Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Eksplorasi Kandungan Gizi Dan Potensi Pengembangan Produk Olahan Udang Ramah Anak Di Kabupaten Dompu Wahyu Mulyadi; Muammar Iksan; Hermansyah Hermansyah
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v1i2.119

Abstract

Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi besar dalam sektor perikanan, khususnya budidaya dan penangkapan udang. Udang merupakan sumber protein hewani yang kaya akan nutrisi penting bagi pertumbuhan anak, seperti vitamin B12, selenium, dan astaxanthin. Namun, belum banyak produk olahan udang yang dirancang khusus untuk anak-anak di daerah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi udang dan mengeksplorasi potensi pengembangan produk olahan udang yang ramah anak di Kabupaten Dompu. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang memiliki kandungan protein tinggi dan nutrisi esensial lainnya yang bermanfaat bagi anak-anak. Selain itu, terdapat peluang besar untuk mengembangkan produk olahan udang seperti siomai, dim sum, dan nugget yang disesuaikan dengan selera anak-anak dan konsumsi masyarakat secara umum. Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi lokal, penelitian ini juga menghasilkan rancangan teknologi tepat guna berupa alat pengering mini serbaguna bertenaga surya serta mixer dan presser manual hemat energi, yang dapat digunakan oleh UMKM dan ibu rumah tangga. Pengembangan produk ini tidak hanya dapat meningkatkan asupan gizi anak-anak tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal dan memperkuat peran kampus dalam mengatasi ketimpangan akses teknologi. Kata kunci: Udang, Gizi Anak, Produk Olahan, Teknologi.
DAYA TERIMA PUDING NASUTEL PADA IBU HAMIL KEK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARUGA Dita Oktaviani Putri; Alkhair Alkhair; Muammar Iksan; Aris Iwansyah
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60390

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih ,menjadi masalah gizi yang berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin sehingga diperlukan inovasi pangan lokal bergizi dan mudah diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan daya terima puding buah naga susu dengan penambahan telur pada tiga formula, yaitu F0 (tanpa telur), F1 (satu butir telur), dan F2 (dua butir telur). Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan deksriptif-komparatif yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Paruga,Kota Bima. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil KEK sebanyak 53 orang, sedangkan sampel yang diperoleh di lapangan sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi karena sebagian tidak memenuhi kriteria yang di tetapkan. Variabel penelitian meliputi daya terima yang diukur berdasarkan aspek rasa, warna, aroma dan tekstur. Pengumpulan data dilakukan menggunakan uji hedonik dan dianalisis menggunakan uji Friedman serta uji lanjut Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan formula. Kandungan gizi dihitung menggunakan Nutrisurvey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada aspek rasa (p=0,008), warna (p-0,004), dan aromA (p=0,006), Sedangkan tekstur tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,168). Formula 1 paling disukai pada aspek rasa, F0 pada warna dan aroma, sedangkan tekstur relatif sama pada semua formula. Secara gizi, peningkatan penambahan telur meningkatkan energi, protein, lemak, vitamin A, dan mineral dengan nilai tertinggi pada F2. Simpulan penelitian ini adalah F1 merupakan formula yang optimal.
Analysis of the Free Nutritious Meal (MBG) Program Menu Using the Importance–Performance Analysis (IPA) Method Ferdiansyah Ferdiansyah; Darmin Darmin; Nur Husnul Khatimah; Muammar Iksan
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 7, No 1 (2026): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v7i1.11375

Abstract

The Free Nutritious Meal (MBG) Program is designed to support students’ nutritional needs through the provision of safe, nutritious, and acceptable school meals. The success of the program depends not only on nutritional adequacy and food safety but also on menu acceptability and the extent to which service performance meets beneficiaries’ expectations. This study aimed to analyze the importance and performance of MBG menu attributes and to identify priority areas for improvement using Importance–Performance Analysis (IPA). A descriptive quantitative cross-sectional study was conducted from May to June 2026 in Wera District, Bima Regency. A total of 175 students aged 17–18 years who had received and consumed MBG meals were recruited using purposive sampling. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire assessing the importance and performance of ten menu attributes. The analysis included mean scores, gap analysis, conformity levels, and Cartesian IPA mapping. The mean importance score was 4.72, while the mean performance score was 4.20, resulting in an average gap of ?0.52 and an overall conformity level of 88.93%. The largest gaps were identified in fruit and vegetable availability (?0.70) and menu variety (?0.68). Nutritional completeness, fruit and vegetable availability, and food taste were classified as high-priority attributes for improvement. Food hygiene, ingredient freshness, and food safety were categorized as attributes whose performance should be maintained. Overall, the MBG menu was rated positively, although its performance had not fully met students’ expectations. Improvement efforts should prioritize nutritional completeness, fruit and vegetable provision, and food taste, while menu variety should be evaluated continuously. This study assessed students’ perceptions and did not measure changes in nutritional status or academic performance. 
Association of Parenting Practices, Nutritional Intake,and Economic Status with Stunting Among Children Aged 24–59 Months Umratul Fatiha; Nur Husnul Khatimah; Muammar Iksan; Dea Zara Avila
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 7, No 1 (2026): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v7i1.11339

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem among toddlers, characterized by impaired height-for-age growth. The occurrence of stunting can be influenced by various factors, including the quality of care, adequate nutritional intake, and the family’s socioeconomic status. This study aims to determine the relationship between parenting practices, nutritional intake, and socioeconomic status with the prevalence of stunting among children aged 24–59 months in the service area of the Penanae Community Health Center, Bima City. This study employed a quantitative approach with an analytical observational design and a cross-sectional method. The sample consisted of 78 toddlers selected using simple random sampling, comprising 39 toddlers in the stunting group and 39 toddlers in the non-stunting group. Data were collected through interviews using a questionnaire on parenting practices and socioeconomic status, nutritional intake measurements using the Food Frequency Questionnaire (FFQ), and height measurements based on the height-for-age (H/A) indicator. Data analysis was performed using the chi-square test and logistic regression. The results showed an association between parenting practices (p<0.001), nutritional intake (p=0.002), and socioeconomic status (p=0.042) and the incidence of stunting. Multivariate analysis showed that parenting practices were the most influential factor on the incidence of stunting, with an OR of 6.318 (95% CI: 2.104–18.973; p=0.001) Based on the research findings, improving the quality of child-rearing practices, meeting nutritional needs, and providing support for families’ economic conditions should be considered as measures to prevent stunting in toddlers.