Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Teewan Journal Solutions

Prevalensi Dan Burden Of Disease Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Desi Anna Rahmi; Halizasia, Gadis; Mhd.Hidayatullah, Mhd.Hidayatullah
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 1 (2023): ,
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qn3n9216

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik ditandai dengan filtrasi glomerulus dan <60 ml/menit per 1,73 meter persegi, atau kerusakan ginjal dalam 3 bulan, atau keduanya. Pengobatan penyakit ginjal rumit dan mahal, menjadikan penyakit ini sebagai beban ekonomi, dan peraturan terkait erat dengan kebijakan publik dan situasi perekonomian masing-masing negara. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, gagal ginjal kronis adalah penyebab kematian nomor 12. Tujuan: Untuk mengetahui prevalensi dan beban penyakit ginjal kronis di kalangan dokter umum rumah sakit yang menjalani hemodialisis. Zainoel Abidin. Metodologi Penelitian: Penelitian kuantitatif bersifat deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 116 pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Metode pengambilan sampel adalah sampel keseluruhan. Hasil: Prevalensi penyakit ginjal kronik pada pasien hemodialisis di RSUD.Zainoel Abidin sebesar 6,48%. Biaya langsung rutin sebesar Rp8.548.040.160 per tahun dengan rata-rata sebesar Rp895.466 per pasien, sedangkan biaya insidental langsung sebesar Rp300.100.000 per tahun dengan rata-rata sebesar Rp5.456.363 per pasien. Biaya tidak langsung rutin sebesar Rp1.065.216.000 per tahun dengan rata-rata sebesar Rp303.959 per pasien, sedangkan biaya tidak langsung insidental sebesar Rp303.959.146.013.000, dengan rata-rata Rp 2.103.058 per pasien. Beban penyakit ginjal kronik pada hemodialisis di RSUD Dr Zainoel Abidin sebesar Rp 12.626.518.024.188,75.  
Survei Prevalensi Kecacingan pada Ibu Hamil Berdasarkan Faktor Risiko Lingkungan dan Perilaku  di Kabupaten Aceh Tengah Ellianufara , Ellianufara; Putri , Rosalia; Hidayattullah, Mhd.; Nurdin, Ambia
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/jvjje021

Abstract

Kecacingan atau Cacingan sering disebut Soil Transmitted Helminth (STH)  adalah penyakit yang ditularkan melalui tanah. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah di dunia (global issue). Diperkirakan sebanyak 1,5 milyar penduduk dunia  atau sekitar 24% berisiko terserang penyakit ini. Kelompok rentan Kecacingan adalah ibu hamil (Bumil) dan anak-anak. Prevalensi Kecacingan di Indonesia mencapai 28,25% dan di Provinsi Aceh memiliki prevalensi sebesar 32,3%. survei observasional yang dilakukan pada tempat yang menjadi sasaran survei yaitu lingkungan yang diduga sebagai tempat penularan Kecacingan terutama pada Bumil. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik observasi tanpa mempengaruhi subyek yang diamati (unobtrosive). Jumlah sampel target sebanyak 210  dan  terkumpul  sebanyak 172 sampel Bumil yang tersebar di 30 desa dengan jumlah 7 sampel setiap desa pada 7 Kecamatan/Puskesmas terpilih (Ketol, Celala, Silih Nara, Linge, Pegasing, Kute Penang dan Rusip Antara). Pengambilan sampel berdasarkan puskesmas terpilih,  kriteria lokasi stunting dan sanitasi buruk dengan melakukan wawancara mendalam terhadap informan. Metode pemeriksaan telur cacing dilakukan dengan teknik Kato Katz di laboratorium. Survei dilakukan pada tanggal 24 sampai 29 April 2018. Pengolahan data dilakukan secara deskritif dan analisis perbandingan. Hasil survei menunjukkan bahwa  terdapat  26  sampel (15,1%) Bumil positif Kecacingan dengan rincian;  10 sampel   (5,8%) terinfeksi cacing  gelang (Ascariasis), 1 sampel  (0,60%)  terinfeksi cacing cambuk (Trichuriasis) serta 18 sampel (10,4%) terinfeksi cacing tambang (Ancylostomiasis). Ada diantara Bumil dengan infeksi lebih dari satu jenis cacing (double infections). Selain faktor karakteristik,  infeksi cacing pada Bumil di Kabupaten Aceh Tengah sangat dipengaruhi  faktor risiko lingkungan dan perilaku.