Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Mutu Fisikokimia dan Organoleptik Panna Cotta Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers) Liu, Louissa Calista; Hartati, Fadjar Kurnia; Rahmiati, Retnani
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 4 (2025): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i4.19341

Abstract

This study aimed to analyze the effect of green grass jelly leaf extract addition on the physicochemical and organoleptic properties of panna cotta. The research employed a laboratory experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with one factor, namely the combination of green grass jelly leaf extract and UHT milk concentrations at four treatment levels: P1 (20% green grass jelly leaf extract and 50% UHT milk), P2 (25% and 45%), P3 (30% and 40%), and P4 (35% and 35%). The evaluated parameters included Texture Profile Analysis (TPA), protein content, pectin content, and organoleptic assessment covering color, aroma, taste, and mouthfeel. The effectiveness test results indicated that treatment P1 produced the best overall quality with a Result Value (RV) of 0.55562. This treatment was characterized by balanced textural properties, protein content of 5.66%, pectin content of 8.92%, and good panelist acceptance, particularly in taste and mouthfeel attributes. In conclusion, green grass jelly leaf extract has strong potential as a natural gelling agent in panna cotta production, especially at a concentration of 20%, offering a practical local-based alternative to gelatin.
Pengaruh Konsentrasi Sari Buah Pala (Myristica Fragrans) dan Teh Hijau (Camellia Sinensis) terhadap Aktivitas Antioksidan Kombucha Tahir, Faleria Christin; Yuniati, Yuyun; Hartati, Fadjar Kurnia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i3.63992

Abstract

Kombucha merupakan minuman fermentasi berbasis teh yang dihasilkan melalui simbiosis bakteri dan khamir (SCOBY) dan dikenal memiliki aktivitas antioksidan. Pemanfaatan daging buah pala (Myristica fragrans) sebagai bahan tambahan berpotensi meningkatkan nilai fungsional kombucha karena kandungan senyawa fenolik, flavonoid, dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi sari buah pala dan teh hijau (Camellia sinensis) terhadap aktivitas antioksidan, pH, total asam tertitrasi (TAT), dan karakteristik organoleptik kombucha. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu kombinasi konsentrasi sari buah pala dan teh hijau dengan lima taraf perlakuan: A1 (0%:100%), A2 (5%:95%), A3 (10%:90%), A4 (20%:80%), dan A5 (30%:70%) (v/v). Fermentasi dilakukan selama 8 hari pada suhu ruang. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH (IC₅₀), sedangkan data parametrik dianalisis dengan ANOVA dan data nonparametrik dengan uji Kruskal–Wallis (α = 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi sari buah pala berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap aktivitas antioksidan dan total asam tertitrasi, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pH kombucha. Nilai IC₅₀ terendah diperoleh pada perlakuan A5 sebesar 56,50 ppm, menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi. Nilai total asam tertitrasi tertinggi diperoleh pada perlakuan A3 sebesar 0,75%. Uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan A2 memiliki tingkat penerimaan tertinggi oleh panelis. Berdasarkan uji efektivitas, perlakuan terbaik adalah A2 (5% sari buah pala : 95% teh hijau), karena memberikan keseimbangan optimal antara aktivitas antioksidan, karakteristik kimia, dan penerimaan sensoris.