Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Kendali Pada Robot Pemanjat Dinding (design Control Of Wall Climbing Robot) Fauzan Dwi Septiansyah; Mohamad Ramdhani; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Robot pemanjat dinding ini bekerja layaknya seperti cicak yang dapat berjalan dan menempel di dinding. Untuk melakukan hal tersebut pada robot jelas tidak mudah, karena kaki robot tidak bisa langsung menempel pada permukaan yang vertikal. Maka pada kaki robot harus mempunyai alat yang dapat menyerap udara pada permukaan dinding dan menggunakan suction cup sebagai alas kaki robot. Robot ini akan dikontrol menggunakan arduino. Pengendalian otomatis dengan hanya menggunakan push button sebagai komponen yang mengaktifkan gerak langkah robot naik dan turun, dapat dikatakan efisien dari segi waktu yang sesuai dengan delay pada program.Dengan pengendali tersebut, robot dapat melangkah secara vertical dan dapat menempel pada permukaan.Kata Kunci :Robot, Pemanjat, Dinding, Kaca, Cicak, Arduino, Suction Cup
Implementasi Dan Analisis Insertion Loss Filter Berbasis Electromagnetic Compatibility (emc) Pada Light Emitting Diode (led) Taufik Akbar; Mohamad Ramdhani; Ekki Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan implementasi filter untuk mereduksi gangguan EMI pada beban lampu LED agar sesuai standar IEC 61000-3-2 class C serta analisis Insertion Loss. Filter yang digunakan adalah tipe pasif harmonisa yaitu: Filter Parallel, Filter Seri dan Low Pass Filter. Hasil pengukuran pada pada lampu LED menjukan angka total harrmonisa yang cukup tinggi yaitu 131.4%. Harmonisa sudah berhasil di reduksi dan memenuhi standard IEC 61000-3-2 class C dengan digunakannya Low Pass Filter. Total harmonisa turun menjadi 24.6%, kualitas daya meningkat, tetapi daya nyata juga ikut meningkat. LPF menunjukan hasil Insertion Loss dengan nilai pada frekuensi normal (50 Hz) 25 dB dan harmonisa (150) 34.5 dB..Kata kunci : harmonisa, LED, EMI, EMC
Alat Ukur Kecepatan Angin, Arah Angin, Dan Ketinggian Trisna Nur Robby; Mohamad Ramdhani; Cahyantari Ekaputri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan satu dari sekian banyak masalah yang dialami oleh setiap negara. Energi listrik dari generator berbahan bakar fosil yang selama ini menjadi sumber energi utama dikebanyakan negara di dunia sudah semakin langka. Maka perlu adanya pemanfaatan sumber energi dalam bentuk lain untuk menghasilkan energi listrik, karena suatu saat nanti energi fosil pasti akan habis. Energi angin adalah salah satu alternatif energi yang bisa digunakan dibeberapa wilayah di Indonesia karena energi angin merupakan energi alam yang tidak memiliki dampak kimia yang berbahaya. Namun tidak semua orang tahu dimana tempat yang layak untuk dibangun turbin angin. Maka dari itu pembaca diharapkan mampu memahami dimana tempat yang layak untuk dimanfaatkan tenaga anginnya untuk dibangun turbin angin. Alat pengukur kecepatan angin, arah angin, dan ketinggian adalah salah satu cara untuk mendeteksi tempat-tempat yang layak untuk dimanfaatkan tenaga anginnya. Alat ukur telah dirancang yang terdiri dari catu daya, kendali mikro dan LCD, rangkaian rotary encoder berupa modul TCRT5000, potensiometer untuk penunjuk arah angin, dan modul pengukur tekanan berupa sensor BME 280. Standarisasi alat dilakukan dengan pengujian terhadap anemometer Benetech GM-816. Ketepatan pengujian pengukuran kecepatan angin sebesar 96,18%. Penentu arah angin menggunakan sebuah bilah untuk menentukan 8 arah angin dengan ketepatan pengujian sebesar 96,625%. Meskipun begitu penunjukan yang terbaca tetap menampilkan arah yang tepat. Pengujian pengukuran ketinggian dilakukan dengan pengujian perbandingan terhadap meteran Soligen. Ketepatan pengujian adalah sebesar 84,20%. Kata Kunci: Energi alternatif, pemanfaatan energi angin di Indonesia, alat ukur, kecepatan angin, arah angin, ketinggian.
Desain Dan Implementasi Kendali Pid Pada Beam And Ball System Hindami Muhammad; Mohamad Ramdhani; Agung Surya Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beam and ball system adalah sebuah sistem yang terdiri dari sebuah bidang segi empat (beam) dan sebuah bola (ball). Beam and ball system adalah salah satu alat peraga yang umum digunakan dalam mempelajari sistem kontrol. Beam and ball system sering digunakan sebagai alat peraga karena mudah dimengerti sebagai sistem dan berbagai metode kontrol dapat diterapkan pada sistem ini. Beam and ball system terdiri dari sensor, bidang segi empat yang terpadu dengan motor listrik dan bola. Sistem ini bekerja dengan mendeteksi posisi bola pada bidang segi empat. Bila bola dalam keadaan bergerak, maka motor listrik akan menggerakan bidang segi empat agar bola diam pada posisi yang ditentukan. Metode kendali yang digunakan adalah metode kendali PID karena dapat menghasilkan keluaran nilai error yang rendah dengan cara yang sederhana. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah keluaran beam and ball system dengan nilai error steady state sebesar 1%, 1.6% dan 3.67%, dan nilai overshoot sebesar 6.7%, 28.8%, dan 22.7%.Kata kunci: Beam and ball system, PID
Perancangan Dan Implementasi Sistem Kendali Lengan Robot Penyortir Barang Berdasarkan Warna Aradea Putra Pangestu; Mohamad Ramdhani; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan mesin dalam suatu industri meningkat tiap tahunnya seiring dengan meningkatnya kinerja industri di Indonesia. Untuk memenuhi agar tercapainya suatu industri yang berkompeten, maka dibutuhkann mesin- mesin yang dapat membantu menunjang kinerja proses produksi dalam industri tersebut. Beberapa industri memproduksi suatu produk dengan berbagai kemasan. Maka dari itu dibutuhkanlah suatu mesin yang dapat membantu proses pengklarifikasian produk tersebut berdasarkan kebutuhan, salah satunya yaitu pengklarifikasian produk berdasarkan warna. Pada tugas akhir ini purwarupa mesin penyortir barang akan dibuat untuk mengklaifikasikan barang berdasarkan warna. Tujuannya yaitu agar proses pemisahan barang dapat dilakukan secara akurat. Sebagai input dari alat ini digunakan kamera untuk mendeteksi posisi serta warna yang akan disortir. PC yang akan memproses warna dan koordinat. Arduino Mega 2560 sebagai main controller yang akan berperan sebagai pengontrol plant setelah menerima input dari data yang telah diproses oleh PC.Dari hasil tugas akhir didapatkan tingkat keakuratan pengambilan benda dipengaruhi oleh buffer yang diterima oleh Arduino Mega 2560 dari PC. Dengan buffer yang terus ada maka tingkat keakuratan akan menurun. Keakuratan dalam pendeteksian warna dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang ada pada ruangan tersebut sehingga beda intensitas cahaya, beda pula parameter HSV pada tiap warnanya, sehingga perlu dilakukan pengkalibrasian. Kata kunci : input, output, Arduino Mega 2560, PC, HSV, main controller, buffer
Sistem Kendali Anti Sway Overhead Crane Mohammad Joko Akbar; Mohamad Ramdhani; Agung Surya Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan yang ketat dalam bidang industri membuat banyak perusahaan berlomba-lomba berinovasi untuk meningkatkan produktivitas pabriknya. Salah satunya dalam hal mobilitas alat berat, yaitu pengoperasian crane. Sway merupakan permasalahan yang kerap timbul pada saat pengoperasian crane. Sway adalah ayunan dari beban yang ditimbulkan saat motor crane melakukan percepatan atau perlambatan. Pengoperasian crane yang aman dan terkendali merupakan sesuatu yang diingikan oleh perusahaan. Anti Sway Overhead Crane merupakan suatu inovasi yang dibutuhkan oleh perusahaan yang berlatar belakang alat berat dalam pengoperasian crane. Anti Sway Overhead Crane merupakan prototipe yang menggunakan sistem anti sway dalam mengatasi sway yang terjadi pada beban yang diangkut oleh crane pada saat pengoperasianya. Sistem anti sway bekerja dengan cara memanipulasi pergerakan motor crane. Sistem anti sway dapat mengurangi tingkat kecelakaan kerja dan mengurangi resiko kerusakan properti perusahaan. Prototipe yang dibangun menggunakan mikrokontroler sebagai pengendalinya. Untuk meningkatkan kinerja prototipe dalam memindahkan barang dengan kecepatan yang tetap, metode yang dipakai adalah sistem kendali Proportional Derivative. Sistem anti sway akan bekerja untuk mengurangi osilasi yang terjadi pada beban. Sistem anti sway juga akan mempercepat kestabilan beban pada prototipe overhead crane. Kata Kunci : Overhead Crane, Arduino Uno, Kendali PD.
Implementasi Sistem Pengisian Dan Penyeimbang Daya Pada Sel Baterai Di Kendaraan Listrik Heru Nuraditya; Mohamad Ramdhani; Ekki Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai multisel sangat dibutuhkan untuk kendaraan elektrik pada akhir dekade ini agar daya baterai dapat bertahan lama dalam melakukan perjalanan yang jauh. Selain menjaga daya agar dapat bertahan lama, diperlukan juga sebuah system yang dapat mengisi lebih cepat agar dapat mengefisiensi waktu. Multisel baterai adalah suatu baterai yang dikemas terdiri dari beberapa sel baterai yang disusun secara seri agar dapat menambah kapasitas sesuai keperluan. Dikarenakan terdiri dari beberapa sel, maka diperlukan penyeimbangan kapasitas dalam proses pengisian upaya dalam bentuk pencegahan terjadinya overcharging. Sistem pengisian ini menggunakan metode Constant voltage / constant current controller yang berfungsi mengendalikan arus dan tegangan pada siklus pengisian. Selain metode pengisian daya, ada juga metode penyeimbangan daya dengan menggunakan topology Flyback. Sistem ini menggunakan perhitungan State Of Charge (SOC) yang berfungsi mengidentifikasi nilai arus, tegangan, dan kapasitas. Pada keseluruhan sistem, kedua sistem dapat saling bekerja sama untuk mengisi dan menyeimbangkan daya pada baterai multisel dengan keakuratan penyeimbangan daya 90% dilihat dari tegangan setiap selnya.Kata Kunci: Multicell, Lithium polymer, state of charge, penyeimbang, pengisian
Desain Dan Implementasi Lengan Robot Berbasis Electromyogram Untuk Orang Berkebutuhan Khusus Ardhan Dwi Meitrika Surachman; Mohamad Ramdhani; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electromyography merupakan teknik untuk merekam aktivitas listrik yang dihasilkan oleh otot rangka. EMG dilakukan dengan menggunakan instrumen yang disebut electromyograph untuk menghasilkan rekaman sinyal yang disebut electromyogram (EMG). Teknik ini, dapat dimanfaatkan untuk membantu orang yang berkebutuhan khusus. Sehingga kualitas hidupnya dapat lebih baik. Pada tugas akhir ini, dirancang alat bantu pergerakan tangan untuk membantu orang yang berkebutuhan khusus pada bagian tangan khususnya, dengan memanfaatkan EMG. Sinyal otot tangan (biceps) direkam oleh elektroda kemudian diamplifikasi dan difilter pada modul EMG. Hasil sinyal tersebut menjadi masukan untuk mikrokontroler. Kemudian mikrokontroler menggerakkan motor servo sesuai kondisi input yang diberikan. Ketika kondisi tangan fleksor dan berkontraksi, maka lengan robot mengikuti gerakan mengangkat. Sedangkan ketika kondisi tangan ekstensor, maka lengan robot juga bergerak lurus sesuai keadaan tangan. Dengan sistem yang telah dijelaskan diatas, alat ini dapat bekerja sesuai masukan yang diberikan dan dapat memberikan keluaran berupa gerakan lengan robot yang sesuai dengan tangan pengguna. Ditunjukkan dengan nilai penguatan rata-rata yang dihasilkan oleh modul EMG sebesar 825 kali dan nilai keberhasilan alat ini sebesar 83,33 % (ketika kondisi tangan fleksor) dan 76,67 % (ketika kondisi tangan ekstensor). Kata kunci: EMG, biceps, elektroda, amplifikasi, filter, mikrokontroler, motor servo, lengan robot.
Analisis Pembangkit Elektrik Menggunakan Media Air Garam Sebagai Larutan Elektrolit Siti Zaenab Nurul Haq; Ekki Kurniawan; Mohamad Ramdhani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak kebutuhan akan energi semakin meningkat seiring dengan kemajuan teknologi didunia, terutama kebutuhan energi elektrik yang semakin lama semakin banyak. air garam dapat dijadikan salah satu sumber energi alternative sebagai media yang digunakan untuk menghasilkan sumber energi elektrik. Air garam yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah NaCl atau biasa disebut sebagai garam dapur. Dengan jembatan garam sederhana yang dibuat, dipercobakan bagaimana media air garam bereaksi dengan elektrode dalam menghasilkan energi elektrik. Percobaan ini menggunakan 3 elektrode berbeda yaitu besi (Fe), almunium (Al) dan seng (Zn). Kata kunci : air garam, elektrik, elektrode, jembatan garam Abstract the need for energy is increasing along with technological advancements in the world, especially the need for electrical energy which is increasingly increasing. salt water can be used as an alternative energy source as a medium used to produce electrical energy sources. Salt water that is often found in everyday life is NaCl or commonly referred to as kitchen salt. With a simple salt bridge made, it was tested how salt water media reacted with the electrode to produce electrical energy. This experiment uses 3 different electrodes are iron (Fe), aluminum (Al) and zinc (Zn). Keywords: salt water, electric, electrode, salt bridge
Perancangan Dan Implementasi Sistem Pencahayaan Ruangan Berbbasis Jaringan Syaraf Tiruan Hilmy Dzul Faqar; Mohamad Ramdhani; Prasetya Dwi Wibawa
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan pada suatu ruangan merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia karena dengan adanya pencahayaan maka aktivitas dapat berjalan dengan baik. Umumnya pengaturan pencahayaan hanya memiliki dua kondisi yaitu lampu nyala (on) atau lampu padam (off). Pengaturan dengan prinsip on-off tidak efisien karena tidak memperhatikan cahaya dari luar. Untuk itu dibutuhkan suatu upaya penghematan energi pada sistem pencahayaan. Pada tugas akhir ini, dirancang suatu sistem yang dapat mengkategorikan penerangan cahaya lampu pada ruangan dengan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation. Masukan sistem berasal dari nilai LDR yang dikonversi menjadi luxmeter dan selanjutnya nilai tersebut diproses di Arduino Mega 2560 dengan menggunakan JST Backpropagation. Pada proses JST, nilai dari luxmeter dijadikan data pembelajaran dan pengujian dan output sistem berupa klasifikasi tingkat kecerahan lampu pada ruangan. Berdasarkan proses pengujian yang telah dilakukan, sensor cahaya 1 memiliki persentasi error 10.4815% dan sensor cahaya 2 memiliki persentasi error 7.2756%. Sedangkan untuk pengujian keberhasilan klasifikasi sistem sebesar 66.66%. Namun sistem belum dapat dikatakan baik karena pada pengujian siang hari nilai keberhasilan sebesar 33.33%.Kata kunci: Arduino Mega 2560, JST, LDR, Sensor Cahaya