Claim Missing Document
Check
Articles

Pemodelan Kerusakan Beton akibat Hujan Asam Menggunakan Software MATLAB Ahmad, Irma Aswani; Pertiwi, Nurlita; Taufieq, Nur Anny S
Journal of Mathematics, Computations and Statistics Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 05 Nomor 01 (April 2022)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Several cities in Indonesia experienced rain with acidity levels below the standard threshold. This condition illustrates that the rainwater is categorized as acid rain. Acid rain causes damage to crops, the aquatic environment, and human disease. This damage also occurred in construction buildings, causing porous concrete and reinforcement. This damage also occurs in construction buildings, causing the concrete and reinforcement to become porous, affecting the durability of the building. The purpose of this study is to predict the decrease in the durability of concrete buildings by making modeling using Matlab software. This research is experimental research with cylindrical and beam-shaped specimens. The variation used is a mixture of concrete using rice husk ash substituting 0%, 5%, and 10% by weight of cement. The tests carried out are compressive, flexural, and water absorption tests. This data was analyzed to form a durability model with the help of Matlab software. The results showed that the durability modeling was in the form of a hyperbolic paraboloidal with a second-order polynomial equation
Pelatihan Pembuatan Pengolah Air Keruh Menjadi Air Jernih Di Desa Kalosi Kabupaten Sidenreng Rappang Ahmad, Irma Aswani; Rauf, Bakhrani A.; Sampebua, Onesimus
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) pengetahuan kelompok remaja tentang Pengolah Air Keruh Menjadi Air Jernih, (2) keterampilan kelompok remaja mendesain Pengolah Air Keruh Menjadi Air Jernih , dan (3) keterampilan kelompok remaja membuat Pengolah Air Keruh Menjadi Air Jernih. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) untuk menambah pengetahuan kelompok remaja tentang Pengolah Air Keruh Menjadi Air Jernih, metode yang digunakan adalah : ceramah, tanya-jawab, dan diskusi, (2) untuk menambah keterampilan mitra mendesain Pengolah Air Keruh Menjadi Air Jernih, metode yang digunakan adalah : ceramah, tanya-jawab, diskusi, demonstrasi, dan (3) untuk menambah keterampilan kelompok remaja membuat Pengolah Air Keruh Menjadi Air Jernih, metode yang digunakan adalah ceramah, tanya-jawab, diskusi, demonstrasi, dan latihan. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa: (1) materi pelatihan membuat Pengolah Air Keruh Menjadi Air Jernih sangat direspon oleh mitra, karena materialnya mudah didapatkan dan pembuatannya sangat mudah dikerjakan, (2) secara teknis Pengolah Air Keruh Menjadi Air Jernih dapat diterima, dimengerti, dan ditiru oleh mitra, (3) motivasi kelompok remaja cukup tinggi mengikuti penyuluhan dan pelatihan, dan (4) kelompok remaja bersedia membuat Pengolah Air Keruh Menjadi Air Jernih pada rumahnya masing-masing serta menyampaikan kepada masyarakat lainnya.
Kajian Risiko Kecelakaan Kerja pada Bangunan Gedung Bertingkat Ayuddin, Ayuddin; Ahmad, Irma Aswani; Lullulangi, Mithen
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 5, No 2 (2024): Indonesian Journal of Social and Educational Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v5i2.68215

Abstract

Abstrak. Kecelakaan kerja merupakan salah satu tantangan utama dalam industri konstruksi, khususnya pada proyek bangunan bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), guna meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan diskusi dengan 30 responden yang terdiri dari pekerja konstruksi, mandor, dan tenaga teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahaya tertinggi ditemukan pada kegiatan pemasangan bekisting (RPN = 45), pengangkatan beton pracetak (RPN = 45), dan penggunaan alat berat seperti crane (RPN = 40). Bahaya tersebut melibatkan risiko tertimpa material berat, alat kerja gagal fungsi, dan jatuh dari ketinggian. Upaya pengendalian yang direkomendasikan meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti helm dan safety harness, inspeksi rutin alat berat, pelatihan kerja aman, serta penetapan zona aman di area kerja. Penerapan metode FMEA dalam penelitian ini efektif untuk menentukan prioritas pengendalian risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Dengan pengendalian yang tepat, risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan, sehingga kinerja keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek bangunan bertingkat dapat ditingkatkan. Kata Kunci: Kecelakaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Failure Mode and Effect  Analysis (FMEA) , Risk Priority Number (RPN)
Pemanfaatan Abu Sekam Padi sebagai Bahan Tambah Pada Pembuatan Batu Bata Ringan Ahmad, Irma Aswani; Rauf, Bakhrani A; Asrib, Ahmad Rifqi; Tenreng, Ramdani
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kuat tekan batu bata ringan dengan bahan tambah abu sekam padi sebanyak 0%, 7,5%, 12,5%, dan 17,5%, (2) penyerapan air batu bata ringan dengan bahan tambah abu sekam padi sebanyak 0%, 7,5%, 12,5%, dan 17,5%, dan (3) kategori kuat tekan dan penyerapan air batu bata ringan berdasarkan SNI No: 15-2094-2000. Metode yang digunakan adalah melakukan pengambilan bahan dasar pembuatan batu bata dan bahan tambah abu sekam padi yang diperoleh dari industri batu bata di kelurahan Uluale Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidenreng Rappang. Lalu membuat benda uji dengan menggunakan cetakan yang dipakai oleh industri kecil sebanyak 60 biji setiap kelompok. Benda uji dibagi menjadi empat kelompok masing-masing kelompok A dengan bahan tambah abu sekam  sebanyak 0%, kelompok B sebanyak 7,5%, kelompok C sebanyak 12,5%, dan kelompok D sebanyak 17,5%, pengeringan dengan sinar matahari dan dibakar menggunakan sekam padi di lokasi industri. Kemudian melakukan pengujian kuat tekan dan penyerapan air di Laboratorium Uji Bahan Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Selanjutnya melakukan analisis data untuk mengetahui kuat tekan, penyerapan air, dan kategori kuat tekan batu bata berdasarkan Standar Nasional Indonesia No: 15-2094-2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai kuat tekan batu bata produksi keempat kelompok industri, tidak memenuhi salah satu kelas yang dipersyaratkan dalam Standar Nasional Indonesia  No: 15-2094-2000, baik kelas 50, kelas 100, maupun kelas 150, (2) nilai penyerapan air batu bata produksi keempat kelompok industri, telah memenuhi  Standar Nasional Indonesia  No: 15-2094-2000, (3) kategori kuat tekan batu bata yang dihasilkan tidak memenuhi salah satu kelas yang ada dalam Standar Nasional Indonesia  No: 15-2094-2000, sedangkan penyerapan airnya telah memenuhi  Standar Nasional Indonesia  No: 15-2094-2000. Pada penambahan abu sekam padi sebanyak 17,5% menghasilkan batu bata yang lebih ringan dibanding pada penambahan abu sekam padi 7,5% dan 12,5%.Kata kunci: Kuat Tekan, Penyerapan Air, Batu Bata 
Analisis Perbedaan Sifat Mekanik Batu Bata Produksi Industri Kecil di Kabupaten Sidenreng Rappang Sampebua, Onesimus; Rauf, Bahkhrani A.; Ahmad, Irma Aswani
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kuat tekan batu bata, (2) penyerapan air batu bata, dan (3) perbedaan sifat mekanik batu bata. Metode yang digunakan: (1) melakukan pengambilan sampel pada tiga kelompok industri kecil batu bata sebanyak 60 biji pada setiap kelompok industri kecil batu bata, (2) melakukan pengujian batu bata untuk pengambilan data kuat tekan dan penyerapan air, (3) melakukan analisis data untuk mengetahui kuat tekan dan penyerapan air, kaitannya dengan Standar Nasional Indonesia No: 15-2094-2000, dan (4) melakukan analisis data untuk mengetahui perbedaan sifat mekanik batu bata.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai kuat tekan rata-rata batu bata yang diproduksi oleh industri kecil: kelompok A sebesar 29,50 kg/cm2, kelompok B sebesar 24,04 kg/cm2, dan kelompok C sebesar 8,29 kg/cm2. Nilai kuat tekan rata-rata batu bata produksi ketiga kelompok industri kecil adalah sebesar 20,61 kg/cm2. Batu bata tidak memenuhi SNI No: 15-2094-2000, baik kelas 50, kelas 100, maupun kelas 150, (2) nilai penyerapan air rata-rata batu bata yang diproduksi oleh industri kecil: kelompok A sebesar 14,59%, kelompok B sebesar 11,29 %, dan kelompok C sebesar 22,86%.   Nilai penyerapan air rata-rata batu bata produksi ketiga kelompok industri kecil adalah sebesar 16,46%. Batu bata memenuhi SNI No: 15-2094-2000, yakni penyerapan air maksimum 20%, dan (3) terdapat perbedaan sifat mekanik batu bata yang diproduksi oleh ketiga kelompok industri kecil, baik dilihat dari aspek kuat tekan maupun aspek penyerapan air. Kata Kunci: Sifat Mekanik, Industri Kecil, Batu Bata 
Penerapan Sanitasi Ramah Lingkungan pada Rumah Panggung di Wilayah Pedesaan Sulawesi Barat Rahmansah, Rahmansah; Rauf, Bakhrani A.; R, Andi Yusdi Dwiasta; Ahmad, Irma Aswani; Armiwaty, Armiwaty
DEDIKASI Vol 27, No 1 (2025): JURNAL DEDIKASI (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v27i1.74146

Abstract

Abstrak.  Rumah panggung sebagai warisan arsitektur tradisional Indonesia banyak ditemukan di wilayah pedesaan, termasuk di Sulawesi Barat. Meskipun bentuk dan konstruksinya sesuai dengan kondisi geografis setempat, rumah ini kerap kali belum dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang memadai. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membangun jamban keluarga yang sehat dan ramah lingkungan di rumah panggung. Kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, edukasi dan pelatihan, pembuatan jamban, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam membangun dan mengelola sanitasi berbasis rumah tangga yang ramah lingkungan, dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara mandiri. Partisipasi aktif masyarakat dan dukungan pemerintah desa menjadi faktor kunci keberhasilan kegiatan ini Kata Kunci: Sanitasi, Rumah Panggung, Ramah Lingkungan, Jamban Keluarga, Pemberdayaan Masyarakat
Pelatihan Pembuatan Video sebagai Media Promosi Kawasan Wisata pada Masyarakat di Kabupaten Soppeng Taufieq, Nur Anny S.; Romadhani, Noor Fadilah; Rahman, Muhammad Haristo; Aprianti, Dwi Wahyuni; Ahmad, Irma Aswani
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v4i3.72240

Abstract

Abstrak.  Video berbasis multimedia dapat menjadi salah satu media promosi, khususnya pada sektor pariwisata yang menjadi sektor unggulan daerah. Oleh karena itu, dibutuhkan media video untuk mempromosikan objek wisata agar mampu menampilkan audio dan visual sekaligus. Sasaran dalam PKM ini adalah masyarakat di Kelurahan Kaca, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah meningkatkan pengetahuan mitra terkait video berbasis multimedia, pengenalan alat editing video sederhana serta meningkatkan keterampilan dalam pembuatan video menggunakan aplikasi CapCut. Metode ceramah dan diskusi digunakan pada saat penyampaian materi, kemudian mitra mempraktikkan secara langsung, pembuatan video kemudian dimonitoring dan dievaluasi. Diharapkan dari kegiatan PKM ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keahlian masyarakat terkait pembuatan video promosi kawasan wisata yang menarik menggunakan aplikasi editing video sehingga dapat menjadi media promosi bagi daerah mitra. Berdasarkan hasil pelatihan maka dapat disimpulkan bahwa 1) mitra dapat mengenal video berbasis multimedia dan alat editing video sederhana, 2) mitra memahami teknik dasar pembuatan video berbasis multimedia, dan 3) mitra dapat memanfaatkan media sosial sebagai media promosi, 4) mitra mahir membuat konten video promosi menggunakan aplikasi editing video CapCut. Kata Kunci: video promosi wisata, aplikasi editing video, CapCut
PKM Pelatihan Pendampingan Strategi Pemasaran Produk Kewirausahaan Romadhani, Noor Fadilah; Aprianti, Dwi Wahyuni; Muhibuddin, Andi Firman; Taufieq, Nur Anny S.; Ahmad, Irma Aswani
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/inovasi.v5i1.72258

Abstract

 Abstrak. Pelatihan dan pendampingan dalam bidang strategi pemasaran produk kewirausahaan merupakan salah satu upaya konkret dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar mampu bersaing di tengah tantangan pasar yang semakin kompleks. Sasaran dalam PKM ini adalah masyarakat yang berusia 20 tahun keatas dalam hal ini sebagai wirausaha pemula. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk menggambarkan kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan kepada para pelaku usaha pemula, termasuk metode yang digunakan, materi yang disampaikan, serta hasil dan dampaknya terhadap peningkatan kemampuan pemasaran mitra. Diharapkan dari kegiatan PKM ini mampu meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai konsep dasar pemasaran dan pentingnya strategi pemasaran, serta memiliki keterampilan praktis dalam menyusun strategi pemasaran yang sesuai dengan karakter produk dan sasaran pasar. Berdasarkan hasil pelatihan dapat disimpulkan bahwa mitra sudah dapat memasarkan hasil produk mereka ke masyarakat dengan memanfaatkan media sosial seperti instagram, facebook, dan whatsapp. Kata Kunci: strategi pemasaran, kewirausahaan, aplikasi, media sosial
Characteristics of Cellular Lightweight Concrete Bricks Using Rice Husk Ash and Nickel Slag Waste Ahmad, Irma Aswani; Taufieq, Nur Anny Suryaningsih; Pertiwi, Nurlita
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijfs.v11i1.73756

Abstract

Abstract. The construction industry increasingly demands environmentally sustainable materials that reduce dependency on non-renewable resources. This study investigates the potential of rice husk ash (RHA) as a partial cement substitute and nickel slag as a fine aggregate replacement in the production of Cellular Lightweight Concrete (CLC) bricks. Both materials are industrial and agricultural wastes rich in silica, offering chemical and physical properties suitable for lightweight concrete applications. The research aims to evaluate the compressive strength of CLC bricks by incorporating RHA and nickel slag, with a particular focus on the influence of sand fineness. Three levels of sand gradation were tested, corresponding to Zone 2 (coarser), Zone 3, and Zone 4 (finest) based on sieve analysis. Specimens were cast and tested under standard conditions to assess their mechanical performance. The results indicate that sand fineness significantly affects the compressive strength of the bricks. Zone 2 sand produced the highest compressive strength (0.21 MPa), followed by Zone 4 (0.15 MPa) and Zone 3 (0.08 MPa). The decline in strength with finer sand is attributed to increased porosity and reduced interparticle friction, which disrupts bonding within the matrix. Furthermore, characterization results confirm that nickel slag fulfills the physical requirements of fine aggregates. This study demonstrates that combining RHA and nickel slag in CLC bricks is feasible and can support the development of more sustainable, non-structural construction materials with optimized mechanical performance. Keywords: CLC, rice husk ash, nickel slag, compressive strength, sand fineness
Minimization of Nickel Slag Waste as an Alternative Gravel Material in Green Concrete Mixtures Taufieq, Nur Anny Suryaningsih; Ahmad, Irma Aswani; Pertiwi, Nurlita
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijfs.v11i1.72940

Abstract

Abstract. The main issue addressed in this study is the use of environmentally unfriendly concrete materials, such as gravel, which is a non-renewable resource. In addition, the production of cement used in concrete also contributes to air pollution. Therefore, innovation in more environmentally friendly construction materials is necessary, one of which involves using nickel slag waste as a partial replacement for coarse aggregates in green concrete. The proposed solution is the utilization of nickel slag, a by-product from the nickel smelting industry, as an alternative material to replace gravel in green concrete mixtures. This study aims to determine the optimum percentage of nickel slag as a substitute for gravel that can produce concrete with sufficient strength while maintaining environmental friendliness. The methods used in this research include testing the physical and chemical characteristics of nickel slag, producing concrete specimens with varying percentages of nickel slag, and conducting mechanical property tests such as compressive strength and slump tests to assess the performance of the resulting green concrete. The results show that using up to 50% nickel slag as a replacement for gravel in green concrete leads to a decrease in compressive strength, although the reduction is not significant. Additionally, the use of nickel slag can reduce the environmental impact of the construction industry by utilizing waste that had previously been underutilized. The application of nickel slag as a partial replacement for coarse aggregates in green concrete offers a promising solution for creating more sustainable construction materials. Keywords: green concrete, nickel slag, coarse aggregate, compressive strength, environmentally friendly