Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Edukasi Kader tentang Gizi Seimbang Ibu Hamil dan Balita dalam Upaya Pencegahan Stunting Pipitcahyani, Tatarini Ika; Ervi Husni; Sukesi; Rijanto; Rekawati; Siti Alfiah; K.Kasiati; Dina Isfentiani; Domas C.P; Fitri N; Sherly Jeniawaty; Dwi Purwanti
International Journal of Community Service Learning Vol. 8 No. 1 (2024): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v8i1.76827

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang merupakan masa kritis, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis pengetahuan dan perilaku gizi ibu hamil dan ibu balita mengenai 1000 HPK dalam upaya meningkatkan status gizi dan kesehatan anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian intervensi atau penelitian tindakan. Dalam hal ini, peneliti akan memberikan intervensi (edukasi tentang gizi seimbang) kepada kelompok kader atau individu, dan kemudian mengukur dampaknya. Teknik analisis data yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis kualitatif tematik. Teknik analisis statistik deskriptif untuk menganalisis data kuantitatif seperti pengetahuan dan praktik sebelum dan sesudah intervensi. Sedangkan teknik kualitatif tematik untuk menganalisis data kualitatif dari wawancara dan observasi, mengidentifikasi tema dan pola yang muncul dalam persepsi dan sikap responden. Hasil studi wawancara yang dilakukan dengan 32 ibu didapatkan data 6(31.25%) ibu memiliki pengetahuan yang kurang terkait gizi seimbang. Status gizi ibu sebelum dan utamanya selama kehamilan serta pola asuh anak setelah dilahirkan yang dikenal pada masa periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) berperan dalam mencegah permasalahan gizi pada balita. Dari hasil kegiatan edukasi mengenai pencegahan stunting menunjukkan respon positif dari sasaran kegiatan dan komunikasi yang baik terjalin antara pengabdi dan sasaran kegiatan. Kesimpulan yang dihasilkan terjadi kenaikan tingkat pengetahuan kader setelah dilakukan edukasi gizi dalam upaya pencegahan stunting.
Pelatihan Kader Dalam Peningkatan Cakupan ASI Eksklusif Melalui Kelompok Pendukung ASI di Wilayah Puskesmas Pacarkeling Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya Rijanto; Astuti Setiyani; Sukesi; Ervi Husni; Queen Khoirun Nisa’ Mairo; Purwanti; Dina Isfentiani; Tatarini Ika Pipitcahyani; Sherly Jeniawaty
International Journal of Community Service Learning Vol. 7 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v7i1.53121

Abstract

Keberhasilan pemberian ASI eksklusif membutuhkan keterlibatan banyak orang terutama para kader. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan cakupan ASI Eksklusif. Mitra dalam kegiatan ini yaitu Kelompok Pendukung ASI di Puskesmas Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya.  Hasil Pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 71,44%. Ini berarti bahwa semua kader memiliki pengetahuan yang baik tentang materi khusus menyusui setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata eksekutif untuk sikap pemberian ASI eksklusif adalah 40% yang menunjukkan bahwa kader memiliki sikap yang baik terhadap dukungan pemberian ASI Eksklusif. Skor rata-rata 100% untuk teknik menyusui menunjukkan hampir semua pelaksanaan memiliki keterampilan yang baik sebagai KP-ASI. Kegiatan yang bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader dalam peningkatan cakupan ASI Eksklusif sudah terlaksana dengan baik. Setelah dilakukan pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan kader tentang ASI ekslusif dan sikap kader yang mendukung ASI ekslusif meningkat serta meningkatnya keterampilan kader dalam melakukan teknik menyusui yang benar.
Peer Relationships with Achievement Events: Cross Sectional Approach Pipitcahyani, Tatarini; Husni, Ervi; Isfentiani, Dina; Hafid, Fahmi; Sa’diyah, Halimatus Sa’diyah
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): April - June
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i2.926

Abstract

Background: Peer relationships are formed through interactions that occur both at home and in educational settings. Adolescents often function as sources of advice, motivation, and behavioral modeling for their peers, which can significantly influence individual attitudes and behaviors. The quality of these peer relationships is closely associated with students' academic achievement. Adolescents are expected to develop self-regulatory skills to minimize learning gaps and avoid negative learning attitudes. Objective: This study aims to examine the influence of peer relationships on the academic achievement of female students. Method: The study employed an analytical survey design with a cross-sectional approach, involving 70 respondents. Data were analyzed using the Chi-Square test, with a significance level set at p < 0.05. Results: The Fisher's Exact Test yielded p-values of 0.023 and 0.05, indicating a statistically significant association between peer relationships and the academic achievement of female students. Conclusion: This study recommends the inclusion of additional variables and a broader research scope in future studies to strengthen the findings. Female students are encouraged to build peer relationships with individuals who can serve as academic motivators, thereby fostering continuous improvement in their academic performance. Keywords: peer relationships; academic achievement; female students; Indonesia
AKSI KOMPETENSI BERSAMA DI PANTI ASUHAN YAYASAN PEMELIHARAAN ANAK DAN BAYI PERMATA HATI SURAKARTA Pratiwi Hermiyanti; Wisnu, Nurwening Tyas; Ginarsih, Yuni; Mujayanto; Intiyati, Ani; Yunariyah, Binti; Widyastuti, Dwi Utari; Pratami, Evi; Maharrani, Titi; Mamik; Rokhmalia, Fitri; Husni, Ervi; Windi, Yohanes Kambaru; Sari, Ira Rahayu Tiyar; Istanto, Wisnu; Widarti, Luluk; Sumaningsih, Rahayu; Sulistyowati, Dwi Wahyu Wulan; Kusumaningtyas, Kharisma; Kasiati, Klanting; Setiawan; Sukesi; Rijanto; Triana, Wahyuningsih
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmia Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i1.558

Abstract

Panti Asuhan merupakan tempat pemeliharaan bagi anak dan bayi yang sengaja diserahkan dikarenakan orang tua mengalami kesulitan ekonomi atau bahkan tanpa orang tua. Yayasan Pemeliharaan Anak dan Bayi (YPAB) Permata Hati adalah salah satu Panti Asuhan yang memelihara anak dan bayi yang membutuhkan perlindungan dan pendidikan di Kota Surakarta. Pada masa pandemic covid-19, layanan kesehatan bagi anak dan bayi di YPAB Permata Hati jarang mendapatkan kunjungan dan pemeriksaan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu pelayanan kesehatan bagi anak dan bayi di YPAB Permata Hati Kota Surakarta dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan serta status gizi. Metode pelaksanaan yang dilakukan berupa pemeriksaan tumbuh kembang anak dan status gizi, penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta penyuluhan cara menyikat gigi yang benar. Hasil pemeriksaan status gizi dan tumbuh kembang anak dan bayi di YPAB Permata Hati Kota Surakarta terdapat 30 persen termasuk kurus dan 1 orang anak termasuk suspek perkembangan Denver II (lingkar kepala termasuk mikro). Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan cara sikat gigi yang benar diikuti secara antusias oleh anak-anak YPAB Permata Hati Kota Surakarta Orphanages are places of care for children and babies who are handed over due to parents who are experiencing economic difficulties or even without parents. The Permata Hati Child and Infant Care Foundation (YPAB) is one of the orphanages that care for children and babies who need protection and education in the city of Surakarta. During the Covid-19 pandemic, health services for children and infants at YPAB Permata Hati rarely received visits and checks. The purpose of this community service is to help provide health services for children and infants at YPAB Permata Hati Surakarta City in monitoring growth and development as well as nutritional status. The implementation method used is in the form of examining children's growth and development and nutritional status, counseling on Clean and Healthy Behavior, as well as counseling on how to brush their teeth properly. The results of examinations on the nutritional status and development of children and infants at YPAB Permata Hati, Surakarta, found that 30 percent were underweight and 1 person was suspected of developing Denver II (head circumference including micro). Counseling on Clean and Healthy Behavior and how to brush your teeth was enthusiastically followed by YPAB Permata Hati Surakarta children
Pemberdayaan Kader dan Inovasi Posyandu Keliling untuk Optimalisasi Pemantauan Pertumbuhan Balita di Desa Batukorogan, Bangkalan: Cadre Empowerment and Mobile Posyandu Innovation to Optimize Toddler Growth Monitoring in Batukorogan Village, Bangkalan Soesanti, Inne; Husni, Ervi; Pengge, Nuning Marina
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.1002

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu dan kesadaran ibu balita dalam pemantauan pertumbuhan anak sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Batukorogan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 17 kader posyandu dan 21 ibu balita melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan tindak lanjut. Pelatihan diberikan kepada kader posyandu mengenai teknik pengukuran antropometri, plotting hasil pada Kartu Menuju Sehat (KMS), dan interpretasi status pertumbuhan. Sementara itu, edukasi kepada ibu balita difokuskan pada pentingnya pemantauan pertumbuhan, pola pengasuhan, dan praktik pemberian makan bayi dan anak yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan kader sebesar 85% (p=0,03) dan keterampilan sebesar 92% (p=0,03). Pengetahuan ibu balita juga meningkat sebesar 80,1%, meskipun tidak signifikan secara statistik (p=0,32), namun berdampak positif terhadap perubahan perilaku. Implementasi posyandu keliling berhasil meningkatkan cakupan D/S dari 68% menjadi 85%. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan kader melalui pelatihan terstruktur dan inovasi posyandu keliling efektif meningkatkan kualitas pemantauan pertumbuhan anak dan memperkuat upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat
An Analysis of Factors Influencing Participation of Men Fertilizer Age Couples to Acceptors of Mop (Male Operating Methods) Contraception Winda Nur Musfiroh Agustin; Ervi Husni; Ani Media Harumi; Erwin L. Rimban; Joylyn L. Mejilla
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 2 (2024): April
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i2.44

Abstract

Vasectomy or MOP is a long-term contraceptive intended for men which can be a form of husband participation in contraception and family planning so that family planning is not only the wife's obligation. Until now, there is still a lack of male participation in taking MOP Contraception, as stated in the results of the Family Health Profile survey conducted by the BKKBN in 2019 in the Indonesia Health Profile in 2019 the MOP target is 8.77% and the achievement is very far from the target, which is only 0, 5%. (RI, 2019). This study was conducted to identify Knowledge, Attitudes and Support of Childbearing age Men's Wives in Jati Village, and to determine the effect of Wife's knowledge, attitudes and support on the participation of Childbearing age Men in the use of MOP contraception. The type of research carried out is observational with analytical survey research methods and cross sectional approach with a population of 405 people and a sample of 134 Childbearing age Men. The sampling technique was cluster random sampling. The dependent variable in this study was the participation of Childbearing age Men, while the independent variables were attitudes, knowledge, and wife's support. Bivariate analysis used is Chi Square with 0.05, Multivariate analysis used is Multiple Logistics Regression. Results: Most (72.4%) Childbearing age Men have less knowledge, Almost all (78.4%) Childbearing age men have a negative attitude towards MOP contraception, and Almost all Childbearing age Men (84.3%) do not receive the support of their wives in participating in using MOP contraception. The results of the analysis test showed that there was an influence of knowledge with the participation of male pus in the use of MOP contraception (P value 0.000) , there was an effect of male pus attitude with participation in the use of MOP contraception (P value 0.025) and there was an effect of wife's support with the participation of male pus in the use of MOP contraception. (P value 0.020). The most influential factor is wife's support with an OR value of 21.712. There is an effect of Wife's Knowledge, Attitude and Support with the participation of Childbearing age Men in the use of MOP contraception.
The Effect Of The Healthyqueen Website On The Improvement Of Adolescent Behavior About Menstruation Tarissa Yunita Rahma; Evi Pratami; Rijanto; Ervi Husni; Wannarat Lawang
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 2 (2024): April
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i2.272

Abstract

Menstruation is bleeding in a manner periodic and cyclical from the accompanying uterus shedding of the endometrium. Cycle menstruation is time since day First menstruation until coming menstruation period next , meanwhile long cycle menstruation is distance between date started past menstruation and its start menstruation next . (Prayuni, Imandiri, & Adianti, 2018). This cycle can just variable , Symptoms menstruation also has impact strong negative on activity everyday and well-being , encouraging problem like poor mental health , decline productivity at work , and stress on the system health. Supported with results research conducted by Yilmaz, Bohara , and Thapa in 2021, 48% of sample report that they experience stress emotional during menstruation. The purpose of this study was to analyze the effect of the Healthyqueen website on increasing adolescent behavior regarding menstruation. This study use quantitative method pre - experimental research design with design One-group pretest-posttest design study. Sample taken with proportionate stratified random sampling technique of 52 respondents. The independent variable is the Healthyqueen website , while the dependent variable is level behavior adolecent about menstruation. Data collection instrument using questionnaire knowledge , attitude , action. Data analysis used is univariate and bivariate namely the Wilcoxon signed rank test with a significance level of 0.05. Research results show that there is enhancement significant behavior teenager daughter with p- value 0.000 <α (0.05) which means hipotesis accepted. The results of the study show the influence of the Healthyqueen website on increasing knowledge, attitudes and actions of adolescent about menstruation. Based on the description above, it can be concluded that there is an influence of the healthyqueen website on the behavior of young women. So it is recommended for adolescent to use the Healthyqueen website to find out and update related to menstruation
Pemberdayaan Kader tentang Pentingnya Kesehatan Reproduksi dan Gizi Remaja dalam Upaya Pencegahan Stunting Tatarini Ika Pipitcahyani; Sukesi; Ervi Husni; Dina Isfentiani; Rijanto; Siti Alfiah; Domas Nur Chandra; Yuni Ginarsih; Siti Farida
International Journal of Community Service Learning Vol. 9 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v9i4.103706

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi pada masa remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan kapasitas kader kesehatan dalam memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi remaja sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Jenis kegiatan ini berupa intervensi edukatif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, melibatkan 40 peserta. Metode pelaksanaan mencakup tahapan koordinasi dengan pihak puskesmas dan pemerintah desa, penyusunan materi pelatihan, pemberian edukasi melalui ceramah, diskusi interaktif, serta praktik penyuluhan (mikroteaching). Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif untuk hasil kuantitatif dan analisis kualitatif tematik untuk hasil observasi dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kategori baik, penurunan kategori cukup, dan tidak ada peserta dengan kategori kurang setelah pelatihan Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif kader terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi remaja sebagai langkah pencegahan stunting.
Hubungan Usia Menarche Dan Paritas Dengan Terjadinya Menopause Di Wilayah Kerja Puskesmas Kamal: The Relationship Between Age of Menarche and Parity with the Occurrence of Menopause in the Kamal Community Health Center Work Area Lutfiyah; Ervi Husni; Elfira Nurul Aini; Kasiati
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i3.88

Abstract

  Menopause adalah periode menstruasi spontan terakhir yang disebabkan oleh berhentinya fungsi ovarium secara permanen. Menarche adalah menstruasi yang dialami pertama kali oleh seorang perempuan. Paritas adalah jumlah anak yang pernah dilahirkan. Pada kenyataan dilapangan usia menopause dipengaruhi oeh usia menarche dan paritas.. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross ectional. Populasi terdiri dari 135 wanita menopause dan sampel diambil dengan teknik Simple random sampling sejumlah 101 responden. Variabel independennya adalah usia menarche dan paritas, sedangkan variabel dependen adalah menopause. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik chi square dengan nilai α  < 0,05.  Dari hasil penelitian didapatkan wanita menopause sebagian besar (60,4%) menarche usia 12-14 tahun, sebagian besar (71,3%) paritas 2-4 kali, dan sebagian besar (74,2%) menopause usia 40-52 tahun. Wanita yang menarchenya <12 tahun hampir setengahnya (33,3%) menopause lambat, yang menarche 12-14 tahun sebagian besar (70,7%) menopause normal dan yang menarchenya >14 tahun sebagian besar (57,1%) menopause lebih cepat. Wanita yang paritasnya <2 sebagian besar (71,4% ) menopause cepat, yang paritasnya 2-4 kali hampir seluruhnya (86,7%) menopause normal dan yang paritasnya >4 sebagian besar (58,3%) menopause lebih lambat. Dari Hasil analisis didapatkan P Value  0.000 < 0.05 yang berarti ada hubungan antara usia menarche dengan terjadinya menopause, selain itu juga didapatkan P Value 0.000 <0.05 yang berarti juga terdapat hubungan paritas dengan terjadinya menopause. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan usia menarche dan paritas dengan terjadinya menopause. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menambahkan faktor pemakain kontrasepsi yang berhubungan dengan terjadinya menopause    
Efektifitas Metode Ceramah dan Small Group Discussion tentang Kesehatan Reproduksi dan Seksual Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Remaja: The Effectiveness of Lecture Methods and Small Group Discussions on Reproductive and Sexual Health on Adolescents' Knowledge, Attitudes and Behaviors Aris Handayani; Abdul Latip; Kharisma Kusumaningtyas; Titi Maharrani; Ervi Husni; Domas Nurchandra Pramudianti
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.214

Abstract

Background: adolescents are in a phase of rapid growth and development both physically, psychologically, intellectually, socially and sexually, causing great curiosity and tend to take risky attitudes without adequate consideration, which can lead to various consequences including Sexually Transmitted Infections and unwanted pregnancies.This study aims to explain the effectiveness of sexual and reproductive health education with lecture and small group discussion methods on the level of knowledge, attitudes and behavior of adolescents.Method: this study is a Quasy -Experimental Research (pre-post test control group design) with two treatment groups and one control group. A total of 68 adolescents from 135 respondents were involved using proportional random sampling method. Each group was treated with different learning methods, namely lecture method and small group discussion consisting of 68 respondents. Data collection was carried out using pre and post questionnaires, then analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann Whitney Test with a significant level of P, 0.005. Results: This study shows that the effectiveness of the lecture and small discussion methods are: 1) knowledge about the small group discussion method and the lecture method have the same significant value P = 0.000 (<0.05). 2) attitudes and behaviors towards the lecture method are significantly different from the Small Group Discussion method p = 0.000 (<0.05). Conclusion: This study states that the small group discussion method is better used to improve knowledge and attitudes towards sexual and reproductive health behavior in adolescents than the lecture method because in this phase it is a phase of growth in adolescents so that adolescents want to know more about sexual and reproductive health material. Keywords: Reproductive health, knowledge, behavior, adolescent, attitude