Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Minyak Jagung pada Pembuatan Keju Olahan (Sliced Cheese) dengan Koagulan Getah Pepaya Kering terhadap pH, Kekompakan (Firmness), dan Keempukan Yustisia, Eva Sanum; Putranto, Wendry Setiyadi; Pratama, Andry
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 7 (2024): Madani, Vol 2. No. 7, 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12809903

Abstract

Sliced cheese merupakan keju yang dipotong menjadi irisan tipis dengan ukuran yang seragam. Keju terbentuk dari gumpalan akibat koagulasi protein susu oleh enzim rennet. Rennet memiliki harga yang relatif mahal sehingga dibutuhkan alternatif yang dapat digunakan dalam proses koagulasi. Salah satu alternatifnya adalah enzim papain dari getah pepaya. Namun, penggunaan papain tersebut dapat berdampak pada tekstur keju yang mengeras sehingga ditambahkan minyak jagung untuk memperbaiki tekstur dari keju tersebut karena mengandung asam lemak tak jenuh yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minyak jagung yang akan menghasilkan pH, kekompakan (firmness), dan keempukan terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2024 di Laboratorium Teknologi Pengolahan Produk Peternakan dan Laboratorium Riset dan Pengujian Bioteknologi, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan empat perlakuan dan lima ulangan dengan persentase minyak jagung yang terdiri dari P0 (tanpa pemberian minyak jagung), P1 (5%), P2 (10%), dan P3 (15%). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak jagung pada pembuatan sliced cheese memberikan pengaruh yang sama terhadap nilai pH dan keempukan. Namun, menurunkan nilai kekompakan (firmness). Penambahan minyak jagung dengan konsentrasi 5% merupakan konsentrasi terbaik karena menghasilkan nilai kekompakan (firmness) yang tinggi.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Terhadap pH, Kadar Alkohol dan Antioksidan kefir Susu Kambing Gymnastiar, Muhammad Galih; Wulandari, Eka; Pratama, Andry
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 7 (2024): Madani, Vol 2. No. 7, 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13117925

Abstract

Goat milk kefir is a fermented milk product that contains vitamins, minerals, and essential amino acids that can help maintain and improve body functions. In addition, kefir has anticancer, anti-inflammatory, and antidiabetic properties. Kefir can be made by adding telang flower extract (Clitoria ternatea L.) which aims to improve the characteristics and quality and add functional value to goat milk kefir. The study was conducted to determine the effect of the addition of telang flower extract on the characteristics of pH value, alcohol content, and antioxidant activity of goat milk kefir. This study used an experimental method with a completely randomised design (CRD), up to 4 concentration treatments (P1 = 0.5%, P2 = 1%, P3 = 1.5% and P4 = 2%) and repeated 5 times. The data on pH, alcohol content and antioxidant activity were analysed by analysis of variance, followed by Duncan's post hoc test. The results of the study identified that the addition of telang flower extract in making goat milk kefir gave the same effect on pH value and alcohol content. However, it increased the antioxidant activity. Based on this study, the addition of 1.5% telang flower extract produced the best treatment with a pH value of 4.30, alcohol content of 0.4% and antioxidant activity of 22.704 ppm.
Khamir Pada Produk Pangan Peternakan Telur dan Potensi Khamir Sebagai Agen Fermentasi Soerya, Fatima Aulia; Pratama, Andry; Putranto, Wendry Setiyadi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 6 (2024): Madani, Vol 2, No. 6 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12193034

Abstract

The adaptive nature of yeast growth to normal temperatures makes it easy to live in foodstuffs, such as eggs. Yeast as a fermentation agent has long been used for its ability to extend shelf life and improve product quality. The purpose of this article paper is to analyze and collect studies on yeast in eggs and its potential as a fermentation agent. Based on the studies analyzed and collected several yeasts from eggs namely Candida, Rhodotorula, Thricosporon, Hypopichia, and Torulaspora. It was found that the potential of yeast as a fermentation agent is useful for the field of food to the field of fuel renewal technology. Its properties that convert sugar into alcohol and CO2 can improve the characteristics of food products, while also producing fuel renewal in the form of bioethanol from coconut water.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KARAKTERISTIK MIKROBIOLOGI KEFIR SUSU KAMBING DENGAN EKSTRAK BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) Putri, Risma; Wulandari, Eka; Pratama, Andry
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.18298

Abstract

Kefir is a processed product made from milk fermented with various bacteria. In general, kefir is often substituted with plants such as dragon fruit, but it turns out that kefir can also be substituted with grains, one of which is sunflower seeds. However, the optimum storage length of kefir when stored at low temperatures is unknown. This study determined whether storage duration is affected by substituting sunflower seed extract on pH, total lactic acid bacteria, and total yeast. This research was conducted using an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments based on the length of storage consisting of P1 (No storage), P2 (Day 7), P3 (Day 14), and P4 (Day 21). The data were then analyzed using variance analysis, and the orthogonal polynomial test was continued. The results showed that the length of storage of kefir with substitution of sunflower seed extract at refrigeration temperature for 21 days showed that the pH value was not significantly different, while the total bacteria and total lactic acid were significantly different with a cubic regression pattern y = 0.0003x3 - 0.0142x2 + 0.1755 + 8.164x for total lactic acid bacteria and y = 0.0005x3 - 0.017x2 + 0.1796x + 8.3634 for total yeast so that the optimum storage length of kefir with sunflower seed extract substitution is obtained on day 8.
Pengaruh Limbah Industri Pangan dan Sampah Pasar Sebagai Media Maggot BSF Terhadap Biomassa, Frass, dan Penyusutan Nisa, Nur Sabrina Zahratun; Pratama, Andry; Marlina, Eulis Tanti; Hidayati, Yuli Astuti
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 27 No 1 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.27.1.30-38.2025

Abstract

Limbah industri pangan dan sampah pasar merupakan limbah dengan kandungan bahan organik tinggi belum banyak dimanfaatkan. Apabila tidak diolah dengan baik maka limbah organik dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan. Salah satu cara pengolahan limbah adalah dengan reduksi sebagai media pertumbuhan maggot Black Soldier Fly (BSF). Hasil dari proses pertumbuhan maggot dengan media organik adalah biomassa maggot, frass maggot, dan penyusutan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah industri pangan dan sampah pasar sebagai media pertumbuhan maggot terhadap biomassa maggot, frass maggot, dan penyusutan media. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan 3 perlakuan, P1 (media 100% sampah pasar), P2 (media 100% limbah industri pangan), dan P3 (kombinasi media 50% sampah pasar dan 50% limbah industri pangan) dengan ulangan sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap biomassa maggot, tetapi berpengaruh nyata terhadap frass maggot dan penyusutan. Pada P3 merupakan perlakuan media terbaik untuk pertumbuhan maggot.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KARAKTERISTIK MIKROBIOLOGI KEFIR SUSU KAMBING DENGAN EKSTRAK BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) Putri, Risma; Wulandari, Eka; Pratama, Andry
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.18298

Abstract

Kefir is a processed product made from milk fermented with various bacteria. In general, kefir is often substituted with plants such as dragon fruit, but it turns out that kefir can also be substituted with grains, one of which is sunflower seeds. However, the optimum storage length of kefir when stored at low temperatures is unknown. This study determined whether storage duration is affected by substituting sunflower seed extract on pH, total lactic acid bacteria, and total yeast. This research was conducted using an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments based on the length of storage consisting of P1 (No storage), P2 (Day 7), P3 (Day 14), and P4 (Day 21). The data were then analyzed using variance analysis, and the orthogonal polynomial test was continued. The results showed that the length of storage of kefir with substitution of sunflower seed extract at refrigeration temperature for 21 days showed that the pH value was not significantly different, while the total bacteria and total lactic acid were significantly different with a cubic regression pattern y = 0.0003x3 - 0.0142x2 + 0.1755 + 8.164x for total lactic acid bacteria and y = 0.0005x3 - 0.017x2 + 0.1796x + 8.3634 for total yeast so that the optimum storage length of kefir with sunflower seed extract substitution is obtained on day 8.
PENGARUH SUBSTITUSI SUSU KAMBING DENGAN EKSTRAK BIJI KETAPANG (Terminalia catappa L.) PADA PEMBUATAN KEFIR OPTIMA Septiana, Salma; Wulandari, Eka; Pratama, Andry
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.18308

Abstract

Kefir merupakan minuman fermentasi susu yang dihasilkan dari proses penambahan starter berupa kefir grain yang mengandung kumpulan bakteri asam laktat dan yeast. Pemanfaatan protein dan serat larut dari biji ketapang, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan BAL, disertai dengan penurunan pH dan jumlah yeast yang optimal dalam produk kefir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh yang dihasilkan dari substitusi ekstrak biji ketapang pada kefir susu kambing terhadap nilai pH, total BAL dan total yeast. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu perbandingan 80:20% (P1), 60:40% (P2), 50:50% (P3), 40:60% (P4), dan 20:80% (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi kefir susu kambing dengan ekstrak biji ketapang tidak berpengaruh terhadap nilai pH, namun berpengaruh terhadap total bakteri asam laktat dan total yeast. Substitusi kefir susu kambing dengan perbandingan konsentrasi 50:50% pada produk kefir memberikan hasil terbaik, dengan nilai pH 3,95, total bakteri asam laktat 18,86 x 107 cfu/ml, dan total yeast 17,36 x 108 cfu/mL.
Analisis Standar Tablet Tambah Darah Bagi Ibu Hamil Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 88 Tahun 2014 Terhadap Kasus Anemia Di UPTD Puskesmas Larompong Kab. Luwu: Analysis of Blood Addition Tablet Standards for Pregnant Women Based on Minister of Health Regulation Number 88 of 2014 on Anemia Cases at UPTD Puskesmas Larompong Kab. Luwu Pratama, Andry; AM, Nasruddin; Ahri, Reza Aril; Yusriani, Yusriani; Alwi, Muhammad Khidri; Gafur, Abdul
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1999

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Secara global angka prevalensi defisiensi zat besi masih sangat tinggi pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 43,9%. Prevalensi defisiensi zat besi pada ibu hamil diperkirakan di Asia sebesar 49,4%, Afrika 59,1%, Amerika 28,1% dan Eropa 26,1% (WHO, 2018). Tujuan: Untuk mengidentifikasi tentang efektifitas standar tablet tambah darah bagi ibu hamil berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 88 tahun 2014 terhadap kasus anemia di UPTD Puskesmas Larompong Kab. Luwu. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil: Hasil indikator output dari segi cakupan pemberian TTD di Puskesmas Larompong Kab. luwu berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada koordinator kegiatan pemberian TTD sebesar 80 %. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan kunci dan informan pendukung didapatkan informasi bahwa prevalensi anemia pada kelompok sasaran mencapai 80 % ibu hamil yang mengkomsumsi TTD selama kehamilan tidak mengalami anemia. Kesimpulan: Aspek input merupakan tugas tenaga kesehatan yang terlibat dalam program pemberian TTD. Proses merupakan ketersediaan TTD dilaksanakan melalui jalur pemerintah. Segi output merupakan cakupan program pemberian TTD belum mencapai target SPM dan outcome merupakan jumlah prevalensi anemia pada ibu hamil sebanyak 80% ibu hamil tidak mengalami anemia setelah mengkomsumsi obat TTD. Abstract Background: Globally, the prevalence of iron deficiency is still very high in pregnant women worldwide at 43.9%. The prevalence of iron deficiency in pregnant women is estimated in Asia at 49.4%, Africa at 59.1%, the Americas at 28.1% and Europe at 26.1% (WHO, 2018). Objective: To identify the effectiveness of the standard of blood supplement tablets for pregnant women based on the Minister of Health Regulation number 88 of 2014 on anemia cases at UPTD Puskesmas Larompong Kab. Luwu. Method: The research method used is qualitative research with a descriptive qualitative approach. Results: The results of the output indicators in terms of the coverage of TTD administration at Puskesmas Larompong, Luwu Regency based on the results of interviews conducted with the coordinator of TTD administration activities amounted to 80%. Based on the results of interviews with key informants and supporting informants, information was obtained that the prevalence of anemia in the target group reached 80% of pregnant women who consumed TTD during pregnancy did not experience anemia. Conclusion: The input aspect is the task of health workers involved in the TTD program. Process is the availability of TTD implemented through government channels. The output aspect is the coverage of the TTD program has not reached the SPM target and the outcome is the prevalence of anemia among pregnant women as much as 80% of pregnant women do not experience anemia after consuming TTD drugs.
Pengaruh Tingkat Penambahan Labu Siam Terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik Dimsum Ayam Prayoga, Renaldi; Pratama, Andry; Yuniarti, Endah
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 5, No 2 (2024): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v5i2.56916

Abstract

Daging ayam merupakan sumber protein hewani dan sering diolah menjadi berbagai makanan seperti dimsum. Dimsum memiliki nilai gizi tinggi dan biasanya menggunakan tapioka dan terigu yang mengandung pati sebagai bahan pengisi agar padat. Karakteristik pati labu siam mirip dengan tapioka, sehingga memiliki potensi sebagai bahan pengisi dimsum ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan tingkat persentase penambahan labu siam terhadap sifat fisik (daya ikat air, susut masak, keempukan) dan organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, total penerimaan) yang paling disukai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan (P0=Kontrol, P1=25%, P2=35%, P3=45%), dan 5 kali ulangan. Sifat fisik dianalisis dengan uji sidik ragam dan uji lanjut Duncan, sedangkan hasil uji organoleptik di analisis dengan uji statistic KruskalWallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan labu siam memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap sifat fisik dan organoleptik pada dimsum ayam. Penambahan labu siam sebanyak 45% merupakan konsentrasi terbaik dengan nilai daya ikat air sebesar 6,24% dan keempukan 10,31 mm/g/10detik, serta nilai rataan susut masak sebesar 20,34% yang masih dalam kisaran normal. Selain itu, kualitas organoleptik (rasa, tekstur, dan total penerimaan) masih tetap terjaga, tanpa mempengaruhi warna dan aroma dimsum ayam.
Variasi Lama Penyimpanan Daging Ayam Broiler (Gallus domesticus) yang Dikemas Beeswax Wrap Terhadap Total Jumlah Bakteri, Nilai pH, dan Daya Ikat Air Pasya, Salma Hasina; Pratama, Andry; Anggaeni, Trianing Tyas Kusuma
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 1 (2025): Maret
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i1.60570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengemasan beeswax wrap terhadap kualitas secara biologis, kimiawi, dan fisik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tersarang dengan 6 perlakuan dan 3 kali pengulangan yaitu A1B1 (Dikemas beeswax wrap selama 0 jam), A1B2 (Dikemas beeswax wrap selama 3 jam), A1B3 (Dikemas beeswax wrap selama 6 jam), A2B1 (Tidak dikemas beeswax wrap selama 0 jam), A2B2 (Tidak dikemas beeswax wrap selama 3 jam), dan A2B3 (Tidak dikemas beeswax wrap selama 6 jam). Sampel yang digunakan pada penelitian ini berupa daging ayam broiler bagian dada tanpa kulit dan lemak sebanyak 250 gram. Analisis yang dilakukan pada daging ayam broiler yang telah diberi perlakuan yaitu total jumlah bakteri, nilai pH, dan daya ikat air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging ayam yang dikemas beeswax wrap berpengaruh nyata terhadap total jumlah bakteri, nilai pH, dan daya ikat air. Kesimpulan pada penelitian ini adalah faktor pengemasan beeswax wrap memiliki pengaruh pada kualitas biologis, kimiawi, dan fisik daging ayam broiler seiring berjalannya waktu penyimpanan.@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536869121 1107305727 33554432 0 415 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-469750017 -1040178053 9 0 511 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:8.0pt; margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:11.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:Calibri; mso-font-kerning:0pt; mso-ligatures:none; mso-ansi-language:EN-US;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:8.0pt; line-height:107%;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}