Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Pendekatan Pembelajaran Inklusif di SDN 008 Muara Uwai Marta, Rusdial; Sumianto, Sumianto; Aprinawati, Iis; Ayu, Citra; Viora, Dwi
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Dedikasi 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v3i1.95

Abstract

Pelatihan kepada guru-guru di Sekolah Dasar Negeri 008 Muara Uwai bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan pendekatan pembelajaran inklusif di kelas. Dalam pelatihan ini, guru-guru diajarkan mengenai konsep dasar pendidikan inklusif, teknik untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa yang beragam, serta berbagai strategi pembelajaran diferensiasi yang dapat diimplementasikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi semua siswa. Selain itu, teknologi bantu dan metode evaluasi yang inklusif juga diperkenalkan untuk mengakomodasi siswa dengan kebutuhan khusus. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman para guru terhadap prinsip pendidikan inklusif, serta kesiapan mereka untuk menerapkannya dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan perubahan mindset guru masih perlu diatasi agar penerapan pendidikan inklusif dapat lebih optimal. Pelatihan ini memberikan kontribusi penting dalam mempersiapkan guru untuk menciptakan kelas yang inklusif, merata, dan adil bagi seluruh siswa, tanpa terkecuali.
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Pendekatan Pembelajaran Inklusif di SDN 008 Muara Uwai Marta, Rusdial; Sumianto, Sumianto; Aprinawati, Iis; Ayu, Citra; Viora, Dwi
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Dedikasi 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v3i1.95

Abstract

Pelatihan kepada guru-guru di Sekolah Dasar Negeri 008 Muara Uwai bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan pendekatan pembelajaran inklusif di kelas. Dalam pelatihan ini, guru-guru diajarkan mengenai konsep dasar pendidikan inklusif, teknik untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa yang beragam, serta berbagai strategi pembelajaran diferensiasi yang dapat diimplementasikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi semua siswa. Selain itu, teknologi bantu dan metode evaluasi yang inklusif juga diperkenalkan untuk mengakomodasi siswa dengan kebutuhan khusus. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman para guru terhadap prinsip pendidikan inklusif, serta kesiapan mereka untuk menerapkannya dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan perubahan mindset guru masih perlu diatasi agar penerapan pendidikan inklusif dapat lebih optimal. Pelatihan ini memberikan kontribusi penting dalam mempersiapkan guru untuk menciptakan kelas yang inklusif, merata, dan adil bagi seluruh siswa, tanpa terkecuali.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Bebas Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Think Talk Write Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Mardatillah Ay, Marisya; Aprinawati, Iis; Masrul, Masrul; Witarsa, Ramdhan; Syahrul Rizal, Muhammad
Science and Education Journal (SICEDU) Vol. 3 No. 2 (2024): Science and Education Journal 2024
Publisher : Faculty Of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v3i2.206

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan berbahasa dalam kurikulum bahasa Indonesia khususnya pada penulisan puisi bebas yang seringkali menyulitkan siswa. Observasi SDN 031 di Tarai Bangun menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas IV mengalami kesulitan dalam menulis sajak bebas dan hasilnya di bawah standar ketuntasan minimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi bebas siswa kelas IV dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Model TTW dirancang untuk meningkatkan keterlibatan dalam pemikiran siswa melalui periode berpikir, diskusi, dan menulis, mendorong kreativitas dan pemahaman yang mendalam. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian tindakan kelas (PTK) yang melibatkan beberapa siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. 27 siswa kelas empat, dibagi menjadi kelompok heterogen, berpartisipasi dalam penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TTW secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis puisi bebas, meningkatkan nilai rata-rata siswa dari 61,77 poin pada Penyisihan menjadi 81,11 poin pada Siklus II, dan meningkatkan tingkat penyelesaian Klasik dari 39% menjadi 85%.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Dengan Menggunakan Model PredictObserve-Explain Siswa Sekolah Dasar Surya, Yenni Fitra; Sumianto, Sumianto; Aprinawati, Iis; Amin, Al; Putra, Ardi; Armiswati, Armiswati
Indonesian Research Journal on Education Vol. 3 No. 3 (2023): irje 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v3i3.2929

Abstract

Kemampuan berpikir kritis adalah suatu kemampuan berpikir yang dimiliki seseorang untuk memecahkan, mengambil keputusan dan menganalisis suatu masalah berdasarkan informasih yang diperolehnya. Tujuan dari Penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana hasil pelaksanaan model pembelajaran predict observe explain  dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan di UPT SD Negeri 012 Gading Sari dikarenakan kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Penelitian ini  menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) PTK adalah bentuk penelitian yang dilakukan didalam kelas berupa tindakan tertentu yang dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaraan guna meningkatkan hasil belajar yang lebih baik dari sebelumnya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hasil tindakan antar siklus menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan model pembelajaran pembelajaran predict observe explain  dari tahap pratindakan 35%. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan model pembelajaran pembelajaran predict observe explain  juga terjadi dari tahap siklus 1 ke tahap siklus 2 sebesar 87%.
Penggunaan Metode Shared Reading untuk meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa kelas 6 Sekolah Dasar Aprinawati, Iis; Pebriana, Putri Hana; Nurmalina, Nurmalina; Sumianto, Sumianto
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3229

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar, yang terlihat dari kesulitan siswa dalam menemukan ide pokok, menyimpulkan bacaan, serta menjawab pertanyaan eksplisit dan implisit. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan metode shared reading. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN 020 Ridan Permai melalui metode shared reading. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi, dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa setelah diterapkan metode shared reading. Pada tahap prasiklus hanya 24% siswa yang mencapai KKM, sedangkan setelah siklus II meningkat menjadi 80% siswa yang tuntas dengan nilai rata-rata kelas mencapai 78,44. Peningkatan ini menunjukkan bahwa metode shared reading efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar.
Pelatihan Pembuatan Media Cerita Bergambar untuk Meningkatkan Kualitas Literasi Sekolah Dasar Aprinawati, Iis; Sumianto, Sumianto; Kusuma, Yanti Yandri
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i4.1176

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru sekolah dasar dalam merancang media cerita bergambar digital menggunakan Canva guna mendukung penguatan literasi siswa. Pelatihan dilaksanakan di SDN 016 Ridan Permai dengan melibatkan 12 guru dari SD 020 Ridan Permai, menggunakan pendekatan service learning melalui lima tahap utama: pengelompokan guru, identifikasi masalah siswa, penentuan tema cerita, pembuatan media bergambar, serta simulasi pembelajaran. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 100% peserta berhasil memproduksi media cerita bergambar digital dengan struktur naratif dan visualisasi dasar. Sebanyak 91,6% guru menunjukkan partisipasi aktif, dan 58% merasa cukup mampu menggunakan Canva secara mandiri pascapelatihan. Namun, evaluasi produk menunjukkan bahwa masih diperlukan pelatihan lanjutan untuk memperkuat aspek narasi, pilihan visual, dan penyesuaian bahasa terhadap karakteristik siswa. Kegiatan ini membuktikan bahwa media visual digital dapat meningkatkan literasi guru dan siswa secara simultan, serta mendorong kreativitas guru dalam pembelajaran kontekstual. Pelatihan serupa sangat dianjurkan untuk dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan keberlanjutan praktik baik di sekolah dasar.
Integrating STEAM into Contextual Literature Lessons: Exploring Creativity in Primary School Students Aprinawati, Iis; Nurmalina, Nurmalina; Pebriana, Putri Hana
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.8386

Abstract

Creativity is recognised as a critical skill for 21st-century learners, yet its development remains limited in elementary school literature classes, which are still dominated by conventional and non-contextual teaching methods. This study examines how contextual literature instruction, grounded in the STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) framework, can foster creativity among primary school students. A quantitative survey method was employed, involving 80 fifth-grade students from a public school in Pekanbaru, Indonesia, who were selected through simple random sampling. Data were collected through a 35-item Likert-scale questionnaire and classroom observations based on five creativity indicators: fluency, flexibility, originality, elaboration, and imagination. Descriptive analysis showed high levels of imagination (84.2%) and active participation (85.4%), with lower outcomes in originality (75.6%) and creative collaboration (77.5%). These results indicate that STEAM-based literature learning effectively promotes student engagement, imagination, and expression, although it still requires strategies to foster individual innovation and teamwork. The study offers practical implications for educators and policymakers, including the need for teacher training in interdisciplinary pedagogy and the development of infrastructure that supports ethical, inclusive, and creative use of technology in elementary education. Keywords: creativity, STEAM, literature learning, contextual learning
"Pelatihan Inovatif untuk Guru SD dalam Mengembangkan Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Efektif dan Menyenangkan" Aprinawati, Iis; Pebriana, Putri Hana
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i3.2620

Abstract

Abstrak Pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Dasar (SD) memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan kemampuan berbahasa siswa, yang merupakan keterampilan dasar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tantangan utama yang dihadapi oleh guru adalah bagaimana mengelola pembelajaran bahasa Indonesia agar efektif, menyenangkan, dan dapat meningkatkan motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pelatihan inovatif bagi guru SD dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Indonesia yang tidak hanya memenuhi standar kurikulum, tetapi juga menarik dan menyenangkan bagi siswa. Pelatihan ini mencakup pengenalan metode dan teknik pembelajaran kreatif, seperti penggunaan teknologi dalam pembelajaran, permainan edukatif, dan pendekatan berbasis media digital. Penekanan pada pemahaman gaya belajar siswa dan adaptasi metode pengajaran yang sesuai juga menjadi bagian penting dalam pelatihan ini. Dengan demikian, diharapkan guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, serta meningkatkan keterampilan berbahasa siswa. Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia yang dapat berdampak positif terhadap hasil belajar siswa dan memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif dan menyenangkan. Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Indonesia, Guru SD, Pelatihan Inovatif, Teknologi Pembelajaran, Permainan Edukatif, Gaya Belajar Siswa.
Indonesian Language Learning Based on Children's Songs to Improve Speaking Skills of Elementary School Students Aprinawati, Iis; Pebriana, Putri Hana
EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2024): EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/jedu.v1i2.12

Abstract

This study examines the impact of song-based learning on the speaking skills of elementary school students in Indonesia. Speaking skills are a crucial aspect of effective communication and are an essential component of Indonesian language learning at the elementary level. However, many students face difficulties in expressing their ideas verbally due to a lack of self-confidence and limited opportunities for practicing speaking in a supportive environment. This study aims to explore how the integration of children’s songs in the learning process can improve students' speaking abilities.The research method used is an experimental design with a pretest-posttest control group design, comparing the experimental group, which received song-based learning, with the control group, which followed conventional learning. The results showed that the experimental group made significant improvements in all speaking indicators, including pronunciation, intonation, fluency, vocabulary, and sentence structure. These improvements indicate that children's songs not only help enhance speaking fluency but also increase students' motivation and engagement in the learning process. Song-based learning provides students with opportunities to practice speaking repeatedly, helping them internalize language structures, improve pronunciation, and express themselves confidently. Additionally, children's songs also contribute to the development of emotional intelligence and social skills. This study suggests that song-based learning should be more widely implemented in elementary schools across Indonesia to improve students' speaking abilities while creating a more interactive and enjoyable learning environment. Keywords:Song-based learning, speaking skills, elementary school students, pronunciation, fluency, motivation, student engagement.          
Peningkatan Literasi Membaca dan Menulis Anak Melalui Program Rumah Baca di Desa Ridan Kabupaten Kampar Viora, Dwi; Marta, Rusdial; Aprinawati, Iis; Ayu, Citra
Jurnal Pesona Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Vo.1 No.1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/peson.v1i1.3

Abstract

Program Rumah Baca Ramah Anak di Desa Ridan, Kabupaten Kampar, dirancang untuk mengatasi rendahnya tingkat literasi di wilayah terpencil. Program ini memanfaatkan pendekatan berbasis komunitas dengan melibatkan masyarakat lokal, sukarelawan, dan mitra eksternal dalam mendirikan dan mengelola Rumah Baca sebagai pusat literasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program terhadap peningkatan kemampuan membaca dan menulis anak-anak, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan memberikan rekomendasi untuk keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 75% peserta mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi, sementara kegiatan literasi di Rumah Baca menjadi ruang belajar yang inklusif dan menarik. Kendala utama yang dihadapi mencakup keterbatasan sumber daya, waktu fasilitator, dan keberlanjutan pendanaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Untuk keberlanjutan program, diperlukan strategi penguatan kapasitas lokal, integrasi dengan pendidikan formal, dan dukungan jangka panjang dari pemerintah serta mitra eksternal.