Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Program Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA pada Peserta BPJS Kelrey, Nur Rahmi; Surahman Batara, Andi; Burhanuddin, Nurfardiansyah
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.298

Abstract

Penderita Kanker serviks di Indonesia sebanyak 32.469 jiwa atau 9,3% dari prevalensi kasus kanker di Indonesia, yang mencapai angka 348.809 jiwa. Angka kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 jiwa. Salah satu upaya pencegahan kanker serviks adalah dengan melakukan program deteksi dini dengan metode inspeksi visual asam (IVA). Tolak ukur keberhasilan program deteksi dini kanker serviks ada pada pemanfaatan pelayanan pemeriksaan IVA oleh Wanita usia subur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemanfaatan program deteksi dini kanker serviks pada peserta BPJS di Puskesmas Bara-baraya Kota Makassar Tahun 2020. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Bara-baraya. Teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 264 responden. Metode analisis data menggunakan uji univariat dan uji regresi linier berganda. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ada tidak ada pengaruh antara tingkat pengetahuan (p = 0.096) terhadap pemanfaatan program deteksi dini kanker serviks dengan IVA. Sedangkan jumlah paritas (p = 0.016) dan sikap (p = 0.007) kesehatan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemanfaatan program deteksi dini kanker serviks dengan IVA (p <0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan antara paritas dan sikap terhadap pemanfaatan program deteksi dini kanker serviks dengan IVA. Untuk itu diharapkan penyebarluasan informasi yang lebih maksimal dalam mendorong masyarakat untuk lebih memahami faktor resiko terjadinya kanker serviks serta pentingnya deteksi dini kanker serviks sebagai upaya pencegahan.
Gambaran Kecerdasan dan Kedewasaan Pandangan Sosial Terhadap Kinerja Pegawai di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Kasim, Siti Aminah; Nurfardiansyah Bur; Sumiaty
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 3 (Oktober, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i3.330

Abstract

Faktor yang meningkatkan kinerja pegawai dipengaruhi orang kepemimpinan. Kepemimpinan adalah proses antar hubungan atau intraksi antara pemimpin, pengikut dan situasi. Kepemimpinan melibatkan distribusi yang tidak merata dari kekuasaan diantara pemimpin dan anggota kelompok, selain secara sah dapat mengarahkan bawahan atau pengikut mereka, pemimpin juga dapat mempunyai pengaruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh leadership terhadap kinerja pegawai di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 41 responden. Metode analisis data menggunakan uji univariat, bivariat dengan uji chi square. Dari hasil penelitian di peroleh bahwa tidak ada pengaruh antara kecerdasan dengan kinerja pegawai dengan hasil uji chi square diperoleh nilai p = 0,210, tidak ada pengaruh antara kedewasaan pandangan sosial terhadap kinerja pegawai dengan hasil uji chi square diperoleh nilai p = 0,781. Diharapkan kepada pemimpin harus meningkatkan nilai-nilai kecerdasan dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan kecerdasan pegawai, dan pemimpin harus lebih bertanggung jawab pada kewajibannya dan memotivasi pegawai agar kinerjanya terus meningkat.
Hubungan Kepribadian Terhadap Kepatuhan Karyawan Dalam Menjalankan Protokol Covid-19 Di Menara UMI Kota Makassar Suci Safwa Salsabila; Andi Surahman Batara; Nurfardiansyah Bur
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 4 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i4.583

Abstract

Covid-19 adalah ancaman yang nyata dihadapi oleh negara di dunia. sejak tanggal 30 Januari 2020 WHO telah menetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia / Public Health Emergency of International Concern (KKMMD/PHEIC). Penambahan jumlah kasus COVID-19 berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran antar negara. virus corona adalah virus yang menyebabkan flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle east respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) dan Severe acute respiratory syndrome (SARSCoV) dan menyebabkan kematian. sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus corona,adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepribadian karyawan terhadap kepatuhan dalam menjalankan protokol covid-19.Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan rancangan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 80 karyawan menara UMI dan dipilih menggunakan Total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner secara offline selama satu bulan. Analisi data yang digunakan di dalam penelitian ini berupa analisis bivariate menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian didapatkan bahwa terdapat faktor yang memiliki pengaruh terhadap kepatuhan karyawan dalam menjalankan protokol covid-19 yaitu kepribadian (p 0,000), sehingga diketahui bahwa variabel tersebut memberikan pengaruh nyata terhadap kepatuhan karyawan terhadap protokol covid-19.
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di SD Inpres Katangka Gowa Nurfardiansyah Bur; Septiyanti Septiyanti
Celebes Abdimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37541/celebesabdimas.v2i1.301

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga yang dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk pendidikan. Pendidikan formal di Indonesia diawali pada jenjang Sekolah Dasar (SD) yang memfokuskan pendidikan pada anak-anak usia 6- 12 tahun. Usia tersebut berada pada tahap di mana anak rentan terserang penyakit. Mengingat pentingnya kesehatan dalam pembangunan SDM, karakteristik anak usia SD, dan besarnya peranan perilaku terhadap tingkat kesehatan, maka penggalakkan pola hidup sehat pada tatanan siswa SD sangat diperlukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan kaji tindak. Dalam kegiatan ini akan diterapkan beberapa metode yang sesuai untuk mencapai tujuan, yakni meningkatkan kepedulian guru dan siswa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), metode tersebut terdiri dari : penyuluhan, pendampingan, praktek mandiri mengenai PHBS, serta pengadaan fasilitas sederhana. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan guru dan siswa SD Katangka Gowa mengenai PHBS; (2) Tersedianya wastafel untuk cuci tangan dengan air mengalir dan sabun’ (3) Tersedianya tempat sampah pilah
Hubungan Pola Pemberian ASI dengan Perkembangan Motorik Kasar dan Halus pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tabaringan Kota Makassar Septiyanti Septiyanti; Nurfardiansyah Bur
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11nk431

Abstract

WHO has recommended exclusive breastfeeding from newborns to six months old. Exclusive breastfeeding means that the baby receives only breast milk, does not get fluids or other food, even water, except vitamins, minerals, or drugs. Breastfeeding alone is exclusively believed to have a positive influence on infant motor development in the early months of life. This study aims to determine the relationship between the history of exclusive breastfeeding with the development of gross motor and fine motor skills in infants aged 6-12 months in the work area of Tabaringan Health Center in Makassar City. This study used a cross sectional design with 40 respondents aged 6-12 months, who were chosen by consecutive sampling. Data collected included the characteristics of the baby, history of breastfeeding, as well as the results of the assessment of gross motor and fine motor development using the Denver II test form. Bivariate analysis using Chi-square test. In this study, it was found that as many as 55.0% of infants did not receive exclusive breastfeeding. There were 42.5% of infants experiencing delays in gross motor development, and 42.5% of infants were suspected of having delays in fine motor development. The results of the bivariate analysis showed that the pattern of exclusive breastfeeding had a significant relationship, with a p-value = 0.023. However, it did not show a significant relationship with fine motor development (p = 0.236). The pattern of exclusive breastfeeding had a significant relationship with the gross motor development of infants, with a significance value of 0.023, but did not have a relationship with fine motor development in infants aged 6-12 months. Keywords: exclusive breastfeeding; gross motoric; fine motoric; baby development ABSTRAK WHO telah merekomendasikan pemberian ASI Eksklusif dari bayi baru lahir hingga berusia enam bulan. Pemberian ASI secara eksklusif berarti bahwa bayi menerima ASI saja, tidak mendapatkan cairan atau makanan lainnya, bahkan air, kecuali vitamin, mineral, atau obat-obatan. Pemberian ASI saja secara eksklusif diyakini mempunyai pengaruh yang positif terhadap perkembangan motorik bayi pada bulan awal kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian ASI Eksklusif dengan perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tabaringan Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden sebesar 40 bayi berusia 6-12 bulan, yang dipilih secara consecutive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain karakteristik bayi, riwayat pemberian ASI, serta data hasil penilaian perkembangan motorik kasar dan motorik halus dengan menggunakan formulir tes Denver II. Analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Pada penelitian ini, diketahui bahwa sebanyak 55.0% bayi tidak mendapatkan ASI Eksklusif. Terdapat 42.5% bayi mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar, dan 42.5% bayi diduga mengalami keterlambatan perkembangan motorik halus. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pola pemberian ASI Eksklusif memiliki hubungan bermakna, dengan nilai p = 0.023. Akan tetapi tidak memperlihatkan hubungan bermakna dengan perkembangan motorik halus (nilai p = 0.236). Pola pemberian ASI Eksklusif memiliki hubungan bermakna dengan perkembangan motorik kasar bayi, dengan nilai signifikansi sebesar 0.023, akan tetapi tidak memiliki hubungan dengan perkembangan motorik halus pada bayi usia 6-12 bulan. Kata kunci: ASI eksklusif; motorik kasar; motorik halus; perkembangan bayi
Pemanfaatan Layanan Voluntary Conseling Testing (VCT) Di Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar Nurfardiansyah Burhanuddin; Septiyanti Septiyanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11nk213

Abstract

VCT (Volountary Counseling and Testing) is a combination of the HIV counseling and testing process. One of the features of this VCT service is not only in the counseling process, but also in the process of testing and test post. Besides aiming to help change behavior, also to prevent HIV transmission, improve the quality of life of PLWHA, which indeed affects the behavior of mothers to conduct or not VCT examination. This type of research was observational using the Cross Sectional approach. In this study, researchers will take data on both dependent and independent variables. The research design is by distributing questionnaires. The sample size was 61 respondents taken by accidental sampling. Data collection done by interview using a questionnaire. Data analyzed bivariate. The results showed that there was no relationship between knowledge (P = 0.113), Officer skills (p = 0.61), family support (p = 0.129), assurance of confidentiality (p = 0.61), facilities and infrastructure (p = 0.565 ) on the use of VCT services, but there is a relationship between attitudes (p = 0.01) on the use of VCT services. Keywords: VCT; knowledge; skill; suport; assurance of confidentiality; facilities and infrastructure; attitude ABSTRAK VCT (Volountary Counseling and Testing) merupakan gabungan dari proses konseling dan tes HIV. Salah satu keistimewaan dari layanan VCT ini tidak hanya pada proses konseling, tapi sampai pada proses tes dan pos tes. Selain bertujuan untuk membantu perubahan perilaku, juga guna mencegah penularan HIV, meningkatkankualitas hidup ODHA, yang memang memepengaruhi perilaku ibu untuk melakukan atau tidak pemeriksaan VCT.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memepengaruhi pemanfaatan layanan VCT di Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan metode pendekatan Cross Sectional.pada penelitian ini peneliti akan mengambil data variabel terikat maupun variabel bebas. Desain penelitian yaitu dengan membagikan kuisioner. Besar sampel sebanyak 61 responden yang diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner. Data dianalisis secara bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan (P=0,113),keterampilan Petugas (p=0,61), dukungan keluarga (p=0,129), jaminan kerahasiaan (p=0,61), sarana dan prasarana (p=0,565) terhadap pemanfaatan layanan VCT, namun terdapat hubungan antara sikap (p=0,01) terhdap pemanfaatan layaan VCT. Kata kunci: VCT; pengetahuan; keterampilan; dukungan; jaminan kerahasiaan; sarana dan prasarana; sikap
Peran Status Gizi Terhadap Tingkat Kecerdasan Kognitif Anak Mufia Muin; Nurfardiansyah Burhanuddin; Zulfahmidah Zulfahmidah; Windy Nurul Aisyah Aisyah
Indonesian Journal of Health Vol 1 No 01 (2020): Vol.01 No.01 (Oktober 2020)
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.151 KB) | DOI: 10.33368/inajoh.v1i01.8

Abstract

Background and Objectives: Nutritional status is important role in the metabolism of the body and in the process of thinking or reasoning a role in thinking processes, concentration power and related to learning efficiency. With good nutritional condition is expected to have an impact on good learning achievement. Methods: The source of this research data comes from the literature obtained through the internet is the result of research from national or international journals in 2010-2020. Results: There are studies that explain malnutrition or obesity impact on a child's cognitive delay and good nutritional status will have an impact on the cognitive improvement of the child. But optimal cognitive development is not enough just with good nutritional status, it takes good stimulus efforts. Conclusion: Nutritional status is important for cognitive development in children.
Gambaran Penggunaan Media Komunikasi Sebagai Pusat Informasi Kesehatan Burhanuddin, Nurfardiansyah; Fajrin, Muhammad Sofhyan; Zulfahmidah, Zulfahmidah; Aisyah, Windi Nurul
Indonesian Journal of Health Vol 2 No 02 (2022): Vol.02 No.02 (Februari 2022)
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v2i02.33

Abstract

Background and Purpose: Health information actually aims to collect, store and make patient health information available and easily accessible when needed. The purpose of this study is to describe the use of communication media as a health information center. Methods: This study is a descriptive research design. Data collected using a questionnaire. The data of this research are categorical variables from several groups so that it uses the frequency distribution test. Reference search results are entered into the Mendeley app using the Vancouver system. Results: shows a total sample of 103 people aged 20 years 5 people (4.9%), 21 years 13 people (12.6%), 22 years 57 people (55.3%), 23 years 23 people (22.3%) and 24 years 5 people (5.9%). Based on gender, 88 people (85.4%) and 15 women (14.6%) were obtained. Conclusion: respondents often receive health information through social media, respondents also find it useful after getting information and users also usually continue to return health information received to other users. Keywords: health information, students, health
Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Peserta BPJS Wiwiek Indriany Sary S; Nurfardiansyah Bur; Septiyanti
Window of Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i1.116

Abstract

Kualitas pelayanan menjadi salah satu satu faktor penting untuk menciptakan kepuasan pasien. Berdasarkan hasil pengambilan data awal di RSUD Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat jumlah kunjungan pasien BPJS pada tahun 2017 sebanyak 5.593 jiwa, pada tahun 2018 sebanyak 5.350 jiwa dan pada tahun 2019 jumlah kunjungan sebanyak 4.487. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Scross Sectional, dengan jumlah responden sebanyak 90 orang. Data diperoleh menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis uji chi-square dengan α = 0,05 menunjukkan bahwa nilai p- value untuk kompetensi teknis p= 0,281, Akses Informasi p=0,129, kenyamanan p=1,000, hubungan antar manusia p=0,021, ketepatan waktu p=0,021 dengan kepuasan pasien. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa hubungan antar manusia dan ketepatan waktu memiliki hubungan dengan kepuasan pasien. Sedangkan kompentensi teknis, akses informasi dan kenyamanan tidak memiliki hubungan dengan kepuasan pasien.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Posyandu Lansia di Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo Sartika Nganro; Nurfardiansyah Bur; Nurgahayu
Window of Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i1.133

Abstract

Lanjut usia adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun. Para lansia seharusnya memanfaatkan adanya posyandu lansia dengan baik, agar kesehatan para lansia dapat terpelihara dan terpantau secara optimal. Namun pada kenyataannya tidak semua lansia memanfaatkan adanya kegiatan posyandu lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis factor yang berhubungan dengan pemanfataan pelayanan kesehatan posyandu lansia di Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo Palopo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang bersifat cross sectional, serta sampel sebesar 112 orang. Jenis data yang dikumpulkan di wilayah kerja Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo dianalisis dengan uji chi-square dengan derajat kemaknaan (α) = 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan lansia dengan pemanfaatan posyandu lansia, ada hubungan sikap lansia dengan pemanfaatan posyandu lansia, tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia, ada hubungan dukungan kader dengan pemanfaatan posyandu lansia, ada hubungan akses keterjangkauan dengan pemanfaatan posyandu lansia. Saran untuk pihak puskesmas agar lebih giat melakukan penyuluhan tentang posyandu lansia, serta mengevaluasi kinerja kader posyandu. Penempatan lokasi posyandu lansia harus berada di tempat yang strategis, dan untuk para lansia agar selalu merespon positif dan ikut serta dalam kegiatan kegiatan posyandu lansia untuk menjaga dan mengontrol kesehatan.