Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Termometer Digital Berbasis Sensor Ds18b20 Untuk Penyandang Tunanetra Ellia Nurazizah; Mohamad Ramdhani; Achmad Rizal
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Termometer Digital saat ini menggunakan indera penglihatan untuk mengetahui informasi mengenai suhu badan. Penderita tunanetra memiliki keterbatasan dalam penglihatan, sehingga dibutuhkan Termometer Digital dengan output berupa suara agar para penderita tunanetra dapat mengetahui berapa suhu badan mereka dengan cepat dan mandiri. Termometer Digital untuk Tunanetra telah banyak direalisasikan menggunakan sensor suhu LM35 yang memiliki nilai akurasi dan keliniearan yang baik. Namun sensor ini memiliki sensitivitas suhu yang tinggi sehingga hasil pengukuran suhu tubuh menjadi sulit untuk dibaca karena hasil pengukuran akan cepat berubah ketika mendeteksi perubahan suhu yang relative kecil. Kelemahan sensor LM35 yang lain adalah sensor ini perlu dikemas lebih lanjut ketika akan digunakan pada pasien. Akan tetapi, saat sensor tersebut dikemas maka akan mempengaruhi nilai keakuratan pengukuran. Pada Tugas Akhir ini akan diimplementasikan sebuah Termomter Digital menggunakan sensor suhu DS18B20. Tujuannya adalah untuk membandingkan sensor suhu DS18B20 dengan sebuah termometer digital yang ada di pasaran, serta untuk melihat karakteristik DS18B20 ketika digunakan sebagai sensor suhu tubuh. Data tersebut akan diolah dengan menggunakan Mikrokontroler ATmega328 kemudian hasilnya ditampilkan dalam LCD dan dikeluarkan melalui modul suara WTV020. Dari hasil penelitian ini diharapkan para penderita Tunanetra dapat mengukur tubuhnya secara mandiri.Kata kunci : Termometer Digital, Tunanetra, Sensor suhu DS18B20, Sensor suhu LM35, Mikrokontroler ATmega328, LCD, dan Modul suara WTV020.
Sistem Pencahayaan Ruangan Otomatis Dengan Multisensor I Gusti Ngurah Eka Prasna; Mohamad Ramdhani; Ig. Prasetyya Dwi Wibawa
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Pencahayaan Otomatis merupakan suatu sistem pencahayaan otomatis dalam menyalakan lampu. Sistem ini terdiri dari dua sensor yaitu sensor thermal dan juga sensor cahaya. Dalam kerjanya sensor thermal dan sensor cahaya akan mendeteksi suhu tubuh manusia dan mendeteksi cahaya untuk menyalakan dan mematikan lampu secara otomatis. Dengan sistem ini penekanan terhadap energi dapat dilakukan. Sehingga tidak ada energi terbuang sia-sia dengan begitu akan membantu menghemat biaya rumah tangga. Tugas Akhir ini membahas tentang proses pembuatan sistem ini sampai dengan pengaplikasian alat. Sensor thermal yang dapat mendeteksi manusia berdasarkan suhu tubuh akan membuat sistem nyala/mati lampu lebih efisien dari sensor gerak. Dan sensor cahaya untuk mengukur intensitas cahaya dalam ruangan. Lampu akan menyala jika ada manusia terdeksi dan intensitas cahaya dibawah threshold yang ditentukan.Kata Kunci : Automasisasi,Pencahayaan,Multisensor,Ruangan.
Pergerakan Dan Kontrol Kaki Pada Robot Pemanjat Dinding Muhammad Fadel Nugraha; Mohamad Ramdhani; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Robot pemanjat dinding merupakan robot yang dapat berjalan pada medan vertikal. Robot ini terinspirasi oleh hewan cicak yang dapat menempel pada dinding. Robot ini dapat mempermudah pekerjaan manusia dalam bidang ketinggiancontohnya seperti pada pembersihan kaca luar gedung dan pembersihan pada bidang industri lainnya. Namun robot pemanjat dinding mempunyai salah satu kekurangan yaitu robot harus inisialisasi terlebih dahulu pada medan vertikal. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengontrol robot mulai dari posisi horizotal ke posisi vertikal secara otomatis. Pada dasarnya, robot pemanjat dinding dapat menggunakan kaki maupun roda. Untuk robot pemanjat dinding yang menggunakan roda maka akan lebih cepat mencapai ketinggian tertentu, sedangkan yang menggunakan kaki akan lebih kokoh dan kuat saat menempel. Dalam perkembangannya, robot pemanjat dinding sudah sangat berkembang pesat.Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam perancangan robot diantaranya metode Vacuum Suction, Magnetic Devices For Climbing Ferrous Surface, Attraction Force Based On Aerodynamic Principles, dan Dry Adhesives. Tujuan dari beberapa metode tersebut adalah mencari sistem yang paling efektif untuk mengangkat beban sampai ketinggian yang tidak terbatas. Pada tugas akhir ini, telah dirancang sebuah robot yang dapat bergerak dari medan horizontal ke medan vertikal secara bergantian. Keakuratan untuk setiap motor yang digunakan adalah motor servo A = 71.33%, motor servo B = 68.66% , dan motor servo C = 69.33%. Waktu yang dibutuhkan untuk satu langkah pergerakan robot secara horizontal adalah 31.636s. waktu yang dibutuhkan untuk bergerak 90º adalah 15.82s. Sedangkan untuk saru langkah pada medan vertikal selama 47.45s. Kata Kunci: Vacuum Suction, Robot Pemanjat Dinding, Motor servo
Sistem Kendali Penyalaan Motor Bakar Mesin Generator Set (genset) Secara Otomatis Dengan Accu Sebagai Indikator Rahmat Khairunas; Mohamad Ramdhani; Ekki Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generator set yang tidak digunakan dalam beberapa waktu lama mengakibatkan antara lainnya, jangka pakai mesin berkurang dan menyebabkan Akumulator lemah. Ini akan mengakibatkan berkurangnya fungsi dari Generator set dan tidak berjalannya fitur yang sudah ada di Generator set seperti seharusnya. Dari permasalahan di atas, dibutuhkan suatu sistem yang bisa memanaskan mesin genset secara berkala. Sistem ini menjadikan voltase dan arus dalam akumulator sebagai indikator mesin genset sudah harus dinyalakan dengan menjadikan Arduino Uno sebagai mikrokontroler.Kata Kunci : akumulator, genset, nyala, sistem
Sistem Catu Daya Penghasil Air Alkali Dengan Modul Solar Cell Aidatul Fauziah; Ekki Kurniawan; Mohamad Ramdhani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air alkali merupakan air yang bersifat basa, dimana manfaat yang ditimbulkan berdasarkan hasil penelitian yang ada yaitu saat mengkonsumsi air ini salah satunya adalah memperlancar sistem pencernaan. Adapun kendala untuk penghasil air ini terdapat pada mahalnya alat pembuatan air alkali serta belum adanya memanfaatkan energi matahari sebagai catu dayanya. Mengingat penggunaan energi terbarukan yang semakin berkembang saat ini, maka dari itu penulis melalakukan penelitian pembuatan air alkali dengan sistem catu daya menggunakan sollar cell. Komponen yang akan digunakan pada tugas akhir ini meliputi solar cell yang distabilkan menjadi 12 V sebagai sumber tegangan inverter dan rectifier, bejana elektrolisis, sensor pH, sensor tegangan yang dibubungkan dengan mikrokontroller serta relay untuk switch ke baterai 12 V yang akan dihubungkan dengan solar cell. Hasil dari tugas akhir ini menghasilkan pH air 8 – 9, daya 6.586 Watt dengan arus 28.89mA dan tegangan keluaran 227.85V menggunakan energi cahaya matahari.Kata Kunci : Catu Daya, Solar Cell, Air Alkali, pH
Sistem Kontrol Mangkuk Penghisap Pada Robot Pemanjat Dinding Muhammad Raihan Ghifari; Mohamad Ramdhani; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, kehidupan manusia semakin dipermudah dengan adanya perkembangan teknologi. Banyak ilmuwan yang berlomba-lomba dalam menciptakan sesuatu. Salah satu halnya adalah robot, robot merupakan alat elektromekanis yang menyerupai makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan. Pembuatan robot memiliki tujuan yaitu untuk memudahkan kerja manusia, dan juga memenuhi kebutuhan riset dalam perkembangan teknologi. Perancangan robot yang dibuat adalah implementasi dari gabungan hewan yang dapat merayap seperti kadal di padukan dengan telapak kaki yang dapat menghisap seperti lengan pada gurita. Untuk melakukan hal tersebut maka pada robot pemanjat dinding dibutuhkan mangkuk penghisap aktif. Mangkuk penghisap aktif merupakan mangkuk penghisap yang dapat melakukan perekatan atau tidak ketika vacuum pump mengatur tekanan udara. Robot pemanjat dinding juga di rancang agar dapat melakukan transisi dari bidang horizontal menuju bidang vertikal dengan baik. Pada tugas akhir ini, robot pemanjat dinding dijalankan secara automasi dengan sistem kendali logika yang telah ditentukan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu perancangan yang dapat bekerja optimal pada robot pemanjat dinding. Dengan menggunakan perancangan mangkuk penghisap aktif pada tugas akhir ini, untuk mendapatkan hasil yang optimal pada saat robot dalam kondisi vertikal ataupun kondisi horizontal. Kata Kunci : gurita, vacuum pump, mangkuk penghisap, dinding
Perancangan Dan Implementasi Kendali Untuk Lampu Berbasis Elektrookulografi Izzaturrahman Izzaturrahman; Mohamad Ramdhani; Agung Surya Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electrooculography (EOG) merupakan teknik merekam pergerakan mata. EOG dapat membantu perekaman aktivitas otot mata sebagai acuan penelitianpola pergerakan bola mata, kelainan otot mata. EOG dapat diolah menjadi masukan pada sistem kontrol untuk membantu aktivitas manusia, khususnya untuk penderita disabilitas. Dalam konteks system kontrol sinyal EOG perlu diklasifikasikan agar dapat menjadi input sistem kontrol. Prinsip kerja sistem ini adalah dengan akuisisi sinyal EOG menggunakan elektroda dan sensor EOG. Kemudian sinyal tersebut diproses oleh mikrokontroler untuk diklasifikasikan dan diolah deraunya dengan exponential filter. Dimana output berupa nyala mati lampu sesuai dengan pola sinyal EOG. Data yang didapat dengan menggunakan sampel sebanyak sepuluh orang sebanyak 60% sampel dapat mengontrol lampu dengan baik, sementara 40% sisanya mengalami error. Nilai ADC untuk gerakan mata ke kanan diatas 500, sedangkan nilai ADC gerakan ke kiri dibawah 470. Perbedaan kondisi nilai ADC dipengaruhi oleh perbedaan kondisi kulit sebagai perantara EOG dengan tubuh, serta tingkat sensitivitas sensor perangkat. Derau perangkat dapat sangat dipengaruhi oleh lingkungan, adanya tegangan AC disekitar menimbilkan derau pada perangkat. Dari data pengujian sampel yang berhasil perangkat memiliki kerakurasian sebesar 60,12% keberhasilan. Kata kunci: electrooculography, lampu, exponential filter.
Perancangan Tata Letak Pcb Dengan Metode Grounding Untuk Modul Sensor Gy-521 Sebagai Alat Deteksi Kereta Api Muhammad Faqihuddin Ma’ruf; Mohamad Ramdhani; Ahmad Sugiana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat deteksi kereta api yang sedang dikembangkan oleh Balai Yasa Sinyal Telekomunikasi dan Listrik PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Bandung (Balai Yasa SINTEL PT. KAI DaOp 2 Bandung) menggunakan modul sensor GY-521, Arduino Nano, relay, dan DC/DC adapter sebagai komponennya. Dengan komponen-komponen tersebut sebagai penyusunnya, alat deteksi kereta api tersebut bisa digolongkan sebagai alat komputasi digital yang harus memiliki electromagnetic compatibility (EMC) yang baik. Metode yang digunakan untuk mengurangi noise tegangan adalah metode grounding. Berdasarkan hasil pengujian, PCB yang dirancang dan diimplementasikan dapat mengurangi noise tegangan pada ground hingga batas tegangan yang dapat ditolerir pada sebuah sistem rangkaian digital. Hal ini dapat ditunjukkan dengan pengujian yang dilakukan dengan cara mengukur tegangan pada pin output pada arduino yang terhubung dengan relay. Tegangan pada pin output tidak melebihi 500mV pada PCB yang dibuat tanpa mempertimbangkan EMC. Kata kunci: Grounding, EMI, EMC, gangguan tegangan.
Prototipe Alat Ukur Kekuatan Beban Motor Wesel Portable Hazmi Aji Kusumo Nasution; Ahmad Sugiana; Mohamad Ramdhani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kereta api merupakan salah satu pilihan moda transportasi yang memiliki keunggulan dalam hal efisiensi biaya perjalanan. Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penambahan relasi perjalanan kereta api. Seiring dengan meningkatnya frekuensi perjalanan kereta api, maka faktor keselamatan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Motor wesel merupakan salah satu perangkat pendukung perjalanan kereta api, perawatan secara berkala harus dilakukan agar dapat dipastikan motor wesel dalam keadaan layak digunakan. Salah satu parameter motor wesel dalam kondisi layak digunakan adalah kemampuaannya dalam menggerakkan beban berupa lidah wesel harus dapat berjalanan dengan baik. Oleh sebab itu, diperlukan instrumen yang tepat untuk dapat mengukur kekuatan motor wesel dalam menggerakkan beban. Alat ukur yang portable dapat memiliki nilai lebih karena dapat memudahkan petugas dalam melakukan perawatan. Perancangan sistem alat ukur digital dapat dijadikan pilihan agar dapat menunjang kepraktisan dan bersifat portable. Dengan sistem digital, komponen yang digunakan dapat lebih ringkas karena saat ini sudah terdapat sensor pengukur berat (loadcell) dan mikrokontroler sebagai komponen untuk pengolahan data serta LCD sebagai keluaran untuk menampilkan hasil pengukuran. Sebagai alat ukur, maka diperlukan metode yang efektif sehingga nilai keluaran hasil pengukuran dapat dipastikan kebenarannya. Penggunaan metode regresi linier dapat dilakukan agar mendapat hasil pengukuran dengan nilai toleransi kesalahan yang rendah. Oleh sebab itu diperlukan percobaan dalam pengambilan sampel data hasil pengukuran. Kata kunci : motor wesel, alat ukur, portable, regresi linier
Perancangan Solar Charge Controller Untuk Penerangan Jalan Umum Otomatis Bertenaga Surya Alvin Surya Trisna; Angga Rusdinar; Mohamad Ramdhani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini penggunaan panel surya sebagai sumber energi terbarukan semakin meningkat. Penggunaan photovoltaic (PV) yang mudah dan efisien mampu menarik peminat untuk beralih ke sumber energi terbarukan sehingga perlahan sumber energi tak terbarukan akan ditinggalkan. Sistem penerangan jalan umum yang ada saat ini mulai menggunakan panel surya. Panel PV mampu mengolah masukkan tegangan berdasarkan dari intensitas radiasi matahari dan dipengaruhi juga oleh temperatur udara.. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk merancang solar charge controller berbasis Maximum Power Point Tracking (MPPT) untuk dapat digunakan dalam penerangan jalan umum otomatis. Penelitian dilakukan dengan menerapkan algoritma MPPT dengan metode Perturb & Observe (P&O). Pada penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa hasil pengujian pada saat siang hari aki yang berkapasitas 17AH dapat terisi penuh dalam 9,71 jam. Pada saat malam hari baterai yang terisi penuh dapat menyuplai beban berupa lampu LED dengan daya 30 watt selama 8 jam dan 50 watt selama 4 jam. Kata Kunci: Solar Charge Controller, Maximum Power Point Tracking, Perturb & Observe, Photovoltaic