Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Pemanfaaatan Serbuk Kayu Sebagai Bahan Subtitusi ‎Pasir dalam Campuran Beton Ahmad, Irma Aswani; Sampebua, Onesimus; Romadhani, Noor Fadilah; Sitorus, Mentari S
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pemanfaatan limbah biomassa menjadi fokus penting dalam upaya pengembangan material konstruksi berkelanjutan. Salah satu limbah potensial adalah serbuk kayu hasil sisa pembuatan kapal Phinisi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik mikrostruktur dan komposisi kimia serbuk kayu sebagai dasar penilaian kelayakan penggunaannya sebagai bahan substitusi pasir dalam campuran beton. Penelitian ini merupakan tahap awal dari rencana pengembangan produk bata ringan ramah lingkungan berbasis limbah kayu lokal. Pengujian dilakukan secara deskriptif menggunakan analisis Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengamati morfologi permukaan dan Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) untuk mengidentifikasi unsur penyusun material. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa serbuk kayu memiliki struktur berpori dengan serat halus yang masih mempertahankan bentuk alami lignoselulosa. Komposisi unsur yang didominasi oleh boron, karbon, oksigen, dan bromin menunjukkan adanya potensi interaksi kimia dengan sistem ikat semen. Berdasarkan hasil tersebut, serbuk kayu dinilai layak dipertimbangkan sebagai bahan pengganti sebagian pasir pada beton ringan, serta memiliki prospek pengembangan sebagai bahan dasar pembuatan bata ringan ramah lingkungan.Kata Kunci: Serbuk kayu, Mikrostruktur, SEM-EDS, Beton, Bata ringan
Potensi Pemanfaaatan Serbuk Kayu Sebagai Bahan Subtitusi ‎Pasir dalam Campuran Beton Ahmad, Irma Aswani; Sampebua, Onesimus; Romadhani, Noor Fadilah; Sitorus, Mentari S
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pemanfaatan limbah biomassa menjadi fokus penting dalam upaya pengembangan material konstruksi berkelanjutan. Salah satu limbah potensial adalah serbuk kayu hasil sisa pembuatan kapal Phinisi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik mikrostruktur dan komposisi kimia serbuk kayu sebagai dasar penilaian kelayakan penggunaannya sebagai bahan substitusi pasir dalam campuran beton. Penelitian ini merupakan tahap awal dari rencana pengembangan produk bata ringan ramah lingkungan berbasis limbah kayu lokal. Pengujian dilakukan secara deskriptif menggunakan analisis Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengamati morfologi permukaan dan Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) untuk mengidentifikasi unsur penyusun material. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa serbuk kayu memiliki struktur berpori dengan serat halus yang masih mempertahankan bentuk alami lignoselulosa. Komposisi unsur yang didominasi oleh boron, karbon, oksigen, dan bromin menunjukkan adanya potensi interaksi kimia dengan sistem ikat semen. Berdasarkan hasil tersebut, serbuk kayu dinilai layak dipertimbangkan sebagai bahan pengganti sebagian pasir pada beton ringan, serta memiliki prospek pengembangan sebagai bahan dasar pembuatan bata ringan ramah lingkungan.Kata Kunci: Serbuk kayu, Mikrostruktur, SEM-EDS, Beton, Bata ringan
Pengaruh Penggunaan Limbah Slag Dan Abu Sekam Padi Terhadap Daya Serap Pada Bata Ringan Cellular Lightweight Concrete Azzahra, Hanif; Ali, Muhammad Ichsan; Ahmad, Irma Aswani
Sustainable Civil Engineering Journal Vol 1 No 2 (2025): Volume 1 Nomor 2 2025
Publisher : Department of Civil Education FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan abu sekam padi (ASP) sebagai substitusi sebagian semen dan slag nikel sebagai pengganti agregat halus terhadap daya serap air bata ringan berbasis Cellular Lightweight Concrete (CLC). Lima variasi campuran diuji, termasuk variasi normal sebagai kontrol, dengan kombinasi ASP dan slag mulai dari 2,5% hingga 7,5%. Pengujian dilakukan terhadap benda uji menggunakan campuran pasir 5,5 kg, semen 5 kg, air 3 liter, dan foam agent 11 gram. Hasil menunjukkan bahwa nilai penyerapan terendah terjadi pada variasi 2,5% ASP 0% Slag sebesar 17,337%, sedangkan nilai tertinggi dicapai pada variasi 5% ASP 7,5% Slag sebesar 25,126%. Empat dari lima variasi campuran memenuhi standar SNI 8640:2018 dengan batas maksimum penyerapan air sebesar 25%. Hasil ini menunjukkan bahwa abu sekam padi cenderung menurunkan daya serap air, sedangkan penambahan slag dalam kadar tinggi dapat meningkatkan porositas bata ringan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan material bangunan ramah lingkungan melalui pemanfaatan limbah industri dan pertanian secara optimal.
Edukasi Teknologi Bangunan Hijau Bagi Kontraktor Lokal untuk Mewujudkan Kontruksi Berkelanjutan Ahmad, Irma Aswani; Muis, Ulmiah; Mithen, Mithen; Saputra, Ian; Taufieq, Nur Anny S.
PENGABDI PENGABDI: VOL. 6, NO.2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v6i2.79352

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran kontraktor lokal terhadap konsep bangunan hijau sebagai upaya mewujudkan konstruksi berkelanjutan. Rendahnya tingkat penerapan prinsip ramah lingkungan di kalangan kontraktor kecil menjadi dasar perlunya edukasi yang aplikatif dan mudah diterapkan di lapangan. Program dilaksanakan di Kota Makassar dengan melibatkan 25 peserta yang telah memiliki pengalaman kerja lebih dari dua tahun di industri konstruksi. Metode pelaksanaan mencakup empat tahapan, yaitu evaluasi awal (pre-test), penyampaian materi edukasi, diskusi interaktif, dan evaluasi akhir (post-test). Materi utama yang diberikan meliputi sistem rainwater harvesting untuk konservasi air dan konsep recycling construction debris untuk pengelolaan limbah konstruksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 0,31 menjadi 0,70 atau sebesar 39%. Peserta menunjukkan antusiasme dan komitmen untuk mulai menerapkan prinsip bangunan hijau, seperti pemanfaatan kembali material sisa dan sistem penampungan air hujan. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membentuk kesadaran lingkungan dan perilaku konstruksi yang lebih bertanggung jawab. Selain meningkatkan kapasitas teknis, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri lokal dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta pembangunan konstruksi yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Kata Kunci: edukasi, teknologi, bangunan hijau, kontraktor, berkelanjutan
PENINGKATAN KAPASITAS EKONOMI ANGGOTA KELOMPOK TANI MELALUI PELATIHAN PENGELOLAAN LIMBAH PERTANIAN Pertiwi, Nurlita; Ahmad, Irma Aswani; Andayani, Dyah Darma; Jasman, Harianto; Jayanti, Iriyana; Yunus, Sri Rejeki
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36592

Abstract

Abstrak: Limbah pertanian, khususnya sekam padi, masih belum dimanfaatkan secara optimal dan sering menimbulkan permasalahan lingkungan di wilayah pedesaan. Di sisi lain, keterbatasan inovasi dan peluang usaha menyebabkan petani sangat bergantung pada hasil panen sebagai satu-satunya sumber pendapatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam mengelola limbah pertanian berupa sekam padi menjadi sekam bakar yang bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelatihan, dan evaluasi, dengan pendekatan edukatif dan praktis. Pelatihan diikuti oleh 22 anggota Kelompok Tani Kalumpang Jaya dan mencakup penyampaian materi, demonstrasi pengolahan sekam padi menjadi sekam bakar, pembuatan media tanam, serta pengemasan produk. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest dengan instrumen sebanyak 15 butir pernyataan untuk mengukur pengetahuan dan sikap peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta meningkat sebesar 339%, dari kategori sangat rendah (0,193) menjadi kategori sangat tinggi (0,847). Selain itu, sikap peserta meningkat sebesar 116%, dari kategori rendah (1,933) menjadi kategori sangat tinggi (4,175). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan efektif dalam meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan limbah pertanian yang ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.Abstract: Agricultural waste, particularly rice husk, has not been optimally utilized and often causes environmental problems in rural areas. On the other hand, limited innovation and business opportunities have made farmers highly dependent on crop yields as their sole source of income. This community service activity aims to improve farmers’ knowledge, attitudes, and skills in managing agricultural waste, specifically rice husk, into economically valuable rice husk charcoal. The activity was implemented through several stages, namely preparation, training, and evaluation, using an educational and practical approach. The training involved 22 members of the Kalumpang Jaya Farmers Group and included material presentations, demonstrations of rice husk processing into rice husk charcoal, preparation of planting media, and product packaging. Evaluation was conducted using pretest and posttest instruments consisting of 15 statement items to measure participants’ knowledge and attitudes. The evaluation results showed that the average level of participants’ knowledge increased by approximately 339%, from the very low category (0.193) to the very high category (0.847). In addition, participants’ attitudes increased by approximately 116%, from the low category (1.933) to the very high category (4.175). These findings indicate that the training activity was effective in enhancing farmers’ capacity to manage agricultural waste in an environmentally friendly manner and has the potential to sustainably improve the local community’s economy.