Claim Missing Document
Check
Articles

SISTEM TATA KELOLA LAHAN HUTAN SECARA TRADISIONAL MASYARAKAT ADAT GENDANG WASO DI KECAMATAN LANGKE REMBONG KABUPATEN MANGGARAI Vinsensia Dolorosa Golu Ruron; Ludji Michael Riwu Kaho; Elisa Iswandono; Nixon Rammang
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i1.16172

Abstract

Sistem tata kelola lahan hutan secara tradisonal merupakan bentuk kearifan lokal serta tradisi dari masyarakat adat gendang waso yang telah diwariskan secara turun temurun. Tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisis sistem tata kelola lahan secara tradisional, Mengidentifikasi dampak modernisasi terhadap pola pengelolaan lahan tradisional, Menjelaskan strategi adaptasi, dan Menjelaskan peluang integrasi antara sistem pengelolaan lahan berbasis kearifan lokal dengan kebijakan konservasi di TWA Ruteng untuk mendukung keberlanjutan ekosistem. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif dengan pendekatan 10 aspek etnografi serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi dan pemetaan pengelolaan lahan tradisional. Hasil dari penelitian ini yaitu Sistem tata kelola lahan secara tradisional yang diterapkan oleh masyarakat adat gendang waso dihutan bangka poa melalui ritual Barong Wae, Barong Lodok dan Penti, dampak modernisasi mengalami pergeseran besar dalam pengelolaan lahan, strategi adaptasi masyarakat menerima dan beradaptasi, dan terdapat 3 aspek  yang perlu di integrasikan. Sistem tata kelola lahan hutan secara tradisional di kawasan TWA Ruteng yang dijalankan terbukti sangat efektif, ditunjukan bahwa pola tradisional masih relevan sebagai penyeimbang ekologis.
IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK KEARIFAN LOKAL DALAM MENJAGA DAN MELESTARIKAN HUTAN DI DESA TUNABESI KECAMATAN IO KUFEU KABUPATEN MALAKA Maria Henindra Martin Seran; Nixon Rammang; Fadlan Pramatana; Lusia Sulo Marimpan
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i1.16173

Abstract

Kearifan lokal mempunyai arti penting untuk menjaga kerinduan sebuah kebudayaan di suatu tempat, sekaligus agar terus dan tetap terjaga akan kelestariannya. Nilai-nilai yang terkandung di dalam kearifan lokal, sebagai sebuah konsepsi (tersimpan dan tertanam) yang khas milik seseorang, atau kelompok masyarakat. Desa Tunabesi di Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, merupakan salah satu desa yang masih mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan hutan adatnya. Namun, Hutan Adat Kufeu yang berada di desa tersebut belum memperoleh pengakuan hukum secara formal dari pemerintah terkait Surat Keputusan (SK).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kearifan lokal Desa Tunabesi dalam menjaga dan melestarikan hutan, serta mengetahui cara masyarakat mempertahankan nilai-nilai tersebut dari generasi ke generasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masih menjaga nilai-nilai seperti larangan menebang pohon sembarangan, menghindari berlebihan, serta pelaksanaan ritual adat dan sanksi bagi pelanggar. Adat dan peran Tetua Adat menjadi penguat kerinduan tradisi ini. Kearifan lokal terbukti efektif dalam melestarikan hutan, meskipun belum diakui secara hukum. Oleh karena itu diperlukan pengakuan hukum agar masyarakat memiliki perlindungan hukum dalam pengelolaan hutan adat.
Co-Authors Agusthinus Sampeallo Akwilin Nay Ali Warsito Andreas C. Louk Antonius Metris Rampung Arianto Joh Astin E. Mau Bernandus Bernandus Bernandus, Bernandus Christanty Wahyuni Selan Corna Juliuster Marlin Selan Damianus Adar Dian Kana Huru Diana Soli Laxina Ngongo Eldo Carlito Kemis Elfrida Kastila Ine Tiga Elisa Iswandono Elyn Novtansya Pelupessy Erefansius K. Aldi Florentina Jebaru Fransiskus R Meda Heni D A'oetpah Hevenly I.A. Berubu Hilda Audreya Consita Soares I Nyoman W. Mahayasa I Wayan Mudita Ikujram Goasyah Irene Ascicin Johanna Suek Juniawan Amir Kalvein Rantelobo Kamelia S. M. Risna Ludji Michael Riwu Kaho Ludji Michael Riwu Kaho Lusia Sulo Marimpan Lusia Sulo Marimpan Mamie E Pelondo'u Mamie E. Pellondo’u Mamie E. Pelondo'u Mamie Elsyana Pellondo'u Mamie Elsyana Pellondou Margareth H. R. Turwewi Margaretha Tae Maria Helmince Dangga Maria Henindra Martin Seran Maria M. E. Purnama Maria M. E. Purnama Maria Manggiasih Meo Due Maria Margaretha Uge Mario Fernando Eni Embu Marsela Cerlina Melan I Mesakh Neti Nenabu Norman P. L. B. Riwu Kaho Norman P.L.B. Riwu Kaho Norman P.L.B. Riwu Kaho Ofliyani Yeni Sanrina Tabana Oki Hidayat Pamona S. Sinaga Pamona Silvia SINAGA Paulus Un Paulus Un Pramatana, Fadlan Priskila Kurniawat Ayu Prudensia Wea Putri Rai Sae Samuel Abraham Ayub Meko Sarida Oktavia Deku Selvia Alfionita Dhiu Sion Christanto Kaho Hinga Sixta Angrainy Lagur Stefan E. D. Atawatun Stefania Santy Sirik Sukartino Habamananga Suryani Suryani Theodosius Laubase Theresia Luku Lea Leri Trison Meiwilson Heri Veronika Anna Lamen Vinsensia Dolorosa Golu Ruron Vinsensus Dominggus Dolet Wihelmina Seran Wilhelmina Seran Wilhelmina Seran Yohana Chandrya Inggrid Meo Yollis C.S Sakan