Claim Missing Document
Check
Articles

PERILAKU PENDAKI GUNUNG DALAM MENGURANGI KERUSAKAN LINGKUNGAN YANG TERJADI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU Dennis Rachmad Putranto; Hariyanto Hariyanto; Andi Irwan Benardi
Edu Geography Vol 8 No 2 (2020): Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mountain climbing activities are positive activities but unfortunately there are still climbers who are less concerned aboutenvironmental sustainability with destructive behavior. This study aims to explain how the behavior of mountain climbers,find out what efforts are made by managers and climbers, and analyze what factors influence to maintain sustainability inMount Merbabu National Park. The population in this study were mountain climbers on Mount Merbabu through 5 hikingtrails available. The samples used were mountain climbers from every official lane on Mount Merbabu as many as 100respondents. The method of data collection in research uses 4 methods, namely questionnaires, interviews, observation, anddocumentation. While the analytical method used is the percentage descriptive analysis method. Based on the results of thestudy it was found that the behavior of climbers in reducing damage on Mount Merbabu amounted to 73.8% which wasincluded in the positive category which explained the climbers had behaved positively when climbing. Efforts to reduce thedamage that occurred on Mount Merbabu. For the damage that occurred in Mount Merbabu National Park, namely damageto the hiking trail, vandalism, garbage, facilities that were not used according to their functions and forest fires due to naturalfactors. The actions taken by the manager are updating existing regulations. The regulation starts from the regulationsregarding climbers' luggage up to the climber quota restrictions per day. Then the factors that influence climbers to maintainthe environment with a reference to how the attitudes, values, and actions of the climbers when making the climb can be knownat 76.8%. Kegiatan pendakian gunung merupakan kegiatan yang positif tetapi sayangnya masih ada pendaki yang kurang peduliterhadap kelestarian lingkungan dengan perilaku merusak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana perilakupendaki gunung, mengetahui upaya apa saja yang dilakukan oleh pengelola juga para pendaki, dan menganalisis faktor apayang mempengaruhi untuk menjaga kelestarian di Taman Nasional Gunung Merbabu.. Populasi dalam penelitian iniadalah para pendaki gunung di Gunung Merbabu melalui 5 jalur pendakian yang ada. Sampel yang digunakan adalah parapendaki gunung dari setiap jalur resmi di Gunung Merbabu sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data padapenelitian menggunakan 4 metode, yaitu kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan metode analisisyang digunakan adalah metode analisis deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perilaku pendakidalam mengurangi kerusakan di Gunung Merbabu sebesar 73,8% yang termasuk dalam kategori positif yang menjelaskanpara pendaki telah berperilaku positif ketika mendaki. Upaya mengurangi kerusakan yang terjadi di Gunung Merbabu.Untuk kerusakan yang terjadi di Taman Nasional Gunung Merbabu, yaitu rusaknya jalur pendakian, aksi vandalisme,sampah, fasilitas yang tidak digunakan sesuai fungsinya dan kebakaran hutan karena faktor alam. Tindakan yang dilakukanpihak pengelola adalah memperbarui peraturan-peraturan yang sudah ada. Peraturan tersebut dimulai dari peraturantentang barang bawaan pendaki sampai dengan pembatasan kuota pendaki perharinya. Kemudian faktor yangmempengaruhi pendaki untuk menjaga lingkungan dengan acuan bagaimana sikap, nilai, dan tindakan para pendaki ketikamelakukan pendakian dapat diketahui sebesar 76,8%.
Farmer’s Local Wisdom in Agricultural Land Conservation of Dieng Area Setyowati, Dewi Liesnoor; Benardi, Andi Irwan; Widyastiti, Ririh; Arsal, Thriwaty
Komunitas Vol 11, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v11i2.20269

Abstract

Dieng area is one of potato producer areas. Land clearing for potato crops has increased land damage. Communities have local wisdom that has not applied by potato farmers. The research aims to find out farmer participation in performing land conservation local wisdom. Purposive sampling is used as a sampling technique with sample indicators consist of people who do farming, knowledgeable people, and young generation. The research location is Sembungan Village that dominates by high slope land and Dieng Kulon Village, which is a flat land. The research samples comprise 60 respondents of 1,428 populations. Data collection technique was done using questionnaire, interview, and observation, whereas data analysis method used percentage frequency. The research result indicates that the forms of farmers’ local wisdom in land conservation include nyabuk gunung, tumpang sari (intercropping), selokan dalam (deep gutter), galengan berbatu/rumput (stony/grassy small dikes), a day-related myth, and manure. Regarding farmer participation in Sambungan Village, 52.31% participate less in conservation according to local wisdom. Based on Conservation Activity Index (Indeks Kegiatan Konservasi/IKK), 47.69% farmers did not participate in land conservation. According to the index, only 23.59% farmers in Dieng Kulon Village perform land conservation. 
Efektivitas model project based learning dengan pembelajaran outdoor dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik pada materi mitigasi bencana alam Ardianto Rose; Sumarmi Sumarmi; Andi Irwan Benardi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i7p717-725

Abstract

Human activity is one of the primary triggers for environmental degradation in Indonesia. The level of disaster risk in an area can be affected by environmental damage that occurs in that area. In order to minimize the occurrence of natural disasters caused by human intervention, concern for the environment needs to be increased. For this reason, it is necessary to apply environmentally sound learning models and methods, which are expected to be able to increase students' environmental care attitudes. This research was conducted with the aim of knowing the effectiveness of using the Project Based Learning model with outdoor learning to increase the environmental care attitude of class XI students in geography learning on disaster mitigation material. The type of approach applied in this research is quantitative, with the research method in the form of quasi-experiments. By conducting a mean compare test through an independent sample t-test in both groups, a significance value of 0.829 was obtained. A significance value that is much greater than 0.05 illustrates that the experimental learning models and methods can improve students' environmental care attitudes. Based on these findings, it can be concluded that the use of project-based learning models with outdoor learning has proven effective in increasing students' awareness of the environment, especially in material that discusses natural disaster mitigation in geography learning. Aktivitas manusia adalah salah satu pemicu utama terjadinya penurunan kualitas lingkungan di Indonesia. Tingkat resiko kejadian bencana di suatu wilayah dapat dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah tersebut. Demi meminimalisir terjadinya bencana alam yang disebabkan oleh campur tangan manusia maka kepedulian terhadap lingkungan perlu ditingkatkan. Untuk itu diperlukan penerapan model dan metode pembelajaran berwawasan lingkungan yang diharapkan mampu meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui efektivitas penggunaan model Project Based Learning dengan pembelajaran outdoor dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik kelas XI pada pembelajaran geografi materi mitigasi bencana. Jenis pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode penelitian berupa eksperimen semu. Dengan melakukan uji compare mean melalui uji independent sample t-test di kedua kelompok diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,829. Nilai signifikasi yang jauh lebih besar dari 0,05 menggambarkan bahwa model dan metode pembelajaran yang dieksperimenkan dapat meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik. Berdasarkan temuan tersebut maka dapat disimpulkan penggunaan model project-based learning dengan pembelajaran outdoor terbukti efektif untuk meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan khususnya pada materi yang membahas mitigasi bencana alam dalam pembelajaran geografi.
MEMAKNAI KAJIAN BENCANA DARI PERSPEKTIF FILSAFAT GEOGRAFI Wulandari, Fajar; Wijayanto, Bayu; Benardi, Andi Irwan; Wibowo, Novika Adi; Al Ghani, Muhammad Zulfi
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 9, No 1 (2024): VOLUME 9 NUMBER 1 JANUARI 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v9i1.5388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna bencana dari perspektif filsafat geografi. Geografi yang dikenal sebagai mother of science karena banyak ilmu pengetahuan yang dikaji selalu dimulai dari keadaan bumi. Geografi suatu bagian dari ilmu yang membahas tentang kebumian serta berbagai fenomena di bumi yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan kehidupan manusia, juga mempelajari pola spasial. Bencana adalah bagian dari kajian geografi, yang merupakan ilmu penting untuk dipelajari. Indonesia merupakan Negara yang rentan terhadap bencana alam yang mungkin terjadi kapan saja. Dari perspektif ontologi, bencana adalah peristiwa alam, non-alam, atau sosial yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta mata pencaharian masyarakat yang terkena dampaknya. Hal ini dapat menyebabkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian materi, dan dampak psikologis. Sedangkan aspek epistimologi, membahas fenomena geosfer secara deduktif dan juga induktif dilengkapi pula dengan Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan meta-sintetis dengan literature review yang menidentifikasi, menilai, dan menginterpretasi seluruh temuan dalam topik penelitian dengan tujuan menjawab permasalahan dalam penelitian guna mendukung penelitian bencana dalam ilmu geografi. Dalam bidang aksiologi, studi atau penelitian tentang bencana dapat memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan, baik dari segi fisik maupun sosial. 
PENINGKATAN KAPASITAS BENCANA BANJIR DESA TANGUH BENCANA DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN DEMPET KABUPATEN DEMAK Sriyono Sriyono; Andi Irwan Benardi; Saptono Putro; M. Nurropik; Joshua Vincent Gerar Yametis; Jaka Putra Rahmajati
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i4.759

Abstract

The Disaster Resilient Village Program in Sidomulyo Village successfully enhanced the community's capacity to face flood disasters. Through situation mapping, stunting education, evacuation route assistance, and an early warning system, this program demonstrated increased community awareness and preparedness. As a result, awareness of flood risks increased from 45% to 75%, stunting prevalence decreased from 35% to 25%, and evacuation effectiveness significantly improved. Additionally, the implementation of the early warning system successfully reduced the community's response time to flood hazards. This study supports previous findings emphasizing the importance of empowerment and active community participation in disaster mitigation. However, further research is needed to provide a long-term overview of the program's effectiveness and examine the correlation between various types of disasters and their impacts on socio-economic resilience. Longitudinal studies and participatory approaches involving the community at every research stage are recommended to ensure the sustainability and relevance of disaster mitigation programs. Thus, this program is expected to serve as a model for other villages in Demak Regency and surrounding areas.ABSTRAKProgram Desa Tangguh Bencana di Desa Sidomulyo berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Melalui pemetaan keadaan, edukasi stunting, pendampingan jalur evakuasi, dan sistem peringatan dini, program ini menunjukkan peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat. Hasilnya, tingkat kesadaran tentang risiko banjir meningkat dari 45% menjadi 75%, prevalensi stunting menurun dari 35% menjadi 25%, dan efektivitas evakuasi meningkat signifikan. Selain itu, implementasi sistem peringatan dini berhasil mengurangi waktu respon masyarakat terhadap bahaya banjir. Studi ini mendukung temuan sebelumnya yang menekankan pentingnya pemberdayaan dan partisipasi aktif masyarakat dalam mitigasi bencana. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memberikan gambaran jangka panjang tentang efektivitas program ini dan mengkaji keterkaitan antara berbagai jenis bencana dan dampaknya terhadap ketahanan sosial-ekonomi. Penelitian longitudinal dan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam setiap tahap penelitian dianjurkan untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi program mitigasi bencana. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa lain di Kabupaten Demak dan wilayah sekitarnya.
Pengurangan Risiko Bencana Inklusif Berbantuan Media DISABU-TUNE (Disaster Audiobook Tunanetra) bagi Siswa Tunanetra di SDLB A Negeri Banyuwangi Benardi, Andi Irwan; Zulfa, Alfiatus; Sumarmi, Sumarmi; Sriyono, Sriyono; Yametis, Joshua Vincent Gerar; Wibowo, Novika Adi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v12i3.81561

Abstract

The urgency of providing education about disasters for blind students is to increase the knowledge capacity of blind students about disaster mitigation, with the hope that blind students can evacuate themselves independently when a disaster occurs. Providing disaster education for blind students is important because blind people have mobility barriers, making it difficult for them to evacuate themselves when a disaster occurs. So far, inclusive disaster risk reduction efforts for students with visual impairments in Banyuwangi Regency have not been implemented properly, there are still schools that have not been completely touched by disaster education, namely SDLB A Negeri Banyuwangi. The absence of socialization efforts and the provision of disaster learning media has made students' knowledge about disasters only limited but they do not know what attitudes/steps they should take when a disaster occurs. Therefore, researchers want to contribute as an effort to increase disaster knowledge for blind students by using DISABU-TUNE media which has been adjusted to the learning characteristics of blind students. Based on the results of research that has been carried out, there is an increase in the average student learning outcomes regarding disasters from the original 51.2 to 83.4, and the test of the influence of media on students' knowledge gets the results of 0.8303, or is included in the very high category.
KEHIDUPAN DAN PENGHIDUPAN MASYARAKAT JAWA DI KARIMUNJAWA (ANALISIS TINGKAT PENDIDIKAN DAN POLA INTERAKSI ANTAR ETNIK ) Benardi, Andi Irwan; Kahfi, Ashabul; Taufiqi, Khoirul
IJTIMAIYA: Journal of Social Science and Teaching Vol 4, No 1 (2020): IJTIMAIYA : Journal of Social Science and Teaching
Publisher : Program Studi Tadris IPS Fakultas tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/ji.v4i1.7219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kehidupan dan penghidupan masyarakat suku jawa di Karimunjawa terhadap tingkat pendidikan dan pola interaksi masyarakat suku jawa dengan suku lain di Karimunjawa serta persebaran penduduk suku jawa di Karimunjawa. Seperti yang telah diketahui bahwa kepulauan Karimunjawa merupakan pulau dengan heterogenitas suku, ras dan agama yang tinggi yang sangat rawan konflik. Peneliti mengumpulkan data menggunakan Instrumen, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis data tabulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Masyarakat suku Jawa merupakan penduduk dominas dan merata di setiap pulau Karimunjawa baik di desa Karimunjawa, desa Kemojan, desa Parang dan desa Nyamuk. Pola Interaksi yang terjalin antara suku Jawa dan suku lain terlihat baik dan terbuka dibuktikan dengan partisipasi masyarakat dalam perayaan kesenian jawa. Adapun kehidupan dan penghidupan masyarakat suku Jawa meliputi mata pencaharian, agama, pendidikan, pendapatan, dan fasilitas umum terlihat baik dan tersedia di Karimunjawa meskipun perlu adanya pembaharuan dan peningkatan di beberapa segi yaitu fasilitas pendidikan dan fasilitas Kesehatan.Kata kunci: Masyarakat Jawa, Karimunjawa, Pendidikan, Pola InteraksiThis research aims to determine how the life and livelihoods of the Javanese people in Karimunjawa affect the level of education and the interaction patterns of the Javanese people with other ethnic groups in Karimunjawa and the distribution of the Javanese population in Karimunjawa. As we know that Karimunjawa island is an island which has high ethnicity, race, and religion heterogeneity, and those can easily leads a conflict. The researcher collects the data using the interview and documentation instrument. Analysis technique uses percentage descriptive analysis and tabulation data analysis. The result of the research shows that the javanese people are dominant and  evenly spreaded in Karimunjawa village, Kemojan village, Parang village, and Nyamuk village. Interaction pattern that occurs between javanese people and other ethnic seems good and open, it is proven with their good participation in the celebration of javanese ceremonial or arts. As for the life and livelihoods of Javanese people including livelihoods, religion, education, income, and public facilities look good and are available in Karimunjawa. However, in some aspect namely educational and health facility still need a renewal and improvement.Keyword: Javanese people, Karimunjawa, Education, Interaction 
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DILIHAT DARI PERSPEKTIF AKSIOLOGI GEOGRAFI Wibowo, Novika Adi; Sumarmi, Sumarmi; Wulandari, Fajar; Benardi, Andi Irwan; Wijayanto, Bayu; Anindhyta, Chyta
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 10, No 1 (2025): VOLUME 10 NUMBER 1 JANUARY 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v10i1.5912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan teknologi pembelajaran dari perspektif aksiologi geografi. Geografi adalah bidang ilmu yang membahas tentang berbagai fenomena di bumi yang secara langsung maupun tidak langsung berkaitan erat dengan bumi dan kehidupan manusia, serta mempelajari pola ruang. Geografi berkaitan dengan alam dan orang-orang yang mengeksplorasi elemen fisik, manusia dan sosial dalam studi geografi untuk memahami bagaimana geografi adalah campuran dari ilmu sosial dan ilmu alam. Geografi tidak terlepas dari ilmu-ilmu lain dalam kajian fenomena geosfer. Geografi merupakan salah satu kompetensi yang ada dalam core subject and 21st century themes, dimana pada pembelajaran abad 21 membutuhkan pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi untuk melaksanakan proses kegiatan belajar. Ilmu pengetahuan akan mengalami perkembangan yang pesat, apabila kita memanfaatkan teknologi dan menerapkannya di dalam proses pembelajaran. Teknologi pembelajaran dapat membantu siswa dalam belajar, sehingga pembelajaran akan berjalan lebh efektif dengan memecahkan suatu permasalahan atau studi kasus yang telah diterapkan ke dalam teknologi pembelajaran.
EFEKTIVITAS MODEL EXPERIENTIAL JELAJAH ALAM SEKITAR (EJAS) DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI MATERI PEDOSFER KELAS X SMA N 1 LARANGAN, KABUPATEN BREBES. Winarni, Erin Dian; Sanjoto, Tjaturahono Budi; Santoso, Apik Budi; Benardi, Andi Irwan
Journal of Edugeography Vol. 12 No. 3 (2024): VOL 12 NO 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/t9y79e60

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pelaksanaan model EJAS dan mengetahui pengetahuan siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran EJAS, serta menganalisis efektivitas model pembelajaran EJAS (experiential jelajah alam sekitar) pada mata pelajaran geografi untuk materi pedosfer di SMA N 1 Larangan. Penelitian ini merupakan penelitian Pre Experimental Design berupa one group pre-test post-test. Populasi pada penelitian yaitu siswa kelas X SMA N 1 Larangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dan terpilih kelas X.E 7. Pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, instrumen tes, angket/kuesioner, dan dokumentasi. Analisis hasil data penelitian menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas saphiro-wilk, uji paired samples t-test dan uji n-Gain. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa respons siswa terhadap model pembelajaran EJAS (Experiential Jelajah Alam Sekitar) berdasarkan statistik deskriptif memiliki rata-rata skor sebesar 60,92, dengan kategori yang positif. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa distribusi data pre-test dan post-test normal dengan p-value masing-masing 0,160 dan 0,380 (lebih besar dari 0,05). Uji Paired Samples T-Test mengungkapkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa setelah penerapan model EJAS, dengan perbedaan rata-rata sebesar 13,36, t-value sebesar -12,327, dan p-value 0,000 (< 0,05). Selain itu, uji N-Gain menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,5153, yang termasuk dalam kategori peningkatan sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa model EJAS efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi pedosfer meskipun tingkat efektivitasnya berada pada kategori sedang. Kendala penerapan model EJAS tidak begitu terkendala ketika pelaksanaan, namun perlu ditingkatkannya manajemen waktu pada saat pelaksanaan pembelajaran. Hal tersebut terlihat waktu dua atau tiga jam pelajaran yang dirasa tergesa-gesa untuk melakukan pembelajaran EJAS. 
Penerapan Cooperative Learning Model Berbasis Gallery Walk Untuk Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Geografi Ridwan, Mutmainnah Farida; Juhadi, Juhadi; Banowati, Eva; Benardi, Andi Irwan
Journal of Edugeography Vol. 12 No. 3 (2024): VOL 12 NO 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dqkzzc29

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas dari penerapan metode gallery walk, mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, hasil belajar, dan kendala yang dihadapi saat melaksanakan metode pembelajaran gallery walk. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen jenis pre-experimental dengan desain one-group pretest posttest dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini sebanyak 69 siswa dengan ketentuan mengambil mata pelajaran geografi sebagai peminatan dan sampel pada penelitian ini sebanyak 36 siswa dengan metode simple random sampling. Instrumen yang mendukung pengumpulan data penelitian ini terdiri dari tes, observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini berdasarkan uji N-Gain menghasilkan skor mean sebesar 59,55%, keaktifan siswa meningkat sebesar 89%, hasil belajar siswa meningkat 87%, dan kendala yang dihadapi siswa menerapkan gallery walk dapat teratasi sebesar 78%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa metode gallery walk berpengaruh terhadap peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa dan termasuk kategori cukup efektif. Siswa dapat mengatasi kendala yang dihadapi dalam penerapan gallery walk mengacu pada respons siswa pada angket. Gallery walk memerlukan perencanaan yang sistematis sebelum diterapkan agar pelaksanaan dapat berjalan baik. Koordinasi antara guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran dengan metode gallery walk dapat membantu mengatasi kendala-kendala yang muncul dan membuat alokasi waktu pembelajaran dapat lebih efisien.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Bashith Adi Wibowo, Novika Adjie, Satria Al Ghani, Muhammad Zulfi Amalia, Sufi Amalia, Venny Amalia, Venny Amri, Yassirli Ananto Aji, Ananto Andresheva, Satria Anindhyta, Chyta Apik Budi Santoso Ardianto Rose Ashabul Kahfi Ashabul Kahfi, Ashabul Azzahra, Muzakia Baharsyah, Moch Nasrul Baharsyah, Moh. Nasrul Baharsyah, Moh. Nasrul Bayu Wijayanto Bayu Wijayanto Budianto, Satrio Bagus Budiyono Budiyono Daniel Happy Putra Dennis Rachmad Putranto Dewi Liesnoor Setyowati Dwi Utomo Aji, Muhammad Erni Suharini Eva Banowati Fakhirah, Faustine Gilda Gerar Yametis, Joshua Vincent Gustiyansyah Selebes, Adrian Halmahera, Mega Halmahera, Mega Hariyanto Hariyanto Imanuel Adi Papa Yohanes, Kristi Dese Imanuel Adi Papa Yohanes, Kristi Dese Jaka Putra Rahmajati Joshua Vincent Gerar Yametis Juhadi Juhadi Khoirul Taufiqi Kiswanto, Andre Kiswanto, Andre Kurniawan, Muchammad Akbar Laksono Trisnantoro Lestari, Kukun Puji M. Nurropik M. Nurropik, M. Nurropik Munasyaroh, Ulfi Murtafiah, Murtafiah Novika Adi Wibowo Nurrochmah, Arum Indah Parida Angriani Pradika Adi Wijayanto Prameswari, Andina Ahya Purnama, Anggi Septiya Purnama, Anggi Septiya Purwaningsih, Widya Purwaningsih, Widya Putranto, Dennis Rachmad Rahima, Hawa Nur Rahima, Hawa Nur Rahma Hayati Rahmajati , Jaka Putra Rahman, Atta-Ur Rani, Sri Ridwan, Mutmainnah Farida Saptono Putro Saptono Putro Sari Dewi Satya Budi Nugraha Sriyanto Sriyanto Sriyono Sriyono Sriyono Sriyono Suhendra, M. Luthfi Taufiqi, Khoirul Thriwaty Arsal Tjaturahono Budi Sanjoto Uddin, Hafiz Rafi Utomo Aji, Muhammad Dwi Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur Wibawanti, Diah Widyastiti, Ririh Winarni, Erin Dian Wulandari, Fajar Yametis, Joshua Vincent Gerar Yudanti Anika Romadhoni Yundari, Yundari Yusuf Anugrah, Muhammad Zakiyah, Neza Zulfa, Alfiatus Zulfa, Alfiatus Zulfi Al'Ghani , Muhammad