Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Memodelkan Dinamika Transformasi Digital Sumber Daya Manusia: Pendekatan Berpikir Sistematis terhadap Ketangkasan dan Kinerja Organisasi Elvie Maria; Hendri Sembiring; Peni Cahyati; Andriasan Sudarso; Brilliant Handyman Manalu
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7529

Abstract

Percepatan digitalisasi manajemen sumber daya manusia (SDM) telah mengubah cara organisasi menarik, mengembangkan, dan mempertahankan talenta di era Industri 4.0. Namun, sebagian besar studi yang ada mengonseptualisasikan transformasi SDM digital sebagai perkembangan linier, mengabaikan interaksi umpan balik dinamis antara teknologi, manusia, dan kinerja organisasi. Studi ini menggunakan pendekatan pemodelan dinamika sistem untuk menangkap hubungan kausal yang kompleks antara kemampuan SDM digital, ketangkasan belajar, ketangkasan organisasi, kinerja, dan stres. Dengan mengadopsi perspektif pemikiran sistem, penelitian ini mengonseptualisasikan transformasi digital SDM sebagai sistem yang mengatur diri sendiri yang dibentuk oleh lingkaran umpan balik yang memperkuat dan menyeimbangkan, yang menentukan keberlanjutan jangka panjang. Model ini dikembangkan melalui tinjauan literatur sistematis dan divalidasi melalui konsultasi ahli dengan manajer digitalisasi SDM dan spesialis dinamika sistem. Menggunakan Vensim DSS 9.3, simulasi dilakukan selama 60 bulan untuk mengamati perilaku dasar dan skenario kebijakan. Hasilnya menunjukkan bahwa lingkaran penguatan yang menghubungkan kemampuan SDM digital, ketangkasan belajar, dan kinerja menghasilkan peningkatan berkelanjutan dan ketahanan organisasi. Namun, lingkaran keseimbangan, yang diwakili oleh stres dan kelelahan adaptasi, membatasi pertumbuhan ketika perubahan digital melebihi kapasitas adaptasi karyawan. Skenario kebijakan komparatif menunjukkan bahwa peningkatan intensitas pelatihan mempercepat pengembangan kemampuan tetapi meningkatkan stres, sementara peningkatan program mitigasi stres menstabilkan pembelajaran dan mempertahankan peningkatan kinerja dari waktu ke waktu. Temuan ini menyoroti bahwa transformasi digital SDM yang berkelanjutan membutuhkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kemampuan adaptasi manusia. Penekanan berlebihan pada kecepatan dan otomatisasi dapat menghasilkan resistensi sistemik, sedangkan intervensi seimbang yang menggabungkan investasi digital, pembelajaran berkelanjutan, dan dukungan psikologis mendorong organisasi yang tangguh dan lincah. Secara teoritis, studi ini memperluas manajemen SDM strategis dengan mengintegrasikan dinamika sistem untuk menjelaskan perilaku transformasi nonlinier dan adaptasi berbasis umpan balik. Secara praktis, studi ini mengidentifikasi titik pengungkit utama seperti peningkatan kelincahan belajar dan manajemen stres yang memungkinkan organisasi untuk merancang strategi digital SDM yang dinamis dan berkelanjutan yang selaras dengan daya saing jangka panjang.
CHILD-FRIENDLY SCHOOLS IN BUILDING GENERATIONS POSITIVE CHARACTER THROUGH CHARACTER TEACHERS Elvie Maria; Brilliant Handyman Manalu; Lili Suryati; Andriasan Sudarso; Hendra Soewarno
Jurnal Abdisci Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No 2 Tahun 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v2i2.563

Abstract

By having a positive character, a person will feel his presence in the family, work, and community environment. Students who are the next generation of the nation are formed through the learning process from their families and the surrounding environment, including schools and educators with all their facilities. As educators, teachers are individuals who are sued and imitated, and they play an essential role in building the positive character of students. Child-friendly schools are the government's efforts to support the overall development of children to facilitate the achievement of educational goals and emphasize the importance of a conducive and supportive learning environment to build students' character values so that they have a positive character because they have a positive character is an advantage that is reflected in good nature and attitude, the ability to interact well with anyone, having strong morals, empathy, honesty, kindness, discipline, optimism, resilience, and good self-control. In supporting the government's efforts to create child-friendly schools, the Medan Catholic Education Council-Keusukan Agung has equipped teachers at the kindergarten, elementary, and junior high school levels, participated in child-friendly school seminars, with the theme "building a generation with the positive character through teachers with character", so that teachers realize that they must have a positive character. They can build their students with positive character Because a person's character will be formed through the learning process throughout his life, including in the school environment.
Building Personal Integrity and Positive Character toward an Outstanding Generation. Elvie Maria; Amril Amril; Andriasan Sudarso; Lili Suryati
Jurnal Abdisci Vol 3 No 7 (2026): Vol 3 No 7 Tahun 2026
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v3i7.1178

Abstract

This Community Service Program (PKM) aims to enhance young people's understanding of the importance of personal integrity and positive character as fundamental pillars in developing an outstanding generation in the modern era. Challenges in the VUCA era (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) require young people not only to possess intellectual intelligence but also strong character, adaptability, responsibility, and sound social ethics. The program was implemented through educational seminars, material presentations, interactive discussions, and participant reflections. The topics covered included personal integrity, positive character development, challenges in the digital era, soft skills development, and the role of young people as agents of change. The results indicated an increased understanding among participants regarding the importance of integrity, discipline, responsibility, empathy, teamwork, and critical thinking as essential characteristics of an outstanding generation. Participants also demonstrated high enthusiasm during discussions and a strong commitment to applying positive values in their daily lives. This program contributed positively to raising awareness that success is determined not only by academic competence but also by the quality of character and personal integrity as important assets for national developme