Claim Missing Document
Check
Articles

Design User Interface Dan Program Aplikasi Android Studio Pada Alat Pengering Maggot Berbasis IOT Putra, Daffa Naufal; Hertiana, Sofia Naning; Santoso, Iman Hedi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya maggot semakin marak diminati peternak khususnya peternak unggas dan ikan sebagai pakan hewan ternak mereka. Maggot diminati para peternak karena maggot merupakan pakan yang memiliki protein tinggi. Maggot mentah memiliki kekurangan yaitu masa simpan yang singkat dan rentan berubah menjadi lalat. Oleh karena itu biasanya maggot diolah menjadi maggot kering untuk mempertahankan masa simpannya. Proses pengeringan maggot saat ini masih dilakukan secara konvensional dengan menggunakan alat manual. Metode ini memiliki beberapa kelemahan, seperti memerlukan pengawasan terus-menerus selama proses pengeringan untuk memastikan maggot benar-benar kering. Selain itu, hasil maggot kering yang dihasilkan seringkali tidak konsisten, sehingga membuat proses pengeringan dengan alat manual menjadi kurang efisien baik dari segi waktu maupun kualitas maggot yang dihasilkan. Oleh karena itu pada penelitian ini penulis membuat alat pengering maggot dengan teknologi Internet of Things dan membuat aplikasi monitoring yang dapat mengoperasikan dan memantau proses pengeringan maggot. Pembuatan aplikasi monitoring menggunakan platform Android Studio dan Figma sebagai design user interface pada aplikasinya. Aplikasi monitoring yang dikembangkan memiliki beberapa fitur, yaitu pemantauan suhu secara real-time, pilihan berat maggot yang akan dikeringkan dengan estimasi waktu untuk setiap proses pengeringan, serta tombol stop sebagai tombol darurat jika ingin menghentikan proses pengeringan maggot sebelum waktu estimasi selesai. Fitur yang ada pada aplikasi monitoring dibuat dengan design user interface yang mudah dipahami, sehingga peternak dapat dengan mudah menggunakannya Kata kunci— Android Studio, Aplikasi Monitoring, Internet of Things, Maggot, User Interface.
Aplikasi Monitoring Alat Pengering Maggot Berbasis IoT dengan Database Firebase Fauzi, Fadhillah Padmanaba; Hertiana, Sofia Naning; Santoso, Iman Hedi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maggot adalah sumber pakan yang sangat bagus bagi hewan ternak karena memiliki protein tinggi. Maggot mentah memiliki kekurangan yaitu masa simpan yang relatif singkat, oleh karena itu biasanya maggot diolah menjadi maggot kering untuk mempertahankan masa simpannya. Saat ini proses pengeringan maggot masih konvensional dengan alat manual yang memliki kekurangan yaitu memerlukan pengawasan konstan selama proses pengeringaan untuk memastikan bahwa maggot sudah kering dan maggot kering yang dihasilkan juga tidak konsisten, sehingga membuat proses pengeringan maggot dengan alat manual menjadi kurang efisien dari segi waktu dan kualitas maggot yang dihasilkan. Oleh karena itu pada penelitian ini penulis membuat alat pengering maggot dengan teknologi Internet of Things dan membuat aplikasi monitoring yang dapat mengoperasikan dan memantau proses pengeringan maggot. Pembuatan aplikasi monitoring menggunakan platform Android Studio dan menggunakan Firebase sebagai realtime database. Aplikasi monitoring yang dibuat memiliki beberapa fitur yaitu monitoring suhu realtime, pilihan berat maggot yang akan dikeringkan dengan waktu estimasi setiap proses pengeringan dilakukan dan fitur tombol stop sebagai tombol emergency jika ingin menghentikan proses pengeringan maggot sebelum waktu estimasi yang diberikan telah habis. Kata kunci— Android Studio, Aplikasi Monitoring, Firebase, Internet of Things, Maggot, Realtime Database.
Mesin Pengering Maggot Berbasis IOT Fathurrahman, Muhammad Rinaldy; Hertiana, Sofia Naning; Santoso, Iman Hedi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya maggot semakin diminati karena kebutuhan tinggi akan maggot sebagai pakan ikan dan unggas. Maggot bisa diberikan dalam keadaan hidup atau kering, dengan maggot kering memiliki daya tahan simpan lebih lama. Proses pengeringan konvensional membutuhkan pengawasan konstan dan pekerja harus menunggu hingga proses pengeringan selesai, hal tersebut sangatlah tidak efektif. Solusi yang kami tawarkan adalah penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memonitor proses pengeringan maggot serta dapat menjaga suhu secara otomatis. Dengan mikrokontroler untuk mengontrol alat pengering, serta aplikasi monitoring yang memungkinkan pemantauan jarak jauh, proses ini menjadi lebih efektif karena pekerja dapat melakukan aktivitas lain saat proses pengeringan berlangsung. Alat ini secara otomatis mati dan memberikan notifikasi pada pengguna saat proses pengeringan selesai. Estimasi waktu dari proses pengeringan ini diambil dari beberapa percobaan yang dilakukan. Alat pengering maggot dengan teknologi Internet of Things ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas maggot kering yang dihasilkan, memberikan nilai tambah signifikan bagi peternak. Kata kunci— Internet of Things, Maggot, Monitoring, Pengeringan.
Design Perangkat Pemantauan Pada Alat Pemantauan dan Penyiraman Tanaman Kopi dan Nutrisi Tanah Otomatis Berdasarkan Suhu, Kelembaban, dan Keasaman Berbasis IOT Salihima, Sulhan Syahli; Hertiana, Sofia Naning; Karna, Nyoman Bogi Aditya
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kondisi geografis yang sangat cocok untuk budidaya kopi. Dengan keanekaragaman topografi, iklim tropis, ketinggian tempat yang bervariasi, dan tanah yang subur, kondisi ini mendukung pertumbuhan kopi. Beberapa tantangan yang muncul adalah kemarau panjang akibat perubahan iklim, lahan yang berada sekitar pegunungan dan jauh dari pemukiman, dan masih banyaknya petani konvensional yang kurang efektif. Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem otomatisasi berbasis Internet of Things (IoT) untuk monitoring dan pengelolaan penyiraman serta nutrisi tanah pada tanaman kopi di Desa Sukarame, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Solusi yang ditawarkan dalam penelitian ini meliputi deteksi kelembaban tanah untuk menentukan kebutuhan penyiraman, pemantauan suhu dan kelembaban udara, serta pengukuran pH tanah untuk memastikan nutrisi yang optimal bagi tanaman kopi. Sistem ini menggunakan berbagai sensor dan komponen utama, termasuk mikrokontroler ESP32, sensor kelembaban tanah soil moisture sensor, sensor suhu dan kelembaban udara DHT11, sensor pH tanah, serta sensor untuk mengukur kandungan nutrisi makro tanah seperti NPK yaitu sensor RS485. Sumber energi untuk sistem ini disuplai oleh panel surya, dan konektivitas internet difasilitasi oleh MiFi Orbit Star. Data yang dikumpulkan oleh sensor-sensor ini dikirimkan secara real-time ke server, di mana informasi tersebut diakses dan ditampilkan melalui antarmuka web, memungkinkan pemantauan jarak jauh yang efisien. Hasil penelitian menunjukan teknologi IoT dan sensor yang terintegrasi memberikan solusi inovatif yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional dalam budidaya tanaman kopi. Tingkat akurasi sensor yang didapat dari sensor NPK RS485 dibanding sensor analog adalah 99,91% untuk nilai Nitrogen, 99,70% untuk nilai Fosfor, dan 99,80% untuk nilai Kalium. Implementasi sistem ini diharapkan tidak hanya mengurangi kebutuhan intervensi manual tetapi juga mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dampak positif dari penggunaan sistem ini mencakup peningkatan kualitas hasil panen, efisiensi penggunaan sumber daya, dan pemantauan kondisi kebun yang lebih akurat. Kata kunci --- Budidaya kopi, ESP32, Internet of Things (IoT), NPK, Website.
Design Perangkat Sistem Penyiraman Pada Pemantauan dan Penyiraman Tanaman Kopi dan Nutrisi Tanah Otomatis Berdasarkan Suhu, Kelembapan, dan Keasaman Berbasis IoT Ajisaka, Tito; Hertiana, Sofia Naning; Karna, Nyoman Bogi Aditya
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has ideal geographical conditions for coffee cultivation. Topographical variations, tropical climate, altitudinal differences, and soil fertility are factors that favor coffee growth. However, challenges include long dry seasons due to climate change, remote mountainous locations, and many farmers still using traditional methods that are less efficient. This research introduces an automation solution that includes soil moisture detection to adjust watering needs, air temperature and humidity monitoring, and soil pH measurement to maintain optimal coffee plant nutrition. The system consists of various main sensors, such as the ESP32 microcontroller, soil moisture sensor, DHT11 temperature sensor, soil pH sensor, and RS485 sensor to measure soil macro nutrient content such as NPK. The system's energy is supplied by solar panels, with internet provided by MiFi Orbit Star. The data collected by the sensors is sent in real-time to the server, then displayed through a web interface, allowing for more efficient remote monitoring of land conditions. The results prove that the application of IoT technology and integrated sensors provides an innovative solution in improving the productivity and operational efficiency of coffee cultivation. The RS485 NPK sensor showed high accuracy with 99.91% for Nitrogen, 99.70% for Phosphorus, and 99.80% for Potassium compared to analog sensors. The implementation of this system not only reduces the need for manual intervention, but also supports sustainable and environmentally-friendly farming practices. The benefits of this system include improved crop quality, more efficient use of resources, as well as more accurate monitoring of farm conditions. Keywords- Coffee Cultivation, Farm Automation, Internet of Things, RS485 Sensor
Design User Interface dan Program Website Visual Studio pada Alat Pemantauan dan Penyiraman Tanaman Kopi dan Nutrisi Tanah Otomatis Berdasarkan Suhu, Kelembaban, dan Keasaman Berbasis IoT Taqwiim, Muhammad Ahsani; Hertiana, Sofia Naning; Karna, Nyoman Bogi Aditya
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia’s geographical conditions are ideal for coffee cultivation, with its tropical climate, fertile soil, and varying elevations. However, challenges such as climate change, remote mountain locations, and less efficient conventional farming methods remain obstacles. This study proposes an Internet of Things (IoT)-based automation system to manage irrigation and soil nutrients for coffee plants in Sukarame Village, Bandung Regency. The solution involves sensors for soil moisture, air temperature, humidity, and soil pH to ensure optimal plant conditions. It utilizes an ESP32 microcontroller, NPK RS485 sensors, and is powered by solar energy with MiFi providing connectivity. Data is transmitted in real-time to a server, enabling remote monitoring. Results demonstrate high sensor accuracy, with 99.91% for Nitrogen, 99.70% for Phosphorus, and 99.80% for Potassium. Implementing this system improves productivity, resource efficiency, and crop quality while supporting sustainable farming practices. Keywords: Coffee Cultivation, ESP32, Internet of Things (IoT), NPK, Website
Sistem Otomatisasi Dengan Pemantauan Data Real-Time untuk Komposter Digital Berbasis IoT Danila, Irgi Faisal Putra; Hertiana, Sofia Naning; Dwi Sanjoyo, Danu
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan populasi di Kota Bandung menyebabkan lonjakan volume sampah dengan mayoritas berupa sampah organik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menggunakan metode open dumping. Hal ini memicu emisi gas rumah kaca dan kontaminasi lingkungan. Pengomposan dapat menjadi solusi pengelolaan sampah organik, tetapi metode manual kompos seringkali tidak optimal dari segi waktu dan keberhasilan. Implementasi Internet of Things (IoT) dapat dikembangkan sebagai solusi permasalah sampah tersebut. Sistem Dicompos berbasis IoT untuk otomatisasi dan pemantauan proses pengomposan aerobic melalui aplikasi dan website. Sistem ini menggunakan sensor PR-3001-ECTHPH-N01 untuk mengawasi suhu, kelembapan, dan pH, serta aktuator unuk otomatisasi kontrol. Hasil pengujian menunjukkan sistem ini mampu mengoptimalkan suhu pada fase mesofilik 17,8% lebih baik dari metode manual, dengan suhu optimal 35°C dan kelembapan 40-65% dan fase termofilik dipercepat menjadi 5 hari. Sensor PR-3001-ECTHPH-N01 memiliki akurasi tinggi dengan 98,18% untuk suhu, 98% kelembapan, dan 97,63% pH. Koneksi LoRa mampu mencapai 400m dan performa API cukup dengan response time rata-rata 257,142 ms. Tingkat kepuasan pengguna mencapai 90,74% untuk website dan 91,13% untuk aplikasi, menjadikan Dicompos solusi efektif untuk proses pengomposan aerobic. Kata kunci — aerobic, IoT, kompos, otomatisasi, sampah organik.
Sistem Otomatisasi Dengan Pemantauan Data Real-Time Untuk Komposter Digital Berbasis IoT Iskandar, Hari; Hertiana, Sofia Naning; Dwi Sanjoyo, Danu
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan populasi di Kota Bandung menyebabkan lonjakan volume sampah dengan mayoritas berupa sampah organik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menggunakan metode open dumping. Hal ini memicu emisi gas rumah kaca dan kontaminasi lingkungan. Pengomposan dapat menjadi solusi pengelolaan sampah organik, tetapi metode manual kompos seringkali tidak optimal dari segi waktu dan keberhasilan. Implementasi Internet of Things (IoT) dapat dikembangkan sebagai solusi permasalah sampah tersebut. Sistem Dicompos berbasis IoT untuk otomatisasi dan pemantauan proses pengomposan aerobic melalui aplikasi dan website. Sistem ini menggunakan sensor PR-3001-ECTHPH-N01 untuk mengawasi suhu, kelembapan, dan pH, serta aktuator unuk otomatisasi kontrol. Hasil pengujian menunjukkan sistem ini mampu mengoptimalkan suhu pada fase mesofilik 17,8% lebih baik dari metode manual, dengan suhu optimal 35°C dan kelembapan 40-65% dan fase termofilik dipercepat menjadi 5 hari. Sensor PR-3001-ECTHPH-N01 memiliki akurasi tinggi dengan 98,18% untuk suhu, 98% kelembapan, dan 97,63% pH. Koneksi LoRa mampu mencapai 400m dan performa API cukup dengan response time rata-rata 257,142 ms. Tingkat kepuasan pengguna mencapai 90,74% untuk website dan 91,13% untuk aplikasi, menjadikan Dicompos solusi efektif untuk proses pengomposan aerobic. Kata kunci —aerobic, IoT, kompos, otomatisasi, sampah organik.
Implementasi Monitoring dan Controlling Lingkungan Budidaya Maggot Sebagai Pengurai Sampah Organik Berbasis Machine Learning dan Internet Of Things Dendi Rifqi Hibatullah; Tazkia Rizkiani Putri; Marlia Putri; Sinta Ramadani; Sofia Naning Hertiana; Iman Hedi Santoso
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maggot yang berasal dari larva Black Soldier Fly (BSF) banyak diteliti karena kandungan nutrisinya yang tinggi serta karakteristik biologisnya. Maggot ini berpotensi sebagai sumber protein alternatif untuk pakan ternak, seperti ayam dan lele. Namun, suhu dan kelembapan lingkungan sangat memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan teknologi Machine Learning untuk memantau dan mengendalikan suhu, kelembapan, serta volume sampah pada media budidaya maggot secara real-time. Sistem ini terhubung dengan aplikasi seluler untuk memungkinkan pemantauan dan pengendalian jarak jauh. Perangkat menggunakan mikrokontroler Raspberry Pi 3B+ dan diprogram dengan bahasa Python. Data dari sensor diproses untuk mengontrol aktuator dan dikirimkan ke Firebase, kemudian ditampilkan dalam aplikasi mobile. Hasil menunjukkan bahwa budidaya dengan sistem IoT menghasilkan bobot 160 gram per 100 maggot, sedangkan metode konvensional hanya 100 gram per 100 maggot. Sensor DHT22 memiliki akurasi 97,06%, dan sensor kelembapan media mencapai 95,67%. Pengujian aplikasi menggunakan metode System Usability Scale (SUS) memperoleh skor rata-rata 74,5 yang menandakan tingkat kebergunaan yang baik. Maggot dengan sistem IoT mampu menguraikan sampah rata-rata 3,43 kg dalam 10 hari, dibandingkan 2,054 kg tanpa IoT. Kualitas layanan (QoS) menunjukkan throughput sebesar 204.795,86 bps, packet loss 0,22%, delay rata-rata 105,03 ms, dan jitter sebesar 6.151,71 ms.Kata Kunci— Black Soldier Fly, Internet of Things, Machine Learning, Mobile Application
Implementasi Perangkat Pemantauan dan Pengendalian Lingkungan Budidaya Maggot sebagai Pengurai Sampah Organik Berbasis Machine Learning dan Internet of Things Marlia putri; Sofia Naning Hertiana; Iman Hedi Santoso
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maggot yang berasal dari larva Black Soldier Fly (BSF) banyak diteliti karena kandungan nutrisinya yang tinggi serta karakteristik biologisnya. Maggot ini berpotensi sebagai sumber protein alternatif untuk pakan ternak, seperti ayam dan lele. Namun, suhu dan kelembapan lingkungan sangat memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan teknologi Machine Learning untuk memantau dan mengendalikan suhu, kelembapan, serta volume sampah pada media budidaya maggot secara real-time. Sistem ini terhubung dengan aplikasi seluler untuk memungkinkan pemantauan dan pengendalian jarak jauh. Perangkat menggunakan mikrokontroler Raspberry Pi 3B+ dan diprogram dengan bahasa Python. Data dari sensor diproses untuk mengontrol aktuator dan dikirimkan ke Firebase, kemudian ditampilkan dalam aplikasi mobile. Hasil menunjukkan bahwa budidaya dengan sistem IoT menghasilkan bobot 160 gram per 100 maggot, sedangkan metode konvensional hanya 100 gram per 100 maggot. Sensor DHT22 memiliki akurasi 97,06%, dan sensor kelembapan media mencapai 95,67%. Pengujian aplikasi menggunakan metode System Usability Scale (SUS) memperoleh skor rata- rata 74,5 yang menandakan tingkat kebergunaan yang baik. Maggot dengan sistem IoT mampu menguraikan sampah rata- rata 3,43 kg dalam 10 hari, dibandingkan 2,054 kg tanpa IoT. Kualitas layanan (QoS) menunjukkan throughput sebesar 204.795,86 bps, packet loss 0,22%, delay rata-rata 105,03 ms, dan jitter sebesar 6.151,71 ms.Kata Kunci— Black Soldier Fly, Internet of Things, Machine Learning, Mobile Application
Co-Authors Abu Riza Sudiyatmoko Abu Riza Sudiyatmoko, Abu Riza Achmad Rizal Achmad Rizal Danisya Adi Arief Wicaksono Adit Kurniawan Afrimadani, Salsa Nabilla Ahmad Syafii Ahsanuddin, Rafiq Irham Ainul Mardiyah, Ainul Ajisaka, Tito Alfian Firdaus Darmawan Alfonso Jan Primus Ari Putra Andi Wahyudi Arif Indra Irawan Arkaan , Annastya Azhar Assyifavi, Shofia Astuti , Sri Astutia, Sri AT Hanuranto Athaullah, Rafif Dzaky Ayu Nurdiana, Fitria Bachtiar, Moch. Aril Bagus Aditya Basuki Rahmat Baswara, Muhammad Raihan Cahyo, Nathanael Dwi Cendika Deby Hartanta Christavia, Shevira Feby Danila, Irgi Faisal Putra Danu Dwi Sanjoyo Dendi Rifqi Hibatullah Depa Panjie Purnama Dharu Arseno Dicky Rahadian Dinata, Ericha Septya Dwi Sanjoyo, Danu Dzaky, Andi Muh Naufal Efendi, M. Rayhan Erna Sri Sugesti Fadhlul Wafi Siddhi Fahry Adnantya Faishal Yusuf Baqir Fardan Fardan Fathurrahman, Muhammad Rinaldy Fathurrahman, Wahyu Athief Fauzi, Fadhillah Padmanaba Favian Dewanta Febri Surya Hadi Febriani, Adinda Zahra Firdatunnisa , Salma Pebrina Fitria Ayu Nurdiana Ghifary, Prasydha A Haidlir Achmad Naqvi Harimasari, Dafadil Fitra Hatta A , Muhammad Hedi, Iman Hendrawan Hendrawan Hezron Eka Lattang Ibrahim, Raymond Icha Nurlaela Khoerotunisa Ida Wahidah Hamzah Ihsan Aris Saputra Ilhamsyah, Muhammad Iman Hedi Santoso Indrarini Dyah Irawati Inung Wijayanto Iqbal Firda Rusdiansyah Iskandar, Hari Istikmal Karisma, Aldiotira Khairullah, M. Iqbal Kris Sujatmoko Kurniawan, Bintang Leanna Vidya Yovita M., R. Rumani Malik, Fikry Maulana Mangkudjaja, Rumani Marlia Putri Muhammad Atalarik Syach Ajay Muhammad Imam Nashiruddin Mulyana, S.T., M.T. , Asep Najla, Khaira Nicholas Teja Pratama Noor, Alfarabi Ivandi Nur Iftita Nurmala, Zulfa Nyoman Bogi Aditya Karna P, Muh Naufal Setiawan Purba Daru Kusuma Putra, Daffa Naufal Putri, Michelle Ananda R. Rumani M. R. Rumani Mangkudjaja Ratna Mayasari Rendy Munadi Ridha Muldina Negara Rita Magdalena Ryanda Pratama HP Salihima, Sulhan Syahli Salwa Aulia Farida Y Saputra, Ihsan Aris Saputra, Maulana Reza Satria Akbar Mugitama Sinta Ramadani Sri Astuti Subagyo, Lutfi Bramantio Sugito Sugito - Sugondo Hadiyoso Sussi Taqwiim, Muhammad Ahsani Tarigan, Muhammad Fahri Taufiq , Achmad Tazkia Rizkiani Putri Tiko Hadi Prabowo Tody Ariefianto Wibowo Tri Brotoharsono Triprayogo, Alvin Riza Udjianna Sekteria Pasaribu Valen, Makmury Baqda Veby Riza Fransiska Wardana, Fareza Arya Xavier Samuel MFP Zufar Dhiyaulhaq