Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penggunaan TikTok Sebagai Media Pembelajaran Pada Mata Kuliah IPA 1 Kuendo, Wilce Anna Cahya; Aini, Mellyatul; Manuel, Maria Yasinta
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 5 No. 1: Juni 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPAK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan media TikTok dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan TikTok nbsp; sebagai media pembelajaran pada mata kuliah IPA 1 Proses penelitian ini terdiri dari 4 tahap yaitu Perencanaan Pelaksanaan Tindakan Pengamatan Observasi Refleksi Penelitian ini juga menggunakan metode observasi untuk mengetahui aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran menggunakan media TikTok nbsp;dan tes evaluasi untuk mengetahui hasil belajar peserta didik Hasil penelitian yang didapat adalah terdapat pengaruh positif dalam penggunaan TikTok nbsp; sebagai media pembelajaran pada mata kuliah IPA 1 Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar peserta didik dan antusiasme juga semangat mereka yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran Persentase hasil belajar peserta didik pada setiap siklus meningkat secara signifikan yaitu 28 57 pada pra siklus 71 43 pada siklus I dan 100 pada siklus II Pada tahapan tindakan siklus I dan Siklus II capaian persentasenya berada pada kategori melampaui dan standar ketuntasan klasikal berada pada angka 81 79 yang artinya TikTok cocok dan berhasil dijadikan media pembelajaran dalam mata kuliah IPA 1 < p>
The Role of Home Gardens in Enhancing Food Security and Biodiversity in Pujon District, East Java: Insights From Local User’s Value Index (LUVI) Analysis Tika Putri Agustina; Musma Rukmana; Fernando Andre Watung; Kurniahtunnisa; Mellyatul Aini
Advances in Tropical Biodiversity and Environmental Sciences Vol. 10 No. 2 (2026): June 2026 - In Progress
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University (LP2M Universitas Udayana)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ATBES.2026.v10.i02.p01

Abstract

Homegardens have long been a vital traditional agroforestry system supporting the livelihoods of Indonesian communities, particularly in terms of food security. This study aims to deepen the understanding of the role of homegardens in national food security by focusing on a case study of the Local User Value Index (LUVI) for food crops in homegardens in Pujon, Malang Regency, East Java. The research methodology involved collecting local knowledge from the community and applying the Pebble Distribution Method (PDM) to calculate the significance value of plants across various utility categories (LUVI). The findings indicate that homegardens play a significant role in meeting local food needs, particularly through the production of food crops, vegetables, fruits, herbs, and natural dyes. Crops such as maize and cassava serve as important staple food alternatives in areas with limited agricultural land. The preference for plant usage is influenced by geographical factors, community preferences, and the utility of the plants. This study provides deeper insights into the potential of homegardens and their role in supporting food security, with the aim of contributing to the advancement of knowledge and agricultural policy development in the future.
Implementasi Stem-Edp untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA dan Keterampilan Kolaborasi Siswa: Penelitian Edelweis I. Tumbelaka; Ferdy Dungus; Fransiska Harahap; Widya A. Tumewu; Mellyatul Aini
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5637

Abstract

This research was conducted at SMP Negeri 1 Amurang in class VIII A as an experimental class, with the aim of finding out whether the implementation of STEM-EDP can improve student learning outcomes on the human respiratory system material and student collaboration skills. This study used a Pre-Experimental Design with a One-Group Pretest-Posttest Design for learning outcome tests, and observations for student collaboration skills data. The results of the study on learning outcomes showed that there was an increase in the average student with a pretest score of 25.84 to 86.87 on the posttest. The N-Gain results obtained an N-Gain Score of 0.8236> 0.7 which is included in the high category and an effectiveness interpretation of 82%> 76% which is included in the effective category. The results of the study on collaboration skills obtained pre-experimental values, as many as 3.23% of students were assessed as less collaborative, and 96.77% were assessed as quite collaborative. When conducting the experiment, 25.81% of students were assessed as very collaborative, and 74.19% of students were assessed as very collaborative. Through the analysis of these two variables, it was concluded that science learning outcomes on the human respiratory system material and students' collaboration skills increased after implementing STEM-EDP in learning.
Sosialisasi Pemanfaatan AI Bagi Guru SMA Negeri 2 Tomohon: Upaya Optimalisasi Pembelajaran Berbasis Teknologi Mellyatul Aini; Herminus Efrando Pabur; Anas Romzy Hibrida
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober, 2025
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jam.v4i3.524

Abstract

INFO ARTIKEL Proses Artikel: Submit  : 12 September 2025 Review : 2 Oktober 2025 Revisi  : 4 Oktober 2025 Diterima : 7 Oktober 2025 Terbit Online : 8 Oktober 2025 Kata Kunci : Artificial Intelligence; optimalisasi pembelajaran; pembelajaran berbasis teknologi; literasi digital guru   Artikel ini membahas pelaksanaan program yang bertujuan mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di SMA Negeri 2 Tomohon. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi digital guru, meskipun AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi penyusunan materi ajar dan mendukung pembelajaran yang dipersonalisasi. Tujuan utama kegiatan ini adalah memetakan kesiapan guru melalui survei eksploratif terhadap 25 responden serta merancang pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Metode yang digunakan meliputi survei kebutuhan, analisis tematik-deskriptif, dan pengembangan modul pelatihan diferensiasi berdasarkan tingkat kompetensi guru. Hasil survei menunjukkan bahwa 41,2% guru belum familiar dengan AI, namun 82,4% tertarik untuk menggunakannya—terutama untuk analisis kesulitan belajar (64,7%) dan pembuatan soal otomatis (58,8%). Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pelatihan bertahap dan praktis, dengan fokus pada penggunaan alat seperti pembuatan RPP otomatis dan materi pembelajaran interaktif. Secara keseluruhan, program ini membantu menjembatani kesenjangan literasi digital serta membangun ekosistem pembelajaran berkelanjutan melalui pembentukan komunitas belajar guru. Studi ini merekomendasikan agar pelatihan berbasis AI diintegrasikan ke dalam program pengembangan profesional guru, khususnya di sekolah dengan karakteristik serupa. Kata Kunci : Artificial Intelligence; optimalisasi pembelajaran; pembelajaran berbasis teknologi; literasi digital guru
Problem Based Learning Bermuatan SSI sebagai Pemberdayaan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Pembelajaran IPA: Kerangka Konseptual Zakaria Sandy Pamungkas; Ferry Budi Prasetya; Mellyatul Aini; Jadnika Dwi Rakhmawan Amrullah; Eka Puspita Kartika Sari; Ika Dewi Sumiati
Al Kawnu : Science and Local Wisdom Journal Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Tadris Biologi, Tadris Fisika, and Tadris Kimia, Universitas Islam Negeri Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/ak.v4i2.16122

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan esensial dalam pembelajaran IPA. Salah satu cara memberdayakan kemampuan pemecahan masalah melalui penerapan pembelajaran problem based learning bermuatan socio-scientific issue yang memberikan kesempatan siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran konseptual terkait model pembelajaran PBL bermuatan SSI dalam memberdayakan kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran IPA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berupa studi kepustakaan untuk mengembangkan kerangka konseptual melalui proses identifikasi dan analisis konsep. Pembelajaran PBL SSI terdiri dari 4 tahapan yaitu pendefinisian masalah, pembelajaran mandiri, investigasi, dan pertukaran pengetahuan. Pembelajaran PBL SSI dapat memberdayakan kemampuan pemecahan masalah pada dimensi identifikasi, analisis, ideasi, perancangan, prediksi, evaluasi. Beberapa teknik penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah dalam Pembelajaran PBL Bermuatan Socio-Scientific Issues (PBL-SSI) adalah penilaian portofolio, penilaian kinerja, dan ujian tertulis. Hasil penelitian ini  diharapkan  dapat  menjadi  acuan  penerapan  PBL SSI dalam memberdayakan kemampuan pemecahan masalah pada pembelajaran IPA. Implikasi penelitian ini dapat mendorong pendidik IPA dalam pengembangan perangkat pembelajaran, yang menekankan pentingnya pendekatan kontekstual dan interdisipliner untuk menumbuhkan keterampilan pemecahan masalah kompleks.
Evaluation of Students’ Collaboration Skills Through Practicum-Based Learning Heri Setiawan; Mizwar Mizwar; Mellyatul Aini; Wilce A. C. Kuendo; Ester C. Wowor
Jurnal Akademika Kimia Vol. 15 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24775185.2026.v15.i3.pp167-174

Abstract

These skills are very important for science education students, especially in carrying out practicum activities. The sample used in this study consisted of 12 science education students in their early semester. The method used in this study is quantitative descriptive. Data in the study were obtained directly from the research subjects. This study used a rubric to assess collaboration skills, with scores ranging from 1 to 4. The research instruments have been validated by five Science Education lecturers and are deemed feasible for measuring students' collaboration skills. The research results, based on the indicators of Contribution, Problem Solving, Working with Others, Time Management, and Investigation Techniques, showed average scores of 3.75, 3.33, 4.00, and 3.50, with all indicators falling into the very good category, while the overall average score was 3.67. The data show that the collaboration skills of science education students during laboratory sessions are very good. The results of this study indicate that collaboration skills play an important role in supporting the success of the learning process. Based on these findings, it can be concluded that early-semester science education students already have very good collaboration skills during practicum activities, as reflected in high achievement across all measured indicators. Therefore, these findings have significant implications both theoretically and practically in the field of education.