Articles
PKM Produksi Batu Bata Ekonomis dengan Abu Sekam Padi di Panyangkalang Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan
Irma Aswani Ahmad;
Nur Anny S. Taufieq;
Amal Amal;
Raeny Tenriola Idrus;
Armiwaty Armiwaty
DEDIKASI Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/dedikasi.v24i2.39481
Abstrak. Â Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM)Â ini adalah kelompok industri kecil pembuatan batu bata di desa Panyangkalang Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Mitra menggunakan kayu sebagai bahan bakar dalam proses pembakaran batu bata merah. Hal ini menimbulkan masalah akibat kelangkaan kesedian kayu di pasaran. Selain itu walaupun didapatkan di pasaran, harganya sangatlah mahal. Oleh karena itu pada kegiatan pengabdian masyarakat ini akan diberikan informasi dan penyukuhan mengenai bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti kayu. Metode pendekatan yang digunakan berupa penyuluhan dan pelatihan mengenai dua hal yaitu pertama adalah penggunaan sekam padi limbah yang diambil dari limbah pabrik beras sebagai bahan bakar. Kedua adalah penggunaan abu sekam padi hasil dari pembakaran menjadi bahan pengganti sebagian tanah liat dalam pembuatan batu bata. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta mampu melakukan setiap tahapan proses pembuatan batu bata sesuai dengan penyuluhan dan pelatihan yang diberikan. Peserta telah berhasil membuat produksinya berupa batu bata merah yang murah dengan penghematan pada bahan bakar yang digunakan.Â
Panen Air Hujan sebagai Alternatif Sumber Air Bersih pada Lahan Perkebunan di Desa Bilalang Kecamatan Manuju
Raeny Tenriola Idrus;
Armiwaty Armiwaty;
Nur Anny S. Taufieq;
Irma Aswani Ahmad;
Gufran D. Dirawan
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (453.023 KB)
Abstrak. Pemenuhan kebutuhan masyarakat akan air bersih dari air tanah sangatlah terbatas dan kurang memenuhi dalam persyaratan air minum. Kondisi ini menjadikan sumber air seperti pemanfaatan dan pengolahan air hujan sebagai alternatif yang perlu dipertimbangkan, sehingga dapat mengurangi pengambilan air tanah terutama pada saat musim hujan. Pemanfaatan kembali sumber daya air menjadi hal yang sangat penting. Berdasarkan berbagai hasil pengamatan dan kondisi masyarakat petani di Desa Bilalang, maka penerapan metode pemanenen air hujan pada lokasi perkebunan petani dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di lahan perkebunan secara komunal sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara bersama-sama,. Metode pelaksanaan yang akan dilakukan berupa metode pendampingan (mentoring) dan metode Partisipatory Rural Approach (PRA). Metode pendampingan dilakukan unruk meningkatkan pemahaman masyarakat dan pengetahuan cara pengelolaan air hujan untuk sumber air bersih rumahtangga. Selain itu merubah paradigma berpikir masyarakat dalam memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan air pada lokasi perkebunan. Metode PRA dilakukan untuk membangkitkan rasa memiliki (sense of belonging) mitra terhadap produk yang akan dikembangkan, dan rasa tanggungjawab (sense of responsibility) mitra terhadap produk dan lingkungan yang ada disekitarnya. Hasil kegiatan program kemitraan masyarakat yaitu tersedianya bak penampungan air pada lahan perkebunan yang dapat dimanfaatkan oleh petani kebun untuk kebutuhan masak, mencuci piring, dan buang air. Masyarakat mitra memahami manfaat pemanenan air hujan untuk kebutuhan air bersih di lahan perkebunan. Selain itu panen air hujan meningkatkan keragaman sumber air bersih, meningkatkan nilai tambah dan mengatasi kekurangan akan air bersih lahan perkebunan pada musim kemarau.Kata kunci: panen air hujan, lahan perkebunan, air bersih
Penyuluhan Rumah Sehat pada Kelompok Karang Taruna di Kabupaten Soppeng
Nur Anny S. Taufieq;
Irma Aswani Ahmad
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (608.204 KB)
Abstract. Environmental quality is less well marked, with many residents who suffer from diarrhea and tuberculosis. Its caused by citizens' lack of knowledge about the importance of healthy homes and healthy home requirements. Improving the quality of the environment can be done through the role of the youth organization. Problems in community service are still common public knowledge of the importance of the home and the terms of a healthy home. Based on the above problems, the community service aims to increase the general understanding of the importance of healthy homes and healthy home requirements. The method used in the public service increases public knowledge of the importance of healthy homes and healthy home terms; the technique used is lectures, discussion, and debate. The results showed that community service activities increase the importance of healthy homes and healthy home terms, showing that motivation and enthusiasm in participating in these materials are very high. Suggestions for community service are: (1) Keep the same activity in other regions to know the importance of healthy homes and requirements, and (2) Should community service activities be carried out sustainably
CHARACTERISTICS OF BRICKS WITH RICE HUSK ASH FROM BRICK PRODUCTION WASTE
Irma Aswani Ahmad;
Fildzah Atika;
Ahmad Rifqi Asrib
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 9 (2022): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (954.322 KB)
|
DOI: 10.55324/ijoms.v1i9.170
Concrete brick is one of the most widely used materials for walls. In fact, in the field, many bricks are damaged quickly, for example, broken or damp. This research aims to discover the process of making concrete brick using husk rice ash as additives and the difference in quality between ordinary brick and brick made from added rice husk ash. Adding rice husk ash is to utilize the husk waste, which is available in huge quantities. This research was conducted in a laboratory, using the analysis technique of compressive strength of the specimen and water absorption according to SNI 03-0349-1989. The results showed that adding rice husk ash percentage increased the absorption capacity of the bricks. Furthermore, the compressive strength of the bricks decreased with the addition of the percentage of rice husk ash. However, the compressive strength and absorption of the bricks with rice husk ash still meet the requirements SNI 03-0349-1989.
Karakteristik Batako Menggunakan Pozolan Organik Dalam Menciptakan Green Material
Nur Anny S. Taufieq;
Irma Aswani Ahmad;
Akshari Tahir Lopa
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1271.628 KB)
Abstract. One of the wastes that can be utilized is Rice Husk Ash (ASP). Rice husk ash is a waste material from processing rice into rice in rice mills, which is not used for further processing. As a waste material for processing mills, rice husk ash is an alternative additive that can substitute for cement. This study aims to determine the characteristics of Rice Husk Ash (ASP) as a cement substitution material in making bricks and to determine the characteristics of rice husk ash (ASP) as a cement substitution material. The results showed that the specimens with ASP 3% contained high SiO2 compounds, namely 60.81%. The test object with 5% ASP contains 40.32% CaO compound. And the test object with ASP 7% contains CaO compound of 32.58%.Keywords: Brick, rice husk ash (ASP)
Sifat Workability Beton Ramah Lingkungan
Irma Aswani Ahmad;
Nurlita Pertiwi;
Nur Anny Suryaningsih Taufieq
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.376 KB)
Salah satu sifat dari beton segar yang mempengaruhi kualitas beton ramah lingkungan yaitu workability dikaji dalam penelitian ini. Beton ramah lingkungan yang diteliti adalah jenis beton yang menggunakan limbah abu sekam padi (ASP) sebagai pengganti sebagian semen.Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilakukan pada Laboratorium Uji Bahan Jurusan PTSP FT UNM. Benda uji beton segar dibuat berdasarkan rancangan campuran mutu beton 20 MPa dengan fas 0.45. Persentase ASP yang digunakan adalah 0% , 5% dan 7.5% dari berat semen.Sifat workability ini diukur dengan 3 parameter yaitu hasil dari uji slump, faktor kepadatan dan bleeding. Berbeda dengan penelitian lain, semen yang digunakan adalah tipe Portland Composite Cement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase ASP, maka nilai slump, faktor kepadatan dan bleeding semakin rendah. Hasil penelitian ini memberikan gambaran jelas mengenai pengaruh persentase abu sekam padi terhadap workability. Hal ini bermanfaat dalam penentuan jumlah air sehingga mendapatkan workability yang layak dalam menciptakan beton ramah lingkungan. Kata kunci: workability, ramah lingkungan, bleeding, faktor kepadatan, slump
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Pada Mata Kuliah Statika dan Mekanika Bahan Melalui Model Pembelajaran Kooperatif
Irma Aswani Ahmad;
Gufran Darma Dirawan
Indonesian Journal of Learning Education and Counseling Vol. 5 No. 2 (2023): Maret
Publisher : ILIN Institute Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31960/ijolec.v5i2.2021
The purpose of this study was to determine student learning activities and outcomes in the subject matter of mechanics and statistics. The research method used is Classroom Action Research (CAR) with a cooperative learning model. The results of the study found that in the first cycle, the learning outcomes of students who took part in the Statics and Material Mechanics lecture material using conventional learning, namely that of 34 students only got an average score of 64.27%. In addition, the increase in learning activities also did not meet student completeness because the number of students who received a minimum score in the good category was still below 75%, namely 42.5%, with the class average value only showing the good category. Furthermore, in cycle II there was an increase in student learning activity of 16.78% with an average class score of 3.41 which indicated a very good category. As for student learning outcomes, the average score was 74.375 in cycle I to 92.00 in cycle II with an increased proportion of learning outcomes of 23.70%. Increasing learning activities in cycle II was successful because the average class value was 3.41 (very good) with a student proportion of 80%. the number of students who follow the learning process. And to improve learning outcomes in cycle II in this study it has fulfilled its success because many students have a minimum KKM score of 90% with an average score of 92.00.
Karakteristik campuran abu sekam padi dan slag sebagai cementituous materials
Irma Aswani Ahmad;
Heru Winarno;
Andi Yusdy Dwiasta
Seminar Nasional LP2M UNM Prosiding Edisi 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Raw material in cement production is a source of natural wealth that is not renewable, namely limestone, silica sand, clay and iron sand. This situation causes the cement productions damage environmental sustainability. Based on this phenomenon, the researchers tried to find other materials that are like cement (cementitious material). According to previous researchers, rice husk ash and slag contain silica in sufficient quantities so that it can be used as a substitute for cement. Therefore the purpose of this research is to use both organic and inorganic waste materials as cementitious materials that are like cement. The research conducted was experimental research. Rice husk ash and slag as cementitious material are examined for chemical characteristics and physics. Test specimens in the form of cement paste are divided into two types, namely control specimens (without rice husk ash and slag) and treatment specimens (husk ash and slag as much as 2.5% - 15% of the weight of cement). Tests performed on cement paste are normal consistency and setting time. Based on the results of normal consistency and setting time, the mixture of rice husk ash and slag can be categorized as cementitious material.
POLA RETAK SAMBUNGAN BALOK BETON BERTULANG PRECAST
Taufieq, Nur Anny Suryaningsih;
Ahmad, Irma Aswani;
Pertiwi, Nurlita
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/ijfs.v10i1.61914
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola retak yang terjadi pada beton bertulang precast hingga memperoleh nilai keruntuhan dari salah satu titik retak balok precast. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan 3 variasi panjang sambungan beton yaitu 20cm, 30cm dan 40cm, masing-masing dengan jumlah 3 sampel. Mutu beton yang digunakan adalah fc’ sebesar 25 MPa. Balok berukuran 15 cm x 20 cm dengan bentang 140 cm, 150 cm dan 160 cm. Pengujian lentur dilakukan terhadap semua balok sampai hancur pada beban maksimum. Selama pembebanan dokumentasi dilakukan untuk merekam perambatan retak yang terjadi sejak retak awal sampai retak pada beban maksimum. Berdasarkan hasil penelitian pola retak yang terjadi pada ketiga balok sangat bervariasi. Terdapat retak awal masing-masing di bagian tengah, ujung sambungan balok dan di tengah-tengah sambungan balok. Keretakan dominan terjadi di bagian sambungan balok dengan tebal yang lebih besar daripada retak di bagian tengah.
Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga dalam Pengolahan Buah Rambutan Menjadi Manisan di Desa Moncongloe
Idrus, Raeny Tenriola;
Armiwaty, Armiwaty;
Romadhani, Noor Fadilah;
Ahmad, Irma Aswani;
Rahman, Muhammad Haristo
PENGABDI PENGABDI: VOL. 4, NO.1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pengabdi.v4i1.46359
Abstrak. Rambutan merupakan tanaman tropis dan termasuk buah musiman dimana buahnya berlimpah jika musim panen tiba, dan masyarakat Desa Moncongloe hanya memanfaatkan untuk dikonsumsi pribadi dan dijual sebagian. Hasil yang melimpah pada musim panen inilah yang membuat nilai jual buah rambutan menjadi rendah sehingga tidak mencukupi biaya pengambilan dan transportasi. Sehingga agak kewalahan dalam memasarkannya dan akhirnya terkadang dibiarkan membusuk dipohonnya. Metode pelatihan pembuatan manisan buah rambutan dilakukan dengan memberikan pelatihan secara langsung kepada kelompok ibu-ibu rumah tangga di Desa Moncongloe berkolaborasi dengan BKMT Mesjid Nurul Ilmi UNM. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang manfaat buah rambutan juga menambah pengetahuan ibu-ibu rumah tangga dalam mengolah buah rambutan agar dapat bertahan lama dengan mengolahnya menjadi manisan buah rambutan. Pada pelatihan kelompok ibu-ibu rumah tangga diberikan pelatihan proses pembuatan manisan rambutan. Kegiatan pelatihan ini selain menambah kreatifitas ibu-ibu rumah tangga dalam mengolah buah rambutan yang hiegenies sekaligus menjadi peluang usaha ibu rumah tangga Desa Moncongloe. Kata Kunci: Rambutan, Manisan, Kreatifitas, Produk Ibu Rumah Tangga