Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka bagi MGMP Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah di Kabupaten Demak Chamalah, Evi; Azizah, Aida; Arsanti, Meilan; Setiana, Leli Nisfi; Wardani, Oktarina Puspita; Turahmat, Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4853

Abstract

                                                          ABSTRACTCurriculum changes are a challenge felt by all educational institutions, especially Madrasah Aliyah (MA). The Independent Curriculum gives teachers the freedom to develop teaching tools, both in the form of Learning Implementation Plans (RPP) and teaching modules. However, the complexity of teaching modules, which are sometimes more detailed than lesson plans, often becomes an obstacle for teachers in designing learning tools. This obstacle is especially felt by Indonesian language teachers who are members of the Indonesian Language Subject Teacher Conference (MGMP). Some of the problems that arise include: (1) lack of knowledge regarding the preparation of Indonesian language teaching modules in MA in the context of the Independent Curriculum; (2) Indonesian Language MGMP MA Demak Regency has never participated in mentoring activities related to the preparation of Indonesian Language teaching modules in the Independent Curriculum; (3) the unavailability of Indonesian language teaching modules in MA according to the needs and characteristics of the school. To overcome this problem, several solutions are proposed, namely: (1) organizing mentoring activities regarding the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language MGMP Independent Curriculum MA Demak Regency; (2) implementation of learning and training activities related to the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language Independent Curriculum MGMP MA Demak Regency; (3) preparation of Indonesian language teaching modules in the Independent Curriculum MA in accordance with the needs and characteristics of the school.Keywords: mentoring, preparation of teaching modules, independent curriculum                                                           ABSTRAKPerubahan kurikulum menjadi suatu tantangan yang dirasakan oleh seluruh lembaga pendidikan, khususnya Madrasah Aliyah (MA). Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk menyusun perangkat ajar, baik berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun modul ajar. Namun, kompleksitas modul ajar, yang kadang lebih rinci daripada RPP, sering menjadi hambatan bagi guru dalam merancang perangkat pembelajaran. Kendala ini khususnya dirasakan oleh guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia. Beberapa permasalahan yang muncul antara lain: (1) minimnya pengetahuan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA dalam konteks Kurikulum Merdeka; (2) MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak belum pernah mengikuti kegiatan pendampingan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka; (3) belum tersedianya modul ajar Bahasa Indonesia di MA sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa solusi diajukan, yakni: (1) penyelenggaraan kegiatan pendampingan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (2) pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pelatihan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (3) penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA pada Kurikulum Merdeka yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah.Kata Kunci: pendampingan, penyusunan modul ajar, kurikulum merdeka
Analisis Tindak Tutur Ekspresif pada Film Kukira Kau Rumah Karya Umay Shahab Ananda Dwi Rahayu; Kafita Widyawati; Carissa Permata Putri; Meisya Nadia Diana; Naurah Nadzifah Ramadhani; Asep Purwo Yudi Utomo; Ermawati. S; Turahmat Turahmat
Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris Vol. 3 No. 5 (2025): Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/sintaksis.v3i5.2277

Abstract

Language has a crucial role in understanding human communication, one of which is through speech actions carried out by humans. The existence of speech acts is so diverse, one of which is expressive speech that can reflect the psychological condition of the speaker. This research chose the film Kukira Kau Rumah as an object, because film is one of the objects that contains speech acts through dialogue. In the film, there are many dialogues that are emotionally charged and relevant to mental health issues. The study of this film is important because it can provide a new perspective in pragmatics, especially understanding how language is used to express emotions, build character dynamics, and represent the form of expressive speech itself. This study uses a descriptive qualitative method whose analysis is carried out on the dialogues in the film to find various expressive speech acts, identify the types of expressive speech acts, and define the meaning of speech acts to the context related to these speech acts. The types of expressive speech that were found included the expressive act of praise, thanks, criticism, complaining, blaming, congratulating, and apologizing. This research is expected to contribute new insights in pragmatic studies, especially regarding the analysis of expressive speech acts and new references for linguistic studies.
Persepsi Mahasiswa terhadap Penggunaan Augmented Reality (Ar) sebagai Media Ajar Bahasa Indonesia Wardani, Oktarina Puspita; Turahmat, Turahmat
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v12i1.18383

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah dapat ditemukan persepsi mahasiswa terhadap augmented reality sebagai media ajar Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik nontes. Data yang digunakan ialah hasil angket dan mahasiswa sebagai sumber data. Intrumen penelitian menggunakan angket yang akan diberikan kepada mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unissula. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan cara mendeskripsikan hasil angket. Hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemuakan bahwa sebagaian besar mahasiswa tertarik terhadap augmented reality sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia. Mahasiswa menyatakan bahwa penggunaan media sangat mempengaruhi hasil belajar. Sehingga, media berbasis augmented reality sangat cocok untuk beberapa materi pada pembelajaran Bahasa Indonesia.
IRONI DALAM SINIAR DEDDY CORBUZIER YANG BERTEMA “COVID 19” Oktarina Puspita Wardani dan Turahmat
Sasando Vol 4 No 1 (2021): SASANDO APRIL 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v4i1.139

Abstract

Media sosial menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam mencari informasi dan hiburan. Saat ini, media sosial yang sedang dalam perbincangan adalah siniar. Siniar biasa dikenal masyarakat sebagai podcast. Siniar disiarkan dalam kanal youtube seorang youtuber. Siniar ialah satu rangkaian pada media digital yang diterbitkan dan bisa di unduh sewaktu-waktu. Sebuah siniar terkadang mengandung ironi dalam tuturannya. Hal tersebut dikarenakan tema yang dibahas terkadang berhubungan dengan hal yang sedang ramai diperbincangkan. Merode penelitian menggunakan metode deskripsi kualitatif. Data berupa kata, frasa, klausa atau kalimat. Sember data berupa siniar dalam kanal youtube Deddy corbuzier. Teknik analisis data berupa teknik simak tulis. Teknik analisis data menggunakan Teknik trianggulasi. Intrumen yang digunakan ialah peneliti sendiri. Ditemukan lima belas ironi dalam siniar tersebut.
INTERNALISASI NILAI ISLAM DALAM BERPENDAPAT DI MEDIA SOSIAL MAHASISWA PBSI UNISSULA Wardani, Oktarina Puspita; Turahmat, Turahmat; Arsanti, Meilan
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.9.2.44-49

Abstract

Perkembangan teknologi memiliki pengaruh besar bagi masyarakat. Salah satu bentuk teknologi yang digunakan masyarakat adalah internet. Salah satu manfaat internet ialah digunakan untuk media sosial. Perkembangan media sosial saat ini semakin masif. Media sosial yang digunakan secara baik dan bermanfaat mampu dijadikan sebagai bahan dalam menambah ilmu pengetahuan. Mahasiswa memiliki kesempatan dalam memilih informasi yang sesuai dengan apa yang diinginkan. Hal tersebut juga bisa dimanfaatkan dalam meningkatkan keterampilan ketika berkomentar atau berpendapat di sosial media. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dan uumber data dalam penelitian ini ialah kalimat dari hasil angket mahasiswa PBSI Unissula. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ahsiswa PBSI Unissula telah menggunakan nilai-nilai Islam ketika berpendapat di media sosial. Hal itu juga digunakan ketika proses pembelajaran, sehingga mahasiswa sudah terbiasa. Beberapa mahasiswa masih terbawa situasi ketika berpendapat di media sosial tetapi masih menjaga hal yang menjadi poin pada nilai Islam. Nilai Islam yang perlu ditanamkan meliputi aspek aqidah, akhlak dan ibadah. Penanaman nilai aqidah dan akhlaq mahasiswa PBSI unissula diberikan melalui proses pembelajaran dan materi ajar. Secara formal nilai Islam disampaikan dengan diinternalisasikan pada materi ajar dan proses pembelajaran. Sikap mahasiswa ketika bermedia sosial sudah mencerminkan sikap dan perilaku untuk sesama manusia. Menahan diri untuk tidak berprasangka buruk terhadap orang dan informasi mengenai seseorang.
Critical realism and political imaginaries in the poetry of Kusfitria Marstyasih Andrian, Setia Naka; Turahmat, Turahmat
EduLite: Journal of English Education, Literature and Culture Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/e.11.1.313-329

Abstract

This study investigates how poetic realism and political imaginaries are constructed in 38, a poetry collection by Kusfitria Marstyasih. The objective is to examine how the poems articulate socio-political critique within the post-Reformasi Indonesian context. Using a qualitative textual analysis informed by the sociology of literature and the aesthetics of resistance, the study analysed selected poems to identify patterns of representation, tone, and thematic focus. The findings suggest that Marstyasih employs subtle realism through concise, ironic, and contemplative expression to critique power relations, human rights violations, and emotionally detached bureaucratic practices. Rather than presenting overt grand narratives, the poems operate as counter-discourses that quietly challenge dominant state ideology while foregrounding experiences of marginalization, denial, and symbolic death .The study concludes that 38 positions poetry as both aesthetic expression and civic engagement. The collection demonstrates how contemporary Indonesian poetry can function as a reflective space for cultural resistance and socio-political critique.
Pengaruh Gender Dan Tipe Kepribadian Dalam Kompetensi Menyimak Azizah, Aida; Chamalah, Evi; Turahmat, Turahmat; Hasanudin, Cahyo; Zumara, Ana Yudhika Aidatuz
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.2387

Abstract

One of the key processes in communication is listening. Listening is a language skill that can broaden one’s horizons when done well and correctly. Gender refers to the observable differences in society between men and women; it is not innate and can change over time. Every individual has a distinct personality, which is categorized into two types: extroverted and introverted. The researcher conducted this study after observing differences in listening outcomes between women and men with diverse personalities during learning activities in a university setting. The purpose of this study is to examine the influence of gender (male and female) and personality types (introvert and extrovert) on the listening competence of students in the Indonesian Language and Literature Education Program, FKIP, Unissula. This quantitative study employed an experimental design involving 60 students using a simple 2 x 2 factorial design. This study employed linear regression analysis to examine the influence of the variables under investigation. The hypotheses for this study consist of Ho, which states that there is no significant interaction between gender and personality type in students’ listening skills, and Ha, which states that there is a significant interaction between gender and personality type in students’ listening skills. The results of the study indicate that, in general, there is a positive interaction between gender and personality type regarding students’ listening competence. This interaction is evident from the statistical calculations, which show that the calculated F-value is 3.619, which is greater than the critical F-value of 3.072. The findings reveal that female students with an extroverted personality type demonstrate better listening performance compared to others. Furthermore, there is a relationship between gender and personality that can influence students’ listening performance. Therefore, it can be concluded that there is an interaction between these two variables regarding students’ listening competence, and thus the alternative hypothesis (Ha) is accepted.
Pengembangan Model Supervisi Akademik pada Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Semarang Andi Maulana; Turahmat Turahmat; Leli Nisfi Setiana; Ulil Albab
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5322

Abstract

ABSTRACT The development of effective academic supervision is essential to improve the quality of learning in Vocational High Schools (SMK), particularly in Semarang City, which has dynamic vocational education demands. This community service activity aimed to develop a systematic, reflective, and technology-based academic supervision model to enhance teachers’ professionalism and performance. The implementation method employed a participatory developmental approach, including needs assessment, model design, training, limited implementation, and evaluation stages. The results indicated improvements in supervision planning, classroom observation, reflective feedback, and follow-up actions. Furthermore, there was a significant increase in teachers’ pedagogical and professional competencies after the model implementation. Teachers’ responses to the developed model were positive, particularly regarding reflective dialogue and structured documentation systems. Although challenges such as time constraints and digital literacy were identified, the academic supervision model proved practical and sustainable. Therefore, this developed supervision model contributes to improving instructional quality and teacher professionalism in vocational high schools in Semarang City.   Keywords: Academic Supervision, Teacher Professionalism, Teacher Performance, Vocational High School, Community Service.   ABSTRAK Pengembangan supervisi akademik yang efektif menjadi kebutuhan mendesak dalam meningkatkan mutu pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya di Kota Semarang yang memiliki dinamika pendidikan vokasi yang tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan model supervisi akademik yang sistematis, reflektif, dan berbasis teknologi guna meningkatkan profesionalisme dan kinerja guru. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pengembangan model melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan model, pelatihan, implementasi terbatas, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada kualitas perencanaan supervisi, observasi kelas, umpan balik reflektif, dan tindak lanjut pembinaan. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada kompetensi pedagogik dan profesional guru setelah penerapan model supervisi. Respon guru terhadap model yang dikembangkan berada pada kategori positif, terutama pada aspek dialog reflektif dan sistem dokumentasi yang lebih terstruktur. Meskipun terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu dan literasi digital, model supervisi akademik ini terbukti aplikatif dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan model supervisi akademik ini berkontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan profesionalisme guru di SMK Kota Semarang.   Kata kunci: Supervisi akademik, profesionalisme guru, kinerja guru, SMK, pengabdian masyarakat
Pelatihan Penulisan Naskah Drama berbasis Artificial Intelligence (Chat Gpt): Pendekatan Konseptual Turahmat Turahmat; Andi Maulana; Puguh Ardianto Iskandar; Leli Nisfi Setiana; Ulil Albab
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5323

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology, particularly Artificial Intelligence (AI), has brought significant changes to the fields of education and creative literacy. One widely utilized innovation is ChatGPT, an AI-based writing aid. This community service activity aims to improve participants' competence in writing drama scripts by utilizing AI conceptually and ethically. The implementation method includes conceptual counseling, demonstrations of AI use, writing practice, and mentoring and evaluation of work. The results of the activity indicate that participants experienced an increased understanding of drama script structure, conflict development, dialogue, and effective prompting techniques in the use of AI. In addition, participants were able to produce more systematic and creative drama scripts while maintaining the originality of ideas. The conceptual approach applied emphasizes that AI functions as an assistive tool, not a substitute for human creativity. This activity contributes to strengthening digital literacy and developing technology-based creative writing skills.   Keywords: training, drama scripts, artificial intelligence, ChatGPT, digital literacy   ABSTRAK Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah membawa perubahan signifikan dalam bidang pendidikan dan literasi kreatif. Salah satu inovasi yang banyak dimanfaatkan adalah ChatGPT sebagai alat bantu penulisan berbasis kecerdasan buatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam menulis naskah drama dengan memanfaatkan AI secara konseptual dan etis. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan konseptual, demonstrasi penggunaan AI, praktik penulisan, serta pendampingan dan evaluasi karya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai struktur naskah drama, pengembangan konflik, dialog, serta teknik prompting yang efektif dalam penggunaan AI. Selain itu, peserta mampu menghasilkan naskah drama yang lebih sistematis dan kreatif dengan tetap mempertahankan orisinalitas ide. Pendekatan konseptual yang diterapkan menekankan bahwa AI berfungsi sebagai alat bantu (assistive tool), bukan pengganti kreativitas manusia. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam penguatan literasi digital dan pengembangan keterampilan menulis kreatif berbasis teknologi.   Kata Kunci: pelatihan, naskah drama, artificial intelligence, ChatGPT, literasi digital
Pemberdayaan Guru SMP dalam Pemanfaatan Powtoon untuk Pengembangan Media Komik Audio Visual Aida Azizah; Evi Chamalah; Turahmat Turahmat; Oktarina Puspita Wardani; Leli Nisfi Setiana; Meilan Arsanti; Andi Maulana; Muchamad Abdul Basir; Cahyo Hasanudin
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5334

Abstract

The integration of digital tools in education plays a crucial role in enhancing a more interactive and captivating learning experience. Nonetheless, the application of the Powtoon tool by educators remains insufficiently utilized due to inadequate practical training opportunities. To tackle this challenge, this community-oriented project was implemented, which involved training and coaching on how to effectively use Powtoon to create audiovisual comic materials through a collaborative approach. The outcomes of this initiative indicate that educators gained proficiency in using Powtoon, designing learning storyboards, and generating audiovisual comic materials. Furthermore, 85 percent of the attendees managed to create their own storyboards, while 80 percent effectively produced educational media. This project also motivated teachers to start incorporating digital media into their instruction, thus enhancing the engagement and interactivity of the learning experience.   Pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Namun, pemanfaatan aplikasi Powtoon sebagai media pembelajaran oleh guru masih belum optimal karena terbatasnya pelatihan yang bersifat praktis dan aplikatif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan Powtoon dalam pengembangan media komik audio visual dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh keterampilan dalam mengoperasikan Powtoon, menyusun storyboard pembelajaran, serta mampu menghasilkan media komik audio visual. Selain itu, sebanyak 85% peserta mampu menyusun storyboard dan 80%  peserta berhasil menghasilkan media pembelajaran. Kegiatan ini juga mendorong guru untuk mulai memanfaatkan media digital dalam pembelajaran sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif.