Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERI (PEMBERIAN EDUKASI REMAJA TENTANG ANEMIA DAN TABLET FE) DI SMPN 33 SINJAI Dewi Purnama Windasari; Marisna Eka Yulianita; Esse Puji Pawenrusi; Suciawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.605

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang serius, disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, kebiasaan makan yang tidak sehat, serta kurangnya edukasi gizi. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi belajar, kesehatan reproduksi, dan produktivitas. Tujuan: Edukasi tentang anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe menjadi upaya strategis dalam pencegahan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SMPN 33 Sinjai pada Mei 2025 dengan melibatkan 37 siswi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan setelah penyuluhan. Metode ceramah digunakan dengan bantuan media PowerPoint, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebelum penyuluhan, sebanyak 69,2% siswi memiliki pengetahuan kurang tentang Anemia. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan: 86,5% responden menunjukkan pengetahuan cukup. Dengan demikian, terdapat peningkatan sebesar sekitar 51,35% dalam jumlah siswa yang memahami materi dengan lebih baik setelah intervensi dilakukan. Hal ini menunjukkan efektivitas metode penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan konsumsi tablet Fe. Kesimpulan: Penyuluhan gizi secara langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai Anemia. Edukasi yang berkelanjutan dan terstruktur sangat diperlukan sebagai langkah preventif jangka panjang untuk menurunkan angka anemia di kalangan remaja.
Relationship Between Anxiety Levels and Sleep Quality of Health Students Marisna Eka Yulianita; Andi Risna; Andi Rizky Amaliah; Andi Wahyuni; Irwan Irwan
AACENDIKIA: Journal of Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): AACENDIKIA: Journal of Nursing
Publisher : Althar Cendikia Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/aacendikiajon.v4i2.66

Abstract

Anxiety is a situation in which a person faces a situation in the form of unpleasant emotions. It is known that 40% of Indonesian students experience anxiety and 41.2% of students experience anxiety when doing their final project. In addition, 64.2% of college students experience poor sleep quality. The purpose of the researcher is to find out the relationship between anxiety level and sleep quality of Makassar College of Health Sciences students. The type of research used is observational analysis with a cross sectional approach method. The sample in this study was 275 people which were determined using the purposive sampling technique. The results of a statistical test of 275 people using the Kruskal-Wallis test showed that there was a relationship between anxiety level and student sleep quality with a value of p = 0.031 (P < ɑ = 0.05). The conclusion of this study is that there is a relationship between the level of anxiety and the quality of sleep of students at the Makassar College of Health Sciences. It is recommended for students who experience poor sleep quality to do self-therapy to reduce anxiety by means of deep breathing relaxation techniques, listening to music, murotul Al-Quran and avoiding procrastination from work or college assignments.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PENCEGAHAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI DI SMP KARTIKA XX-2 MAKASSAR Chitra Dewi; Marisna Eka Yulianita; Muhammad Syahrir; Renaldi. M; Muti Sahida; Yosina Naomi Leterulu
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 3 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i3.753

Abstract

Keputihan (fluor albus) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila tidak dicegah dengan perilaku higiene yang baik. Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi diyakini berperan dalam membentuk perilaku pencegahan keputihan, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan inkonsistensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan pencegahan keputihan pada remaja putri di SMP Kartika XX-2 Makassar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VIII dan IX sebanyak 58 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (62,1%) dan perilaku pencegahan keputihan kategori cukup (94,8%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pencegahan keputihan pada remaja putri (p=0,681). Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku pencegahan keputihan tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kebiasaan personal hygiene, dukungan keluarga, lingkungan sekolah, dan akses informasi kesehatan. Oleh karena itu, upaya promosi kesehatan reproduksi di sekolah perlu mengintegrasikan peningkatan pengetahuan dengan pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat agar pencegahan keputihan dapat dilakukan secara optimal.
EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI MELALUI MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA Wahyudi; Dewi Purnama Windasari; Marisna Eka Yulianita; Esse Puji Pawenrusi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.771

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah gizi yang berdampak pada kesehatan remaja putri, terutama di usia produktif. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 1,62 miliar orang di dunia menderita anemia, dengan prevalensi tinggi pada anak-anak prasekolah (47,4%) dan wanita usia reproduktif (41,8%). Kurangnya pengetahuan gizi menjadi faktor utama yang menyebabkan rendahnya kesadaran remaja dalam mencegah anemia. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang menarik, seperti penggunaan media permainan ular tangga. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi melalui media ular tangga dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia dan gizi seimbang. Metode: Penelitian dilakukan pada 29 santriwati Pesantren Yasrib Watansoppeng. Kegiatan terdiri dari sesi penyuluhan dan permainan ular tangga yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai penyebab, pencegahan, serta makanan sumber zat besi. Hasil: Peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai anemia setelah sesi edukasi. Metode ini juga berhasil meningkatkan interaksi dan keterlibatan santriwati dalam kegiatan pembelajaran. Kesimpulan: Edukasi melalui media ular tangga terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan gizi seimbang. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam program pendidikan kesehatan remaja.
PENGARUH PENDAMPINGAN KELUARGA TERHADAP PERBAIKAN GAYA HIDUP PENDERITA PRAHIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACCINI SAWAH Dewi Purnama Windasari; Marisna Eka Yulianita; Muhammad Irwansyah; Iskandar Zulkarnaen; Aminullah
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 3 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i3.768

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Riskesdas 2023, Sulawesi Selatan termasuk 10 besar provinsi dengan prevalensi hipertensi sebesar 31,7%, dengan Kota Makassar sebagai wilayah dengan kasus tertinggi, yaitu 74.224 penderita. Tingginya kejadian hipertensi dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup, pola makan, lingkungan, kurangnya aktivitas fisik, dan stres. Prahipertensi merupakan kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya hipertensi dua kali lipat dibandingkan tekanan darah normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap perbaikan gaya hidup keluarga penderita prahipertensi. Tujuan: untuk mengetahui bagaimana pendampingan keluarga memengaruhi peningkatan gaya hidup penderita prahipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Sampel sebanyak 66 orang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 33 orang, dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan perlakuan tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Namun, setelah diberikan perlakuan, terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi pada variabel tingkat pengetahuan (p<0,005) maupun manajemen stres (p<0,005). Namun, pada variabel gaya hidup (p>0,005) berarti tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan yang bermakna pada variabel tingkat pengetahuan dan manajemen stres setelah diberikan perlakuan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol.