Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Penggunaan Air Bersalinitas pada Media Pemeliharaan Ikan Lele (Clarias sp.) di UPR D5 Wati, Rizka; Jubaedah, Dade; Marsi; Yulisman; Wijayanti, Marini
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2533

Abstract

Unit Pembenihan Rakyat (UPR) D5 Desa Sukapindah berdiri sejak tahun 2019 yang dengan komoditas produksi utama berupa benih ikan lele sangkuriang. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan adalah melalui optimalisasi kualitas air sesuai kebutuhan fisiologis ikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengimplementasikan penggunaan air bersalinitas pada pemeliharaan benih ikan lele. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, peragaan, pendampingan teknis melalui penempatan mahasiswa Praktek Lapang dan demplot pemeliharaan ikan. Berdasarkan kuisioner umpan balik pada peserta, materi penyuluhan dan peragaan dinilai telah disampaikan dengan jelas (93%), difahami (87%) dan bermanfaat (87%) oleh khalayak sasaran. Peserta terlibat aktif dalam diskusi dan mengharapkan keberlanjutan program pengabdian Masyarakat ini. Demplot berupa kolam pemeliharaan benih ikan lele yang diberi dua perlakuan, yaitu media air bersalinitas 0 ppt (K0) dan 4 ppt (K1). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ikan yang dipelihara pada media dengan salinitas 4 ppt (K1) memiliki laju pertumbuhan spesifik (sebesar 1,40%/hari untuk panjang dan 3,93%/hari untuk bobot) yang lebih tinggi dibandingkan 0 ppt (K0) (sebesar 1,30%/hari untuk panjang dan 3,70%/hari untuk bobot). Kelangsungan hidup ikan 100% pada ikan yang dipelihara pada salinitas 0 ppt dan 4 ppt. Kualitas air meliputi suhu (26,8-28,6oC), pH (6-7), daya hantar listrik (189-375 μS cm-1), dan amonia (0,03-0,07 mg L-1) masih dalam kisaran optimal untuk ikan lele.
DNA Barcoding of Freshwater Eels Anguilla spp from Kuari River Based on Cytochrome C Oxidase Subunit I (COI) Gene Maulidya, Ainayyah; Syaifudin, Mochamad; Wijayanti, Marini
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.vi.55006

Abstract

Graphical Abstract Highlight Research Freshwater eels in Kuari River consisted of two species marmorata and A. bengalensis Anguilla marmorata had the highest similarity of 99.82%-100%, while bengalensis indicated the highest identity of 99.84%-100% to the same species in the GenBank database. Phylogenetic species indicated that Anguilla marmorata and Anguilla bengalensis form two different sub-clusters. The water quality in the Bengkulu Kuari River were still in tolerance for fish growth and survival.     Abstract Freshwater eels (Anguilla spp.) are classified in the family Anguillidae, and included in the catadromous group. This study aimed to determine the COI gene sequences of the mitochondrial DNA, analyze the genetic distances, and phylogenetics, and characterize the physical and chemical parameters of between freshwater eels habitat in the Kuari River Bengkulu. This research was conducted from November 2020 – April 2021. The methods used in barcoding eel species were DNA isolation, DNA amplification using PCR (Polymerase Chain Reaction), electrophoresis, and sequencing of COI gene regions in mtDNA. The COI mtDNA gene fragments were obtained from PCR results with an annealing temperature of 50°C for 30 seconds in 35 cycles. BLASTn analysis of eel samples AM3 and AM4 had the highest similarity of 99.82%-100% to Anguilla marmorata, and samples AB2-AB5 indicated the highest identity of 99.84%-100% to Anguilla bengalensis. Phylogenetic species indicated that Anguilla marmorata and Anguilla bengalensis form two different sub-clusters. The water qualities in the Bengkulu Kuari River were temperatures 26.5-27.5oC, pH 7.1-8.7, dissolved oxygen 6.19-9.54 mg L-1, brightness 21-47 cm, ammonia 0.16-0.41 mg L-1, total alkalinity 20–52 mg L-1, TDS 33–49 mg L-1, salinity 0.3-0.4 ppt and water velocity 0.5-0.8 ms-1. The COI gene in DNA barcoding is very appropriate to be used for the identification of Anguilla spp species by comparing the DNA sequence of the COI gene with the existing database in the Genbank.
The abundance and types of plankton in milkfish ponds at Banyuasin South Sumatera Fitrani, Mirna; Septiyani, Reni; Jubaedah, Dade; Wijayanti, Marini; Septimesy, Annisa; Mulyani, Yenni Sri
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 12, No 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.2.30065

Abstract

Tidal lowland is an area with significant potential for fisheries development, especially in aquaculture. Abundant water supply and land availability provide great opportunities for cultivating aquaculture commodities such as fish, shrimp, and crab. However, effective water quality management poses a significant challenge, necessitating a comprehensive evaluation based on biological, physical, and chemical assessment. Among the crucial parameters influencing water fertility, the presence of plankton stands out. Therefore, this study aimed to investigate water fertility by identifying plankton species, abundance, diversity, dominancy, and water quality in milkfish ponds at Banyuasin, South Sumatra. The results showed that the abundance of phytoplankton and zooplankton ranged from 1030-1791 individual L-1 and 103-461 individual L-1, respectively. Furthermore, Bacillariaceae was recorded to be the highest specie, followed by Cyanophyta, Chlorophyta, Protozoa, Rotifer, and Arthropoda. The range diversity index varied between 1 to 2.6, while the density and dominance indices ranged from 0.9 and 1, as well as 0.1 and 0.8, respectively. The classification of the pond's fertility fell within the mesotrophic category, signifying a moderate level. In conclusion, the water quality maintained an optimum range, thereby supporting the growth of plankton and milkfish. Meanwhile, only ammonia was below the optimum range stipulated by PP No. 22 of 2021 suggested.Keywords:bioindicatormilkfishplanktontidal lowlandwater quality
The abundance and types of plankton in milkfish ponds at Banyuasin South Sumatera Fitrani, Mirna; Septiyani, Reni; Jubaedah, Dade; Wijayanti, Marini; Septimesy, Annisa; Mulyani, Yenni Sri
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 12, No 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.2.30065

Abstract

Tidal lowland is an area with significant potential for fisheries development, especially in aquaculture. Abundant water supply and land availability provide great opportunities for cultivating aquaculture commodities such as fish, shrimp, and crab. However, effective water quality management poses a significant challenge, necessitating a comprehensive evaluation based on biological, physical, and chemical assessment. Among the crucial parameters influencing water fertility, the presence of plankton stands out. Therefore, this study aimed to investigate water fertility by identifying plankton species, abundance, diversity, dominancy, and water quality in milkfish ponds at Banyuasin, South Sumatra. The results showed that the abundance of phytoplankton and zooplankton ranged from 1030-1791 individual L-1 and 103-461 individual L-1, respectively. Furthermore, Bacillariaceae was recorded to be the highest specie, followed by Cyanophyta, Chlorophyta, Protozoa, Rotifer, and Arthropoda. The range diversity index varied between 1 to 2.6, while the density and dominance indices ranged from 0.9 and 1, as well as 0.1 and 0.8, respectively. The classification of the pond's fertility fell within the mesotrophic category, signifying a moderate level. In conclusion, the water quality maintained an optimum range, thereby supporting the growth of plankton and milkfish. Meanwhile, only ammonia was below the optimum range stipulated by PP No. 22 of 2021 suggested.Keywords:bioindicatormilkfishplanktontidal lowlandwater quality
PEMANFAATAN KOMBINASI PREBIOTIK DAN PROBIOTIK ASAL RAWA UNTUK MENINGKATKAN KELANGSUNGAN HIDUP, PERTUMBUHAN, DAN STATUS KESEHATAN IKAN SELINCAH (Belontia hasselti) Tanbiyaskur, Tanbiyaskur; Wijayanti, Marini; Syaifudin, Mochamad; Mukti, Retno Cahya; Aritonang, Lilis Pritamasari
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 4 (2023): (Desember, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.4.2023.239-249

Abstract

Ikan selincah (Belontia hasselti) merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi untuk dibudidayakan, namun terdapat beberapa tantangan seperti kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang masih rendah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu menggunakan probiotik rawa berupa Bacillus sp. dan Streptomyces sp. yang dikombinasikan dengan prebiotik.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis kombinasi prebiotik dan probiotik asal rawa yang tepat untuk meningkatkan kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan status kesehatan ikan selincah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan tiga ulangan, dengan jumlah probiotik yang sama pada setiap perlakuan yaitu sebanyak 5 mL kg-1 pakan dan jumlah prebiotik yang berbeda yaitu P0 tanpa prebiotik, P1 1%, P2 2%, dan P3 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis prebiotik yang terbaik saat dikombinasikan dengan probiotik asal rawa adalah 3% (P3) yang menghasilkan kelangsungan hidup sebesar 96% sebelum infeksi dan 91,33% setelah diinfeksi  dengan bakteri Aeromonas hydrophila, total eritrosit sebesar 1,08-2,57 x 106 sel mm-3, total leukosit sebesar 3,39-6,44 x 104 sel mm-3, total bakteri di usus sebesar 0,59-7,38 x 108 CFU mL-1, pertumbuhan bobot 4,15 g, dan pertumbuhan panjang sebesar 1,03 cm. Kombinasi probiotik rawa dan 3% prebiotik ubi jalar, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan performa kesehatan, pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan selincah.Malay Combtail (Belontia hasselti) is a commodity that has the potential to be cultivated, but there are several challenges such as survival and growth which are still low. Efforts that can be made to overcome this problem are using swamp probiotics in the form of Bacillus sp. and Streptomyces sp. combined with prebiotic. The aim of this study was to determine the correct combination dose of prebiotic and probiotics from swamps to improve the survival, growth and health status of Malay combtail. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments and three replications, with the same amount of probiotics in each treatment, namely 5 mL kg-1 feed and different amounts of prebiotic, namely P0 without prebiotics, P1 1%, P2 2 %, and P3 3%. The results showed that the best dose of prebiotics when combined with swamp probiotics was 3% (P3) which resulted in survival of 96% before infection and 91.33% after infection with Aeromonas hydrophila bacteria, total erythrocytes of 1.08-2,57 x 106 cells mm-3, total leukocytes of 3.39-6.44 x 104 cells mm-3, total bacteria in the intestine of 0.59-7.38 x 108 CFU mL-1, weight gain of 4.15 g, and length gain of 1.03 cm. The combination of swamp probiotics and 3% sweet potato prebiotic can be used to improve the health performance, growth and survival of Malay combtail.
TOTAL ERITROSIT, HEMATOKRIT DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN SELINCAH (Belontia hasselti) DENGAN PEMBERIAN PAKAN YANG DITAMBAHKAN PROBIOTIK ASAL RAWA Tanbiyaskur, Tanbiyaskur; Wijayanti, Marini; Rarassari, Madyasta Anggana; Mukti, Retno Cahya
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.344 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4284

Abstract

Ikan selincah (Belontia hasselti) merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki potensi dikembangkan menjadi komoditas budidaya. Tantangan dalam kegiatan budidaya ikan selincah adalah masih rendahnya kelangsungan hidup ikan ketika dipelihara pada lingkungan budidaya. Pemberian bakteri kandidat probiotik asal rawa merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan performa kesehatan ikan selincah. Tujuan dari penelitian ini yaitu melihat pengaruh penambahan kandidat probiotik bakteri asal rawa yang ditambahkan pada pakan dalam meningkatkan kelangsungan hidup dan performa kesehatan ikan selincah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari P0 (kontrol), P1 (Bacillus sp. (106 CFU.ml-1) 7,5 ml.kg-1 pakan dan Streptomyces sp. (106 CFU.ml-1) 2,5 ml.kg-1 pakan), P2 (Bacillus sp. (106 CFU.ml-1) 2,5 ml.kg-1 pakan dan Streptomyces sp. (106 CFU.ml-1) 7,5 ml.kg-1 pakan), P3 (Bacillus sp. (106 CFU.ml-1) 5 ml.kg-1 pakan dan Streptomyces sp. (106 CFU.ml-1) 5 ml.kg-1 pakan). Parameter yang diukur adalah kelangsungan hidup, total eritrosit dan hematokrit yang diuji dengan menggunakan analisis ragam (ANSIRA) pada kepercayaan 95%. Kualitas air yang diperoleh dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 menghasilkan nilai eritrosit tertinggi 8,62 ± 0,728 (106 sel mm-3), kadar hematokrit 38,73 ± 1,241 % , dan kelangsungan hidup 100%. Kata kunci : Bakteri, Ikan Selincah, Probiotik
Potential for Aquaculture of Lais Fish (Kryptoterus palembangensis) in Swamplands Yonarta, Danang; Taqwa, Ferdinand Hukama; Wijayanti, Marini; Jubaedah, Dade; Muslim, Muslim; Syaifudin, Mochamad
Jurnal Mangifera Edu Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v7i2.160

Abstract

Ikan lais (Kryptopterus palembangensis) merupakan salah satu ikan endemik yang ada di Sumatera Selatan. Ketersediaan ikan lais di alam mulai menurun karena penangkapan yang dilakukan oleh masyarakat secara terus menerus akan mengganggu kelestarian ikan lais. Diketahui nilai ekonomis yang tinggi menjadi penyebabnya. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk pengembangan budidaya ikan lais agar dapat diproduksi secara terkontrol. Metode penulisan yang digunakan yaitu studi pustaka. Adapun teknologi dan manajemen dari ikan lais diantaranya perbedaan padat tebar pada keramba jaring apung, pemberian jenis pakan berbeda, perendaman larva pada larutan probiotik, pengaruh perbedaan suhu dan pematangan gonad dengan mineral Fe. Kemudian untuk rata-rata kualitas air dalam pertumbuhan ikan lais adalah suhu 25,20-32,00 ºC, kisaran pH sebesar 4,70-7,90, DO 2,60-8,00 mg L-1 dan kandungan amonia berkisar 0,010-2,000 mg L-1. Ikan lais termasuk dalam kelompok ikan karnivora karena jenis makanan utamanya adalah ikan kecil, insekta dan udang. Pada ikan yang diteliti secara terkontrol, pakan menggunakan Tubifex sp. memberikan pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang tertinggi. Pemijahan ikan lais baji satu kali dalam setahun dengan pola pemijahan total spawner di musim penghujan yang dimana pada saat permukan air mulai naik dan pemijahan dilakukan di dalam celah-celah bebatuan. Gambaran sel darah merupakan aspek pendukung dalam menentukan status kesehatan ikan. Kondisi fisiologis ikan yang sehat ditandai dengan adanya pertumbuhan yang meningkat. Fisiologis pertumbuhan ikan lais dalam keadaan sehat yaitu, total eritrosit 264,00 ± 3,00 x104 sel mm-3, hemoglobin 8,3±0,11 g/dL, hematokrit 26,66±0,57 %, total leukosit 2,53±0,01 x 104 sel mm-3 dan Glukosa darah 89,00 ± 1,00 mg/dL
APLIKASI PENGGUNAAN KOTORAN PUYUH DAN AMPAS TAHU TERFERMENTASI UNTUK MEDIA PEMELIHARAAN CACING SUTERA DI UPR D5 DESA SUKA PINDAH KABUPATEN OGAN ILIR Yulisman, Yulisman; Jubaedah, Dade; Ismalia, Nova; Marsi, Marsi; Wijayanti, Marini; Mukti, Retno Cahya; Amin, Mohamad
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1708

Abstract

Silk worms is commonly used as natural feed for larval on fish hatchery. Cultivating silk worms requires a substrate as well as a feed source to support their growth. Fermented quail manure, tofu waste, and tapioca flour can be utilized as cultivation media for silk worms. This activity aims to apply the use of fermented quail manure, and tofu dreg, and tapioca flour on the growth of silk worms at Unit Pembenihan Rakyat D5 Suka Pindah Village, Ogan Ilir, South Sumatera. This activity is community service through extension and silk worm culture using media from fermented quail manure and tofu dregs. Silk worm cultivation was carried out using a closed-flow water system with two containers, one for fermented media and one for non-fermented media. Silk worms 150 g m-3 were stocked and reared for 30 days. The results obtained from community extension are an increase in understanding of the target audience from quite good to good and very good. The result of the silk worm culture demonstration plot show that absolute biomass growth in the fermented media at 588.80 g m-2 compared to non-fermented media at 440.00 g m-2 Therefore, fish farmers can apply silk worm culture with fermented media to be able to provide natural feed of fish, independently.
Impact of Probiotic Swamp Bacteria on the Prevention of Aeromonas hydrophila Infection in Striped Snakehead (Channa striata) Wijayanti, Marini; Sasanti, Ade Dwi; Jubaedah, Dade; Citra, Nyayu
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i2.6631

Abstract

Probiotics are microbes that can modify the bacterial structure in fish digestive systems. Probiotics are used as feed additives and can improve the host's health. As a result, it can help to prevent Aeromonas infection. This study aims to determine the effectiveness of bacteria from the swamp (Bacillus sp. and Streptomyces sp.) on feed in preventing Aeromonas hydrophila infection in striped snakeheads. The study used P0 (control), P1 (Bacillus sp.), P2 (Streptomyces sp.), P3 (Bacillus sp. and Streptomyces sp. combination), each bacterium 10 ml kg-1 feed. Total of bacteria, prevalence, fish growth, survival rate, and water quality are among the variables assessed. The fish survival, fish growth, and feed efficiency in Channa treated with a combination of Bacillus and Streptomyces (P3) were significantly highest among other, resulting of best prevalence 2.38%.
Co-Authors Ade Bayu Saputra Ade Dwi Sasanti Ade Dwi Sasanti Ade Dwi Sasanti Afriansyah, Azmi Agustina Aldila Din Pangawikan Andini, Andini Anja Meryandini Anjastari, Devi Annisa Siregar Arafsanajani Arif Aris Tri Wahyudi Aritonang, Lilis Pritamasari Chandra Irsan Choirul Amar Simbolon Citra, Nyayu Dade - Jubaedah Dade Jubaedah Dade Jubaedah Dade Jubaedah Dade Jubaedah Dade Jubaedah Dade Jubaedah Dade Jubaedah Danang Yonarta Danang Yonarta Dedi . Apriadi Devi Anjastari Dwi Rizki Septiana Eka Febri Fitriana Engelhaupt, Martin Erwin Nofyan Feni Haryani Ferdinand Hukama Taqwa Ferdinand Hukama Taqwa Fitriana, Eka Febri Genti, Karta Sari Gracia Eirene Girsang Hary Widjajanti Hendro Widyantoro Herdia Agustina Hijral Hamdani Husnul Khotimah Ida Handayani Ismalia, Nova Junedi Tinambunan Kezia Agustine Riyadhi Kukuh Jaya Langgeng Priyanto, Langgeng M Aiman Ziyad M Syaifudin Madyasta Anggana Rarassari Madyasta Anggana Rarassari Madyasta Anggana Rarassari Madyasta Anggana Rarassari Maemonah, Maemonah Marsi Marsi - - Marsi Marsi Marsi Marsi Marsi Marsi Marsi Marsi Marsi Marsi Maswala, Depi Maulidya, Ainayyah Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mochamad Syaifudin, Mochamad Mohamad Amin Muhammad Fadhil Akbar Mulyani, Yenni Sri MUNTI YUHANA Muslim Muslim Muslim Muslim Nabila Saraswati Novi Wulandari Mustika NUNI GOFAR Nurwijayanti Nyayu Nurul Husna Olivia Riana Sari Rarassari, Madyasta Anggana Retno Cahya Mukti Ria octaviani Riswandi, Agung Saputra, Ade Bayu Sefti Heza Dwinanti Sefti Heza Dwinanti Sefti Heza Dwinanti Sefti Heza Dwinanti Septika Putri Anggraini Septimesy, Annisa Septiyani, Reni Siti Yuliani Sofiatul Rahmani Soikar Hariadi Suharyanto Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur, Tanbiyaskur Tri Panji Valencia Aff Neka Wati, Rizka Yonarta, Danang Yonarta, Danang Yudha Galih Wibawa YULISMAN Yulisman Yulisman Yulisman Yulisman