Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Literature Review: Sexually Transmitted Diseases In Prisoners Elsa fitri Ana; Chanda Paramitha Bherty; Durotul Yatimah; Retno Dwi Lestari; Niken Grah Prihartanti; Mudhawaroh, Mudhawaroh
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal EduHealt (September), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: The prevalence of sexually transmitted diseases is higher among prison populations compared with the general population. Prisoners have high rates of chronic conditions, and the experience of detention (exposure) generally has a greater impact on health than the length of detention. Aims: This article discusses some of the most important infectious diseases found in prisons. Methods: All research was conducted using a cross-sectional study design and published after 2018. Results: We found HIV, HBV, HCV and Syphilis as common sexually transmitted diseases in prison. HIV incidence was found to be 3.7%, 0.4%, 1.4%, 4.1%, and 1.6%. The incidence of hepatitis B in this study was 3.3%, 6.3%, 16.4%, and 41.5%, while the incidence of hepatitis C was 2.3%, 6.2%, 11.6%, 14.3%, and 18.9%. Syphilis was found in 7.0%, 22.1%, 1.1%, 2.0%, 0 and 1.2%. Conclusion: The incidence of sexually transmitted diseases found in the incarcerated population is high.
“NGAMUMULE BUDAYA SUNDA JATUKRAMI”: ENHANCING CULTURAL LITERACY FOR BRIDAL MAKEUP ARTIST Retno Dwi Lestari; Elais Retnowati; Elsa Fitri Ana; Annisa Ramadhanty; Fathia Maharani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract More than four thousand Bridal Makeup Artists are members of the Indonesian Bridal Makeup Experts Association (HARPI) Melati, West Java, Indonesia. However, less than 5% of them are aware of the meaning, messages, and implied values in traditional West Javanese Bridal. This condition has led to many traditional West Javanese bridal appearances that do not align with their philosophy. Based on this, the Community Service activity offers a cultural literacy workshop on traditional bridal customs for bridal makeup artists in West Java through Work Integrated Learning (WIL). The WIL model allows the workshop to be designed by integrating the theoretical cultural values of traditional West Javanese bridal customs with practice-based learning. The approach used Seminar and Competition with the theme “Ngamumule Budaya Sunda Jatukrami” using methods such as 1) lectures, 2) simulation, 3) practice, and 4) discussions. The teaching material used in this workshop is the book “From Philosophy to Innovation: Garut RA Lasminingrat Bridal Makeup”. This activity resulted in an increased understanding and competence among bridal makeup artists, making them more innovative, productive, and collaborative in preserving the cultural values of West Javanese bridal. Keywords: Work Integrated Learning, Competency, Traditional Bridal Cultural Literacy Abstrak Lebih dari empat ribu Penata Rias Pengantin adalah anggota Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati, Jawa Barat, Indonesia. Namun, kurang dari 5% di antara mereka yang memahami makna, pesan, dan nilai-nilai tersirat dalam rias pengantin tradisional Jawa Barat. Kondisi ini menyebabkan banyak tampilan pengantin tradisional Jawa Barat yang tidak selaras dengan filosofinya. Berdasarkan hal ini, kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan melalui seminar literasi budaya tentang adat pengantin tradisional untuk penata rias pengantin di Jawa Barat melalui Work Integrated Learning (WIL). Model WIL mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya teoretis adat pengantin tradisional Jawa Barat dengan pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan diselenggarakan dengan tema "Ngamumule Budaya Sunda Jatukrami" melalui metode seperti 1) ceramah, 2) simulasi, 3) praktik, dan 4) diskusi. Materi pengajaran yang digunakan dalam seminar ini adalah buku "Dari Filosofi ke Inovasi: Rias Pengantin Garut RA Lasminingrat". Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman dan kompetensi di kalangan penata rias pengantin, sehingga mereka menjadi lebih inovatif, produktif, dan kolaboratif dalam melestarikan nilai-nilai budaya pengantin tradisional Jawa Barat. Kata Kunci: Work Integrated Learning, Kompetensi, Literasi Budaya Pengantin Tradisional
REVITALISASI MASYARAKAT SADAR WISATA DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DESA SIRNAJAYA, KECAMATAN SUKAMAKMUR, KABUPATEN BOGOR Durotul Yatimah; Elsa Fitri Ana; Setiawan Wibowo; Cecep Kuntadi; Adman
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Sirnajaya Village, located in Sukamakmur Subdistrict, Bogor Regency, has significant potential in the tourism sector, particularly in ecotourism, with the presence of Agrowisata Setu Rawa Gede. However, developing tourism potential in this village faces several challenges, such as the lack of community awareness regarding the importance of sustainable tourism management, limited skills in managing natural resources, and inadequate tourism support facilities. This article examines implementing a community service program to empower the Sirnajaya Village community to manage ecotourism potential through revitalizing the local tourism awareness group. The program involves training, mentoring, and strengthening local economic institutions using a participatory approach. The results of this program indicate an increase in community awareness and skills in tourism management, as well as the strengthening of local institutions that support the sustainable development of the village's tourism sector. These findings contribute to village development and community-based tourism development in Indonesia. Abstrak Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata, khususnya ekowisata, dengan keberadaan Agrowisata Setu Rawa Gede. Namun, pengembangan potensi wisata di desa ini dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan wisata yang berkelanjutan, keterbatasan keterampilan dalam pengelolaan hasil alam, serta minimnya fasilitas pendukung pariwisata. Artikel ini mengkaji pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Sirnajaya dalam mengelola potensi ekowisata melalui pendekatan revitalisasi kelompok sadar wisata. Program ini melibatkan pelatihan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan ekonomi lokal dengan menggunakan metode partisipatif. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan wisata, serta penguatan kelembagaan lokal yang mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam konteks pembangunan desa dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Indonesia.
Stigma Theory of the Future of the Elderly in Indonesia and Its Problems Heriyanti, Lesti; Wijayanti, Ayu; Fitriana, Elsa; Soranti, Bouga; Maryani, Sari
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 2 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i2.8266

Abstract

The elderly or elderly group is part of the demographic structure of a country, including Indonesia. This research aims to investigate in depth the dynamics of stigma towards the elderly in Indonesia in the future, taking into account factors of social, cultural and technological change. The research approach used is qualitative with descriptive analysis. The analysis tool used is SWOT. The research results show that stigma towards the elderly is still dominant, with the perception that the elderly are an unproductive group and are a burden on the family. In addition, there are differences in perceptions between the younger and older generations, as well as the influence of social and technological changes on the development of stigma in the future. Therefore, this research not only provides an understanding of current conditions, but also opens up insight into possible changes in stigma towards the elderly along with social, economic and technological developments.
Infeksi Sars-Cov-2 Pada Kehamilan dan Persalinan: Studi Literatur Elsa Fitri Ana; Ade Tyas Mayasari; Komalasari Komalasari; Hikmah Ifayanti; Diani Arif Wahyudi; Wisnu Probo Wijayanto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.961 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.785

Abstract

This study aims to analyze the clinical symptoms and complications of SARS-Cov-2 infection in pregnancy and childbirth. This study is a literature study that analyzes the results of a study containing clinical symptoms and complications of SARS-Cov-2 infection in pregnancy and childbirth in Asian patients. Articles were taken from several databases deemed relevant published in 2020.46 pregnant women with SARS-Cov-2 infection obtained from 5 case studies had the most complications, namely premature rupture of membrane (PROM) (10.87%), fetal distress (8.7%), preterm labor (19.57%), and preeclampsia (6.5%). The gestational age of all mothers at the time of infection was the third trimester (100%). 87% of mothers gave birth by way of a cesarean section. The most clinical symptom was fever (54.35%). Management of the prevention of transmission of SARS-Cov-2 infection in pregnant women is a matter that must be prioritized, this is done to avoid complications and transmission during childbirth and breastfeeding. Selection of the right method of delivery also needs to be considered in preventing mother-to-baby transmission during delivery.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gejala klinik dan komplikasi infeksi SARS-Cov-2 pada kehamilan dan persalinan. Penelitian ini merupakan studi literatur yang menganalisis hasil penelitian yang berisi gejala klinik dan komplikasi infeksi SARS-Cov-2 pada kehamilan dan persalinan pada pasien di Asia. Artikel diambil dari beberapa database yang dianggap relevan yang dipublikasikan tahun 2020. 46 wanita hamil dengan infeksi SARS-Cov-2 yang diperoleh dari 5 studi kasus memiliki komplikasi paling banyak yaitu premature rupture of membrane (PROM) (10,87%), fetal distress (8,7%), partus preterm (19,57%), dan prekelampsia (6,5%). Usia kehamilan seluruh ibu pada saat terinfeksi adalah trimester III (100%). 87% ibu melahirkan dengan cara section cesaria. Gejala klinik yang paling banyak adalah demam (54,35%). Manajemen pencegahan penularan infeksi SARS-Cov-2 pada ibu hamil merupakan hal yang harus diprioritaskan, hal ini dilakukan untuk menghindari komplikasi dan transmisi saat bersalin dan menyusui. Pemilihan metode persalinan yang tepat juga perlu dipertimbangkan dalam pencegahan transmisi ibu ke bayi saat bersalin.
Outreach of HIV/AIDS Disease on Prisoners at Women Prison of Class IIA Jakarta Timur Ana, Elsa Fitri; Ardiana, Meta; Yatimah, Durotul; Lestari, Retno Dwi; Wibowo, Setiawan; Darmawan, Daddy
Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat September 2024
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/aktual.v2i3.252

Abstract

This program aims to enhance the knowledge and understanding of inmates regarding HIV/AIDS while also reducing stigma and discrimination within the prison environment. This program is based on data indicating a higher prevalence of HIV among prisoners compared to the general population. The primary challenges faced include a lack of information and education about HIV/AIDS and limited access to healthcare services within the prison. The program’s methodology includes planning activities with clearly defined goals and targets, forming a working team, and developing educational materials. The program’s implementation involves an initial outreach phase, followed by an educational session consisting of lectures and interactive discussions. Monitoring and evaluation are conducted by collecting data and assessing the activities to measure the program’s effectiveness using interview with prisoner and checklist. A total of 25 participants, aged between 21 and 50 years, participated in this program. The results demonstrated active participation and enthusiasm from the inmates (100%), indicating the program’s success in bridging knowledge gaps and reducing stigma. This program has fostered a healthier, safer prison environment and better-prepared inmates for social reintegration with improved health knowledge. It is hoped that this program can serve as a model for other prisons in Indonesia in the efforts to prevent and combat HIV/AIDS.
Pemberdayaan Ibu-ibu PKK Melalui Pelatihan Daur Ulang Limbah Jerami Padi di Desa Sirnajaya, Sukamakmur Bogor Yatimah, Durotul; Ana, Elsa Fitri; Adman, Adman; Malisi, Chaidar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20626

Abstract

Kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Sirnajaya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor termasuk memprihatinkan, relatif jauh dari indikator masyarakat berdaya. Disisi lain, masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangganya juga tidak memiliki keterampilan hidup (life skill) yang memungkinkan mereka mampu menciptakan produk yang dapat menjadi solusi untuk kehidupan khususnya secara sosial dan ekonomi. Sehubungan dengan itu, mereka perlu diberdayakan, dengan cara diberi pelatihan keterampilan, agar keterampilan hidupnya (life skill) nya meningkat dan pada akhirnya dapat meningkatkan kehidupan sosial ekonomi mereka. Oleh karena itu kami tim Dosen UNJ melakukan kegiatan pelatihan keterampilan pembuatan bingkai foto dari limbah jerami padi  tersebut terhadap ibu-ibu anggota PKK.Tujuan melakukan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk membangun keterampilan hidup mereka khususnya dalam membuat bingkai foto, bagi ibu-ibu PKK Desa Sirnajaya Kecamatan Sukamakmur Bogor sehingga akhirnya mereka mengalami peningkatan sosial ekonomi. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan metode ceramah, yang divariasikan dengan metode demonstrasi dan tanya jawab, serta metode praktik membuat bingkai foto berbasis limbah jerami padi.Pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan dengan (1)Identifikasi kebutuhan terhadap ibu-ibu anggota PKK melalui Focus Group Discussion. (2)Pelaksanaan Kegiatan P2M melalui pemberian teori dan praktik pembuatan bingkai foto(3)Evaluasi dalam proses dan evaluasi di akhir kegiatan pelatihan. (4)Tindak lanjut yakni pengiriman produk pelatihan dalam bentuk bingkai foto berbasis limbah jerami padi ke pihak stakeholder yang ada di Sirnajaya Bogor, yakni pedagang di area Danau Rawagede Sirnajaya Sukamakmur Bogor. Setelah selesai kegiatan pelatihan, ibu-ibu PKK menjadi terampil membuat produk keterampilan bingkai foto yang dijualnya kepada stakeholder. sehingga  akhirnya perekonomian ibu-ibu PKK mengalami peningkatan.
Penyuluhan Kesehatan Sistem Reproduksi Sebagai Upaya Meningkatkan Perawatan Kesehatan Remaja Yatimah, Durotul; Ana, Elsa Fitri; Wibowo, Setiawan; Lestari, Retno Dwi; Adman, Adman
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 4 (2023): December
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.3.4.737-744.2023

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini ditujukan agar remaja peserta penyuluhan tentang Perawatan Sistem Reproduksi memiliki wawasan luas dan terampil untuk mempraktikan cara merawat kesehatan sistem reproduksi. Kegiatan ini dilakukan oleh tim Dosen UNJ di Desa Sukamerta Kecamatan Rawamerta Karawang. Metode penyuluhan dilakukan melalui ceramah, tanya jawab dan diskusi kelompok. Adapun medianya adalah flip chart, slide, film, video, gambar, dan foto tentang alat reproduksi. Proses penyuluhan dilakukan melalui lima tahap, yaitu 1) Tahap sadar, (2) Tahap minat, (3) Tahap menilai, (4) Tahap mencoba, dan (5) Tahap penerapan. Penyuluhan berhasil membuat peserta memahami cara merawat kesehatan reproduksi dan terampil mempraktekannya sesuai tahap-tahap yang tepat.
Hedonic Test of Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz Extract Peel-Off Gel Mask and Gel Serum Ambarwati, Neneng Siti Silfi; Irtawidjajanti, Sri; Armandari, Mari Okatini; Ana, Elsa Fitri; Triyani, Yulia
Journal of Pharmaceuticals and Natural Sciences Vol. 2 No. 1 (2025): J. Pharm. Nat. Sci.
Publisher : B-CRETA Publisher (CV. Borneo Citra Kreatama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70392/jpns.v2i1.1927

Abstract

 The cosmetics industry is experiencing rapid growth as consumer awareness of the importance of safe and effective skincare products increases. This creates an excellent opportunity for natural ingredient cosmetics. Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz has been proven to have bioactive activities, such as antioxidants and anti-elastase, which can potentially be used for skin care, such as preventing premature aging and maintaining skin elasticity. This study evaluates consumer preference levels for peel-off masks and Garcinia dulcis extract serums. The method used was a hedonic test with parameters of aroma, skin feel, texture, color, absorption, viscosity, and drying time on a scale of 1-5. Data were analyzed using the Mann-Whitney U test. The results were that 33.85% of the panelists were neutral towards the serum’s aroma, and 40% did not like the mask’s aroma. A total of 41.54% of the panelists liked the serum’s texture, and 33.85% of the panelists were neutral about liking the mask’s texture. The skin taste parameter showed that 58.46% of the panelists liked the serum, and 36.92% were neutral to liking the mask. The gel serum and peel-off gel mask colors were liked by 46.15% and 44.62% of the panelists, respectively. The gel serum’s absorption rate and the peel-off gel mask’s drying time were liked by 36.92% and 33.85% of the panelists, respectively. 33.85% of the panelists liked the gel serum’s viscosity. The statistical test showed significant differences in aroma, taste, and absorption (p < 0.05). In conclusion, the peel-off gel mask and serum of Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz extract has good potential as a skincare product, although further development is needed to improve the aroma, taste, and drying time.
PENGEMBANGAN PROGRAM PEDULI LINGKUNGAN HIDUP (GREEN HOUSE) SEBAGAI UPAYA BUDIDAYA TANAMAN DI KELURAHAN PUCANG SEWU RW.08 GUBENG, SURABAYA Wulandari, Dayu; Monica Agustie Ningrum; Ilvi Nurfatjrin; Risa Muji Itiyawati; Elsa Fitriana; Nur Wahyu Wardani; Yuni Khoirul Waroh
ADIMA Jurnal Awatara Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Oktober
Publisher : Awatara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61434/adima.v1i1.77

Abstract

Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini dilaksanakan di Kelurahan Pucang Sewu, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya dengan judul “Pengembangan Program Peduli Lingkungan Hidup (Green House) Sebagai Upaya Budidaya Tanaman di Kelurahan Pucang Sewu RW 8 Gubeng Surabaya”, yang bertujuan untuk memberikan lingkungan yang lebih mendekati kondisi optimum bagi pertumbuhan tanaman di wilayah Kelurahan Pucang Sewu melalui pengembangan program peduli lingkungan hidup (green house). Dari data DLH Surabaya pada bulan Juli tahun 2022 mencatat, ada sebanyak 579.718 tanaman yang ditanam tersebar ke seluruh wilayah di Surabaya, tanaman yang rusak sebanyak 127. Melihat kondisi tersebut maka dibutuhkan solusi untuk mengatasi kerusakan pada tanaman. Metode yang digunakan dalam Pengabdian Pada Masyarakat ini adalah Green House. Sasarannya adalah: tanaman yang ada di Kelurahan Pucang Sewu. Harapan hasil kegiatan PPM adalah tanaman terhindar dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, yaitu suhu udara yang terlalu rendah, curah hujan yang terlalu tinggi, dan tiupan angin yang terlalu kencang. Kondisi masyarakat di Kelurahan Pucang Sewu RW 8 sebagian besar penduduknya adalah pekerja. Tujuan dilakukannya PPM ini untuk membantu menurunkan dan mengatasi masalah kerusakan tanaman yang ada di wilayah Kelurahan Pucang Sewu. Hasil dari PPM adalah kader KSH dan Ibu PKK serta warga sekitar mampu memahami dan mengembangkan program peduli lingkungan yakni green house sebagai upaya budidaya tanaman.