Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Aromatherapi Lemon dan Minum Jahe Mengurangi Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I di Kelurahan Mustika Jaya Bekasi Timur Dewi, Meinasari Kurnia
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 13 No 01 (2023): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Uni
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v13i01.2707

Abstract

Mual muntah terjadi pada 50% wanita hamil. Mual kadang-kadang sampai muntah yang terjadi pada ibu hamil biasanya terjadi pada pagi hari sehingga disebut morning sickness meskipun bisa juga terjadi pada siang atau sore hari. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2016, jumlah kejadian mual dan muntah (hiperemesis gravidarum) mencapai 12,5 % dari jumlah seluruh kehamilan didunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aromatherapy lemon dan minum jahe untuk mengurangi emesisi gravidarum pada kehamilan Trimester I dan untuk mengetahui perbandingan antara ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum pada trimester I yang diberikan aromatherapy lemon dan minum jahe. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experiment dengan rancangan penelitian pre dan post test design. Hasil penelitian ini pada sampel ibu hamil I yang diintervensi dengan aromatherapy lemon skala mual dan muntah sebelum diintervensi skala berat setelah diintervensi menjadi skala ringan. Sedangkan pada sampel ibu hamil II yang diintervensi dengan minum jahe sebelum diintervensi skala mual dan muntah sedang setelah diintervensi menjadi skala ringan .Pemberian aromatherapy lemon lebih efektif untuk menurunkan mual dan muntah dibanding dengan minum jahe .Diharapkan untuk mengurangi mual dan muntah selain memberikan terapi farmakologi perlu di kombinasi dengan terapi non farmakologi.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN AROMATERAPI PAPERMINT DAN KONSUMSI MINUMAN ZINGIBER OFFICINALE VAR RUBRUM RHIZOMA  TERHADAP IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM DI PMB A TAHUN 2024 Asih, Asih; Dewi, Meinasari Kurnia; Wulandari, Ratna
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, September 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/mxdjnj68

Abstract

Emesis Gravidarum pada ibu hamil sering terjadi pada awal kehamilan Trimester I ibu yang mengalaminya ada yang mual muntah ringan, sedang dan berat dengan pemberian aroma terapi peppermint dan aroma terapi lemon dapat membantu mengurangi mual muntah pada kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Pemberian Aromaterapi Papermint Dan Konsumsi Minuman Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma  Terhadap Ibu Hamil Dengan Emesis Gravidarum Di PMB A Tahun 2024. Penelitian kualitatif, dengan metode studi kasus (case study). Sampel penelitian 2 ibu hamil TM I dengan mual dan muntah selama 4 hari. Hasil penelitian pada pasien pertama yang diberikan Intervensi aroma terapi papermint terhadap mual dan muntah pada ibu hamil trimester I di PMB A tahun 2024. Didapatkan hasil Skor 9 dengan indeks PUQE 7 – 12 masih dengan kategori yang sama yaitu mual muntah sedang. Pasien kedua diberikan minuman Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma  , Didapatkan Skor 6 dengan indeks PUQE 6 dengan kategori mual muntah ringan dan keluhan sudah berkurang. Kesimpulan intervensi minuman Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma  yang lebih efektif untuk mengurangi mual dan muntah pada Ibu Hamil TM I dibandingkan intervensi yang diberikan aroma therapy papermint. Disarankan ibu hamil untuk meminum minuman Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma  untuk mengurangi rasa mual dan munta pada saat Trimester 1
Pengaruh Pemberian Minuman Jahe Dan Pisang Ambon (Musa Paradisiacal) Terhadap Penurunan Mual Dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Dengan Emesis Gravidarum Di UPT Puskesmas Munjul Kabupaten Pandeglang Tahun 2024 Julaeha, Siti; Dewi, Meinasari Kurnia; M, Maryam Syarah
Public Health and Safety International Journal Vol. 4 No. 02 (2024): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v4i02.854

Abstract

Emesis gravidarum adalah mual muntah yang terjadi diawal kehamilan. Dampak emesis gravidarum yang tidak ditangani dengan baik maka akan menimbulkan gejala mual muntah yang berat (intractable) dan mengakibatkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit atau gangguan nutrisi yang dikenal sebagai hiperemesis gravidarum. Salah satu cara alternatif untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil yaitu dengan pemberian mionuman jahe dan konsumsi pisang ambon. Jahe dan pisang ambon memiliki kandungan Vitamin B6 yang dapat mencegah terjadinya mual muntah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pisang ambon (musa paradisiacal) terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sasaran kegiatan yaitu 2 orang ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum yang diberikan inervensi 1 pemberian minuman jahe, dan intervensi 2 diberikan pisang ambon selama 7 hari. Instrumen yang digunakan yaitu lembar skor PUQE-24 untuk mengukur mual muntah dan lembar observasi minum/tidak makan pisang ambon. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ibu hamil trimester I mengalami penurunan mual muntah dengan rata-rata frekuensi sebelum intervensi SKOR PUQE 10 dan sesudah intervensi SKOR PUQE 4. Ada pengaruh minuman jahe dan konsumsi pisang ambon (musa paradisiacal) terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1. Untuk ibu hamil disarankan untuk minum minuman jahe dan mengkonsumsi pisang ambon secara teratur 3x sehari untuk meringankan emesis gravidarum.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN MINUMAN GULA AREN DAN JAHE HANGAT UNTUK MENGURANGI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1 DI PUSKESMAS PAGELARAN KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2023 GUNARTI, NENG WULAN; DEWI, MEINASARI KURNIA; BR. GINTING, AGUS SANTI
Journal Of Midwifery Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kejadian emesis gravidarum hampir semua terjadi pada ibu hamil di kehamilan trimester 1 rasa mual pada awal kehamilan dapat di kurangi dengan menggunakan terapi non farmakologi antara lain gula aren dan jahe hangat. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian gula aren dan jahe terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester 1 di Puskesmas Pagelaran Tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pada penelitian ini sampel sebanyak 2 orang dimana 1 sampel menggunakan intervensi pemberian air gula aren dan 1 sampel dengan jahe hangat. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pagelaran dan dilakukan pada bulan Desember 2023 – Februari 2024. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa gambaran skor mual muntah PUQE-24 scoring system yaitu sebelum dilakukan intervensi pemberian air gula aren maka menjadi skor 9 dan sesudah dilakukan intervensi selama 7 hari menjadi skor 7. Sedangkan pengaruh pemberian jahe hangat terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester 1 di Puskesmas Pagelaran Tahun 2023 diketahui bahwa gambaran skor mual muntah PUQE-24 scoring system yaitu sebelum dilakukan intervensi pemberian jahe hangat skor PUQE sebesar 10 dan setelah dilakukan intervensi selama 7 hari berturut turut maka menjadi skor 6. Kesimpulan: Adanya pengaruh pemberian air gula dan air jahe terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester 1 di Puskesmas Pagelaran Tahun 2023.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN KUNYIT ASAM DAN JUS WORTEL DALAM MENGATASI DISMENORE PADA REMAJA DI PUSKESMAS SUKAMULYA KABUPATEN GARUT TAHUN 2025 Ai Rini; Madinah Munawaroh; Meinasari Kurnia Dewi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 11: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian dismenore pada remaja di Puskesmas Sukamulya tahun 2022 tercatat sebanyak 648 remaja yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Sukamulya dengan keluhan mengalami dismenore. Salah herbal untuk mengurangi dismenore adalah wortel yang mengandung betakaroten serta kunyit yang mengandung senyawa kurkumin. Betakaroten memiliki fungsi sebagai anti inflamasi dan anti analgetik serta curcumine bekerja menghambat rekasi cylooxygenase dapat mengurangi terjadinya inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengetahui efektivitas pemberian kunyit asam dan jus wortel dalam mengatasi dismenore pada remaja. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pre test - post test two group design. Populasi pada penelitian seluruh remaja yang tercatat sebagai anggota posyandu remaja di Desa Sindangpalay sebanyak 56 orang. Sampel dalam penelitian menggunakan total sampling sebanyak 56 orang remaja putri yang mengalami nyeri dismenore dan dibagi dalam dua kelompok yaitu sebanyak 26 orang pada kelompok wortel dan sebanyak 15 orang pada kelompok kunyit asam. Instrument yang digunakan berupa lembar observasi skala nyeri dan petunjuk teknis pemberian jus wortel dan kunyit asam. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney Test. Pemberian kunyit asam efektif mengatasi dismenore dengan penurunan nyeri dari 5,64 menjadi 1,14 dan diperoleh p-value 0,000. Jus wortel juga efektif mengatasi dismenore dengan penurunan nyeri dari 5,68 menjadi 1,21 dan diperoleh p-value 0,000. Tidak terdapat perbedaan antara pemberian kunyit asam dan jus wortel dalam mengatasi dismenore dengan p-value 0,675. Diharapkan remaja putri dapat melakukan penanganan secara mandiri dalam mengatasi dismenore dengan menggunakan kunyit asam dan jus wortel sebagai salah satu cara yang aman untuk dilakukan.
HUBUNGAN PERSEPSI IBU, DUKUNGAN KELUARGA DAN STATUS EKONOMI TERHADAP RENCANA PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN OLEH IBU BERSALIN DI PUSKESMAS KARANGPAWITAN TAHUN 2024 Riska Citra Dewi; Meinasari Kurnia Dewi; Madinah Munawaroh
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 11: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan laporan tahunan Puskesmas Karangpawitan, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan pada tahun 2021 mencapai 82%, pada tahun 2022, di mana cakupan meningkat menjadi 84,5%, akan tetapi pada tahun 2023 mengalami penurunan kembali yaitu menjadi 81,7% artinya masih ada sekitar 18,3% persalinan yang dilakukan tanpa bantuan tenaga kesehatan. Pemilihan tenaga penolong persalinan oleh dukun bayi seringkali menimbulkan dampak yang akan menyebabkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi ibu, dukungan keluarga dan status ekonomi terhadap rencana pemilihan penolong persalinan oleh ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu bersalin sebanyak 56 orang, besar sampel sama dengan populasi yaitu sebanyak 76 dengan tehnik pengambilan sampel total sampling. Analisa data yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square test untuk melihat hubungan terhadap 2 variabel yang diduga berhubungan atau berkolerasi. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat 42,1% responden memilih penolong persalinan oleh non nakes, 47,4% masih memiliki persepsi negatif, 50% kurang mendapat dukungan keluraga dan 56,6% berstatus ekonomi bawah. Hasil bivariat diperoleh persepsi, p-value 0,003, dukungan keluarga p-value 0,000, status ekonomi p-value 0,021. Terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi, dukungan keluarga dan status ekonomi dengan pemilihan penolong persalinan. Masyarakat diharapkan lebih aktif mendukung ibu hamil, terutama melalui pemberian informasi yang benar tentang risiko persalinan tanpa bantuan profesional. Selain itu, keluarga, khususnya suami, perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait persalinan.
PENGARUH PIJAT LAKTASI DAN PEMBERIAN KURMA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DI PMB R BOJONGGEDE TAHUN 2024 Septiani, Yanti; Milka Anggreni; Meinasari Kurnia Dewi
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v15i02.424

Abstract

Pentingnya memberikan ASI secara eksklusif pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan dan terus memberikan ASI sampai anak berusia 24 bulan telah memiliki bukti yang kuat. Buah kurma (Phoenix dactylifera) dikenal luas di Indonesia karena kandungannya yang kaya akan berbagai nutrisi penting. Kurma mengandung zat besi, protein, serat, glukosa, vitamin, biotin, niasin, asam folat, dan mineral seperti kalsium, sodium, dan kalium. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kurma dan pijat laktasi pada ibu menyusui di PMB R. Desain penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 2 ibu menyusui. Instrument pada studi kasus kali ini menggunakan Informed Consent untuk persetujuan penelitian dan lembar observasi untuk menilai Pengaruh Pijat Laktasi dan Pemberian Kurma Dalam Meningkatkan Produksi ASI. Analisis dilakukan dengan membandingkan 2 perlakuan yang berbeda dalam 4 kali kunjungan selama 14 hari. Didapatkan hasil intervensi responden 1 yang di berikan pijat laktasi dan responden 2 yang diberikan pemberian kurma selama 14 hari didapatkan perbandingan bahwa yang di berikan kurma lebih cepat peningkatan produksi ASI yaitu pada hari ke 5 sedangkan pijat laktasi pada hari ke 10. Hasil penelitian diperoleh selama 14 hari didapatkan perbandingan bahwa yang di berikan kurma lebih cepat peningkatan produksi ASI yaitu pada hari ke 5 sedangkan pijat laktasi pada hari ke 10
EFEKTIVITAS PIJAT BAYI DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN GEJALA KOLIK BAYI Putri, Irawati Sukarna; Apriyani, Magdalena Tri Putri; Dewi, Meinasari Kurnia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50105

Abstract

Kolik merupakan kondisi yang sering dialami bayi, ditandai dengan menangis yang berkepanjangan dan tanpa penyebab yang jelas. Biasanya terjadi pada usia 2 minggu hingga 4 bulan. Prevalansi kolik pada bayi di Indonesia sekitar 40%, sedangkan di PMB Erni Setianingsih terdapat 56 bayi yang mengalami kolik dari Januari hingga Mei 2025. Kolik dapat menyebabkan stres pada orang tua diantaranya risiko depresi ibu pascasalin, berhenti menyusui, perasaan bersalah, kelelahan, tidak berdaya atau marah, hingga beresiko kekerasan terhadap bayi. Upaya mengatasi kolik dapat dilakukan secara non farmakologi yaitu dengan pijat bayi serta dapat dikombinasikan dengan aromaterapi seperti lavender untuk menenangkan dan mengurangi ketegangan otot yang berkontribusi pada kolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi dan aromaterapi lavender terhadap penurunan gejala kolik pada bayi. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pre-test dan post-test with control group design. Populasi penelitian seluruh bayi yang mengalami gejala kolik dari Januari hingga Mei tahun 2025. Sampel berjumlah 50 bayi kemudian dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 25 bayi. Analisis data menggunakan Uji Paired T-test dan Independent T-test. Hasil penelitian menunjukan kelompok pijat bayi terjadi penurunan skor dari 83,5 menjadi 58,9 dengan p-value 0,0001 berarti terdapat pengaruh signifikan. Sementara pada kelompok aromaterapi lavender, penurunan dari 83,0 menjadi 82,6 dengan p-value 0,246 menunjukan tidak ada pengaruh signifikan. Kesimpulan penelitian pijat bayi efektif menurunkan gejala kolik sedangkan aromaterapi lavender tidak menunjukan efek yang berarti. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif non-farmakologis yang aman dan efektif untuk mengurangi gejala kolik pada bayi.
Hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil, promosi susu formula, dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif Mandala, Lina Apriyani; Dewi, Meinasari Kurnia; Hidayani, Hidayani
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 1 No. 1 (2023): Edition December 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v1i1.279

Abstract

Background: Based on data obtained from the Cikedal Community Health Center in Pandeglang Regency, over the past three years, the coverage of exclusive breastfeeding for infants has continued to decline and is far from the government's target of 80% of infants receiving exclusive breastfeeding. In 2019, exclusive breastfeeding coverage reached only 74.65%, in 2020 it decreased to 73.26%, and in 2021 it continued to decline to 66.9%. Purpose: To determine the relationship between participation in prenatal classes, formula milk promotion, and husband's support for exclusive breastfeeding. Method: This study used a descriptive analytical design with a cross-sectional approach. The sample size was 75 respondents. Results: This study showed that of the 75 respondents, 69 (92.0%) attended prenatal classes, 71 (94.7%) participated in formula milk promotion, and 55 (73.3%) received husband's support. There was a relationship between prenatal class participation and husband's support for exclusive breastfeeding, with a statistical test showing a p-value <0.05. However, there was no relationship between formula milk promotion and exclusive breastfeeding, with a p-value of 0.572 > α (0.05). Conclusion: There was a relationship between prenatal class participation and husband's support for exclusive breastfeeding, while formula milk promotion had no significant relationship with exclusive breastfeeding, with a p-value of 0.572. Suggestion: Community health centers can increase promotion and education about exclusive breastfeeding to improve its implementation. For respondents, the results of this study are expected to provide new information regarding the relationship between prenatal class participation, formula milk promotion, and husband's support for exclusive breastfeeding.   Keywords: Exclusive Breastfeeding; Husband's Support; Participation of Pregnant Women; Promotion of Formula Milk.   Pendahuluan: Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Cikedal Kabupaten Pandeglang, bahwa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi terus menurun dan sangat jauh dari target yang diharapkan oleh pemerintah yakni 80% bayi harus mendapat ASI Eksklusif. Tahun 2019 cakupan ASI eksklusif hanya mencapai 74.65%, tahun 2020 cakupan menurun menjadi 73.26%, dan tahun 2021 terus menurun menjadi 66.9%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil, promosi susu formula, dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif. Metode: Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 75 responden. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 75 responden yang ikut keikutsertaan kelas ibu hamil sebanyak 69 orang (92.0%). Ada promosi susu formula sebanyak 71 orang (94.7%), mendapat dukungan suami sebanyak 55 orang (73.3%). Terdapat hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif dengan uji statistik diperoleh p-value <0.05. Namun, tidak ada hubungan promosi susu formula dengan pemberian ASI eksklusif dengan p-value (0.572) > α (0.05). Simpulan: Terdapat hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif, sedangkan promosi susu formula tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif dengan perolehan p-value  sebesar 0.572. Saran: Pihak puskesmas dapat meningkatkan promosi dan edukasi tentang pemberian ASI eksklusif agar dalam pelaksanaannya bisa lebih baik. Bagi Responden hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi baru kepada responden tentang hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil, promosi susu formula dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif.   Kata Kunci: Dukungan Suami; Keikutsertaan Ibu Hamil; Pemberian ASI Eksklusif; Promosi Susu Formula.
PENGARUH KONSUMSI PISANG AMBON DAN JUS MENTIMUN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU MENOPAUSE YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIGEULIS TAHUN 2025 Repi Apriandini; Meinasari Kurnia Dewi; Milka Anggreni K; Etin Darliah; Rizka Febriyanti; Rosi Rosmiawati; Rosita Malinda
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopausal women were prone to hypertension due to hormonal changes that Menopausal women were prone to hypertension due to hormonal changes that decreased blood vessel elasticity. Non-pharmacological management, such as consuming foods high in potassium and antioxidants, served as an effective alternative to reduce blood pressure. Cucumbers and Ambon bananas were natural ingredients containing nutrients that supported this effort. This study aimed to determine the effectiveness of cucumber juice and Ambon bananas in lowering blood pressure among menopausal women. The method used was a qualitative study with a descriptive case study approach involving 10 menopausal women divided into two intervention groups. Group A was given 200 ml of cucumber juice every morning for seven days, while Group B was given 200–300 grams of Ambon bananas every morning for seven days. The results showed that Ambon banana consumption reduced the average blood pressure from 155/102.6 mmHg to 142.2/94.8 mmHg, while cucumber juice reduced blood pressure from 155.2/103 mmHg to 138.4/91 mmHg. The reduction in blood pressure in the cucumber juice group was greater than that in the Ambon banana group, both in systolic (16.8 vs 12.8 mmHg) and diastolic (12 vs 7.8 mmHg) values. Cucumber juice and Ambon bananas were both effective in lowering blood pressure among menopausal women, with cucumber juice showing more significant results. It was recommended that menopausal women regularly consume cucumber juice as a natural alternative to help control blood pressure, accompanied by a balanced diet and a healthy lifestyle