Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Fenomena Perpindahan Warga Negara: Antara Nasionalis Dan Realistis Rivaldi Azhar Priambodo; Nabil Aditia; Muhammad Ulil Albab; Ryan Kusnanto; Dadi Mulyadi Nugraha
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i2.12

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji fenomena keinginan berpindah kewarganegaraan di kalangan generasi muda Indonesia. Studi ini menyelidiki motivasi, alasan, dan preferensi negara tujuan perpindahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan survey online yang dilakukan pada beberapa responden dengan rentan usia 17 hingga 20 tahun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setengah dari responden yang mengisi survey mempertimbangkan untuk berpindah kewarganegaraan dengan berbagai alasan, seperti situasi sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia. Ketidakstabilan ekonomi, kurangnya apresiasi tenaga kerja, terbatasnya lapangan pekerjaan adalah beberapa penyebab utama warga Indonesia ingin berpindah kewarganearaan. Di samping itu, ada juga responden yang memilih untuk tetap berkewarganegaraan Indonesia.
Fenomena Pernikahan Warga Negara Indonesia Dengan Warga Negara Asing Ardan Januar; Mohammad Yusuf; Muhammad Zaky Maulana; Dadi Mulyadi Nugraha
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i2.14

Abstract

Perkembangan teknologi telah mempengaruhi semakin mudahnya hubungan antar manusia, suku bangsa dan negara dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan cara perkenalan melalui internet dan berkenalan saat berlibur dapat membawa pasangan berbeda kewarganegaraan ke dalam hubungan pertemanan hingga pernikahan. Pernikahan merupakan sebuah ikatan yang menunjukkan hubungan antara seorang pria dan wanita. Hal ini terjadi karena adanya kecocokan satu sama lain. Di Indonesia, terdapat kasus-kasus pernikahan beda kewarganegaraan, dimana kedua belah pihak memiliki kewarganegaraan yang berbeda. Menurut Pasal 57 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bahwa “Perkawinan campuran adalah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarganegaraan Indonesia.” Perkawinan beda kewarganegaraan seringkali menimbulkan beberapa permasalahan yang terjadi sebelum menikah maupun setelah menikah. Masalah yang sering terjadi adalah gegar budaya dan perubahan kewarganegaraan. Pernikahan dengan WNA memang memiliki banyak tantangan seperti perbedaan budaya, dimana pasangan harus saling mengerti dan memahami latar belakang masing-masing, komunikasi juga dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama jika terdapat perbedaan bahasa. Begitu juga dengan aturan hukum, setiap negara memiliki aturan hukum yang berbeda dan bervariasi. Namun, menikah dengan orang asing juga memiliki keuntungan seperti keragaman dan kekayaan budaya. Dukungan keluarga dan lingkungan sosial adalah kunci untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dan membangun hubungan yang harmonis.
Tinjauan Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak Iklima; Nazwa Aqma Syahira; ignasya sista gaprilla; Syifatul Qalbi; Dadi Mulyadi Nugraha
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i2.16

Abstract

Kekerasan merupakan suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang dan menyebabkan orang lain terluka atau bahkan kematian dan kerusakan pada fisik atau barang milik orang lain. Tujuan ditulisnya artikel ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait dengan Hak Asasi Manusia. Bahwasanya setiap manusia memiliki hak dari Tuhan yang wajib di junjung tinggi dan di lindungi oleh lembaga hukum dan setiap manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitif dengan mengidentifikasi permasalahan utama yang selaras dengan tema penelitian ini yaitu Hak Asasi Mamısia (HAM), yang disusun dengan mengacu pada berbagai referensi yang telah diterbitkan dalam jumal nasional. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi adanya alasan mengapa seseorang melakukan kekerasan pada anak. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya HAM dan perlindungan anak, menguatkan penegakan hulom dan Undang Undang Tindak Pidana Kekerasan (UUTPKS), serta memberikan rehabilitas dan perlindungan bagi korban merupakan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual pada anak
Pelecehan Dan Kekerasan Seksual Di Kalangan Mahasiswa Shavana Casanova Prabowo; Nazwa Aurida Pasha; D. Irma Novyanti; Ghendist Haerun Niha; Fier Nanda Lestari; Dadi Mulyadi Nugraha
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 3 (2025): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i3.119

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena pelecehan dan kekerasan seksual di kalangan mahasiswa dengan menggunakan metode kajian literatur, wawancara, dan angket. Pelecehan seksual merupakan isu serius yang sering terjadi di lingkungan kampus, di mana korban enggan melapor karena stigma sosial dan ketidakpercayaan terhadap mekanisme perlindungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelecehan yang paling sering dilaporkan adalah catcalling, diikuti oleh kasus-kasus yang lebih serius seperti penyebaran video asusila dan pemaksaan hubungan seksual. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya regulasi dan penanganan yang efektif untuk mengurangi kasus pelecehan di kampus, termasuk implementasi Peraturan Menteri Kemdikbud Ristek No. 30 Tahun 2021.
Pemahaman Radikalisme Di Kalangan Mahasiswa: Peran Pancasila dalam Menjaga Keutuhan Negara Zahra Rudy Aqilah; Linda Rosdiana; Zalfa Zahirah Azizah; Siti Khoerunisa; Nurul Balqis Azahra; Dadi Mulyadi Nugraha
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Menulis - April
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i4.203

Abstract

Radikalisme di kalangan mahasiswa merupakan isu penting karena karakter kritis dan semangat perubahan mereka sering menjadikan mereka sasaran ideologi radikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh pemahaman mahasiswa mengenai radikalisme di lingkungan kampus, untuk mengetahui keadaan umum radikalisme di kalangan mahasiswa, dan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan radikalisme di kalangan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kualitatif dan menggunakan kuantitatif dengan skala likert dalam penghitungannya. Melalui survei terhadap 44 mahasiswa, ditemukan bahwa sebagian besar menyadari bahaya radikalisme, tetapi pemahaman mereka masih bervariasi. Faktor utama penyebaran radikalisme meliputi kurangnya dialog terbuka, ketidakpuasan sosial, dan pengaruh media sosial. Hasil penelitian menegaskan perlunya penguatan nilai-nilai Pancasila, edukasi, dialog terbuka, serta peran aktif kampus dalam pengawasan dan pendampingan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, toleran, dan bebas dari pengaruh radikalisme.
Kaca Mata Dosen Hukum: Ketimpangan Hukum Di Indonesia Dan Kurangnya Literasi Hukum Najma Anwariyatusshofa; Nasywa Dwi Azalia; Rara Geustira Oktiana; Risya Mega Shafira; Syifa Rahmawati; Dadi Mulyadi Nugraha
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Menulis - April
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i4.205

Abstract

Keadaan hukum di Indonesia yang menarik perhatian menjadi salah satu aspek penelitian ini dilakukan. Membahas bagaimana keadaan hukum yang sebenarnya terjadi di Indonesia, juga membahas stigma ketimpangan hukum yang sering disebutkan pada keadaan hukum Indonesia saat ini. Pada penelitian ini kami melakukan wawancara dengan seorang dosen hukum untuk melihat dan mendengar pandangan terkait keadaan hukum di Indonesia serta ketimpangan hukum yang sering kali disebutkan. Dari wawancara tersebut diketahui bahwa ketimpangan hukum di Indonesia adalah stigma yang muncul di masyarakat karena banyak kasus hukum yang dimanfaatkan dan dijalankan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal, ada banyak juga kasus-kasus hukum yang benar-benar diselesaikan dengan baik dan bersih. Rendahnya literasi hukum juga menjadi salah satu aspek stigma hukum di Indonesia memburuk, kurangnya kesadaran akan hukum dan regulasi tentang hukum harus segera ditangani. Selain itu, pembaruan sistem hukum di Indonesia agar benar-benar menjadi hukum yang bersih juga harus dilakukan.
Urgensi Identitas Nasional Pada Generasi-Z Di Pondok Pesantren Ardaniah Serang Banten Ayu Puspita; Athiyyah Aminah Suharjo; Cempaka Awalia Putri; Ismail Maulana Ruhiyat; Sausan Nazla Nafisa; Dadi Mulyadi Nugraha
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Menulis - April
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i4.207

Abstract

Identitas nasional merupakan pondasi penting dalam memperkuat kesatuan dan integritas suatu bangsa, terutama di tengah arus globalisasi yang kian intensif. Generasi Z, sebagai generasi yang lahir dan tumbuh di era digital, menghadapi tantangan unik dalam mempertahankan identitas nasional. Artikel ini mengkaji urgensi identitas nasional pada Generasi Z dengan menyoroti pengaruh globalisasi, media sosial, dan perkembangan teknologi terhadap pola pikir dan perilaku generasi ini. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan identitas nasional pada Generasi Z sangat penting untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya, sejarah, dan kebangsaan. Upaya strategis, seperti pendidikan berbasis nilai-nilai kebangsaan, pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kesadaran nasional, serta kolaborasi lintas sektor, menjadi kunci dalam menjaga identitas nasional di tengah tantangan modern. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dan masyarakat untuk mendorong partisipasi aktif Generasi Z dalam membangun bangsa yang tangguh dan berdaya saing.
Pandangan Masyarakat Terhadap Pendidikan Di Indonesia Adya Rahman Rashanta; Asep Fadhil; Iden Sehabudin; Masyhudulhaq Al Matanah; Muhamad Faza Najmuddin; Dadi Mulyadi Nugraha
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 5 (2025): Menulis - Mei
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i5.247

Abstract

Observasi ini membahas mengenai pandangan masyarakat terhadap pendidikan di Indonesia. Observasi ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengambilan data teknik angket yang diberikan kepada 14 mahasiswa program studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil observasi menunjukkan bahwa masyarakat memandang pendidikan sebagai hal penting. Namun, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi, seperti kurangnya pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya di daerah pelosok, dan kualitas pendidikan yang dianggap tertinggal dari negara lain. Laporan observasi menyimpulkan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan yang terjadi.
Korupsi di Balik Pendidikan : Ketika Harapan Terenggut oleh Ketamakan Maya Riskawati; Melsani Rawambani; Nadhirah Syaharani; Zalfa Rona Syafaqoh; Zhillan Dhiyaul Haq; Dadi Mulyadi Nugraha
Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupenkei.v2i2.501

Abstract

Corruption in the education sector is a serious problem that harms the state and has a direct impact on the quality of education and the future of the younger generation. This article discusses various forms of corruption in education, ranging from misuse of procurement project budgets to misappropriation of education grants. The impact of this corruption is seen in poor education facilities, inequitable access, and declining quality of teaching and curriculum. Overcoming these problems requires transparency, strict supervision, character education, and active community involvement in monitoring. Only with collective efforts and shared commitment can corruption in education be eradicated, so that the hope of creating a smart and competitive generation is maintained.
MENCIPTAKAN PERDAMAIAN MELALUI ETIKA BERMEDIA SOSIAL Alifia Salsabila; Alya Putri Ramadhani; Eliya Husnatu Ramdini; Fathma Nailal Husna; Neng Siti Nur Sadiyah; Zahira Qurro’ta Aini; Dadi Mulyadi Nugraha
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i1.699

Abstract

Media sosial adalah salah satu media dengan tingkat pertumbuhan tercepat. Sekitar 64,4% pengguna internet di seluruh dunia aktif bermedia sosial. Media sosial seperti Instagram dan Twitter masih memiliki basis pengguna yang sangat tinggi hingga saat ini. Penggunaan media sosial telah menimbulkan banyak permasalahan termasuk pergeseran budaya dari budaya tradisional ke budaya digital. Generasi yang dibesarkan dalam budaya digital cenderung berjarak (delocalized). Namun, ibarat pedang bermata dua, selain berpotensi menimbulkan permasalahan media sosial juga memiliki peran positif bagi masyarakat. Artikel ini ditulis untuk membahas segala permasalahan yang ditimbulkan oleh media sosial dan bertujuan agar media sosial dapat dimanfaatkan secara lebih bijak dengan menggunakan metode sastra deskriptif, deskripsi dan analisis. Temuan dan kesimpulan artikel ini adalah bahwa tataran informasi perlu diatur secara bijaksana tanpa melanggar norma dan nilai yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Kebebasan berekspresi tunduk pada etika komunikasi yang baik dan pengendalian diri..
Co-Authors Aam Trianawati Adelanisa Widiaputri Adya Rahman Rashanta Agata Fanny Pakpahan Agung Arya Anggara Alfia Honey Assyariefa Alifia Salsabila Alya Putri Ramadhani Alya Zahra Rahma Putri Ananda Adiyanti Ardan Januar Arsya Putri Khairunnisa Asep Fadhil Athiyyah Aminah Suharjo Aurell Nur Jasmine Aurevia Videlya Devanata Ayu Puspita Beby Riski Apriliana Cempaka Awalia Putri D. Irma Novyanti Eliya Husnatu Ramdini Ersa Meilia Ester Dameria Siboro Fani Fadilah Fathimah Zahrah Lazmi Fathma Nailal Husna Fier Nanda Lestari Fitria Kusnandar, Annafi Geral Septira A.R Ghendist Haerun Niha Hanifah El Faizah Hilwa Auliauzzahrah Iden Sehabudin ignasya sista gaprilla Iklima Ilham Nafiturrahman Ilyas Saputra Intan Nurhasanah Ismail Maulana Ruhiyat Karina Aulia Putri Levina Lidya Maheswari Linda Rosdiana Lushinta, Istiqomah Putri Masyhudulhaq Al Matanah Maya Riskawati Melsani Rawambani Mey Mey Wulan Puspita Mohammad Yusuf Muhamad Faza Najmuddin Muhammad Ulil Albab Muhammad Zaky Maulana Muhtarom Nur Rasyid Mutia Nur Adni Nabil Aditia Nabil Annisa Putri Nabila Hermala Putri Nadhirah Syaharani Najma Anwariyatusshofa Najmi Hiyan Fathinah Nasywa Dwi Azalia Nayla Angelia Putri Nazhim Muzhaffar Abdillah Nazira Rahmadinayla Nazwa Alia Putri Nazwa Aqma Syahira Nazwa Aurida Pasha Neng Siti Nur Sadiyah nurani syahidah Nurul Balqis Azahra Putri Hanifah Khoirunnisa Qanita Salsabila Lirabbiha Rahma Alliya Aqquilla Rara Geustira Oktiana Rika Sartika Rio Willian Risya Mega Shafira Rivaldi Azhar Priambodo Ryan Kusnanto Sakila Salwa Rasyidah Muthmaina Sausan Nazla Nafisa Shabrina Zainuba Azahra Shavana Casanova Prabowo Shovian Maulana Pratama Silfi Mauludini Siti Khoerunisa Siti Komariah Supriyono Supriyono Syawaliah Syifa Rahmawati Syifatul Qalbi Therefa Andhari Hadi Prana Vaira Viky Zainur Wilodati Wulan Fitriyani YadI Ruyadi Yesa Rismawati Zahira Qurro’ta Aini Zahra Rudy Aqilah Zalfa Rona Syafaqoh Zalfa Zahirah Azizah Zhillan Dhiyaul Haq Zia El-Ahmar Hanjani