Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perkembangan Kediri Stoomtram Maatschappij Pada Tahun 1895 - 1930 Hafid, Hafid
KRONIK : Journal of History Education and Historiography Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kjhi.v7i2.19274

Abstract

Kediri is one of the areas in East Java that has fertile soil. No wonder if since the 19th century the Dutch people aggressively built the agricultural and plantation industries to develop the center of agriculture and plantations that exist there. Entering the 20th century marked by the development of economic development development in Kediri, emerged tramway modes founded by Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM) in 1895. KSM is a tram transportation services company that transports the goods and passengers from one place to another. The tram line of KSM runs from Jombang to Pare and ends in Kediri. For goods transport services, KSM transported plantation and agricultural products from industries in Kediri and Jombang. For services of passenger transport, KSM provides passenger train service of 1st, 2nd and 3rd class, which in the end in 1920 the 1st class service is removed and leaving only 2nd and 3rd class services. KSM has an influence on social and economic aspects. Social aspect is in the form of human mobility and goods. As for the economic aspect, KSM is able to create jobs for indigenous people. In this study using historical research methods. The objectives of this research are 1) To analyze the economic development and transportation facilities in Kediri area before the establishment of KSM, 2) To analyze the development of Kediri Stoomtram Maatschappij in 1895 -1930, and 3) To analyze the impact of Kediri Stoomtram Maatschappij development on regional development Kediri. Keywords: Tram, KSM, Economy
Manajemen Pembelajaran Kelas Digital Berbasis Google Workspace for Education Hafid, Hafid; Barnoto, Barnoto; Shonhadji; Abuhsin, Jupri
Kharisma: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022): Pengelolaan Lembaga Madrasah
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.254 KB) | DOI: 10.59373/kharisma.v1i1.5

Abstract

This study aimed to determine the digital classroom learning management in SMP Negeri 1 Kedungpring. The research methodology in this article uses qualitative research with a case study approach. The data sources are informants, events, locations, and documents. Then check the validity of the data using credibility, dependability, transferability, and confirmability. The results of this study are 1) planning for digital classroom learning based on google workspace for education consists of planning, organizing, implementing, monitoring, and evaluating. 2) implementation of digital classroom learning based on Google workspace for education consists of creating an account with a school domain, activating an account, creating virtual classes, and carrying out digital classroom learning. Using the features of google classroom, google docs, google Sheets, Google Slides, google jaw board and google sites. 3). Evaluation of digital classroom learning based on Google Workspace for Education using a google form with a report that will be automatically sent to the email of the Principal, Head of Curriculum, and Subject Teachers.
DESIGN OF MAGIC CANTING INTERACTIVE MULTIMEDIA AS EDUCATIONAL MEDIA IN PEKALONGAN BATIK MUSEUM Hafid, Hafid; Nugrahani, Rahina
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 3 (2022): Regular
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v11i3.55099

Abstract

Kota Pekalongan dikenal sebagai kota batik, dan sebagai upaya pelestarian batik, pengenalan mengenai batik dimulai sejak pendidikan Sekolah Dasar. Hal ini juga di tunjang dengan hadirnya Museum Batik Pekalongan. Media pembelajaran interaktif Canting Ajaib hadir sebagai alternatif dalam pengenalan batik khususnya di Museum. Canting Ajaib hadir dengan nuansa keajaiban dan dunia khayalan, dimana akan memberikan nuansa baru dalam belajar tentang proses pembuatan batik Pekalongan. Selain itu juga terdapat materi alat dan bahan serta pengertian singkat dari batik. Canting Ajaib juga memiliki sebuah permainan tebak-tebakan yang akan mengasah kompetensi materi yang telah diakses sebelumnya. Dalam perancangannya Canting Ajaib telah melalui proses yang bertahap diantaranya: (1) Pra produksi, dimana pada tahap ini pencarian ide dan gagasan, analisis dan pengumpulan data dilakukan, (2) Produksi, tahap dimana proses memvisualisasikan data-data yang telah terkumpul menjadi aset, dan bahan yang dibutuhkan dalam perancangan multimedia interaktif Canting Ajaib, pengujian multimedia, serta konsultasi dengan dosen pembimbing, (3) Pasca Produksi, pembuatan media pendukung seperti merchandise, dan pameran karya. Perancangan proyek studi Canting Ajaib ini menghasilkan karya berupa multimedia interaktif Canting Ajaib yang menjadi sebuah media pengenalan dan pembelajaran mengenai proses pembuatan Batik Pekalongan.
Dari Song Osong Lombhung hingga Rampa’ Naong Bringin Korong Muniri, Muniri; Aziz, Nur Chotimah; Mahsun, Mahsun; Shobri, Ach.; Hafid, Hafid
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 9 No 1 (2025): AnCoMS, Oktober 2025
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v9i1.744

Abstract

This study examines three philosophies of life among the Madurese people—Song Osong Lombhung, Mon Soghi-Pasoghe’, and Rampa’ Naong Bringin Korong—as models of local wisdom that reflect the values of love and tolerance in Islam. This study aims to reveal the philosophical meanings of these proverbs and their relevance to the principles of Islam Nusantara. The method employed is local hermeneutics with a qualitative-interpretative approach to interpret Madurese symbols, language, and cultural practices within their social context. The findings indicate that Song Osong Lombhung emphasizes family solidarity, Mon Soghi-Pasoghe’ fosters social responsibility, and Rampa’ Naong Bringin Korong describes universal harmony. Together, these three form a value structure ranging from micro-level solidarity to cosmic love, aligning with the concept of rahmatan lil ‘alamin. This study concludes that Madurese local wisdom can serve as a model of contextual Islamic praxis that reinforces moderation, compassion, and social tolerance in Indonesia.
PROMOSI, MUTASI, DAN ROTASI GURU DI INDONESIA Herlina, Herlina; Hafid, Hafid; Hanif, Hanif; Tri, Tri; Kasmal, Kasmal; Sulfi, Sulfi; Imanuel, Imanuel; Komariyah, Laili
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1093

Abstract

Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) merupakan aset strategis dalam pembangunan sumber daya manusia nasional. Secara normatif, manajemen karier guru diatur dalam kerangka Sistem Merit yang diamanatkan oleh Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mensyaratkan bahwa promosi, mutasi, dan rotasi harus didasarkan murni pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Namun, makalah ini mengidentifikasi adanya kesenjangan fundamental antara idealitas regulasi dan realitas implementasi. Penelitian kualitatif berbasis telaah dokumen kebijakan dan literatur ini menemukan bahwa efektivitas Sistem Merit dalam manajemen guru terdistorsi secara sistemik oleh tiga kekuatan utama. Pertama, intervensi politik dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di daerah yang mengedepankan Spoiled System di atas Sistem Merit. Kedua, distorsi pasar talenta yang dipicu oleh disparitas ekstrem Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) antar-daerah. Ketiga, tantangan struktural berupa "Paradoks Promosi Jalur Ganda" yang memisahkan secara tajam jalur karier guru ASN dan Non-ASN. Makalah ini berargumen bahwa interaksi dari ketiga pilar yang terdistorsi ini—di mana promosi tidak merata, mutasi didorong oleh politik dan ekonomi, serta rotasi disalahgunakan sebagai sanksi—telah menciptakan erosi sistemik terhadap motivasi guru dan mendelegitimasi tujuan pemerataan kualitas pendidikan nasional. Rekomendasi kebijakan difokuskan pada penguatan sanksi pengawasan, harmonisasi kompensasi, dan standardisasi penilaian kinerja non-ASN.