Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Produk Olahan dari Bahan Dasar Pisang Pada Kelompok Wanita di Desa Mondang Kumango, Kelurahan Tambusasi Tengah, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau Al Muzafri; Ryan Prayogi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1: Januari 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i1.53

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang sedang mengalami perkembangan, Baik itu dibidang Pemerintahan, Kesehatan, Sosial dan Budaya, Ekonomi dan Pertanian. Sektor yang perlu lebih diperhatikan adalah bidang ekonomi dan pertanian. Bidang pertanian saat ini merupakan salah satu bagian yang terus diupayakan untuk pengembangan agribisnis dalam rangka meningkatkan pertanian yang modern, Masyarakat di Indonesia sebagian besar masih tergolong masyarakat dengan tingkat ekonomi sedang ke rendah. Hal ini membuktikan bahwa usaha pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan ekonomi bagi masyarakatnya belum mengalami keberhasilan, Desa Sei Kumango merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Rokan Hulu yang sebagian besar masyarakatnya menanam pisang di kebun dan di halaman rumah. Pisang tersebut nanatinya akan dijual ke pasar secara utuh dan nilai uang yang dihasilkan masih cukup rendah. Jika diolah dengan baik pisang akan menghasilkan beraneka ragam produk pangan yang lezat dan menyehatkan dan akan memberi nilai ekonomis yang tinggi yang berguna untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa Sei kumango kelurahan tambusai tengah.
Model of Civic Education as Moral Education Prayogi, Ryan; Sapriya, Sapriya; Komalasari, Kokom; Rahmat; Masyitoh, Iim Siti; Adam, M. Januar Ibnu; Nurgiansah, T Heru
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v5i1.8353

Abstract

This research examines the importance for civic education teachers in carrying out the learning process in class not only achieving cognitive aspects but every teacher must also prioritise affective aspects in the learning process, so that using the Moral Education model in Civic Education can be a reference for teachers in carrying out Civic Education learning by using the Moral Education model as an effort to foster Moral feeling, Moral Behaviour and Moral action. The purpose of this research is how Citizenship Education as Moral Education and the Development of Moral Education models in Citizenship Education. While this research method uses a literature study research approach with steps to select themes, search for references, collect data sources, and analyse data and draw conclusions. The results showed that education as moral education has existed since civic education entered Indonesia, and that the development of moral education models in civic education, one of which uses the Human Modelling model and Value Clarification Technique, provides a practical solution for civic education as moral education that refers to the 21st century learning model.
Silek Tari dalam Upacara Pernikahan Adat Melayu Rambah Hilir berbasis Kearifan Lokal Prayogi, Ryan; Betria, Ike; Rusmana, Febri
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v3i2.1636

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui nilai-nilai tradisi silek tari dalam upacara adat pernikahan suku melayu di rambah hilir kabupaten rokan hulu. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode etnografi. Sedangkan informan dalam penelitian ini ialah guru silek, pesilek, tokoh adat, tokoh agama tokoh masyarakat, pemuda, masyarakat, dan pemerintah kecamatan rambah hilir. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawaancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data mengunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi pertunjukan silek tari dalam upacara adat pernikahan rambah hilir dimulai ketika mempelai pria di antarkan menuju rumah mempelai wanita, setelah sampai di depan halaman rumah barulah ditampilkan silek tari, pertama sombah sepuluh jai, kedua gorakan silek meliputi gorakan olang bobego, borubah tobang bopulun, tupai bogoluik, tenju, tikam, dan diakhiri salam. Sedangkan alat musik yang ditampilkan mengiringi silek tari ialah godang borogong. Serta pakaian yang digunakan baju tolukbulango dengan warna hitam dan memakai selempang, ikat pinggang dan membawa pisau belati sebagai ciri khas masyarakat melayu.
The Effect of the Covid 19 Virus and Online Learning on English Subjects in Elementary Schools Prasetyo, Dhaniel; Rudini, Rudini; Prayogi, Ryan; Rahmawati, Ilham; Syah Putra, Arman
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 2 No. 3 (2021): June 2021
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v2i3.101

Abstract

Elementary school is a medium used by the government to provide proper education for its people. With the existence of an elementary school, the community through education with various kinds of subjects that can be used as a basis so that the Indonesian nation can develop in the future with 6 years of compulsory education and 9 years of compulsory education Indonesia is good enough and illiteracy has begun to be eliminated by the existence of compulsory education, therefore a good education is education that can cover all corners of Indonesia and can be felt by all Indonesian people so that the Indonesian nation can become an advanced nation with education as the spearhead from Indonesia. Quantitative research is the method used in this study by emphasizing survey tools conducted to 100 people who were randomly selected in order to get very accurate data and real data in the field. Therefore, by using this method, the research can be continued so that it can find answers of the research problem raised. The variables studied in schools during the pandemic are online learning systems, offline learning systems and many more variables studied by researchers so they can find out which variables can affect the teaching and learning system in Indonesia, especially in the teaching and learning system in Indonesia. Elementary schools with these variables will be able to develop which things are good and which things are bad can be reduced. In this study will produce a data that has been processed on a system that uses SPSS tools. Therefore, with the processing of these data, it can be seen which variables affect elementary schools.
PEWARISAN SEJARAH DAN KEBUDAYAN MELAYU ROKAN HULU Cicilia Melinda; Ryan Prayogi; Welven Aida; Ilham Rahmawati; Hardianto Hardianto; Ike Betria
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.365-373

Abstract

Sejarah dan kebudayaan lokal perlu diajarkan kepada generasi muda di setiap daerah agar sejarah dan kebudayaan lokal tidak hilang ditelan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan masuknya budaya asing ke indonesia, sebab sejarah dan budaya merupak ciri khas negara Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan budaya yang memiliki keunikan sendiri-sendiri, kebudayaan Indonesia berasal dari kebudayaan daerah dan kebudayaan local masing-masing provinsi di Indonesia. Daerah Rokan Hulu, Provinsi Riau, memiliki multi kultural yang terdiri dari berbagai macam suku, namun di dominasi oleh suku melayu yang merupakan suku asli di provinsi Riau. Dan juga rokan hulu memiliki banyak situs sejarah yang belum banyak diketahui baik oleh masyarakat rokan hulu.untuk itu dilakukan pengabdian masyarakat tentang pelestarian sejarah dan kebudayaan melayu bagi mahasiswa pendidikan IPS, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, universitas pasir pengaraian.
Representasi Nilai Karakter Bangsa dalam Tradisi Mandai Ulu Taon Masyarakat Mandailing Rokanhulu Provinsi Riau Ryan Prayogi; Kokom Komalasari; Dadang Sundawa; Rahmat Rahmat; Iim Siti Masyitoh
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11371

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan kajian mendalam tentang representasi nilai-nilai karakter bangsa dalam tradisi mandai ulu taon masyarakat Kaiti sebagai upaya mempertahankan karakter bangsa, meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dan generasi muda akan nilai-nilai karakter dalam tradisi mandai ulu taon. Penelitian ini dilaksanakan di Kaiti Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokanhulu, Provinsi Riau. Sedangkan narasumber penelitian dalam penelitian ini melibatkan Tokoh Agama Tokoh Adat, Tokoh budaya, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, pelaku budaya, Pemerintah Desa dan Kecamatan Serta Masyarakat Desa Kaiti. Penelitian ini sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan metode etnografi, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dan teknik analisis data melalui reduksi data, display data, dan verifikasi data, serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukan terdapat nilai-nilai karakter bangsa dalam tradisi mandai ulu taon masyarakat Desa Rambah Tengah Barat meliputi tahapan dari tradisi mandai ulu taon yang meliputi tahapan persiapan mandai ulu taon (nilai musyawarah, nilai kebersamaan, nilai peduli lingkungan, nilai kepercayaan), tahapan malaksanaon mandai ulu taon (nilai gotong royong, nilai tanggung jawab, nilai kesenian, dan nilai rasa bangga budaya daerah), tahapan pangaluon mandai ulu taon (nilai religius, nilai cinta damai dan nilai toleransi).
Analisis Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan di Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta Mitra Permatasari; T Heru Nurgiansah; Aim Abdulkarim; Suriaman; Ryan Prayogi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5681

Abstract

Abstrak Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis penerapan Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan di Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta. Penulisan ini menggunakan pendekatan Literatur Review dengan sumber data dari beberapa artikel ilmiah dan menggunakan analisis SWOT yang menganalisis tentang Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunities), dan Ancaman (Threats). Hasil analisis menyatakan bahwa Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan di Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta telah dilaksanakan berdasarkan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah, outcome, kesepakatan konsursium dan juga visi misi dari Universitas. Kata Kunci: Kurikulum, Pendidikan Kewarganegaraan, Merdeka Belajar-Kurikulum Merdeka
Kajian Perbandingan Civic Education di Eropa dan Indonesia Ryan Prayogi; Kokom Komalasari; Sapriya; T Heru Nurgiansah; Suriaman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5706

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang perbandingan Pendidikan kewarganegaraan di Kawasan eropa baik belanda dan inggris dengan Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Secara umum bahwa Pendidikan kewarganegaraan dimasing-masing negara memiliki kesamaan dan terdapat perbedaan secara signifikan. Oleh sebab itu penulis ingin menyajikan sejauh mana secara konsep Pendidikan kewarganegegaraan di negara tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan Langkah-langkah: memilih tema, mencari sumber informasi, menentukan arah penelitian, mengumpulkan sumber data, menyajikan data, dan membuat bahan untuk dilakukan perbandingan dan kombinasi analisis yang dilakukan, serta melakukan evaluasi dari literatur yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan baik di Belanda, Inggris dan Indonesia memiliki kesamaan untuk menekankan pengetahuan kewarganegaraan, karakter kewarganegaraan, keterampilan kewarganegaraan dan kewarganegaraan aktif baik dalam bentuk praktik menjadi warga negara yang baik (to be good citizens). Secara umum, kurikulum kewarganegaraan mencakup berbagai topik yang luas dan sangat komprehensif, membahas prinsip-prinsip dasar masyarakat demokratis, isu-isu masyarakat kontemporer seperti keragaman budaya dan pembangunan berkelanjutan, serta dimensi dunia internasional. Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Kawasan Eropa, Indonesia
Model Konseptual Pendidikan Kewarganegaraan Berdasarkan Landasan Filosofis: Konteks Sekolah Menengah di Indonesia Suriaman; Sapriya; T Heru Nurgiansah; Ryan Prayogi; Heny Mulyani; Zindan Baynal Hubi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5819

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas tentang model pendidikan kewarganegaraan di sekolah menengah berlandaskan kepada dasar filosofisnya sehingga menjadi acuan dalam pengembangan disiplin keilmuan PKn. Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk warga negara yang bertanggung jawab, peduli terhadap masyarakat, memiliki pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokratis. Model konseptual pendidikan kewarganegaraan yang dijelaskan dalam artikel ini didasarkan pada landasan filosofis yang kuat. Landasan filosofis ini meliputi prinsip-prinsip moral, etika, dan nilai-nilai dasar yang diperlukan untuk membentuk warga negara yang baik. Model ini juga mencakup komponen-komponen seperti kurikulum, metode pengajaran, dan evaluasi pembelajaran. Dalam konteks sekolah menengah, pendidikan kewarganegaraan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sistem politik, hukum, dan pemerintahan negara. Selain itu, pendidikan kewarganegaraan juga dapat membantu siswa memahami perbedaan budaya, agama, dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Pendidikan kewarganegaraan di sekolah menengah juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, seperti kerjasama, komunikasi, dan kepemimpinan. Melalui pendidikan kewarganegaraan, siswa diajarkan tentang pentingnya menghormati perbedaan, memahami perspektif orang lain, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat. Dalam artikel ini, model konseptual pendidikan kewarganegaraan berdasarkan landasan filosofis dijelaskan secara rinci dengan tujuan untuk memberikan panduan bagi pengembangan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan yang efektif di sekolah menengah. Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Landasan Filosofis, Sekolah Menengah
Conflict Resolution Based on Malay "Tunjuk Ajar" (Traditional Guidance) in Addressing Community Conflicts Among the Malay People in Riau Province Ryan Prayogi; Kokom Komalasari; Rahmat; Iim Siti Masyitoh; Bunyamin Maftuh; Elly Malihah; Ryan Prayogi
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v7i1.14178

Abstract

This study contributes theoretically to conflict resolution and Civic Education by demonstrating how local wisdom can operationalize deliberative democracy principles in multicultural settings. Employing a qualitative descriptive design with 15 purposively selected participants, the research explores conflict resolution based on the Malay "Tunjuk Ajar" among the Malay people in Riau Province. Data were collected through observation, in-depth interviews, and literature review. The principal findings reveal that conflict resolution is operationalized through "duduk berundiang" to achieve consensus, facilitated by the Riau Malay Customary Institution. The process predominantly employs integrating, compromising, and obliging conflict management styles, embodying the core values of deliberation, consensus, truth, justice, responsibility, and social concern. The novelty lies in its explicit integration of Malay Tunjuk Ajar with Civic Education frameworks, linking customary deliberation to Pancasila's democratic principles and to the development of civic competence. Practically, this study provides a culturally grounded model for conflict resolution that can complement formal legal mechanisms and inform Civic Education curricula on multicultural citizenship.