Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Korelasi Kadar C-Reaktif Protein dengan Persentase Eosinofil pada Pasien Covid-19 Nurul Qomariah; Rohmi; Fihiruddin Fihiruddin; Nurul Inayati
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol. 15 No. 2 (2023): July Edition
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jti.v15i2.2100

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) merupakan virus corona baru yang dikenal sebagai Covid-19. Pemeriksaan skrining seperti C-reaktif protein dapat dilakukan pada saat timbulnya gejala klinis. infeksi SARS-CoV-2 dapat menyebabkan peradangan yang mengakibatkan meningkatnya kadar C-reaktif protein. Peradangan dapat diketahui dengan pemeriksaan hitung persentase eosinofil dimana sel ini berperan dalam sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi virus. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya korelasi antara kadar C-reaktif protein dengan persentase eosinofil pada pasien Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik menggunakan rancangan survey cross sectional dengan pendekatan observasi. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling. Sebanyak 24 sampel dari penderita Covid-19 dilakukan pemeriksaan eosinofil dan kadar C-reaktif protein. Uji statistik hasil pemeriksaan dilakukan analisis bivariate dengan rumus korelasi pearson. Hasil penelitian didapatkan rerata eosinofil yaitu 2,5% dan rerata kadar C-reaktif protein 13,56 mg/L. Hasil uji statistik didapatkan nilai p= 0,037<0,05 dan nilai r= -0,428 sehingga menunjukkan nilai yang signifikan dan korelasi antara persentase eosinofil dengan kadar C-reaktif protein. Terdapat korelasi antara penurunan persentase eosinofil dengan peningkatan kadar C-reaktif protein pada pasien Covid-19.
Resistance Analysis Of Several Antibiotics in Samples of Clinical Isolates With Salmonellosis Shohifatul Wahyuni; Iswari Pauzi; Yunan Jiwintarum; Fihiruddin Fihiruddin
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v11i1.357

Abstract

Typhus is a systemic infection caused by Salmonella typhi bacteria, which is usually transmitted through contaminated food or drink, usually treated with antibiotics. Inappropriate use of antibiotics causes various problems, one of which causes resistance. This resistance problem has become a global problem, including in Indonesia where there is an increase in bacterial resistance from 2013 which is 40%, 2016 as much as 60% and in 2019 reached 60.4%, due to irrational use of antibiotics so that bacteria become resistant to drugs. This study aims to determine the description of resistance to several antibiotics in clinical isolates of patients with Salmonellosis This study is a pre-experimental study, with a cross sectional approach. The samples used were pure isolates of Salmonella typhi bacteria obtained from blood samples of Salmonellosis patients, then tested for resistance with 5 different types of antibiotics (Ciprofloxacin, Amoxicillin, Levofloxacin, Cefotaxime and Sulfamethoxazolle-trimethopim) with the disk method (Kearby Beaure). The number of experimental units is 25 units, with the number of replications is 5 replications. The results showed that the five types of antibiotics were sensitive to Salmonella typhi bacteria with the highest antibiotic sensitivity being Ciprofloxacin while the antibiotic that had the lowest sensitivity was Amoxicillin. From the results, it can be concluded that the resistance test of the five antibiotics (Ciprofloxacin, Amoxicillin, Levofloxacin, Cefotaxime and Sulfamethoxazolle-trimethopim) is sensitive. 
The Relationship Of Serum Creatinine Levels And Urine Creatinine In Workers In PenimbungVillage Dwi Kurnia Febrianti kurnia; Siti zaetun; Ida Bagus Rai Wiadnya; I wayan Getas; Fihiruddin Fihiruddin
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i1.16

Abstract

Latar Belakang: Kreatinin merupakan hasil metabolis dari kreatinin dan fosfokreatinin. Kreatinin difiltrasi di gromerulus dan di reabsorpsi di tubular. Proses awal biosintesis kreatinin berlangsung di ginjal yang melibatkan asam amino arginin dan glisin. Kreatinin adalah produk akhir dari metabolis yang dikeluarkan melalui ginjal. Tujuan : untuk mengetahui hubungan kadar kreatinin serum dan kreatinin urine pada buruh di Desa Penimbung. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional Analitik yaitu penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar kreatinin serum dan kreatinin urine pada buruh di Desa Penimbung secara deskriptif berdasarkan hasil pemeriksaan kadar kreatinin. Hasil : Nilai kadar tertinggi untuk kreatinin serum adalah 5,72 mg/dl dan nilai kadar tertinggi untuk kreatinin urine adalah 5,0 g/dl. Kesimpulan: hasil uji korelasi spearmen diperoleh nilai signifikan 0,080 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan kadar kreatinin serum dan kreatinin urine pada buruh di Desa Penimbung. Rerata kadar Kreatinin serum pada buruh di Desa Penimbung 4,22 mg/dl. Rerata kadar kreatinin urine pada buruh di Desa Penimbung 4,60 g/dl. Terdapat hubungan kadar kreatinin serum dan kreatinin urine pada buruh di Desa Penimbung.
Pengaruh Lama Menjalani Pengobatan Anti Tuberkulosis Terhadap Kadar Albumin pada Penderita Tuberkulosis Astriani, Astriani; Fihiruddin, Fihiruddin; Resnhaleksmana, Ersandhi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i2.2235

Abstract

Latar Belakang: Obat anti tuberkulosis seperti rifampisin serta isoniazid dapat merangsang tubuh untuk memproduksi TNF α. Tingginya kadar TNF α dapat mengganggu produksi albumin serta menurunnya messenger ribonucleic acid (mRNA) albumin. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Hasil: Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar albumin pada penderita tuberkulosis yang mengkonsumsi obat anti tuberkulosis 2 bulan = 3.2 gr/dL, 3 bulan = 3.1 gr/dL dan 4 bulan = 2.7 gr/dL. Kesimpulan: Terdapat kadar albumin yang mengkonsumsi obat anti tuberkulosis 4 bulan lebih rendah dibandingkan kadar albumin yang mengkonsumsi obat anti tuberkulosis 3 bulan dan 2 bulan.
Edukasi Dan Pemeriksaan Golongan Darah Sistem ABO Pada Siswa Sekolah Dasar Inayati, Nurul; Fihiruddin, Fihiruddin
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 6 No. 2 (2024): December Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jimi.v6i2.3625

Abstract

Gangguan pada darah dapat mempengaruhi proses metabolisme tubuh dan mengakibatkan terjadinya penyakit gagal ginjal serta kesalahan transfusi darah. Pemeriksaan golongan darah yang tidak tepat sebelum transfusi menyebabkan reaksi imunologis seperti anemia hemolitik, syok dan kematian. Pemeriksaan golongan darah dilakukan agar masyarakat mengetahui jenis golongan darah untuk antisipasi jika membutuhkan transfusi darah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan edukasi dan mengetahui jenis golongan darah siswa Sekolah Dasar melalui pemeriksaan golongan darah sistem ABO. Tahap persiapan dilakukan observasi dan sosialisasi. Tahap pelaksanaan terdiri dari edukasi, diskusi tanya jawab dan pemeriksaan golongan darah. serta evalusi pada tahap akhir. Edukasi sangat efektif memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya mengetahui golongan darah. Jumlah siswa golongan darah O sebanyak 67 orang (52%), golongan darah A sebanyak 21 orang (16%), golongan darah B sebanyak 34 orang (26%) dan golongan darah AB sebanyak 8 orang (6%).
Differences In Lipid Profiles In Diabetes Mellitus Patients Based On Cigarette Consumption Fihiruddin, Fihiruddin; Putri, Ananda Kinanti; Manu, Thomas Tandi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 12, No 1 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v12i1.369

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic condition characterized by hyperglycemia and abnormalities in protein, lipid and carbohydrate metabolism. Smoking is one thing that can cause DM. Smoking as a risk factor for insulin resistance. An increase in lipid profile is directly related to insulin resistance, which increases blood sugar levels by increasing lipolysis and decreasing lipogenesis in fat cells. To determine differences in lipid profiles (total cholesterol, HDL, LDL, triglycerides) in diabetes mellitus sufferers based on cigarette consumption. This research is Analytical Observational using secondary data with an approach Cross Sectional. The sampling method used in this research was purpossive sampling. Data was collected using medical record data on the lipid profile of 48 samples of diabetes mellitus sufferers who consumed cigarettes and analyzed using statistical tests Paired Sample t-test. Were that the mean levels of total cholesterol, HDL, LDL and triglycerides in diabetes mellitus patients who consumed less than 20 cigarettes per day were 228.8 mg/dL, 49 mg/dL, 127.4 mg/dL and 144.4 mg/dL. The mean levels of total cholesterol, HDL, LDL and triglycerides in diabetes mellitus sufferers who consumed more than 20 cigarettes per day were 185.3 mg/dL, 32.7 mg/dL, 116.7 mg/dL and 148 mg/dL. There is a significant difference between the HDL lipid profile in diabetes mellitus patients who consume less than 20 cigarettes per day and more than 20 cigarettes per day.
Efek Imunostimulator Kubis (Brassica Oleracea Var. Capitata Alba) Terhadap Titer Imunoglobulin G (Ig G) Pada Kelinci Yang Diinduksi Dengan Sel Darah Merah Domba Inayati, Nurul; Fihiruddin, Fihiruddin; Getas, I Wayan
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v7i2.196

Abstract

Kubis (Brassica aloracae var.capitata alba) adalah salah satu sayuran yang berpotensi sebagai imunostimulator. Kubis banyak megandung nutrien yang mempunyai nutrisi tinggi seperti vitamin, mineral, dietary fiber, glukosinolates, polyphenol dan phenolic acid. Disamping itu juga kubis mengandung peptida yang berperan sebagai imunoglobulin production stimulating factor (IPSF) sehingga dapat berfungsi sebagai imunostimulator yang akan dapat meningkatkan sistem imun tubuh dengan cara merangsang peningkatan sistem fagositik dan produksi interleukin 5. Penelitian ini merupakan penelitian ekprimental dengan desain statistic group comparation yang bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kubis (Brassica oleracea capitata alba) untuk meningkatkan pembentukan immunoglobulin G (IgG) pada kelinci yang diinduksi dengan sel darah merah domba 2 %. Hewan coba yang digunakan dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hewan coba yang akan digunakan adalah kelinci dengan berat 700 – 800 gr sebanyak 20 ekor yang akan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah dengan uji heamaglutinasi dengan mengamati terjadinya aglutinasi antara serum yang diambil dari darah kelinci dengan sel darah merah domba   (SDMD) 2 %. Rata-rata titer Imunoglobulin G (IgG) pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol masing-masing adalah 2.26 µl/ml dan 1.62 µl/ml. Hasil uji statistik dengan paired t test dengan tingkat kepercayaan 0,95 % menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan ( p < 0,05) antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yaitu dengan nilai signifikannya adalah 0,043.
Resistance Analysis Of Several Antibiotics in Samples of Clinical Isolates With Salmonellosis Wahyuni, Shohifatul; Pauzi, Iswari; Jiwintarum, Yunan; Fihiruddin, Fihiruddin
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v11i1.357

Abstract

Typhus is a systemic infection caused by Salmonella typhi bacteria, which is usually transmitted through contaminated food or drink, usually treated with antibiotics. Inappropriate use of antibiotics causes various problems, one of which causes resistance. This resistance problem has become a global problem, including in Indonesia where there is an increase in bacterial resistance from 2013 which is 40%, 2016 as much as 60% and in 2019 reached 60.4%, due to irrational use of antibiotics so that bacteria become resistant to drugs. This study aims to determine the description of resistance to several antibiotics in clinical isolates of patients with Salmonellosis This study is a pre-experimental study, with a cross sectional approach. The samples used were pure isolates of Salmonella typhi bacteria obtained from blood samples of Salmonellosis patients, then tested for resistance with 5 different types of antibiotics (Ciprofloxacin, Amoxicillin, Levofloxacin, Cefotaxime and Sulfamethoxazolle-trimethopim) with the disk method (Kearby Beaure). The number of experimental units is 25 units, with the number of replications is 5 replications. The results showed that the five types of antibiotics were sensitive to Salmonella typhi bacteria with the highest antibiotic sensitivity being Ciprofloxacin while the antibiotic that had the lowest sensitivity was Amoxicillin. From the results, it can be concluded that the resistance test of the five antibiotics (Ciprofloxacin, Amoxicillin, Levofloxacin, Cefotaxime and Sulfamethoxazolle-trimethopim) is sensitive. 
Pengaruh Konsumsi Tuak Terhadap Kadar Asam Urat Pada Masyarakat Dewasa di Desa Jagaraga Timur Juliantini, Ni Komang; Fihiruddin, Fihiruddin; Jiwantoro, Yudha Anggit
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i1.256

Abstract

Tuak is a type of alcoholic drink made from palm sugar. Excessive consumption of tuak continuously can increase the levels of uric acid in the body. Uric acid is the end product of purine metabolism. This study aimed to determine the effect of tuak consumption of uric acid levels in the adult community in East Jagaraga Village. This research is an analytical observation using a cross-sectional approach. The sampling technique was a simple random sampling of 48 people, namely 24 adults that consumed tuak and 24 adults who did not consume tuak. Data analysis in SPSS used an independent sample t-test. The average uric acid levels in 24 respondents that consumed and did not consume tuak were 7.46 mg/dl and 4.92 mg/dl, respectively. The results show that there is an effect of tuak consumption uric acid levels in the adult community in the East Jagaraga Village, this is shown in a probability value (p = 0.000) <0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted. From these results, it can be concluded that the consumption of tuak in the long term affects increasing uric acid levels.
IMPLEMENTASI COMMUNITY-BASED PARSIPATORY DAN PEMERIKSAAN ANTI-TB UNTUK DETEKSI DINI TUBERKULOSIS Fihiruddin, Fihiruddin; Hanafi, Fachrudi; Inayati, Nurul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29804

Abstract

Abstrak: Kasus tuberkulosis masih banyak ditemukan tetapi pemahaman masyarakat tentang tuberkulosis masih rendah, sehingga diperlukan upaya preventif untuk mencegah peningkatan kasus tuberkulosis. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tuberkulosis dan deteksi dini tuberkulosis melalui pendekatan Community-Based Parsipatory dengan melibatkan kader dan peran aktif masyarakat. Metode yang digunakan terdiri dari sosialisasi, penyuluhan, edukasi, diskusi dan tanya jawab, pembentukan kelompok (Community-Based Parsipatory) peduli tuberkulosis dan pelatihan, deteksi dini anti-TB serta monitoring evaluasi. Sasaran pengabdian kepada masyarakat sebanyak 50 orang terdiri dari 25 orang warga masyarakat dan 25 orang kader kesehatan desa, sedangkan sebagai mitra ialah petugas laboratorium Puskesmas dan staf desa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dapat meningkatkan pemahaman sasaran tentang tuberkulosis, sebelum penyuluhan pemahaman sasaran sebesar 20% dan sesudah penyuluhan meningkat menjadi 95%. Hasil monitoring yang dilakukan setiap bulan, ditemukannya satu orang anggota penderita tuberkulosis positif antibodi IgG yang menunjukkan bahwa anggota kelompok masyarakat (Comunity-Based Parsipatory) peduli tuberkulosis berperan aktif melakukan edukasi untuk mencegah penularan tuberkulosis.Abstract: Tuberculosis cases are still widely found but public understanding of tuberculosis is still low, therefore preventive efforts are needed to prevent an increase of tuberculosis cases. This community service aims to improve public understanding about tuberculosis and early detection of tuberculosis through a Community-Based Participatory approach involving village health preceptor and active community participation. The methods used consist of socialization, counseling, education, discussion, interview, formation group of Community-based participatory concerned with tuberculosis, training, early detection of anti-TB, monitoring and evaluation. The target of community service is 50 people consisting of 25 community members and 25 village health Preceptor, while as a Partners of this pragram are laboratory officers of community health centers and village staff. The evaluation results show that counseling can improve understanding of participant about tuberculosis effectively, the understanding of participant before counseling was 20% and increased to 95% after being given counseling. The results of monitoring carried out every month, found one member of the tuberculosis patient who tested positive for IgG antibodies, which shows that members of the community-based participation group who care about tuberculosis play an active role in providing education to prevent the transmission of tuberculosis.