Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pulmonary Complaints Among Gas Station Operators: A Descriptive Study in Klaten Region Handayani, Sri; Agustiningrum, Ratna; Agustina, Nur Wulan; Haryanti, Rheni
Gaster Vol 23 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v23i2.1964

Abstract

Background Gas station environments pose a high risk for exposure to vehicle emissions, which may lead to respiratory health issues due to the accumulation of hazardous pollutants. Continuous exposure, particularly among gas station operators, increases susceptibility to pulmonary disorders. Objective This study aimed to describe the prevalence and characteristics of pulmonary complaints among gas station workers in the Klaten region. Methods A descriptive study was conducted at two gas stations (44.57406 and 44.57403), both located on major traffic routes and operating daily. The total sampling technique was employed, involving 51 workers. Data were collected using structured questionnaires that assessed personal characteristics, smoking habits, mask usage behavior, and respiratory symptoms. Descriptive statistics using frequency distribution were applied in the data analysis. Results Findings showed that 41.2% of respondents experienced pulmonary complaints. The most frequently reported symptoms included shortness of breath while walking briskly, shortness of breath after physical exertion, productive cough, and persistent coughing throughout the day. Contributing factors identified were long working hours, smoking behavior, and inconsistent use of face masks. Conclusion A significant proportion of gas station operators reported respiratory complaints potentially linked to prolonged exposure to vehicle emissions. Additional risk factors such as smoking and improper personal protective equipment use may further compromise respiratory health. These findings underscore the need for preventive measures, including occupational health education, routine screening, and environmental interventions.
The Effectiveness of Disaster Health Management in Families with Chronic Illnesses on Preparedness for Earthquake Disasters Suciana, Fitri; Agustiningrum, Ratna; Pramono, Cahyo
Media Keperawatan Indonesia Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.8.2.2025.83-89

Abstract

The World Health Organization (WHO) identifies vulnerable groups during natural disasters as including children, pregnant women, the elderly, individuals with chronic illnesses or immune disorders, and those suffering from malnutrition. Individuals with chronic illnesses are particularly vulnerable during disasters due to health condition disruptions and interruptions in routine healthcare access caused by the disaster. Consequently, these groups face an elevated risk of infectious diseases, respiratory problems, skin integrity issues, and even mortality compared to the general population. According to WHO, chronic illnesses include diabetes mellitus, hypertension, stroke, heart disease, and kidney failure. The family plays a crucial role in mitigating these challenges through preparedness, which involves providing information to family members, influencing timely and appropriate decision-making, and serving as a source of social support. Therefore, research is necessary to evaluate the role of families in managing health among members with chronic illnesses. This encompasses assessing the family’s knowledge and skills in health management and developing strategies to enhance these competencies to improve health outcomes for chronic illness-affected families.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Bahaya Anemia Nur Indranettasa, Anes; Elsera, Chori; Agustiningrum, Ratna; Sawitri, Endang
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 1 No 2 (2024): MJS (Desember)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70605/0m2fgv67

Abstract

Latar Belakang : Anemia pada ibu hamil sangat berisiko terhadap kehamilan dimana anemia dapat mengakibatkan bahaya pada saat hamil, melahirkan, nifas dan terhadap janin. Bahaya anemia pada kehamilan di Indonesia masih cukup tinggi. Data terakhir tahun 2022, menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil adalah sebesar 86,2% dan prevalensi anemia pada ibu hamil di Kabupaten Klaten adalah sebesar 9,19%. Salah satu faktor yang mempengaruhi pada kehamilan yaitu pengetahuan ibu tentang bahaya anemia. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang bahaya anemia di RSU ‘Aisyiyah Klaten. Metode : Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional pada 93 responden dengan waktu 3 hari. Hasil : Berdasarkan hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang bahaya anemia adalah baik yaitu sebanyak 58 responden (62,4%), Pengetahuan ibu cukup sebanyak 30 Responden (32,3%), sedangkan pengetahuan ibu kurang hanya 5 responden (5,4%). Kesimpulan : Pengetahuan ibu hamil tentang bahaya anemia di RSU ‘Aisyiyah Klaten dalam kategori baik.
ASI dan Status Gizi Elsera, Chori; Rusminingsih, Esri; Agustiningrum, Ratna; Agustina, Nur Wulan; Miyono, Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan dan perkembangan bayi dipengaruhioleh jumlah asupan nutrisi. Sumber nutrisi utama pada bayi usia 0-6bulan adalah ASI. Pada usia tersebut, bayi belum direkomendasikanuntuk mendapat makanan tambahan selain ASI, yang disebabkanoleh belum siap sistem pencernaan tubuh bayi. ASI adalah makananterbaik untuk bayi. Cakupan pemberian ASI di walayah kerjaPuskesmas Klaten Utara adalah 65% pada tahun 2016, dengan total323 bayi usia 0-6 bulan. Tujuan: Diketahui adakah hubunganpemberian ASI dengan status gizi bayi usia 0-6 bulan. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik denganpendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian inisejumlah 48 bayi usia 0-6 bulan. Teknik pengambilan sampel dengannonprobability yaitu cluster sampling. Analisa data menggunakanSpearman Rho. Hasil: Karakteristik responden yaitu rata-rata usia3,33 bulan, jenis kelamin bayi Sebagian besar adalah laki-lakidengan BB rata rata 4,52 kg. Pemberian ASI sebanyak 93,8% atausejumlah 45 responden dan status gizi bayi Sebagian besar baiksebanyak 89,6% (sejumlah 43 bayi). Menunjukkan bahwa adahubungan antara pemberian ASI dengan status gizi pada bayi usia 0-6 bulan.
Strategi Optimalisasi Dokumentasi Keperawatan Melalui Peningkatan Motivasi Perawat Kusumaningrum, Puput Risti; Agustiningrum, Ratna; Sulistyowati, Arlina Dhian
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i3.1929

Abstract

Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan komponen esensial dalam praktik keperawatan profesional, berfungsi sebagai alat komunikasi antar profesional kesehatan dan sebagai bukti legal atas tindakan keperawatan yang telah dilakukan. Namun, kualitas dokumentasi keperawatan di Indonesia sering kali belum memenuhi standar yang diharapkan. Tujuan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah menganalisa tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah dilakukan coaching dokumentasi keperawatan melalui peningkatan motivasi. Metodologi pada kegiatan ini yaitu dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan sebelum dan setelah coaching tentang dokumentasi keperawatan melalui peningkatan motivasi perawat. Pada kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini didapatkan hasil sebelum dilakukan coaching dengan pengetahuan cukup sebanyak 14 (82,4%) orang dan baik sebanyak 3 (17,6%) orang. Setelah diberikan coaching tingkat pengetahuan responden menjadi meningkat dengan pengetahuan baik sebanyak 17 (100%) orang. Kesimpulan : hasil setelah dilakukan coaching dapat dilihat pengetahuan responden meningkat dan metode ini dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan responden.
EDUKASI PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK ‘AISYIYAH KLATEN Suyami, Suyami; Agustiningrum, Ratna; Rasyid Sidiq Ilyasa, Muhammad; Permata Beta Putri, Melsa; Rahmasari, Mifta
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.102-107

Abstract

Pendidikan tentang HIV/AIDS menjadi sangat penting bagi remaja sebagai upaya pencegahan infeksi dan pengurangan stigma yang menyertainya. Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap informasi yang salah dan perilaku berisiko. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS dan mempromosikan sikap positif terhadap individu yang terinfeksi. Melalui pendekatan interaktif, program ini mencakup penyuluhan, diskusi kelompok, dan distribusi materi edukasi. Kegiatan dilakukan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak ‘Aisyiyah Klaten, dimana 100 remaja berpartisipasi. Metode evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan bahwa sebelum program, hanya 30% peserta yang memiliki pengetahuan memadai tentang HIV/AIDS, sedangkan setelah program, angka ini meningkat menjadi 85%. Selain itu, sikap peserta terhadap individu yang hidup dengan HIV juga mengalami perbaikan signifikan, dari 60% memiliki sikap negatif menjadi hanya 25% setelah mengikuti program. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mengurangi stigma dan meningkatkan perilaku pencegahan di kalangan remaja. Dengan demikian, kegiatan edukasi serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan remaja memiliki pengetahuan yang akurat dan dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat terhadap HIV/AIDS.
Gambaran Visus Mata Pasca Pembelajaran Daring pada Anak Sekolah Agustiningrum, Ratna; Pangestu, Bangkit; Kusumaningrum, Puput Risti; Permatasari, Devi
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v11i1.1088

Abstract

Pandemic Covid-19 has been spreading continuously since March 2020 in Indonesia. Online learning has been used as a solution to reduce the spread of the Covid-19 pandemic. However, the habit of frequently using smartphones during online learning for school-age children can disrupt eye health and lead to a decrease in visual acuity. Visual acuity abnormalities in school-age children's vision become a significant problem that needs immediate detection as early as possible so as not to affect the child's focus during the learning process. To understand the post-online learning visual perception of elementary school children. The research design employs a quantitative descriptive research method with a cross-sectional approach. The study population consists of students in grades 4, 5, and 6 at SDN 2 Sukorejo, totaling 43 respondents. The sampling technique used total sampling with exclusion criteria, resulting in a total of 38 respondents. Data analysis is conducted using frequency distribution. The characteristics of the elementary school children who were respondents had an average age of 11.18 years, with a minimum age of 10 years and a maximum of 13 years. The majority of respondents were female, totaling 21 children (55.3%). The results of this study revealed that the visual acuity of the right eye was normal in 33 children (86.8%), and the visual acuity of the left eye was normal in 36 children (94.7%). The post-online learning visual perception of elementary school children at SDN 2 Sukorejo mostly indicated normal vision.
Prevalensi Post-Partum Blues pada Hari Kedua Pasca Persalinan di RSU’AISYIYAH Klaten Wulandari Nur Fatimah; Elsera, Chori; Permata Sari, Devi; Agustiningrum, Ratna
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v12i2.1731

Abstract

Postpartum blues merupakan kondisi suasana hati yang muncul akibat penyesuaian diri terhadap persalinan, yang muncul antara hari pertama hingga keempat belas pasca persalinan, dan mencapai puncaknya pada hari ketiga hingga kelima. Gejala dari post partum blues meliputi perasaan khawatir berlebih, sedih, gangguan tidur, merasa tidak berguna maupun hilangnya nafsu makan. Ibu dan keluarga umumnya tidak menyadari gangguan tersebut dan tidak dilaporkan sehingga tidak terdiagnosa serta tidak mendapat perhatian dari petugas kesehatan. Pada akhirnya, hal ini menimbulkan tantangan signifikan yang dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih parah, khususnya depresi post partum dan psikosis post partum. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik postpartum blues pada ibu nifas di RSU Aisyiyah Klaten. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan ukuran sampel 64 orang, terdiri dari post partum spontan dan sectio caessarea (SC), dengan menggunakan teknik pengambilan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden antara lain usia responden yaitu diantara 20-35 tahun sebanyak 90.6%, responden yang tidak bekerja mayoritas sebanyak 71.9%, paritas mayoritas yaitu multipara (>1 kali) sebanyak 51.6%, status kehamilan responden mayoritas direncanakan sebanyak 60.9%, dukungan suami mayoritas menemani saat persalinan sebanyak 92.2%, aktivitas olahraga responden mayoritas kadang-kadang sebanyak 70.3%, dan jenis persalinan mayoritas Sectio Caessarrea (SC) sebanyak 76.6%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSU’Aisyiyah Klaten tentang Prevalensi Post Partum Blues Pada Hari Kedua Pasca Persalinan terdapat 3.1 % yang mengalami risiko depresi post partum dan sebagian dalam pada tingkat normal sebanyak 96.9%.