Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau dan Sari Kurma Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil di Puskesmas Jagakarsa Jakarta Selatan Tahun 2023 Handayani, Sri Wahyuni; Karubuy, Milka Anggreni; Dewi, Meinasari Kurnia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11195

Abstract

Masa kehamilan adalah masa pertumbuhan dan perkembangan janin sehingga gangguan yang sering terjadi adalah gangguan gizi yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan ibu maupun janin. Masalah gizi pada ibu hamil salah satunya adalah anemia, yang merupakan masalah pada gizi mikro terbesar dan penanganannnya berkala di seluruh dunia. Ibu hamil yang mengalami anemia menyebabkan kejadian kelahiran prematur, perdarahan saat persalinan, melahirkan bayi dengan berat badan kurang saat lahir, dan faktor lain yang meningkatkan kematian perinatal. Pemberian jus kurma dan sari kacang hijau pada ibu hamil sebagai pendamping tablet zat besi (tablet Fe) yang diberikan pada saat ANC (Antenatal Care) dapat membantu meningkatkan kadar Hb ibu hamil dan mencegah anemia pada kehamilan. Desain penelitian ini adalah Study Case Literature Review yaitu, penelusuran rujukan ilmiah untuk memperoleh konsep teori asuhan kebidanan berdasarkan evidence based practice. Kegiatan ini dilaksanakan pada ibu hamil trimester III yang mengalami anemia ringan di Puskesmas Jagakarsa Tahun 2024. Sampel yang diambil berjumlah 2 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi. Hasil pengamatan didapatkan ada pengaruh peningkatan kadar Hemoglobin pada ibu hamil yang mendapatkan intervensi pemberian sari kacang hijau dan sari kurma. Hasil observasi pada responden I yang mendapatkan sari kacang hijau pada pre-test sebesar 10,5 g/dL dan observasi pada post-test 10,8 g/dL. Sedangkan pada responden II yang mendapatkan sari kurma didapatkan kadar Hemoglobin pada pre-test sebesar 10,1 g/dL dan observasi pada post-test sebesar 10,6 g/dL.
Hubungan Breastfeeding Self Efficacy, Manajemen Laktasi dan Dukungan Keluarga Terhadap Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif di TPMB Winda Winarti Kabupaten Garut Tahun 2024 Fujianty, Mulia; Dewi, Meinasari Kurnia; Sulaeman, Eman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15431

Abstract

Prevalensi ASI eksklusif di Kabupaten Garut masih sebesar 68,70% pada tahun 2021, lebih rendah dari target sebesar 85%. Di TPMB Winda Winalty, terdapat 112 ibu menyusui pada tahun 2023, 39 diantaranya tidak memberikan ASI eksklusif. Banyak faktor yang mempengaruhi pemberian ASI, antara lain manajemen laktasi, dukungan keluarga, dan kepercayaan ibu dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri menyusui, manajemen laktasi, dan dukungan keluarga terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif analitis dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 100 orang ibu yang mempunyai anak usia 7 sampai 24 bulan, dan sampel sebanyak 50 orang, dihitung dengan rumus Slovin dan diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat, menggunakan uji chi-square untuk menguji hubungan antara dua variabel yang diduga berkaitan satu sama lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56% ibu berhasil memberikan ASI eksklusif, 50% belum memahami manajemen menyusui, 60% percaya diri dalam menyusui, dan 54% mendapat dukungan keluarga. Analisis bivariat menunjukkan nilai p-value pada efikasi diri menyusui sebesar 0,001, p-value pada manajemen laktasi sebesar 0,010, dan p-value pada dukungan keluarga sebesar 0,002. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri menyusui, manajemen laktasi, dukungan keluarga dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Ibu menyusui dianjurkan untuk lebih aktif mencari informasi tentang manajemen laktasi untuk mengurangi kesulitan menyusui, meningkatkan motivasi, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam memberikan ASI eksklusif dengan dukungan keluarga.
Hubungan Kecemasan dan Pemenuhan Nutrisi Ibu Terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Puskesmas Tegalgede Kabupaten Garut Tahun 2024 Nurasiah, Siti; Dewi, Meinasari Kurnia; Syarah, Maryam
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15432

Abstract

Pada tahun 2021 Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Garut memperoleh 68,70%, dengan peningkatan sedikit pada 2022 menjadi 69,2%. Meskipun terdapat peningkatan, angka yang ditetapkan sebesar 85% masih jauh dari target. Ketika bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif, risiko terkena penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan, serta masalah terkait kekebalan tubuh yang belum berkembang optimal menjadi lebih tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dan pemenuhan nutrisi ibu dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 78 ibu yang memiliki bayi berusia lebih dari 6 bulan, dan teknik total sampling digunakan untuk mengambil sampel uji chi square di gunakan pada univariat dan bivariat untuk mendapatkan analisis data dan mengidentifikasi hubungan antara variabel. Dari hasil penelitian 52,6% ibu berhasil memberikan ASI eksklusif, 50% ibu tidak terjadi kecemasan, dan 56,4% memiliki asupan nutrisi yang memadai. Analisis bivariat menunjukkan bahwa kecemasan memiliki nilai p sebesar 0,023, dan asupan nutrisi memiliki nilai p sebesar 0,000. Dari hasil ini, disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara kecemasan dan asupan nutrisi dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Disarankan agar ibu menyusui mengonsumsi makanan yang memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa menyusui untuk mengatasi kesulitan dalam pemberian ASI eksklusif serta meningkatkan motivasi menyusui.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AIR RENDAM HANGAT PADA KAKI DAN TERAPI MUROTAL TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA DI PUSKESMAS WANARAJA KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Novianty, Badrurrifha; Uci Ciptiasrini; Meinasari Kurnia Dewi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8853

Abstract

Berdasarkan data di Puskesmas Wanaraja pada tahun 2023 terdapat sebanyak 128 orang wanita lansia mengalami gangguan tidur yang disebabkan oleh cemas sebanyak 31 orang (24,2%), kebiasaan tidur larut malam sebanyak 36 orang (28,2%), sakit 20 orang (15,6%), sering terbangun 41 orang (32%). Dampak dari gangguan tidur pada lanjut usia apabila tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup, demensia, suasana hati, produktivitas, dan kesehatan fisik. Salah satu terapi untuk meningkatkan kualitas tidur dapat menggunakan rendam kaki dan terapi murotal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian air rendam hangat pada kaki dan terapi murotal terhadap peningkatan kualitas tidur lansia. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada bayi sebanyak 2 orang lansia yang mengalami gangguan tidur. Hasil penelitian menunjukkan pemberian rendam kaki efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dengan skor PSQI sebelum diberikan rendaman kaki sebesar 14 dan sesudah diberikan rendaman kaki sebesar 3. Pemberian terapi murotal juga efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dengan skor PSQI sebelum diberikan rendaman kaki sebesar 14 dan sesudah diberikan rendaman kaki sebesar 3. Tidak terdapat perbedaan antara pemberian air rendam hangat pada kaki dan terapi murotal terhadap peningkatan kualitas tidur lansia artinya rendaman kaki dan terapi murotal sama-sama efektif terhadap peningkatan kualitas tidur lansia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi kualitas tidur pada lansia dengan menggunakan rendaman kaki dengan air hangat dan pemberian terapi murotal.
EFEKTIVITAS PIJAT ENDORPHIN DAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI TPMB N KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Nurbaeti, Neulis; Meinasari Kurnia Dewi; Uci Ciptiasrini
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8906

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di TPMB N terhadap 8 orang ibu bersalin diperoleh bahwa proses persalinan merasakan nyeri yang sangat hebat saat kala I. Bahkan 5 dari 8 orang menyatakan tidak tahan dengan nyeri yang dirasakan pada saat ibu merasakan nyeri yang sangat dan kecemasan yang memuncak dapat berakibat trauma bagi ibu maupun janin. Salah satu upaya dalam menurunkan intensitas nyeri yaaotu diberi terapi non farmakologi seperti Massage Endorphin dan oksitosin kepada ibu hamil saat melahirkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pijat endorphin dan pijat oksitosin terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada ibu bersalin kala I sebanyak 2 orang yang mengalami nyeri persalinan di TPMB N. Piijat endorphin efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I dengan skor NRS dari 7 pada kunjungan pertama menjadi 4 pada kunjungan kedua dan tetap 4 pada kunjungan ketiga. Piijat oksitosin juga efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I dengan skor NRS dari 7 pada kunjungan pertama menjadi 4 pada kunjungan kedua dan tetap 4 pada kunjungan ketiga. Tridak terdapat perbedaan antara pemberian pijat endorphin dan oksitosin dalam menurunkan intensitas nyeri pada ibu bersalin dimana kedua intervensi ini sama-sama efektif. Hasil penelitian ini diharapkan ibu dalam persalinan kala I yang mengalami nyeri persalinan dapat mengetahui dan menerapkan massage endorphine sebagai upaya penurunan tingkat intensitas nyeri persalinan.
Pengaruh Pemberian Jeruk Nipis Madu Dan Jahe Madu Terhadap Ispa Pada Anak Balita Di Pmb “R” Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang Banten Tahun 2024 Nina Nurjanah; Meinasari Kurnia Dewi; Lina Nurul Izza
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 02 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i02.1167

Abstract

Menurut WHO pada tahun 2020 Angka Kematian Balita di dunia yaitu 10 juta jiwa pertahun. Berdasarkan data Direktorat Kesehatan Keluarga pada tahun 2020 ISPA masih menjadi masalah utama yang meyebabkan kematian pada anak balita. ISPA merupakan infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernafasan bagian atas dan organ saluran pernafasan bagian bawah. ISPA disebabkan oleh virus 55%, bakteri 40%, jamur 5% dengan gejala batuk, pilek dan demam. Terapi dengan jeruk nipis madu dan Jahe madu dapat menjadi tambahan dalam tatalaksana penanganan ISPA pada anak balita. Tujuan : penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian jeruk nipis madu dan Jahe madu Terhadap ISPA Pada Anak Balita Di PMB R Tahun 2024. Metode Penelitian : menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah informed consent dan lembar observasi, hasil penelitian diperoleh responden yang diberikan jeruk nipis mengalami perubahan intensitas dari batuk pilek dan demam 37,5℃ berkurang pada hari ke 2 suhu 37℃ dan sembuh dihari ke 3 dengan suhu 36,5℃. Pada responden ke 2 dengan pemberian jahe madu pada hari ke 1 batuk, pilek dan demam suhu 37,5℃ hari ke 2 masih sama batuk, pilek dan demam suhu 37,5℃ berkurang dihari ke 3 dengan suhu 37℃. Kesimpulan yang didapatkan adalah pemberian jeruk nipis terbukti efektif dalam penyembuhan ISPA pada anak balita dengan perbedaan waktu sembuh lebih cepat 3 hari dibandingkan dengan anak balita yang diberikan Jahe Madu.
Hubungan Partisipasi Suami, Pengetahuan, dan Peran Tenaga Kesehatan terhadap Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang pada WUS di BPM A Rahmasari, Winda Ayu; Lisca, Shinta Mona; Dewi, Meinasari Kurnia
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 2 (2024): JUPIN Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.396

Abstract

Persentase peserta keluarga berencana (KB) aktif yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Indonesia tahun 2020 adalah sebesar 25,74% dengan rincian implant 10,46%, IUD 11,07% dan MOW 20,69% serta MOP 3,52%. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Partisipasi Suami, Pengetahuan, dan Peran Tenaga Kesehatan terhadap penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang pada Wanita Usia Subur di BPM Ai Gunarsih Kabupaten Bogor Tahun 2023. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriftif analitik dengan menggunakan desain cross sectional dimana peneliti melakukan observasi/pengukuran variabel dependen dan independen dilakukan pada waktu yang bersamaan, sampel pada penelitian ini 60 responden, telah dilakukan uji Validitas dan keseluruhan instrumen yang digunakan adalah Valid. Hasil terdapat hubungan partisipasi suami terhadap penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur di BPM Ai Gunarsih di Kabupaten Bogor tahun 2023 dengan nilai P-value = 0,044 dan Nilai OR 2.517, terdapat hubungan pengetahuan terhadap penggunaan kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur di BPM Ai Gunarsih di Kabupaten Bogor tahun 2023 dengan nilai P-value = 0,000 dan Nilai OR 0.191, tidak terdapat hubungan peran tenaga kesehatan terhadap penggunaan kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur di BPM Ai Gunarsih di Kabupaten Bogor tahun 2023 dengan nilai P-value = 0,111 dan Nilai OR 2.123.
Efektivitas Pemberian Aromaterapi Lavender terhadap Kualitas Tidur pada Ibu Menopause di RT04/RW15 Kec. Baleendah Kab. Bandung Tahun 2023 Nurwiliani, Lia; Nency, Aprilya; Dewi, Meinasari Kurnia
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.466

Abstract

Gangguan tidur merupakan salah satu gejala yang paling banyak dilaporkan oleh wanita menopause, Dampak gangguan tidur diantaranya adalah penurunan kualitas hidup, penurunan produktivitas kerja, peningkatan prevalensi kecemasan, depresi serta penyakit kardiovaskuler.(Proserpio et al., 2020) Perlu adanya upaya yang dilakukan bidan untuk mengatasi gangguan tidur pada menopause, pemberian essential oil Aromaterapi lavender merupakan salah satu cara untuk mengatasi gangguan tidur pada menopause. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui Efektifitas Aromtherapi Lavender terhadap kualitas tidur menopause di RT04 RW 15 Kec. Baleendah tahun 2023. Karya penulisan ini disusun menggunakan metode Study Case Literature Review. Data diperoleh dengan cara mengukur kualitas tidur menggunakan kuisioner PSQI terhadap 2 orang ibu menopause dengan intervensi aromaterapi lavender pada salah satunya, kemudian di evaluasi sebanyak 3 kali yaitu hari ke 1, 4 dan 7. Didapatkan hasil penelitian yaitu, terdapat pengurangan skor PSQI yang artinya perbaikan kuallitas tidur pada kedua responden. Akan tetapi pada responden dengan intervensi aromaterapi lavender memiliki perbaikan kualitas tidur yang lebih banyak dengan hasil kualitas tidur pada hari ke 1, 4, dan 7 yaitu, buruk, cukup kemudian baik. Berbeda dengan responden 2 diketahui kualitas tidur, yaitu buruk, buruk dan cukup. Disarankan pada ibu menopause dengan gangguan tidur untuk menggunakan aromaterapi lavender
Pengaruh Pemberian Jeruk Nipis Madu Dan Jahe Madu Terhadap Ispa Pada Anak Balita Di Pmb “R” Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang Banten Tahun 2024 Nina Nurjanah; Meinasari Kurnia Dewi; Lina Nurul Izza
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 02 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i02.1214

Abstract

Menurut WHO pada tahun 2020 Angka Kematian Balita di dunia yaitu 10 juta jiwa pertahun. Berdasarkan data Direktorat Kesehatan Keluarga pada tahun 2020 ISPA masih menjadi masalah utama yang meyebabkan kematian pada anak balita. ISPA merupakan infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernafasan bagian atas dan organ saluran pernafasan bagian bawah. ISPA disebabkan oleh virus 55%, bakteri 40%, jamur 5% dengan gejala batuk, pilek dan demam. Terapi dengan jeruk nipis madu dan Jahe madu dapat menjadi tambahan dalam tatalaksana penanganan ISPA pada anak balita. Tujuan : penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian jeruk nipis madu dan Jahe madu Terhadap ISPA Pada Anak Balita Di PMB R Tahun 2024. Metode Penelitian : menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah informed consent dan lembar observasi, hasil penelitian diperoleh responden yang diberikan jeruk nipis mengalami perubahan intensitas dari batuk pilek dan demam 37,5℃ berkurang pada hari ke 2 suhu 37℃ dan sembuh dihari ke 3 dengan suhu 36,5℃. Pada responden ke 2 dengan pemberian jahe madu pada hari ke 1 batuk, pilek dan demam suhu 37,5℃ hari ke 2 masih sama batuk, pilek dan demam suhu 37,5℃ berkurang dihari ke 3 dengan suhu 37℃. Kesimpulan yang didapatkan adalah pemberian jeruk nipis terbukti efektif dalam penyembuhan ISPA pada anak balita dengan perbedaan waktu sembuh lebih cepat 3 hari dibandingkan dengan anak balita yang diberikan Jahe Madu.
The Effect of Oatbits Biscuits (Oat 8 Choco Hazel) and SGM Bunda Milk on Weight Gain in First-Trimester Pregnant Women with Chronic Energy Deficiency at the Public Maternity Hospital in Bogor in 2024 Dwikusrini, Riska Meca; Febriyani, Putri Agus; Dewi, Meinasari Kurnia
Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Vol 7, No 1 (2026): Social Sciences, Education and Humanities
Publisher : Universitas Dharmawangsa Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/ijsseh.v7i1.8483

Abstract

Chronic Energy Deficiency (KEK) in pregnant women is a condition of pregnant women due to an imbalance in energy and protein nutrient intake, so that the substances needed by the body are not met. There are two non-pharmacological efforts made in the prevention of KEK, namely by providing Oatbits Biscuits (Oat 8 Choco Hazel) and SGM Bunda Milk. To determine the effect of providing oatbits biscuits (Oat 8 Choco Hazel) and SGM Bunda milk on weight gain in pregnant women in the first trimester with KEK (Chronic Energy Deficiency) at PMB S in Bogor in 2024. Data collection used observation techniques by directly observing the objects to be studied which were then collected in a note. The results of this study on respondent I, the weight of the first visit was 40 kg with a LiLa of 21 cm (KEK), on the second visit the weight was 43 kg and on the third visit the weight was 45 kg and LiLa 22.5 cm (KEK). Respondent II's weight at the first visit was 50 kg and LiLa 22 cm (KEK), on the second visit the weight was 55 kg and on the third visit the weight was 56 kg and LiLa 24.5 cm (not KEK). Pregnant women in the first trimester with KEK who were given SGM Bunda milk intervention experienced faster weight gain compared to those given oatbits biscuits (Oat 8 Choco Hazel) intervention. For further studies, it is hoped that the frequency of consumption of oatbits biscuits (Oat 8 Choco Hazel) can be increased to two or three packs a day so that weight gain in pregnant women in the first trimester with KEK is greater and can reduce the incidence of pregnant women with KEK in Indonesia.