Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

OPTIMASI SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) SEBAGAI SUPLEMEN KESEHATAN Dewi, Belinda Arbitya; Cahyati, Happy Nur; Setianto, Rony
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4951

Abstract

Khasiat obat tanaman kelor (Moringa oleifera L.) telah terbukti dibuktikan secara ilmiah dan banyak digunakan oleh masyarakat. Kelor (Moringa oleifera L.) yang dijadikan untuk obat pada bagian daun karena mengandung zat sebagai antioksidan, tanin, terpenoid, alkaloid, saponin, dan flavonoid yang mudah larut dalam air. Mengetahui apakah sediaan serbuk effervescent dapat dihasilkan dari formulasi ekstrak dari daun kelor (Moringa oleifera L.) serta mengetahui karakterisitik pengujian sifat fisiknya. Pelarut etanol 96% digunakan dalam proses maserasi. Formulasi yang digunakan dalam penelitian menunjukkan perbedaan antara komposisi asam dan basa. Komposisi basa menggunakan natrium bikarbonat, sedangkan komposisi asam yaitu asam tartat dengan asam sitrat. Kandungan asam tartat, asam sitrat dan natrium bikarbonat yang digunakan sebanyak F1 (10, 5, 25), F2 (20, 10, 30), dan F3 (30, 15, 35). Metode analisis yang digunakan untuk berdasarkan hasil pengujian di laboratorium. Formulasi yang digunakan belum terdapat produk yang beredar dipasaran. Evaluasi sediaan effervescent yaitu meliputi pengujian organoleptis (warna, bentuk, rasa, aroma), pengujian pH, pengujian sudut diam, pengujian kadar air (kandungan air pada sediaan), pengujian waktu dispersi (waktu larut) dan pengujian waktu alir yang dilakukan replikasi tiga kali setiap pengujian. Pada pengujian organoleptis, F3 memiliki rasa yang lebih asam, hal ini dikarenakan pada F3 memiliki kandungan asam sitrat dan asam tartat lebih banyak. Uji Kadar air pada sediaan serbuk effervescent memenuhi persyaratan, yakni <5%. Kandungan asam tartat akan mempengaruhi terhadap waktu alir sediaan, pada F3 waktu alir lebih cepat. Seratus gram granul, waktu alir kurang dari sepuluh detik sesuai standar. Hasil pH F3 lebih besar dikarenakan menggunakan konsentrasi asam yang paling besar. Pengujian sudut diam ketiga formulasi memenuhi persyaratan yaitu tidak lebih besar dari 40o. Kandungan asam sitrat pada F3 paling besar sehingga pada pengujian sudut diam memiliki hasil lebih besar lebih besar dikarenakan. Pengujian waktu dispersi F1 memiliki waktu larut lebih cepat dibandingkan yang lainya dikeranakan kandungan laktosa F1 paling banyak, sehingga kelarutannya lebih cepat. Ekstrak daun kelor (Moringga oleifera L.) dapat digunakan pada pembuatan serbuk effervescent. Sebagai hasil dari evaluasi F1, formula ekstrak dari daun kelor (Moringga oleifera L.) memiliki karakteristik serbuk effervescent yang paling baik.
Training on Processing Used Cooking Waste into Solid Soap and Liquid Soap at the Karang Taruna of Palur Village. Wardani, Tatiana siska; Suhatmi, Erna Chotidjah; Artini, Kusumaningtyas Siwi; Dewi, Belinda Arbitya; Erikania, Susanti
Abdi Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v7i1.8714

Abstract

Karang Taruna Saras Muda Palur Village in creating a clean environment, one of which is collecting used cooking oil so that it does not pollute the environment and can have a bad impact on health. One of the uses of used cooking oil that can be turned into a product that has a selling value is soap. The purpose of this PKM is to increase understanding and training in liquid soap and solid soap that can be sold to increase the income of Karang Taruna Saras Muda Palur Village. The methods used are socialization, soap making training and entrepreneurship training. This PKM produces a processed product from used cooking oil waste and increases partner understanding after the pretest and posttest. From the activities above, it can be concluded that the results of the PKM related to the utilization of used cooking oil waste carried out by Karang Taruna Saras Muda Palur Mojolaban Sukoharjo have been carried out well and smoothly.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Teh Celup Buah Kersen Sebagai Antidiabet Dewi, Belinda Arbitya; Setianto, Rony; Winata, Norma; Masyrobatin, Masyrobatin; Rosita, Faradina; Muslikhah, Siti
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8mmf0e43

Abstract

Diabetes melitus adalah jenis penyakit yang tidak menular dengan jumlah kasus yang terus menerus bertambah setiap tahunnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat Desa Sambiroto, khususnya mitra dari Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bojonegoro, mengenai pemanfaatan buah kersen (Muntingia calabura L.) sebagai teh celup herbal penurun kadar gula darah. Buah kersen dikenal memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antioksidan yang berpotensi menurunkan kadar glukosa darah secara alami. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan, mulai Maret hingga Agustus 2025, dan melibatkan dosen serta mahasiswa dari Prodi S1 Farmasi STIKes Rajekwesi Bojonegoro. Metode pelaksanaan mencakup tiga proses atau tahapan, yang mencakup persiapan, pelaksanaan (edukasi dan pelatihan langsung), evaluasi dan penyelesaian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai tanaman obat, khususnya buah kersen, serta kemampuan dalam mengolahnya menjadi teh celup yang higienis dan siap dikonsumsi. Selain itu, kegiatan ini memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama penyandang disabilitas, dalam mengembangkan produk herbal lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi alternatif pemanfaatan sumber daya alam lokal untuk peningkatan kesehatan masyarakat secara mandiri dan berdaya saing.
OPTIMASI SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) SEBAGAI SUPLEMEN KESEHATAN Dewi, Belinda Arbitya; Cahyati, Happy Nur; Setianto, Rony
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4951

Abstract

Khasiat obat tanaman kelor (Moringa oleifera L.) telah terbukti dibuktikan secara ilmiah dan banyak digunakan oleh masyarakat. Kelor (Moringa oleifera L.) yang dijadikan untuk obat pada bagian daun karena mengandung zat sebagai antioksidan, tanin, terpenoid, alkaloid, saponin, dan flavonoid yang mudah larut dalam air. Mengetahui apakah sediaan serbuk effervescent dapat dihasilkan dari formulasi ekstrak dari daun kelor (Moringa oleifera L.) serta mengetahui karakterisitik pengujian sifat fisiknya. Pelarut etanol 96% digunakan dalam proses maserasi. Formulasi yang digunakan dalam penelitian menunjukkan perbedaan antara komposisi asam dan basa. Komposisi basa menggunakan natrium bikarbonat, sedangkan komposisi asam yaitu asam tartat dengan asam sitrat. Kandungan asam tartat, asam sitrat dan natrium bikarbonat yang digunakan sebanyak F1 (10, 5, 25), F2 (20, 10, 30), dan F3 (30, 15, 35). Evaluasi sediaan effervescent yaitu meliputi pengujian organoleptis (warna, bentuk, rasa, aroma), pengujian pH, pengujian sudut diam, pengujian kadar air (kandungan air pada sediaan), pengujian waktu dispersi (waktu larut) dan pengujian waktu alir yang dilakukan replikasi tiga kali setiap pengujian. Pada pengujian organoleptis, F3 memiliki rasa yang lebih asam, hal ini dikarenakan pada F3 memiliki kandungan asam sitrat dan asam tartat lebih banyak. Uji Kadar air pada sediaan serbuk effervescent memenuhi persyaratan, yakni <5%. Kandungan asam tartat akan mempengaruhi terhadap waktu alir sediaan, pada F3 waktu alir lebih cepat. Seratus gram granul, waktu alir kurang dari sepuluh detik sesuai standar. Hasil pH F3 lebih besar dikarenakan menggunakan konsentrasi asam yang paling besar. Pengujian sudut diam ketiga formulasi memenuhi persyaratan yaitu tidak lebih besar dari 40o. Kandungan asam sitrat pada F3 paling besar sehingga pada pengujian sudut diam memiliki hasil lebih besar lebih besar dikarenakan. Pengujian waktu dispersi F1 memiliki waktu larut lebih cepat dibandingkan yang lainya dikeranakan kandungan laktosa F1 paling banyak, sehingga kelarutannya lebih cepat. Ekstrak daun kelor (Moringga oleifera L.) dapat digunakan pada pembuatan serbuk effervescent. Sebagai hasil dari evaluasi F1, formula ekstrak dari daun kelor (Moringga oleifera L.) memiliki karakteristik serbuk effervescent yang paling baik.
FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) Steenis): FORMULATION OF BINAHONG LEAF EXTRACT LIQUID SOAP (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) Setianto, Rony; Dwi Sandra, Erika; Arbitya Dewi, Belinda; Yaqya, Moh; Winata, Norma; Farah Septinellya, Cinthya; Muslikhah , Siti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tanaman binahong (Anredera cordifolia) memiliki kandungan alkaloid, saponin, flavonoid dan polifenol. Kandungan flavonoid sebagai senyawa yang diperoleh dari tanaman binahong bisa ditemui di batang, daun, bunga, dan umbi-umbian yang khasiatnya dijadikan sebagai antimikroba. Untuk membuat formulasi sediaan sabun cair ekstrak daun binahong (Anredera cordfiolia) dengan konsesntrasi variasi CMC, untuk mengetahui formulasi sediaan sabun cair ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) memiliki karakteristik yang baik dan memenuhi standart SNI. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang bertujuan untuk membuat formulasi ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia). Pembuatan ekstrak daun binahong menggunakan metode maserasi. Formula sabun cair dibuat dalam 3 formula dengan konsesntrasi variasi CMC. Formulasi sabun cair ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) dievaluasi selama 1 minggu meliputi uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas dan uji viskositas. Dari hsil penelitian ekstrak daun binahong dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cair. Sabun cair pada formula F1 adalah sediaan yang paling baik. Ekstrak etanol 70% daun binahong (Anredera cordifolia) dapat dibuat menjadi sediaan sabun cair yang sesuai kriteria SNI dengan konesntrasi variasi CMC. Kata kunci : Esktrak daun binahong, sabun cair, formulasi ABSTRACT Tje binahong plant (Anredera cordifiolia) contains alkaloids, saponins, flavanoids and polyphenols. The flavanoid content as a compound obtained from the binahong plant can be found in the stems, leaves, flowers and tubers whose properties are antimicrobial. To make a formulation liquid soap from binahong leaf extract (Anredera cordifolia) with varying concentrations of CMC, to find out that the formulation for liquid soap from binahong leaf ektract (Anredera corfiolia) has good characteristics and meets SNI standarts. This research is an experimental study which aims to create a formulation of binahong (Anredera cordifolia) leaf extract. Making binahong leaf extract using the maceration method. The liquid soap formula is made in 3 formulas with varying concentrations of CMC. The liquid soap formulation of binahong leaf extract (Anredera cordifolia) was evaluated for 1 week including organoleptic tests, pH tests, homogeneity tests and viscosity test. From the research results, binahong leaf extract can be formulated into a liquid soap preparation. Liquid soap in the F1 formula is the best preparation. 70% ethanol extract of binahong leaves (Anredera cordifolia) an be made into a liquid soap preparation that meets SNI criteria with varying concentrations of CMC. Keywords : Binahong leaf extract, liquid soap, formulation
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Sediaan Herbal Desa Margomulyo Balen Bojonegoro Belinda Arbitya Dewi; Rony Setianto; Zakki Alawi; Annisaatu Nurma Nada Nia; Devi Eka Puspita Sari
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cqt8hr03

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan masyarakat Desa Margomulyo, khususnya anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bojonegoro, dalam mengolah tanaman herbal lokal menjadi berbagai bentuk sediaan herbal seperti jamu, teh celup, serta produk olahan berbasis bahan alami. Kegiatan ini berlangsung selama dua bulan, yakni pada November hingga Desember 2025, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Farmasi STIKes Rajekwesi Bojonegoro. Proses pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan yang mencakup edukasi dan pelatihan langsung, serta tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan peserta mengenai khasiat tanaman herbal dan keterampilan mereka dalam melakukan proses pengolahan yang higienis dan aman. Selain memberikan manfaat di bidang kesehatan, kegiatan ini juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi kelompok disabilitas melalui pengembangan produk herbal lokal yang memiliki nilai jual. Secara keseluruhan, program ini diharapkan dapat menjadi upaya berkelanjutan dalam memberdayakan masyarakat serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam lokal guna mendukung kemandirian ekonomi dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Edukasi Pemanfaatan Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Labu Kuning (Cucurbita moschata)  dan kunyit (Curcuma longa L.) untuk Pencegahan Stunting di Desa Margomulyo Balen Bojonegoro Anjarwati, Dina; Dewi, Belinda Arbitya; Setianto, Rony; Masyrobatin, Masyrobatin; Ahsani, Irfan; Winata, Norma; Rosita, Faradina; Febrianti, Dimas Dwiari; Putri, Meisya Amellia
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7e94fa02

Abstract

Kondisi stunting menggambarkan terjadinya defisit nutrisi berkepanjangan yang berimplikasi pada gangguan pertumbuhan fisik serta perkembangan fungsi kognitif pada anak sehingga memerlukan upaya pencegahan berkelanjutan melalui intervensi gizi yang tepat. Di Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, ditemukan 45 kasus stunting pada balita yang memerlukan perhatian khusus. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai stunting serta Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal (PMT) inovatif. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Januari–7 Februari 2026 di Dusun Lemahbang melalui pendekatan edukatif dan difusi IPTEKS berupa penyuluhan serta diskusi interaktif tentang PMT berbahan labu kuning (Cucurbita moschata) dan kunyit (Curcuma longa L.), dengan evaluasi menggunakan instrumen evaluasi awal dan akhir terhadap peserta, serta bahan pembelajaran yang diberikan juga mencakup pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi balita sebagai upaya pencegahan stunting. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan Bahan makanan setempat yang tersedia secara luas di sekitar lokasi. Aktivitas ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan para peserta. terkait stunting dan gizi seimbang. Pemanfaatan pangan lokal sebagai PMT inovatif diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi gizi yang mudah diterapkan di masyarakat serta mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini berpotensi meningkatkan derajat kesehatan balita di Desa Margomulyo.
Optimalisasi Peran Kuliah Kerja Nyata  dalam Upaya Pencegahan Stunting dan Deteksi Dini Hipertensi di Masyarakat Desa Margomulyo Balen Bojonegoro Harianti, Isma Salsa Billa; Setianto, Rony; Dewi, Belinda Arbitya; Winata, Norma; Rahmadini, Caesarianti; Yulina, Rahma
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pjjqzv12

Abstract

Stunting dan hipertensi merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang masih banyak dijumpai di wilayah pedesaan dan memerlukan intervensi promotif serta preventif yang berkelanjutan. Desa margomulyo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro termasuk wilayah yang menghadapi kedua permasalahan tersebut, ditandai dengan ditemukannya balita stunting dan tingginya resiko hipertensi pada kelompok lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dalam upaya pencegahan stunting dan deteksi dini hipertensi melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, sosialisasi kesehatan, skrining tekanan darah, demonstrasi pembuatan jamu JASAREH berbasis tanaman obat keluarga (TOGA), serta edukasi gizi disertai inovasi PUDCAU sebagai pemberi makanan tambahan pada balita. Para profesional kesehatan, kader, dan anggota masyarakat setempat berpartisipasi dalam program yang berlangsung dari tanggal 7 Januari hingga 7 Februari 2026. Temuan menunjukkan peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dan pencegahan stunting dan hipertensi. Program ini berpotensi membantu upaya peningkatan kesehatan masyarakat desa secara berkelanjutan karena pendekatan pengajaran, jika dikombinasikan dengan pengalaman praktis, telah terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengadopsi perilaku sehat.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Suplemen Herbal Sistem Imun Untuk Disabilitas Dalam Rangka Hari Disabilitas Internasional Belinda Arbitya Dewi; Rony Setianto; Norma Norma; Faradina Rosita; Muhammad Idris
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2022): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v4i2.8433

Abstract

Peranan masyarakat dalam membangun jiwa dan mental penyandang difabel perlu mendapatkan perhatian khusus, kampus sebagai lembaga tri dharma perguruan tinggi diharapkan mempunyai peranan aktif  dalam pemberdayaan dan pendampingan. Stigma negatif difabel tidak bisa produktif, membebani orang lain dapat membuat penyandang disabilitas mengalami trauma serta kecemasan untuk menjalani kehidupan sosialnya. Sinergisitas pemerintah, masyarakat, swasta dan perguruan tinggi merupakan terobosan  baik untuk motivasi  difabel bisa berkarya, berinovasi dan mandiri dalam mengembangkan kompetensinya. Prodi S1 Farmasi STIKES Rajekwesi Bojonegoro mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat kepada penyandang disabilitas dengan memberikan pelatihan pembuatan suplemen herbal untuk meningkatkan sistem imun. Pelatihan ini bertujuan mengedukasi masyarakat, pelatihan dan meningkatkan ketrampilan untuk mandiri kepada penyandang Disabilitas. Kegiatan ini diharapkan disabilitas menjadi produktif. Kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan HUT disabilitas Internasional yaitu bulan Desember, berlokasi di Desa Margomulyo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah bahan alam sesuai dengan keunggulan prodi S1 Farmasi berupa pembuatan produk suplemen herbal jahe sere dalam bentuk kemasan. sehingga dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan bahan alam untuk pembuatan suplemen herbal. The role of the community in building the soul and mentality of people with disabilities needs special attention, the campus as a higher education tri dharma institution is expected to have an active role in empowerment and mentoring. The negative stigma of people with disabilities cannot be productive, burdening others can make people with disabilities experience trauma and anxiety to live their social lives. The synergy of the government, the community, the private sector, and universities is a good breakthrough for the motivation of people with disabilities to be able to work, innovate and be independent in developing their competencies. S1 Pharmacy Study Program STIKES Rajekwesi Bojonegoro held community service activities for people with disabilities by providing training on making herbal supplements to improve the immune system. This training aims at educating the community, training, and improving skills to be independent for persons with disabilities. This activity is expected to be productive for people with disabilities. This activity was carried out to coincide with the International Disability Anniversary in December, located in Margomulyo Village, Balen District, Bojonegoro Regency. The theme of this activity is natural ingredients in accordance with the advantages of the Bachelor of Pharmacy study program in the form of making herbal supplements of ginger sere in packaged form. so that in this community service activity, natural ingredients are used to make herbal supplements.
Evaluation of the Pulmonary Tuberculosis Control Program Muh Khindri Alwi; Asni Hasanuddin; Rony Setianto; Fidrotin Azizah; Belinda Arbitya Dewi; Nilam Fitriani Dai; Ardiansah Hasin; Jurnal Syarif
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 6 (2023): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i6.3791

Abstract

Pulmonary Tuberculosis is still a priority health problem in Indonesia, and around 1.5 M people experience TB resistance where the treatment rate is only 38% in 2019 and the global TB treatment rate is only 57% successful, resistant TB costs a lot, is difficult treated so that it becomes a priority for global TB control programs. The high burden of disease and treatment for patients, poor recovery, mortality, and high mortality lead to distress for patients, families, and caregivers. This study aims to determine the success of the program, program achievements include detection rates, conversion rates, cure rates and cross checks, as well as management of human resources and facilities in implementation, as well as obstacles to pulmonary TB disease control programs in Pangkep Regency, the research method used is descriptive to obtain an overview of the P2TB Pulmonary Program in Pangkep Regency. Based on the results of the evaluation of the P2TB program at the community health centers, when viewed from the input aspect, the process is still not in accordance with the applicable requirements and guidelines, the detection of positive smear patients does not reach the target, the cure rate is low below the national target, the error rate is unknown because no cross check is carried out, so it is necessary to have officer training and refreshing courses for laboratory staff, carry out cross checks and cross-program collaboration and PMO guidance, and there is a need for screening activities in areas where there are many sufferers.