari hasil ini disarankan agar kebijakan penyuluhan perlu lebih responsif terhadap kebutuhan spesifik penyuluh perempuan melalui pengembangan materi penyuluhan yang inklusif, penyediaan fasilitas transportasi ramah gender, serta penguatan pelatihan dan pendidikan berbasis gender untuk mendukung kesetaraan dan keberlanjutan dalam pembangunan pertanian.
The Komunikasi Efektif dan Kerja Sama PKK Kelurahan Kampung Kajanan, Buleleng, Bali dalam Konsumsi Pangan B2SA Baliwati, Yayuk Farida; Aulia, Titania; Azhari, Rafnel; Amanah, Siti
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.2.352-361

Abstract

Effective communication and collaboration are crucial for the successful implementation of the 10 Family Welfare Empowerment Programs (PKK). Among these, one key program focused on food. This community service program (PkM) aims to enhance PKK communication in collaboration with diverse, nutritious, balanced, healthy, and safe food consumption (B2SA). Unfortunately, the recommended standards for food consumption have not been adopted sufficiently. PkM employed action research approaches in Kampung Kajanan Village, Buleleng District, Bali. The project progresses through the Plan, Do, Study, and Action (PDSA) stages. These activities included training sessions, participatory observations, mentoring, and reflection. Data and information were collected from 30 PKK members, informants consisting of community leaders, and integrated service post (Posyandu) personnel. Pre- and post-test forms were employed to assess changes in knowledge, attitudes, and skills related to communication and collaboration. The data were analyzed through effective communication and collaboration analysis to facilitate behavioral transformation in the preparation of the B2SA menus. The findings from this community service reveal that PKK's internal and external communication is effective within routine activities, such as monthly meetings and informational exchanges about government programs; however, it is less effective in educating the community about B2SA food consumption. Internal collaboration was rated moderate. PKK engages in external communication with the local women’s group, focusing on processed foods. In conclusion, communication regarding B2SA foods is inadequate and requires enhancement through various channels and media. Support from the local government and the business sector is essential for improvement.
Responsivitas Gender Kebijakan Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Bogor Fatchiya, Anna; Retna Puspita, Dyah; Firmansyah, Adi; Indriana, Hanna; Aulia, Titania; Syamsiah, Siti; Azhari, Rafnel
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1177-1182

Abstract

Kesetaraan gender dalam penyuluhan pertanian adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, termasuk di Kabupaten Bogor. Meskipun perempuan memegang peran penting dalam sektor pertanian, mereka sering kali diabaikan dalam program penyuluhan, pelatihan, dan akses teknologi. Kondisi ini antara lain disebabkan oleh hambatan budaya, stereotip gender, dan kebijakan yang tidak sensitif gender. Untuk itu, policy brief ini mengkaji peran lembaga dalam mendorong terwujudnya kesetaraan gender dalam kebijakan penyuluhan bagi ujung tombak pelaksana kegiatan tersebut, yakni para penyuluh. Pemberian akses yang lebih besar bagi penyuluh perempuan untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan lanjutan yang didukung oleh pelibatan yang lebih besar bagi para petani perempuan, diyakini menjadi solusi guna mewujudkan kebijakan penyuluhan yang lebih setara gender. Kondisi ini didukung oleh pewajiban bagi penyuluh dan staf bagian lainnya untuk membiasakan membuat pendataan secara terpilah gender. Dengan data ini, akan dapat diketahui permasalahan dan kebutuhan masing-masing gender, sehingga dapat dibuat program dan kegiatan yang lebih tepat sasaran. Upaya untuk memenuhi komitmen kesetaraan gender bagi penyuluh dan petani perempuan ini tidak saja memenuhi hak mereka, melainkan juga dapat meningkatkan produktivitas mereka yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.