Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Performansi Penanganan Kegagalan Link Pada Layer 2 Pada Jaringan Sofware-defined Network Openflow Satria Akbar Mugitama; Tri Brotoharsono; Sofia Naning Hertiana
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Software Defined Networking (SDN) adalah sebuah paradigma yang merubah cara merancang, mengatur dan mengontrol jaringan. Inti dari SDN adalah membuat jaringan yang dapat diprogram. Salah satu protokol jaringan yang dapat mendukung SDN yaitu OpenFlow. OpenFlow didesain dan dikembangkan oleh Standford University yang memisahkan antara perangkat kontrol (control plane) dan perangkat penerus/penyalur paket data (data plane). Pada pengembangan OpenFlow muncul permasalahan utama yaitu reliability. Dalam penelitian ini dibuat sebuah algoritma prototipe penanganan kegagalan link dan menguji kinerjanya dengan membandingkan waktu pergantian jalur dan overhead dengan metode-metode yang sudah ada pada OpenFlow. Pada penelitian ini algoritma prototipe penanganan kegagalan link memerlukan waktu rata-rata 59 mili detik dengan overhead 10.1%. Ini menunjukan masih belum memenuhi standar carrier grade sebesar 50 mili detik. Tetapi algoritma prototipe memiliki kinerja lebih baik dibanding dengan metode yang sudah ada pada OpenFlow. Kata kunci : SDN, OpenFlow, kegagalan link
Simulasi Dan Analisis Sistem Gateway Terdistribusi Untuk First-hop Redundancy Dan Load Balancing Haidlir Achmad Naqvi; Sofia Naning Hertiana; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Internet diharapakan untuk selalu tersedia sehingga layanan-layanan di atasnya dapat digunakan setiap saat. Untuk mendapatkan jaringan Internet yang memiliki availability yang tinggi, maka pada jaringan digunakan lebih dari satu gateway atau redundansi. Sehingga bila terjadi down pada salah satu gateway, gateway yang lain dapat mengambil tugas dari gateway yang down tersebut. Pada lapisan akses, penggunaan lebih dari satu gateway disebut first-hop redundancy (FHR). Dalam penelitian ini, Penulis mengusulkan sebuah rancangan FHR dan fungsi load balancing. First-hop redundancy dirancang menggunakan paradigma software defined networking. Dalam perancangan sistemnya, POX dipilih sebagai SDN controller serta Openflow sebagai protokol antar-muka antara switch dan controller. FHR yang dirancang disimulasikan di atas mininet. Melalui simulasi tersebut diuji kemampuan dari first-hop redundancy tersebut, antara lain delay fail-over, load distribution serta resource utilization dan overhead pada controller pada topologi bipartit. Dari hasil pengujian dan analisis dapat disimpulkan bahwa sistem dapat menjalankan fungsi FHR dengan menghasilkan fail-over delay yang stabil di bawah 140 ms untuk aliran tunggal. Fungsi load balancing dapat berjalan dan menaikkan performa jaringan sejalan dengan pertambahan jumlah gateway yang digunakan, meskipun proporsi persebaran beban pada gateway masih belum rata. Selain itu, Skalabilitas sistem masih perlu ditingkatkan. Kata kunci : first-hop redundancy, software defined networking, openflow.
Simulasi Dan Analisis Kinerja Protokol Ruting Ebgp Pada Sdn (software Defined Network) Fahry Adnantya; Sofia Naning Hertiana; Leanna Vidya Yovita
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jumlah pengguna Internet yang meningkat menyebabkan peneliti untuk mempertahankan kinerja Internet, salah satunya ruting. Border Gateway Protocol (BGP) adalah protokol ruting yang menghubungan semua domain jaringan di Internet. Sedangkan external BGP (eBGP) merupakan mekanisme yang terjadi ketika pertukaran informasi antar autonomous system (AS). Namun protokol tersebut masih berjalan pada perangkat jaringan tradisional, yang mana fungsi control plane dan forwarding plane-nya berada dalam satu perangkat. Software defined network (SDN) merupakan konsep jaringan yang memisahkan fungsi control-plane (kontroler) dengan dataplane. Hal tersebut mengakibatkan perangkat jaringan (misalnya router, switch) hanya meneruskan/tidak meneruskan perintah dari kontroler. Penelitian ini mensimulasikan protokol ruting eBGP pada platform SDN, sekaligus menganalisis kinerjanya dengan parameter QoS, waktu konvergensi, routing overhead dan resource utilization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi protokol eBGP dapat dilakukan pada jaringan SDN, dengan hasil pengukuran Qos (delay, jitter, packet loss, throughput) memenuhi standar ITU-T jika dialiri background traffic sampai 75 Mbps. Hasil waktu konvergensi memiliki rentang nilai dari 158 sampai dengan 167 detik. Hasil nilai ruting overhead yakni 27 KB (4 switch), 39 KB (6 switch) dan 66 KB (9 switch). Sedangkan persentase penggunaan memori kontroler (resource utilization) masing- masing yaitu 8.2% (4 switch), 8.7% (6 switch) dan 9.9% (9 switch). Kata kunci : software defined network, protokol ruting eBGP
Perancangan Sistem Monitoring Pada Sdn (software Defined Network) Berbasis Web Dengan Menggunakan Protokol Rest Depa Panjie Purnama; R. Rumani M.; Sofia Naning Hertiana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Software Defined Network (SDN) merupakan suatu paradigma yang merubah cara mengatur, mengontrol dan merancang jaringan. SDN membuat suatu jaringan dapat diprogram sesuai dengan kebutuhan yang ada. Salah satu protokol yang mendukung SDN yaitu OpenFlow. Pada OpenFlow ini, antara perangkat kontrol (control plane) dan perangkat penyalur paket data (data plane) dipisahkan. Perangkat kontrol tersebut dipusatkan pada sebuah controller. SDN masih dalam tahap pengembangan para peneliti sehingga masih terdapat beberapa fitur yang dibutuhkan kedepannya. Salah satu fitur yang menjadi kebutuhan dari SDN ini adalah monitoring. Monitoring bertujuan untuk memantau keadaan jaringan yang sudah mengimplementasikan SDN. Pada tugas akhir ini, penulis memberikan solusi atas permasalahan yang ada yaitu dengan membangun suatu aplikasi monitoring pada SDN berbasis web. Berdasarkan hasil dari pengujian alpha, aplikasi monitoring ini dapat berjalan dengan baik dan benar memonitoring jaringan sesuai yang diinginkan. Untuk pengujian beta, didapatkan skor rating sebesar 4.01 dengan range skor antara 1-5. Pada pengujian response time, waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk menampilkan data yang diminta yaitu selama 0,0123 detik untuk pengujian jumlah switch yang berbeda-beda dan 0,0134 detik untuk pengujian pada jumlah link yang berbeda-beda. Kata kunci: SDN, monitoring, controller Ryu
Analisis Performansi Gateway Balancing Pada Wireless Software Defined Network (wsdn) Febri Surya Hadi; Sofia Naning Hertiana; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini sedang berkembang sebuah paradigma baru dalam jaringan komputer, yaitu Software Defined Networking (SDN). SDN adalah sebuah arsitektur jaringan yang dengan kondisi network control terpisah dari forwarding plane dan dapat diprogram secara langsung, sehingga mampu menyediakan jaringan yang fleksibel, programable, vendor-agnostic, cost efficient. Namun, SDN yang tersedia saat ini kebanyakan masih digunakan dalam jaringan kabel dan bukan nirkabel. Pada penelitian ini dilakukan simulasi yang mengintegrasikan SDN dengan wireless network. Pengintegrasian tersebut dilakukan dengan membuat suatu Wireless Mesh Router (WMR) yang di dalamnya terdapat OpenFlow switch untuk menghubungkan WMR dengan SDN controller. Pada wireless SDN, terdapat fungsi gateway balancing yang akan dieksekusi untuk menangani laju traffic sehingga akan didapatkan nilai bandwith yang lebih baik dibandingkan tanpa menggunakan gateway balancing. Penelitian ini mengaplikasikan wireless SDN (WSDN) pada jaringan wireless sebagai routing engine untuk melakukan gateway balancing pada perutingan yang akan melalui gateway pada klien. Penelitian ini dilakukan dua skenario pengujian: i) controller gateway balancing dan ii) controller gateway fault handling. Perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini antar lain Openvswitch, POX controller, OLSR daemon, dan script Python dan Bash yang tersedia. Simulasi dibuat dengan menggunkan Linux container (LXC), CORE, dan NS-3. Kata kunci : SDN, WSDN, OpenFlow, Gateway balancing Abstract In this time, a new paradigm has been developed in computer networks, it is called Software Defined Networking (SDN). SDN is a network architecture which separates the network controller from the forwarding plane and can be programmed directly, so it provides flexible, programmable, vendor-agnostic, cost efficient networks. However, the SDN that is currently available at this time is mostly still used in wired networks and not wireless. In this project, I simulated the SDN that integrates within the wireless network. The integration is done by creating a Wireless Mesh Router (WMR) in which it is using the OpenFlow switch to connect the WMR with SDN controller. Gateway balancing function in SDN controller is excecuted for handling the traffic flows so we get better bandwidth values than without the gateway balancing activated. This project applicates the wireless SDN (WSDN) as routing engine that do the gateway balancing in the traffic that is going through gateways on clients. This project has tested three scenarios: i) controller gateway balancing and ii) controller gateway fault handling. The softwares are used in this simulation are Openvswitch, POX controller, OLSR daemon, and Python and Bash scripts provided. The tools are used for the simulation are Linux containers (LXC), CORE, and NS-3. Keywords: SDN, WSDN, OpenFlow, Gateway balancing
Monitoring Dan Controlling Pada Smart Rgb Lamp Untuk Penghematan Energi Listrik Cendika Deby Hartanta; Sofia Naning Hertiana; Rendy Munadi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Untuk menunjang kenyamanan pada situasi cahaya yang kurang, maka dibutuhkan pencahayaan yang optimal, efisien dan nyaman. Salah satu pencahayaan yaitu berasal dari lampu. Lampu yang cukup populer saat ini berasal dari lampu LED karena lebih hemat daya, lebih efisien dan menghasilkan berbagai pilihan warna. Dalam penelitian tugas ahir ini digunakan sensor LDR dan sensor suhu. Sensor LDR mendeteksi tingkat intensitas cahaya pada ruangan tertentu. Dari intensitas cahaya yang direkomendasikan kemudian dikirimkan informasi menuju mikrokontroler (Arduino) sehingga menyalakan LED RGB. Disisi lain sensor suhu memberi informasi terkait suhu pada ruanagn tersebut ke mikrokontroler, kemudian informasi dari sensor suhu yang akan merubah warna pada LED. Beberapa sensor dan mikrokontroler dapat dikontrol dari setiap node. Keseluruhan sensorterhubung pada sebuah jaringan yang bernama WSN (Wireless Sensor Network). Informasi dari setiap node dikirimkan ke server secara wireless dengan Raspberry. Segala informasi tersebut terpantau pada server sehingga pengguna bisa mengendalikan perangkat lampu langsung dari perangkat komputer ataupun mobile web yang terhubung pada suatu jaringan. Dengan menggunakan satu lampu LED RGB akan menghasilkan warna yang beragam. Sistem basis Wireless Sensor Network yang terhubung dengan jaringan internet dan pengoperasiaan yang sudah otomatis, akan menghasilkan penghematan sebesar 35%. Kata Kunci : LED, RGB, sensor LDR, WSN, node. Abstract To support the comfort of light on the situation which required less, then the optimal lighting, efficient and comfortable. One of the lighting that is derived from the lamp. The lights are quite popular nowadays comes from LED lights because it is more cost-efficient resources, and produce a variety of color options. In the research task end sensor used this LDR and temperature sensors. The sensor detects the light intensity level LDR in certain rooms. From light intensity recommended later submitted information leading to microcontroller (Arduino) so light a LED RGB. On the other hand temperature sensors provide information related to temperature in the ruanagn to the microcontroller, then information from the temperature sensor will change the colors on the LEDs. Multiple sensor and microcontroller can be controlled from any node. The overall sensor connected on a network called the WSN (Wireless Sensor Network). Information from each node are sent to the server in wireless with raspberries. All such information is tracked on the server so that the user can control the device directly from the computer device lamp or mobile web connected on a network. By using a single RGB LED lights will produce various colors. Wireless Sensor Network base system which is connected to the internet network and pengoperasiaan are already automated, will result in energy savings of 35%. Keywords: LED, RGB, sensor LDR, WSN, node.
Pengujian Performansi Keamanan Wireless Lan Menggunakan Wireless Intrusion Detection System Iqbal Firda Rusdiansyah; Sofia Naning Hertiana; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan jaringan internet yang semakin pesat dan besar mendorong peningkatan penggunaan jaringan Wireless Local Area Network (WLAN) sebagai gateway bagi endpoint device untuk mengakses jaringan internet. WLAN memiliki kelebihan yakni memiliki kecepatan transfer data tinggi, praktis digunakan, dan fleksibel karena menggunakan media transmisi gelombang radio untuk terhubung dengan user. Namun karena transmisi paket dilakukan secara terbuka membuat jaringan WLAN lebih rentan terhadap pencurian data dan serangan cybers. Untuk mengamankan jaringan WLAN terdapat sistem keamanan yang sudah mumpuni yakni Wireless Intrusion detection system (WIDS). WIDS memiliki prinsip yang sama dengan IDS namun dikhususkan untuk melindungi jaringan WLAN dari serangan. Sehingga WIDS cocok dipasangkan pada jaringan WLAN karena dapat mendeteksi serangan di udara sehingga admin jaringan dapat melakukan tindakan sebelum serangan merusak komponen penting yakni server, access point, dan client. Dalam tugas akhir ini, sistem keamanan WIDS akan dipasangkan pada jaringan WLAN yang dijalankan menggunakan emulator Mininet-Wifi. Sistem yang telah dibuat diuji menggunakan serangan yang khusus ditujukan untuk jaringan WLAN (WEP, WPA, WPA2 Cracking; Denial of Service; dan Evil-Twin) dan diuji performansi QoS-nya saat sebelum dan setelah dipasang WIDS dan saat dijalankan dengan trafik video dan VoIP dengan bacgkround traffic 10 Mbps hingga 58 Mbps. Hasilnya sistem dapat mendeteksi serangan WEP, WPA, dan WPA2 Cracking; dan Denial of Service namun tidak dapat menentukan sumber serangan dengan tepat (false positive). Untuk serangan Evil-Twin dapat dideteksi dengan baik oleh sistem. Dari uji performansi, didapat hasil pemasangan WIDS hanya berpengaruh terhadap kenaikan delay rata-rata. Begitu juga dengan kondisi background traffic yang berbeda hanya terjadi peningkatan secara linear pada delay rata-rata. Untuk jitter throughput, dan packet loss cenderung stabil dari hasil dua uji performansi yang dilakukan. Kata Kunci : WLAN, WIDS, access point. Abstract The development of increasingly fast and large internet networks has encouraged an increase in the use of Wireless Local Area Network (WLAN) networks as a gateway for device endpoints to access internet networks. WLAN has the advantage of having high data transfer speeds, practical use, and flexibility because it uses radio wave transmission media to connect with users. However, because packet transmission is carried out openly, making WLAN networks more vulnerable to data theft and attack by cybers. To secure the WLAN network, there is a security system that is qualified, namely the Wireless Intrusion detection system (WIDS). WIDS has the same principles as IDS but is specifically intended to protect WLAN networks from attacks. So that WIDS is suitable to be installed on a WLAN network because it can detect attacks in the air so the network admin can take action before the attack damages important components, namely the server, access point, and client. In this final project, the WIDS security system will be installed on a WLAN network that is run using the Mininet-Wifi emulator. Systems that have been made are tested using attacks specifically intended for WLAN networks (WEP, WPA, WPA2 Cracking; Denial of Service; and Evil-Twin) and QoS performance is tested before and after WIDS is installed and when run with video and VoIP traffic with backround traffic of 10 Mbps to 58 Mbps. The result is that the system ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 4401 2 can detect WEP, WPA, and WPA2 Cracking attacks; and Denial of Service but cannot determine the source of the attack correctly (false positive). Evil-Twin attacks can be detected properly by the system. From the performance test, it was found that the WIDS installation results only affected the increase in average delay. Likewise, with different background traffic conditions there is only a linear increase in average delay. For jitter throughput, and packet loss tend to be stable from the results of two performance tests performed. Keywords : WLAN, WIDS, access point.
Analisis Performansi Load Balancing Dengan Metode Pemilihan Jalur Beban Terkecil Pada Sdn (software Defined Network) Adi Arief Wicaksono; Sofia Naning Hertiana; Indrarini Dyah Irawati
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada jaringan berbasis Software Defined Network (SDN), jumlah pengguna mendorong peningkatan akan kebutuhan laju data untuk mengakses berbagai layanan. Pada sisi lain, jaringan SDN dengan banyaknya pengguna/user akan mengakibatkan link overload (penuh) yang akan mengakibatkan kemacetan bahkan packet loss. Oleh karena itu diperlukan suatu metode Load Balancing (penyeimbang beban) pada SDN yang akan mengatur Load (beban) pada lintasan dari node sumber ke node tujuan. Pada metode Load Balancing ini diharapkan mempunyai quality of service yang tetap terjaga dan dapat mengantisipasi adanya beban yang berlebihan pada salah satu link. Dalam Jurnal ini, disimulasikan penerapan dari penyeimbang beban pada jaringan SDN. Adapun tools yang akan digunakan, antara lain Mininet sebagai data planenya dan Floodlight sebagai kontrol planenya serta iperf dan D-ITG sebagai alat bantu untuk analisisnya. Topologi yang digunakan yaitu topologi Abilene dengan data yang dialirkan untuk pengujian berupa paket data dan video streaming. Kata kunci : Load Balancing, SDN, Floodlight Abstract In the network-based Software Defined Network (SDN), the number of users will boost the data rate needs to access various services. On the other hand, SDN network with many users Will lead to a link over load (full) which will result in a collision or even packet loss. Therefore we need a load balancing method on SDN to set the load on the path from the source node to the destination node. On this load balancing method is expected to have a good quality of service and can anticípate their excessive strain on one of the links. In this Journal, simulated the implementation of load balancing on the SDN. The tools that will be used is Mininet as data plane, Floodlight as control plane along with iperf and D-ITG as tools for nalysis. The topology used is the Abilene topology with the data flowed for testing in the form of data and video streaming packeges. Keywords: Load Balancing, SDN, Floodlight
Perancangan Aplikasi Penunjang Kualitas Jamur Tiram Berbasis Internet Of Things (iot) Application Design Of Quality Support For Oyster Mushroom Based On Internet Of Things(iot) Alfian Firdaus Darmawan; AT Hanuranto; Sofia Naning Hertiana
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor suhu ,kelembaban udara dan kelembaban media tnaman menjadi faktor yang sangat penting pada pertumbuhan jamur tiram ini.Jamur tiram memiliki rentang parameter ideal pada suhu 21-26°C ,pembudidaya jamur tiram ini harus memiliki lokasi kumbung jamur pada dataran tinggi dengan suhu sejuk dan kelembaban udara yang tinggi ,karena jamur tidak akan tumbuh tidak subuh bahkan mati apabila suhu terlalu tinggi.Sehingga diperlukan adanya alat monitoring dan kontroling secara jarak jauh,Apalagi di era pandemi sekarang ini.Pada penelitian kali ini,hal yang diperhatikan adalah kualitas Apabila kadar air pada media tanam kurang baik,suhu yang tidak sesuai dengan kebutuhan jamur maka akan sangat memepengaruhi kualitas dari pertumbuhan jamur tiram. Sehingga dibutuhkannya web application sebagai salah satu cara agar kondisi kumbung jamur tetap terpantau.Website yang dibutuhkan juga website yang dapat memberikan data yang lengkap,cepat dan tentunya secara realtime. Nantinya web trersebut dapat diaplikasikan pada smartphone, ataumpun pada laptop sehingga lebih fleksibel karena dapat diakses diberbagai macam jenis gadget. Kata kunci : Kualitas Suhu Ruangan, Kualitas Kelembapan Tanam, Penyiraman Otomastis, Web Application, Realtime, Kelembapan Media Tanam, Firebase.
Analisis Perbandingan Open Virtual Network Dengan Open Vswitch Pada Cloud Computing Berbasis Openstack Zufar Dhiyaulhaq; Sofia Naning Hertiana; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak OpenStack merupakan platform open source cloud computing yang banyak digunakan di industri. Dimana OpenStack memungkinkan pengguna dapat mengelola sumber daya komputasinya secara mandiri. Dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi dan tingginya demand pada cloud computing mendorong komunitas untuk mengembangkan dan memperbaharui OpenStack agar dapat terus melayani permintaan layanan tersebut. Open vSwitch dan Open Virtual Network adalah sebuah open source software switch yang menyediakan abstraksi jaringan dan dapat menghubungkan virtual machine pada komputer yang berbeda. Open vSwitch maupun Open Virtual Network dapat diimplementasikan pada cloud computing OpenStack. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan performansi trafik yang dapat dilewatkan oleh Open vSwitch dan Open Virtual Network pada cloud computing OpenStack. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, Open Virtual Network memiliki performa yang lebih baik daripada Open vSwitch pada interkoneksi berbeda virtual network serta interkoneksi dengan sistem diluar OpenStack. Dapat disimpulkan bahwa Open Virtual Network dapat digunakan pada cloud computing OpenStack selain Open vSwitch karena memiliki rata-rata performansi yang lebih baik dari Open vSwitch. Kata Kunci: Open vSwitch, Open Virtual Network, OpenStack, Cloud Computing Abstract OpenStack is an open source cloud computing platform that is widely used in the industry. Where OpenStack allows users to manage their computing resources independently. With the rapid development of technology and the high demand for cloud computing, the community is pushing to develop and update OpenStack so that it can continue to serve these service requests. Open vSwitch and Open Virtual Network are open source software switches that provide network abstraction and can connect virtual machines to different computers. Open vSwitch or Open Virtual Network can be implemented in OpenStack cloud computing. This study was conducted to determine the extent of differences in traffic performance that can be passed by Open vSwitch and Open Virtual Network on OpenStack cloud computing. Based on the results, Open Virtual Network has better performance than Open vSwitch on different interconnections of virtual networks as well as interconnections with systems outside of OpenStack. Open Virtual Network can be used in cloud computing OpenStack other than Open vSwitch because it has an average performance that is better than Open vSwitch. Keywords: Open vSwitch, Open Virtual Network, OpenStack, Cloud Computing
Co-Authors Abu Riza Sudiyatmoko Abu Riza Sudiyatmoko, Abu Riza Achmad Rizal Achmad Rizal Danisya Adi Arief Wicaksono Adit Kurniawan Afrimadani, Salsa Nabilla Ahsanuddin, Rafiq Irham Ajisaka, Tito Alfian Firdaus Darmawan Alfonso Jan Primus Ari Putra Andi Wahyudi Arif Indra Irawan Arkaan , Annastya Azhar Assyifavi, Shofia Astuti , Sri Astutia, Sri AT Hanuranto Ayu Nurdiana, Fitria Bachtiar, Moch. Aril Bagus Aditya Basuki Rahmat Baswara, Muhammad Raihan Cahyo, Nathanael Dwi Cendika Deby Hartanta Danila, Irgi Faisal Putra Danu Dwi Sanjoyo Dendi Rifqi Hibatullah Depa Panjie Purnama Dicky Rahadian Dinata, Ericha Septya Dwi Sanjoyo, Danu Erna Sri Sugesti Fadhlul Wafi Siddhi Fahry Adnantya Faishal Yusuf Baqir Fardan Fardan Fathurrahman, Muhammad Rinaldy Fathurrahman, Wahyu Athief Fauzi, Fadhillah Padmanaba Favian Dewanta Febri Surya Hadi Fitria Ayu Nurdiana Ghifary, Prasydha A Haidlir Achmad Naqvi Harimasari, Dafadil Fitra Hedi, Iman Hendrawan Hendrawan Hezron Eka Lattang Ibrahim, Raymond Icha Nurlaela Khoerotunisa Ihsan Aris Saputra Ilhamsyah, Muhammad Iman Hedi Santoso Indrarini Dyah Irawati Iqbal Firda Rusdiansyah Iskandar, Hari Istikmal Kris Sujatmoko Kurniawan, Bintang Leanna Vidya Yovita M., R. Rumani Malik, Fikry Maulana Mangkudjaja, Rumani Marlia Putri Muhammad Atalarik Syach Ajay Mulyana, S.T., M.T. , Asep Nicholas Teja Pratama Noor, Alfarabi Ivandi Nur Iftita Nyoman Bogi Aditya Karna P, Muh Naufal Setiawan Putra, Daffa Naufal Putri, Michelle Ananda R. Rumani M. R. Rumani Mangkudjaja Ratna Mayasari Rendy Munadi Ridha Muldina Negara Ryanda Pratama HP Salihima, Sulhan Syahli Salwa Aulia Farida Y Saputra, Ihsan Aris Saputra, Maulana Reza Satria Akbar Mugitama Sinta Ramadani Sri Astuti Subagyo, Lutfi Bramantio Sugito Sugito - Sugondo Hadiyoso Sussi Taqwiim, Muhammad Ahsani Tarigan, Muhammad Fahri Taufiq , Achmad Tazkia Rizkiani Putri Tiko Hadi Prabowo Tody Ariefianto Wibowo Tri Brotoharsono Triprayogo, Alvin Riza Udjianna Sekteria Pasaribu Veby Riza Fransiska Wardana, Fareza Arya Xavier Samuel MFP Zufar Dhiyaulhaq