Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Mahasiswa terhadap Penggunaan Augmented Reality (Ar) sebagai Media Ajar Bahasa Indonesia Wardani, Oktarina Puspita; Turahmat, Turahmat
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v12i1.18383

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah dapat ditemukan persepsi mahasiswa terhadap augmented reality sebagai media ajar Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik nontes. Data yang digunakan ialah hasil angket dan mahasiswa sebagai sumber data. Intrumen penelitian menggunakan angket yang akan diberikan kepada mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unissula. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan cara mendeskripsikan hasil angket. Hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemuakan bahwa sebagaian besar mahasiswa tertarik terhadap augmented reality sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia. Mahasiswa menyatakan bahwa penggunaan media sangat mempengaruhi hasil belajar. Sehingga, media berbasis augmented reality sangat cocok untuk beberapa materi pada pembelajaran Bahasa Indonesia.
The Ecranisation of KKN di Desa Penari Novel by Simpleman to Film by Awi Suryadi Nisak, Lukluun; Chamalah, Evi; Turahmat, Turahmat
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 6, No 2 (2023): JURNAL KREDO VOLUME 6 NO 2 TAHUN 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v6i2.9764

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis proses ekranisasi yang muncul pada alur dalam novel dan film KKN di Desa Penari, (2) menganalisis proses ekranisasi yang muncul pada tokoh dalam novel dan film KKN di Desa Penari, dan (3) menganalisis proses ekranisasi yang muncul pada latar dalam novel dan film KKN di Desa Penari. Data dikumpulkan dengan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah novel dan film. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah novel KKN di Desa Penari karya SimpleMan dan film KKN di Desa Penari karya sutradara Awi Suryadi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan, yakni teknik membaca, menonton, dan mencatat. Setelah itu, analisis data dilakukan dengan melakukan pembacaan pada novel, membedah novel, mengamati film, membedah film, membandingkan novel dan film, mengamati gejala transformasi, dan menganalisa transformasi. The aims of this study were (1) to analyze the ecranization process that appears in the plot of the KKN novel and film in the Penari Village, (2) to analyze the ecranization process that appears in the characters in the KKN novel and film in the Penari Village. Penari Village, and (3) analyze the ecranization process that appears in the setting of the KKN novel and film in the Penari Village. Data was collected with a qualitative descriptive method. The data in this study are novels and films. The data sources in this study are the KKN novel in the Dancer Village by SimpleMan and the KKN film in the Penari Village by director Awi Suryadi. The data collection process was carried out using three stages, namely reading, observing, and note-taking techniques. After that, data analysis was carried out by reading novels, dissecting novels, observing films, dissecting films, comparing novels and films, observing transformation phenomena, and analyzing transformations. The results obtained from this study are, (1) the category of plot shrinkage aspect consists of 20 description sections, for the aspect of adding plots there are 13 scenes, and for the aspect of variation category changes there are 11 variations. (2) there are 7 characters in the shrinking aspect category and for the varied change category there are 4 characters, while the addition aspect is not found. (3) there are 14 backgrounds for the reduced aspect categories, three backgrounds for changed aspects, while additional aspects are not found.
DIDAKTISME DALAM CERPEN PELANGI IBU KARYA AFIFAH AFRA A'yun, Insiya Qurotul; Turahmat, Turahmat
Jurnal Pena Indonesia Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpi.v5n1.p54-62

Abstract

Short story of Pelangi Ibu by Afifah Afra works as an object in writing this article. The short story by Afifah Afra tells the story of a mother who has lost the love of her children because her children are studying or working away from her home. The approach used alone is a didactic approach. This research itself is a type of qualitative research. This research was conducted by beginning to read the short story before conducting research. The research was conducted by looking for didactic elements from the short story.Short story of Pelangi Ibu by Afifah Afra works as an object in writing this article. The short story by Afifah Afra tells the story of a mother who has lost the love of her children because her children are studying or working away from her home. This research used qualitative approach. The approach used alone is a didactic approach. This research itself is a type of qualitative research. This research was conducted by beginning to read the short story before conducting research. The research was conducted by looking for didactic elements from the short story.
Perjuangan Tokoh Perempuan dalam Cerita Pendek “Air” Karya Djenar Maesa Ayu Asriningsih, Nuraini; Turahmat, Turahmat
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 2 No 2 (2019): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v2i2.1432

Abstract

This short "water" story by Djenar Maesa Ayu is the background of the life of a woman who struggled and worked hard to raise her child, without getting the responsibility of the prospective baby's father. The problem of this research is the struggle of female leaders. This study aims to describe the struggles of female leaders in the short story Air by Djenar Maesa Ayu. This study uses a feminist literary criticism approach. The method used is descriptive qualitative. The data source is Air's short story by Djenar Maesa Ayu. The technique used is the data validation technique. This research draws conclusions about the struggles of female leaders. Keywords: the struggle of female leaders; short stories.
Expressing Emotions in Activity Write a Poetry: an Investigation of Literacy Abilities (Ekspresi Emosi pada Aktivitas Menulis Puisi: Sebuah Investigasi Kemampuan Literasi) Turahmat, Turahmat; Afandi, Mohammad; Syamsi, Atikah
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13631

Abstract

Penelitian ini berupaya menawarkan dan menyajikan pembelajaran bahasa Indonesia yang menarik melalui pengungkapan emosi dalam kegiatan menulis puisi sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi berdasarkan pengalaman belajar bahasa siswa sekolah dasar di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental). Penelitian ini mengambil sampel sekolah dasar di Jakarta, Bekasi dan Cirebon dengan jumlah sampel sebanyak 107 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes, dan observasi. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 68,52 dan kelas kontrol sebesar 53,70. Hal ini menunjukkan bahwa pembiasaan literasi melalui ekspresi emosi membaca puisi cocok untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa siswa, sehingga pembiasaan literasi dapat menjadi alternatif bagi guru untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa siswa.This research seeks to offer and present interesting Indonesian language learning through conveying emotions in writing poetry activities as an effort to improve literacy skills based on the language learning experiences of elementary school students in Indonesia. This type of research is quasi-experimental (Quasi Experimental). This research took samples from elementary schools in Jakarta, Bekasi and Cirebon with a total sample of 107 respondents. The data collection techniques used in this research were questionnaires, tests and observations. The research results showed that the average learning outcome for experimental class students was 68.52 and that of the control class was 53.70. This shows that literacy habituation through the emotional expression of reading poetry is suitable for improving students' language literacy skills, so that literacy habituation can be an alternative for teachers to improve students' language literacy skills.
Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka bagi MGMP Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah di Kabupaten Demak Evi Chamalah; Aida Azizah; Meilan Arsanti; Leli Nisfi Setiana; Oktarina Puspita Wardani; Turahmat Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4853

Abstract

                                                          ABSTRACTCurriculum changes are a challenge felt by all educational institutions, especially Madrasah Aliyah (MA). The Independent Curriculum gives teachers the freedom to develop teaching tools, both in the form of Learning Implementation Plans (RPP) and teaching modules. However, the complexity of teaching modules, which are sometimes more detailed than lesson plans, often becomes an obstacle for teachers in designing learning tools. This obstacle is especially felt by Indonesian language teachers who are members of the Indonesian Language Subject Teacher Conference (MGMP). Some of the problems that arise include: (1) lack of knowledge regarding the preparation of Indonesian language teaching modules in MA in the context of the Independent Curriculum; (2) Indonesian Language MGMP MA Demak Regency has never participated in mentoring activities related to the preparation of Indonesian Language teaching modules in the Independent Curriculum; (3) the unavailability of Indonesian language teaching modules in MA according to the needs and characteristics of the school. To overcome this problem, several solutions are proposed, namely: (1) organizing mentoring activities regarding the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language MGMP Independent Curriculum MA Demak Regency; (2) implementation of learning and training activities related to the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language Independent Curriculum MGMP MA Demak Regency; (3) preparation of Indonesian language teaching modules in the Independent Curriculum MA in accordance with the needs and characteristics of the school.Keywords: mentoring, preparation of teaching modules, independent curriculum                                                           ABSTRAKPerubahan kurikulum menjadi suatu tantangan yang dirasakan oleh seluruh lembaga pendidikan, khususnya Madrasah Aliyah (MA). Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk menyusun perangkat ajar, baik berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun modul ajar. Namun, kompleksitas modul ajar, yang kadang lebih rinci daripada RPP, sering menjadi hambatan bagi guru dalam merancang perangkat pembelajaran. Kendala ini khususnya dirasakan oleh guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia. Beberapa permasalahan yang muncul antara lain: (1) minimnya pengetahuan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA dalam konteks Kurikulum Merdeka; (2) MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak belum pernah mengikuti kegiatan pendampingan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka; (3) belum tersedianya modul ajar Bahasa Indonesia di MA sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa solusi diajukan, yakni: (1) penyelenggaraan kegiatan pendampingan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (2) pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pelatihan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (3) penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA pada Kurikulum Merdeka yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah.Kata Kunci: pendampingan, penyusunan modul ajar, kurikulum merdeka
Peningkatan Literasi Digital Melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence Tali Bambuapus Giri bagi Komunitas Belajar Guru SD Islam 01 YMI Wonopringgo Kabupaten Pekalongan Evi Chamalah; Aida Azizah; Meilan Arsanti; Leli Nisfi Setiana; Oktarina Puspita Wardani; Turahmat Turahmat; Andi Maulana
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9, No 1 (2025): April 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i1.5129

Abstract

ABSTRACTImproving digital literacy is an urgent need in the modern era, especially for educators who must be ready to face technology-based learning. This community service activity aims to improve the digital literacy of teachers at SD Islam 01 YMI Wonopringgo, Pekalongan Regency, by utilizing the Tali Bambuapus Giri Artificial Intelligence (AI) platform. This program is implemented through training, mentoring, and monitoring/evaluation. Indicators of the success of this program include improving teachers' digital literacy, drafts of AI-based teaching modules that are developed, and the level of participation in the learning community. This program is expected to improve teachers' digital skills, create more interactive learning, and build a solid and sustainable learning community. Thus, teachers will not only improve their understanding of technology, but will also be able to utilize technology to support a more effective and interesting learning process for students.Keywords: digital literacy, AI, Bambuapus Giri ABSTRAKPeningkatan literasi digital adalah kebutuhan mendesak di era modern, terutama bagi pendidik yang harus siap menghadapi pembelajaran berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru SD Islam 01 YMI Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, dengan memanfaatkan platform Artificial Intelligence (AI) Tali Bambuapus Giri. Program ini dilaksanakan melalui pelatihan, pendampingan, dan monitoring/evaluasi. Indikator keberhasilan program ini meliputi peningkatan literasi digital guru, draf modul ajar berbasis AI yang dikembangkan, dan tingkat partisipasi dalam komunitas belajar. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan digital guru, menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, serta membangun komunitas belajar yang solid dan berkelanjutan. Dengan demikian, guru tidak hanya akan meningkatkan pemahaman teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan menarik bagi siswa.Kata Kunci: literasi digital, AI, Bambuapus Giri 
Development of local-wisdom based writing e-module at elementary school Turahmat, Turahmat; Maulana, Andi; Afandi, Muhamad; Iskandar, Puguh Ardiyanto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pendas.12.2.180-193

Abstract

This study aims to develop a local wisdom-based writing e-module at the Sultan Agung Jepara Islamic Elementary School. This study uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. The first stage is needs analysis, followed by e-module design, module development, and elementary school student group trials. After that, evaluation and revision are carried out based on the input received. The results of the study indicate that the developed e-module is effective in improving the writing skills of elementary school students. The use of this e-module has also succeeded in increasing elementary school students' awareness of the importance of maintaining and preserving local wisdom in everyday life. The trial also showed an increase in the motivation of elementary school students in participating in writing learning, with higher enthusiasm. From the results of this study, it can be concluded that the local wisdom-based writing e-module at Sultan Agung Jepara Islamic Elementary School can be an interesting and effective learning alternative, which not only improves the writing skills of elementary school students, but also introduces them to important local cultural values.
Supporting multilingual learners: Parental roles in modern Islamic boarding school Wardani, Oktarina Puspita; Turahmat, Turahmat; Afandi, Muhamad; Wahyuningrum, Dwi Wara; Nirmala, Arini Febiantika
EduLite: Journal of English Education, Literature and Culture Vol 10, No 2 (2025): August 2025
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/e.10.2.410-432

Abstract

Bilingual and multilingual education programmes are being adopted with increasing frequency by modern Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia, with the aim of enhancing students’ linguistic abilities and academic performance. This study examines parental involvement in children’s education at multilingual pesantren, with a focus on their roles in supporting language learning and adapting to school language policies. A mixed-methods approach was used to collect data from twenty-five parents via questionnaires and semi-structured in-depth interviews. Grounded theory analysis was then applied using open, axial, and selective coding to identify key themes. The findings reveal five themes: self-development; parental motivation and pride; optimism for future success; emotional support; and parental participation in school activities. Parents view proficiency in Arabic and English as a religious asset and a strategic skill for global engagement. The study highlights the comprehensive nature of parental involvement in multilingual pesantrens and proposes further research into its long-term impact on students' academic and social outcomes.
Menumbuhkan Budaya Literasi Anak Sejak Dini melalui Pelatihan Mendongeng Bagi Ibu-Ibu Kelompok Dawis Kacang Tanah III, Kecamatan Genuk, Kota Semarang Arsanti, Meilan; Wardani, Oktarina Puspita; Chamalah, Evi; Azizah, Aida; Setiana, Leli Nisfi; Turahmat, Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.3659

Abstract

ABSTRACT Storytelling is a very beneficial activity for children because it can teach children about morals, like language, help achieve development in emotional learning, improve the learning atmosphere, and introduce new values and cultural values to children. Apart from that, storytelling can also foster an interest in reading in children from an early age so that it can foster a culture of literacy in Indonesia. Therefore, storytelling skills are very important for parents, especially mothers who have children under five. To foster a culture of literacy in children, it must be done from an early age and starting from the family environment. Therefore, this PKM was carried out to provide storytelling skills training to the women of the Dawis Kacang Tanah III group in Bangetayu Kulon Village, Genuk District, Semarang City. This training was attended by 13 members of the Dawis Kacang Tanah III group. The method used is training with four stages, namely 1) planning, 2) implementing actions, 3) observation and evaluation, and 4) reflection. The results obtained from the training include mothers who have 1) knowledge about the benefits of fairy tales for young children, 2) storytelling skills using storybooks and finger puppets, and 3) a growing love of storytelling in young children.  Keywords: storytelling, literacy culture, early childhood  ABSTRAK Mendongeng merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat bagi anak karena dapat mengajarkan anak tentang moral, menyukai bahasa, membantu pencapaian perkembangan dalam pembelajaran emosi, meningkatkan suasana belajar, dan mengenalkan nilai-nilai baru serta nilai-nilai budaya pada anak. Selain itu, mendongeng juga dapat menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini sehingga mampu menumbuhkan budaya litersi di Indonesia. Oleh karenanya keterampilan mendongeng sangat penting dimiliki oleh orang tua khususnya ibu yang memiliki anak balita. Untuk menumbuhkan budaya literasi pada anak harus dilakukan sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, PKM ini dilaksanakan untuk memberikan pelatihan keterampilan mendongeng pada ibu-ibu kelompok Dawis Kacang Tanah III di Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Pelatihan ini diikuti oleh anggota kelompok Dawis Kacang Tanah III sebanyak 13 orang. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan empat tahapan, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan evaluasi, dan 4) refleksi. Adapun hasil yang diperoleh dari hasil pelatihan tersebut antara lain ibu-ibu telah memiliki 1) pengetahuan tentang manfaat dongeng bagi anak usia dini, 2) keterampilan mendongeng dengan media buku cerita dan boneka jari, dan 3) tumbuhnya rasa suka terhadap mendongeng pada anak usia dini.      Kata Kunci: mendongeng, budaya literasi, anak usia dini