Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KETERAMPILAN KERJASAMA PESERTA DIDIK KELAS VII F SMP NEGERI 9 SEMARANG MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERPENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING Jatiningsih, Niken Ayu Lestari Bondan; Hamidah, Latifatul; Savitri, Erna Noor
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di Indonesia saat ini sudah mulai berorientasi untuk menumbuhkan keterampilan abad 21 peserta didik yang diwujudkan melalui penerapan kurikulum merdeka. Keterampilan-keterampilan abad 21 sangat dibutuhkan peserta didik untuk menunjang kehidupannya di masa depan. Salah satu keterampilan tersebut adalah keterampilan kolaborasi atau keterampilan kerjasama. Keterampilan kerjasama ini sangat penting dimiliki oleh peserta didik agar peserta didik dapat bersama-sama menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapinya. Tetapi, berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa keterampilan kerjasama yang dimiliki oleh peserta didik kelas VII F SMP Negeri 9 Semarang tahun pelajaran 2022/2023 masih rendah. Hal ini ditunjukkan melalui sikap individualis peserta didik, peserta didik belum memahami tujuan dari kerja kelompok, masih sering terjadi perbedaan pendapat sehingga membuat peserta didik tidak sepenuhnya percaya dengan kelompoknya, tidak semua anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelompok, serta masih ada peserta didik yang selalu menyela teman yang sedang berbicara. Maka dari itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan kerjasama peserta didik. Model pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran problem based learning yang dipadukan dengan pendekatan culturally responsive teaching. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan keterampilan kerjasama peserta didik kelas VII F SMP Negeri 9 Semarang tahun pelajaran 2022/2023 melalui model pembelajaran problem based learning berpendekatan culturally responsive teaching. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terjadinya peningkatan keterampilan kerjasama pada peserta didik kelas VII F SMP Negeri 9 Semarang tahun pelajaran 2022/2023 dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning berpendekatan culturally responsive teaching.
Pembelajaran Kooperatif-Jigsaw Berbantu Media Simulasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Peserta Didik VII-B SMP Negeri 3 Semarang Safitri, Rizqi Kurnia; Herdijanti; Savitri, Erna Noor
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kooperatif-jigsaw berbantu media simulasi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kolaboratif ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar peserta didik VII-B SMP Negeri 3 Semarang pada materi Bumi dan Tata Surya. Desain penelitian menggunakan model penelitian tindakan kelas menurut Kurt Lewin yang meliputi empat tahap kegiatan utama pada setiap siklus meliputi: Perencanaan (Planning), Pelaksanaan (Action), Pengamatan (Observation), dan Refleksi (Reflection). Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Semarang dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 32 peserta didik kelas VII-B tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa teknik wawancara, observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji N-Gain pada hasil tes dengan instrument tes pilihan ganda beralasan dan hasil angket motivasi peserta didik. Kemampuan berpikir kritis peserta didik pada siklus I memiliki skor N-Gain sebesar 0,39 dengan kategori sedang dan meningkat kembali pada siklus II dengan skor N-Gain sebesar 0,45 dengan kategori sedang. Sementara untuk motivasi belajar peserta didik pada siklus I memiliki skor N-Gain sebesar 0,42 dengan kategori sedang dan meningkat kembali pada siklus II dengan skor N-Gain 0,49 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka penerapan pembelajaran Kooperatif-Jigsaw berbantu media simulasi mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar peserta didik.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MODEL GUIDED INQUIRY BERBANTUAN PHET SIMULATIONS UNTUK MELATIH KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP Sholekhah, Dewi Anisa; Savitri, Erna Noor
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis produk berupa modul ajar IPA berbantuan PhET Simulations untuk melatih keterampilan proses sains siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4D (define, design, develop, dan disseminate). Aspek keterampilan proses sains siswa yang digunakan dalam penelitian ini meliputi mengamati, mengelompokkan atau mengklasifikasi, menafsirkan atau menginterpretasi, meramalkan atau memprediksi, mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesis, merencanakan percobaan, menggunakan alat dan bahan, merencanakan konsep, dan berkomunikasi. Subjek uji coba dalam penelitian ini meliputi dua dosen ahli media dan materi serta tiga guru IPA SMP/MTs dan 10 orang siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil uji validasi media dan materi modul ajar masing-masing memperoleh skor sebesar 97,50 % dan 95,71 % dengan kategori sangat layak.
KEEFEKTIFAN MODEL BRAIN BASED LEARNING MELALUI HANDS ON ACTIVITY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SELF EFFICACY Putri, Angelina Amalia; Savitri, Erna Noor
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi peserta didik perlu ditingkatkan pada keterampilan abad ke-21 yaitu kemampuan berpikir. Kemampuan utama yang perlu ditingkatkan ialah berpikir kritis. Hasil observasi di MTs NU 19 Protomulyo menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik belum berkembang. Hal ini diakibatkan kurang tanggapnya peserta didik karena tingkat self efficacy yang kurang baik. Salah satu inovasi untuk memacu berpikir kritis yaitu inovasi model pembelajaran brain based learning (BBL) sebagai alternatif penyampaian materi melalui hands on activity (HOA). Penelitian ini bertujuan menganalisis keefektifan model BBL melalui HOA untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan self efficacy. Jenis penelitian adalah quasi experiment dengan bentuk nanequivalent control group design. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling didapat kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data penelitian melalui tes dan lembar observasi peserta didik selama kegiatan pembelajaran. Keefektifan pembelajaran menggunakan model BBL melalui hands on activity dianalisis menggunakan uji paired t-test, dan uji n-gain serta analisis lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis uji paired t-test didapatkan nilai sig. (0.000) < 0.05 artinya terdapat perbedaan signifikan pada penerapan model BBL melalui HOA. Hasil n-gain kelas ekperimen sebesar 0,4 dengan kriteria sedang, kelas kontrol sebesar 0,05 dengan kriteria rendah. Analisis hasil penilaian lembar observasi self efficacy menyatakan bahwa self efficacy mengalami peningkatan 92% pada pertemuan ketiga, disimpulkan bahwa penerapan model BBL melalui HOA efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan self efficacy peserta didik pada materi getaran dan gelombang.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI PESERTA DIDIK PADA MATERI EKOLOGI DI SMP NEGERI 8 SEMARANG Dhitasarifa, Irma; Yuliatun, Anna Dyah; Savitri, Erna Noor
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model problem based learning terhadap peningkatan keterampilan kolaborasi peserta didik pada materi ekologi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII B SMP Negeri 8 Semarang pada semester genap Tahun Ajaran 2022/2023 dengan jumlah peserta didik 33 orang terdiri dari 14 laki-laki dan 19 perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu metode dokumentasi, tes, dan observasi. Metode observasi digunakan untuk mengamati keterampilan kolaboratif peserta didik. Adapun teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis data secara kuantitatif dan kualitatif dengan indikator keberhasilan penelitian ini adalah adanya peningkatan rata-rata keterampilan kolaborasi peserta didik pada setiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus I diperoleh hasil rata-rata keterampilan kolaborasi peserta didik sebesar 56,21, dengan kategori cukup kemudian pada siklus II sebesar 68,79 dengan kategori baik dan pada siklus III sebesar 82,27 dengan kategori sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik pada materi ekologi.
PENINGKATAN KEMAMPUAN RETENSI DAN MOTIVASI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL GUIDED CONTEXT-PBL PADA MATERI EKOLOGI DI KELAS VII H SMP NEGERI 3 SEMARANG Zulfikar, Amalia Rahma Laila; Rahayu, Sri; Savitri, Erna Noor
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan metode pembelajaran klasikal membuat tingkat kemampuan retensi dan motivasi siswa kelas VII H SMP Negeri 3 Semarang cenderung kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan retensi dan motivasi siswa melalui penerapan model Guided Context-Problem Based Learning (GC-PBL) pada materi ekologi di kelas VII H SMP Negeri 3 Semarang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus pada tahun ajaran 2022/2023. Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII H sebanyak 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes retensi materi ekologi, lembar observasi, dan angket motivasi siswa. Hasil kemampuan retensi siswa pada pra tindakan memiliki rata-rata sebesar 63,59 (28%), siklus 1 sebesar 75,47 (65,6%), dan meningkat kembali pada siklus 2 dengan rata-rata 88,13 (91%). Analisis N-Gain terhadap kemampuan retensi siswa memperoleh kategori sedang pada siklus 1 maupun 2 dengan hasil secara berurutan sebesar 0,33 dan 0,57. Sementara untuk motivasi siswa pada pra tindakan memperoleh rata-rata sebesar 65 (kategori cukup), pada siklus 1 naik menjadi 81 (kategori baik), dan rata-ratanya mencapai 88 pada siklus 2 (kategori sangat baik). N-Gain siklus 1 dan 2 juga berkategori sedang, yaitu sebesar 0,44 dan 0,33. Hasil motivasi siswa melalui angket didukung dengan hasil observasi kegiatan siswa, dimana siklus 1 berkategori sedang dengan N-Gain 0,35 dan siklus 2 berkategori tinggi sebesar 0,73. Oleh karena itu, berdasarkan hasil tersebut, maka penerapan model Guided Context-Problem Based Learning (GC-PBL) pada materi ekologi di kelas VII H SMP Negeri 3 Semarang dapat meningkatkan kemampuan retensi dan motivasi siswa.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY PADA MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 SEMARANG Izzah, Ana Naili; Rahayu, Sri; Savitri, Erna Noor
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar peserta didik melalui model pembelajaran guided inquiry pada materi cahaya dan alat optik di kelas VIII SMP Negeri 3 Semarang. Masalah dari penelitian ini yaitu rendahnya pemahaman konsep dan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini termasuk dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) yang dilaksanakan secara kolaboratif serta terdiri dari 2 siklus yang masing-masing terdiri dari 2 pertemuan setiap siklus terdiri dari empat tahapan yang dilakukan diantaranya: perencanaan, pelaksanaan, Pengamatan, dan refleksi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling, subyek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII B SMP Negeri 3 Semarang sebanyak 32 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus 1 setelah pelaksanaan pembelajaran guided inquiry peserta didik yang mencapai KKM berjumlah 28 peserta didik atau sebanyak 87,5%. Kemudian pada siklus 2 terdapat 29 peserta didik yang mencapai KKM atau sebanyak 90,625%. Pemahaman konsep juga dianalisis dengan Uji N-gain untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep peserta didik, peningkatan pada siklus 1 sebesar 0,43 termasuk kategori sedang. Kemudian peningkatan pada siklus 2 sebesar 0,50 juga termasuk kategori sedang. Motivasi belajar peserta didik juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus 1 sebesar 0,44 dan pada siklus 2 sebesar 0,62 kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran guided inquiry dapat meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar peserta didik pada materi cahaya dan alat optik di kelas VIII SMP Negeri 3 Semarang.
Scientific Work Independence Application at Various Education Levels Referring to Piaget's Theory to Support the Implementation of Science Integrated Learning Model Parmin, Parmin; Savitri, Erna Noor; Ifriza, Yahya Nur
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 8, No 2 (2022): Available Online in November 2022 (Web of Science Indexed)
Publisher : Department of Science Education, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jppi.v8i2.17442

Abstract

The research specifically aims to create an application of scientific work independence instruments through Science Integrated Learning (SIL) for various education levels (primary, secondary, tertiary). The SIL model is applied in learning to find specific indicators for scientific work independence following students' development. This study applied the Research and Development methodology. Product testing was conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and universities. Based on the research results, SIL V1.0 App is a software developed based on mobile apps in the form of an Android application that is installable on a device with Android OS as the operating system. The application is named SIL V1.0 Apps, an acronym for Science Integrated Learning Application. The scientific work independence instrument developed by referring to Piaget's theory has a characteristic where the level of independence at each stage of scientific work is based on the development of children's learning psychology. Scientific work independence application at various education levels, which refers to Piaget's Theory, has more precise boundaries because it is adjusted to children's psychological development. The difference in learning independence level occurs because of the age difference.
The Potential of Onggok Starch Waste in Daleman Village, Tulung District, Klaten Regency and its Management as a Biotechnology Learning Resource Savitri, Erna Noor; Rahayuningsih, Margareta; Marianti, Aditya
Journal of Environmental and Science Education Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Environmental and Science Education : April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jese.v4i1.3776

Abstract

This research examines the presence of onggok starch waste in Daleman Village, Tulung District, Klaten Regency and the handling efforts that have been carried out. The existence of waste and efforts to handle it can potentially be used as a learning resource in biotechnology and bioenergy lectures. This research uses a descriptive qualitative approach. Data was collected through observation, interviews, documentation and literature study. The results of this research show that people in Daleman Village, Tulung District, Klaten Regency have a household scale business in the form of making starch flour which will be used as an ingredient for making noodles, cendol and other processed foods. Until now, many efforts have been made to process this waste, but have not produced optimal results. Based on the results of scientific studies, it was found that onggok starch waste can be processed and processed into biogas and briquettes so that it can be used as a student learning resource to foster students' environmental ethics.
Exploring Biochar Briquettes from Biomass Waste for Sustainable Energy Heriyanti, Andhina Putri; Bakri, Sitty Nur Syafa; Jabbar, Abdul; Kholil, Putri Alifa; Amelia, Rizki Nor; Savitri, Erna Noor; Rifaatunnisa; Siti Herlina Dewi; Habil Sultan
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 3 (2025): May - July
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i3.1311

Abstract

The increasing demand for renewable energy necessitates sustainable alternatives such as biochar briquettes derived from agricultural waste. This study aims to optimize the production process and evaluate the physical, mechanical, and combustion properties of biochar briquettes made from corn residues, rice husks, and coconut shells. The methodology includes biomass carbonization, binder ratio optimization, and systematic testing of key quality parameters such as moisture content, density, ash content, and calorific value. Results indicate that an optimal biomass-to-binder ratio yields a high calorific value (7,192 kcal/kg) and low ash content (3.57%), enhancing combustion efficiency. Maintaining moisture content below 10% enhances ignition and prolongs burning time. These findings highlight biochar briquettes' role in carbon sequestration, biomass conversion, and sustainable waste management, supporting the circular economy and reducing environmental pollution. Biochar briquettes offer a clean, accessible energy solution, contributing to global energy security and climate change mitigation.
Co-Authors Abdul Jabbar Abdul Jabbar Aditya Marianti Akbar, Nadiyah Novia Amalia, Andin Vita Amnan Haris Andin Vita Amalia Andin Vita Amalia Andin Vita Amalia, Andin Vita Anggie Febriyana Annisa Fitriana Arif Billah, Arif Ariyatun, Ariyatun Atunnisa, Rifa' Aulia, Hanis Ayungingtyas, Ella Ayuningtyas, Ella Bakri, Sitty Nur Syafa Budiningsih, Th. Yulin Dewi, Novi Ratna Dhitasarifa, Irma Dwijayanti, Kartika Dyah Permata Mega Fidia Fibriana Grisselda Vania Putri Habil Sultan Hamidah, Latifatul Herdijanti Heriyanti, Andhina Putri Hernis Setiana Izzah, Ana Naili Jatiningsih, Niken Ayu Lestari Bondan Kartika Dyah Permata Mega Dwijayanti Kholidah, Anisia Kholil, Putri Alifa Listiaji, Prasetyo MAGFIROH, LAILATUL Margareta Rahayuningsih Nugroho Edi K Miranita Khusniati Mohd Zaim, H. Hanim binti Muhamad Taufiq Muktiningsih, Serdiyah Murbangun Nuswowati Murdaningrum, Rika Najda Aliyatun Naezak Novalino, Alif Ajibuana Novi Ratna Dewi Nuraini, Arbaa Insani Parmin Parmin Parmin Parmin Parmin Parmin Parmin Parmin Parmin Parmin, Parmin Pujiastuti, Rr. S. E. Putri, Angelina Amalia Putri, Devita Putri, Rahma Wanti Buana Putut Marwoto Rahayu, Endah Fitriani Rahmadani, Oky Eviana Putri Risa Dwita Hardianti, Risa Dwita Rizki Nor Amelia Safitri, Rizqi Kurnia Samihah, Ismalida Maftuhatus Sari, Tania Novita Setiana, Hernis Setyaningrum, Indah Sholekhah, Dewi Anisa Sholihah, Ainur Rohmatul Lutfiatus Sigit Saptono Siti Herlina Dewi Sri Purwati, Sri SRI RAHAYU Sri Winda Agustina Wibowo, Sri Winda Agustina Sri Yamtinah Stephani Diah Pamelasari, Stephani Diah Sudarmin Sudarmin Sudarmin, Sudarmin Sunyoto Eko Nugroho, Sunyoto Eko Taufiq, Muhamad Ulfa, Vina Widyastuti, Anjar Winning Yahya Nur Ifriza Yanitama, Arka Yuliatun, Anna Dyah Zulfikar, Amalia Rahma Laila