Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Upaya Pencegahan Penyakit Hipertensi melalui Pemeriksaan Tekanan Darah dan Pendidikan Kesehatan Pencegahan Hipertensi di Desa Curah Cottok, Situbondo Made Indra Ayu Astarini; Ira Ayu Maryuti; Kristina Pae
BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2023)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/berdaya.v5i3.1008

Abstract

This community service activity aims to increase the knowledge of the elderly regarding the prevention of hypertension, which often occurs in the elderly because, in the elderly, there is a decrease in the elasticity of blood vessels, so they are at high risk of experiencing hypertension. Hypertension can have an impact on the quality of life of the elderly. Prolonged hypertension will cause heart pumping disorders, kidney disease, and neurological diseases. The method used in this activity is in the form of lectures giving health education about hypertension prevention and health checks in measuring blood pressure as early detection of hypertension in the elderly. Participants were given health education utilizing lectures and media like leaflets and posters. Participants are allowed to ask questions if something needs to be understood. Participants in the activity were the elderly and pre-elderly (≥55 years) in Curah Cottok, Situbondo.
HUBUNGAN SELF CARE MANAGEMENT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA Kristina Pae; Ira Ayu Maryuti; Made Indra Ayu Astarini
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 3 No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v3i2.543

Abstract

Latar Belakang: Lansia mengalami hipertensi akibat penurunan fungsi tubuh karena proses penuaan. Penatalaksanaan self care management pada hipertensi sangat dibutuhkan untuk mengurangi komplikasi yang menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal, otak dan keruusakan lainnya. Tujuan: Untuk membuktikan adanya korelasi antara self care management dengan tekanan darah pada lansia Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional, dimana sampelnya sebanyak 26 orang lansia. Tehnik purposive sampling digunakan dalam pemilihan sampel penelitian ini. Hasil yang diperoleh diiuji menggunakan program SPSS 23 dengan metode statistik Pearson dimana signifikansinya adalah α = <0,05. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan alat ukur berupa Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) dan sfigmomanometer untuk menilai tekanan darah lansia. Penelitian ini dilakukan di Desa Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Hasil: Data yang diperoleh saat melakukan uji korelasi Pearson dengan taraf kesalahan (α) = 0,05, adalah nilai self care management dengan tekanan darah sistolik r = - 0,792, p = 0,000 dan nilai self care management dengan tekanan darah diastolik r = - 0,495, p = 0,010. Ini berarti ada hubungan signifikan antara self care management dengan tekanan darah. Kesimpulan: Semakin besar nilai self care management maka semakin rendah tekanan darah pada lansia dan sebaliknya.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Terhadap Penanggulangaan Kegawatdaruratan Bagi Masyarakat Melalui Pelatihan di Desa Curah Cottok, Kapongan, Situbondo, Jawa Timur Kristina Pae; Andrew Joewono
Share: Journal of Service Learning Vol. 10 No. 1 (2024): FEBRUARY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.10.1.44-50

Abstract

Kondisi kegawatdaruratan yang terjadi dimana pun dan kapan pun harus segera diatasi untuk mencegah berbagai komplikasi baik itu kecacatan hingga kematian. Keadaan kegawatdaruratan dapat terjadi akibat faktor alam seperti tejadinya bencana dan ada akibat faktor lainnya seperti penyakit dan kecelakaan. Angka kejadian kegawatdaruratan di Indonesia semakin tinggi setiap tahunnya, oleh sebab itu maka diperlukan kerjasama yang baik antara tenaga medis yang membantu penanggulangan kegawatdaruratan dengan masyarakat sebagai pemberi respon awal terhadap keadaan kegawatdaruratan. Masyarakat diharapkan lebih mengenal tentang tanda-tanda kegawat­daruratan dan penanganan awal ketika terjadi kegawatdaruratan agar tidak terjadi keterlambatan dalam pemberian pertolongan. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penanganan kegawat­dauratan dapat dilakukan dengan memperbanyak sosialisasi, pendidikan kesehatan, dan pelatihan bagi masyarakat. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat saat ini dilakukan di Desa Curah Cottok, Situbondo. Hal ini dikarenakan di desa ini fasilitas kesehatannya tidak memadai dan jaraknya cukup jauh sehingga jika terjadi keadaan kegawatdaruratan diharapkan masyarakat dapat menjadi penolong petama sebelum tenaga medis datang. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Curah Cottok sehingga dapat berperan aktif dalam penanganan kegawatdaruratan. Sebanyak 30 orang kader dan perangkat desa mengikuti kegiatan ini dengan aktif. Pelatihan dilakukan dengan membagi dua sesi pertemuan. Sesi pertama ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanggulangan kegawatdaruratan sehingga menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dalam penyampaian materi oleh fasilitator. Sesi pertama dinilai dengan melakukan pre-test dan post-test untuk meng­evaluasi pengetahuan peseta. Sesi kedua dilakukan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam membantu mengatasi keadaan kegawatdaruratan, disampaikan dengan metode demostrasi oleh fasilitator dan dievaluasi dengan redemonstrasi oleh peserta sesuai dengan SOP yang telah dibuat. Berdasarkan kegiatan di dua sesi tersebut didapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan penanggulangan kegawat­daruratan.
Hubungan Stres Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Kristina Pae; Maria Manungkalit; Paulina Nona Reni
JURNAL NERS LENTERA Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Age-related increases in blood pressure are normal, but persistently high blood pressure can harm the heart, blood vessels, and other organs. Stress triggers hypertension by activating the sympathetic nervous system, causing blood pressure to increase erratically. Correlational analytic with cross sectional approach was used as the design of this research. The independent variable of this study is stress while the dependent variable is blood pressure. The population in this study were all the elderly at Griya Wherda Jambangan Surabaya. The sampling technique used was purposive sampling so that 30 elderly people were selected as respondents. The stress measuring tool used the Perceived Stress Scale (PSS-10) and the respondent's blood pressure measurement used sphygmomanometer. The results of the Pearson correlation test between stress and systolic blood pressure in the elderly obtained a value of r = 0.036, p = 0.851 while stress and diastolic blood pressure in the elderly obtained a value of r = 0.131, p = 0.489. These results prove that there is no relationship between stress and blood pressure in the elderly. Increased blood pressure is not only caused by stress but there are other factors that also affect both internal and external factors of the elderly.
PENYULUHAN KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS DI DESA CURAH COTTOK, SITUBONDO Astarini, Made Indra Ayu; Maryuti, Ira Ayu; Pae, Kristina; Mare, Agustina Chriswinda Bura
PeKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Bisnis, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/peka.v7i1.5605

Abstract

Diabetes mellitus is a disease whose population is increasing and can occur at all ages. This disease generally appears in the elderly. Diabetes mellitus is characterized by increased glucose levels in the blood. In rural communities, knowledge about this disease is still minimal, so hyperglycemia is usually only discovered when the condition gets worse. Blood sugar levels can be determined through blood sugar checks. The people in Curah Cottok Village have a pattern of consuming quite a lot of sugar. Drinks tend to taste very sweet when consumed. Apart from that, this village also produces crackers where the basic ingredient for making crackers is flour which is another source of carbohydrates. This needs to be watched out for because it can be a factor in increasing blood sugar levels. Increasing community knowledge in rural areas is carried out through health education activities and health consultations. Early detection of diabetes mellitus is carried out through random blood sugar level checks. This community service activity was carried out in Curah Cottok Village, Situbondo. Participants in this activity were 26 people aged 50-80 years. The result of this community service activity is a change in the village community's knowledge from knowing to knowing about diabetes mellitus and the prevention that needs to be done. Another result is data reports on residents who are at risk of developing diabetes mellitus. This data can be used by village officials or village midwives to plan referrals to health facilities or programs to prevent diabetes mellitus complications
GAMBARAN SELF-CARE MANAGEMENT PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI DESA CURAH COTTOK, SITUBONDO, JAWA TIMUR Pae, Kristina; Ayu Maryuti, Ira; Indra Ayu Astarini, Made
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i4.1655

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering di derita lansia dan menyebabkan kematian. Untuk mencegah hal itu maka self-care management harus dilakukan dengan benar oleh setiap penderita yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran self-care management yang dilakukan lansia dengan hipertensi di Desa Curah Cottok. Penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Respondennya merupakan lansia dengan hipertensi di Desa Curah Cottok yang dipilih berdasarkan kesesuaiannya dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan dan menggunakan tehnik purposive sampling sehingga didapatkan 26 responden. Penelitian ini menghasilkan 3 kategori self-care management diantaranya kurang 16 orang (61,5%), cukup 6 orang (23,1%), dan baik 4 orang (15,4%). Self-care managementmerupakan komponen penting dalam pengendalian hipertensi pada lansia. Dengan pengetahuan, dukungan sosial, akses ke sumber daya kesehatan, serta strategi self-care management yang tepat, mereka dapat menjaga tekanan darah mereka di level normal. Peranan tenaga medis juga sangat vital untuk memberikan pendampingan dan motivasi kepada lansia dalam menjalankan self-care management. Dengan demikian, lansia dengan hipertensi dapat menghindari komplikasi serius dan menikmati kehidupan yang sehat.
HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP TINGKAT STRESS, KECEMASAN, DAN DEPRESI PADA REMAJA maryuti, ira ayu; Cempaka, Anindya Arum; Pae, Kristina; Mare, Agustina Chriswinda Bura
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i4.1700

Abstract

Remaja adalah masa peralihan dari usia kanak-kanak ke dewasa. Menurut WHO remaja merupakan penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun, sedangkan menurut Kementerian Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014; remaja merupakan penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun. Pada masa remaja ini belum ada kemantapan dalam diri remaja dan terjadi banyak perubahan baik secara fisik, psikis dan sosial, sehingga rentan muncul masalah yang bisa datang dari dalam diri remaja sendiri maupun berasal dari luar diri diantaranya adalah: stress, kecemasan dan depresi. Pola asuh orang tua sangat berpengaruh pada proses adaptasi remaja, karena orang tua adalah lingkungan terdekat dalam mempelajari segala sesuatu dan menjadi tempat pertama seorang individu beradaptasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan pola asuh terhadap stres, kecemasan dan depresi pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional Rank Spearman. Responden penelitian adalah di Fakultas Keperawatan Universitas Citra Bangsa Kupang sebanyak 170 mahasiswa. Tehnik pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner Scale of Parenting, yang telah dimodifikasi oleh Abdul dan Abidha untuk mengetahui pola asuh, dan kuesioner DASS 42 untuk mengetahui tingkat stress, kecemasan dan depresi. Analisa data penelitian ini menggunakan SPSS. Hasil penelitian berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan pola asuh terhadap tingkat stres didapatkan hasil p= 0,030 (<0,05), polaasuh terhadap kecemasan didapatkan hasil p= 0,024 (<0,05), dan pola asuh terhadap depresi p= 0,052 (>0,05). Berdasarkan hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa pola asuh berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat stres, kecemasan dan depresi pada remaja.
Efektifitas Model Pembelajaran Mandiri Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Pertolongan Pertama Pada Anggota Palang Merah Remaja Wira Pae, Kristina; Wulan Purnama Sari, Ni Putu
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i2.2140

Abstract

Palang Merah Remaja (PMR) Wira adalah generasi muda yang menjadi salah satu kader kesehatan yang dikembangkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI). Mereka harus dilatih dan dibekali ilmu pengetahuan tentang pertolongan pertama sebelum melaksanakan peran dan fungsinya dalam kegiatan Tri Bhakti, karena mereka merupakan bagian dari masyarakat yang bisa saja menjadi penolong pertama pada kejadian kewatdaruratan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektifitas metode pembelajaran mandiri terhadap peningkatan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada PMR Wira. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pra-eksperimental dengan desain penelitian the one group pretest-posttest. Sample penelitiannya sebanyak 21 orang yang didapatkan melalui convenience sampling. Hasil dari penelitian ini adalah nilai p = 0,000 dapat disimpulkan bahwa metode belajar mandiri efektif digunakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada anggota PMR Wira.
Pelatihan Penanggulangaan Kegawatdaruratan Bagi Masyarakat di Desa Curah Cottok, Kapongan, Situbondo, Jawa Timur Pae, Kristina; Maryuti, Ira Ayu; Astarini, Made Indra Ayu; Joewono, Andrew
BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2023)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/berdaya.v5i3.1115

Abstract

Emergency conditions can occur anywhere and anytime. Medical personnel have an obligation to help deal with this situation, even though it is not uncommon for emergencies to occur in areas that are difficult for medical personnel to reach. Community participation in overcoming this situation before it is handled by the medical team is very important. One of the keys to the success of emergency relief is the provision of assistance from the community, which is the first element in finding the victim. The only health facility in Curah Cottok Village is the Primary Health Center (Puskesmas), which is five kilometers away and medical personnel are rarely available. The aim of health education in this community service activity is to increase the knowledge of the people of Curah Cottok Village and their role in handling emergencies. This activity was attended by 30 cadres and village officials. The methods used are lectures, demonstrations, and discussions. Pre-test and post-test is done by filled the questionnaire. Results: There were differences in the results of the correct answers pre and post the emergency management training. The increase is between 3 and 5 points. Conclusion: After training in emergency management, the community's knowledge has increased.
Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Anak Di Desa Curah Cottok, Kec. Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur Maryuti, Ira Ayu; Astarini, Made Indra Ayu; Pae, Kristina; Mare, Agustina Chriswinda Bura
BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2023)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/berdaya.v5i3.1145

Abstract

Cleanliness is the main key to improving health, especially for children. The hands are the part of the body that is first exposed to the external environment, because everything will be touched or held by the hands. This situation is the main gate for germs/viruses/bacteria to enter the body, as well as teeth. So if hand and teeth hygiene cannot be maintained properly, the body will easily be attacked by disease which will disrupt the child's growth and development process. This health education is provided with the aim of helping to increase knowledge and behavior of clean and healthy living in children. The methods used are: lecture, discussion and demonstration. Participants in this activity are school age children in Curah Cottok village, Situbondo.