Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Optimalisasi Pemanfaatan Pupuk Kandang Sapi terhadap BudidayaJagung Ungu (Zea mays L. ceratina Kulesh) / Optimization of Cow Manure Utilization for Purple Corn Cultivation(Zea mays L. ceratina Kulesh) Rahmayuni, Erlina; Herman, Welly; risna, Elfa
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i2.893

Abstract

Indonesia berpotensi dalam pengembangan pertanian melalui pemanfaatan tanaman lokal bernilai ekonomi tinggi, salah satunya adalah jagung ungu (Zea mays L. ceratina Kulesh). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan pupuk kandang sapi terhadap sifat kimia tanah, pertumbuhan, dan hasil produksi jagung ungu. Penggunaan pupuk kandang sapi terbukti meningkatkan pH tanah dari 4,95 menjadi 5,59, menurunkan kadar Al-dd hingga 0,00 me/100 g, serta meningkatkan kadar fosfor tersedia, kapasitas tukar kation (KTK), dan kandungan karbon organik tanah. Sementara itu, kadar nitrogen total tidak mengalami perubahan berarti. Pemberian pupuk kandang sapi sebanyak 150 g per tanaman menghasilkan pertumbuhan terbaik, dengan tinggi tanaman mencapai 197,48 cm, jumlah daun 12,24 helai, dan diameter batang 2,65 cm. Pemanenan menunjukkan adanya peningkatan panjang dan diameter tongkol tanpa kelobot, dengan dosis optimal antara 150 hingga 200 g. Secara keseluruhan, pupuk kandang sapi terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan hasil jagung ungu, serta menawarkan solusi berkelanjutan sebagai alternatif pupuk anorganik.   Indonesia has the potential for agricultural development by utilizing local plants with high economic value, including purple corn (Zea mays L. ceratina Kulesh). This study aimed to evaluate the effect of cow manure on soil chemical properties, growth, and yield of purple corn. The use of cow manure was proven to increase soil pH from 4.95 to 5.59, reduce Al-dd levels to 0.00 me/100 g, and increase available phosphorus levels, cation exchange capacity (CEC), and soil organic carbon content. Meanwhile, total nitrogen levels did not change significantly. Application of 150 g of cow manure per plant resulted in the best growth, with plant height reaching 197.48 cm, having 12.24 leaves, and a stem diameter of 2.65 cm.. Harvesting showed an increase in the length and diameter of the cob without husk, with an optimal dose between 150 and 200 g. Overall, cow manure has proven effective in improving soil quality and increasing purple corn yields, and it offers a sustainable alternative to inorganic fertilizers.
Aplikasi Pupuk Organik Cair Daun Lamtoro terhadap Pertumbuhan dan Produksi Selada Merah: Application of Lamtoro Leaf Liquid Organic Fertilizer on the Growth and Production of Red Lettuce Elfarisna; Ogtaviani Sukma Putri; Erlina Rahmayuni
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.3.177-183

Abstract

Selada merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak digemari Indonesia. Usaha untuk meningkatkan produksi tanaman selada dapat dilakukan dengan memberikan pupuk organik cair. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi pupuk organik cair daun lamtoro terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada merah. Penelitian dilaksanakan bulan Februari hingga Mei 2021, di daerah Perumahan Japos, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan lima perlakuan konsentrasi POC, yaitu P0: Pupuk Anorganik (Kontrol), P1: konsentrasi POC 5%, P2: konsentrasi POC 10%, P3: konsentrasi POC 15%, dan P4: konsentrasi POC 20%. Pengaruh pupuk anorganik lebih terlihat nyata pada beberapa parameter, seperti tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot akar. Perlakuan pupuk organik cair daun lamtoro, terutama pada konsentrasi 10%, dapat memberikan hasil yang setara dengan pupuk anorganik pada beberapa parameter pertumbuhan tanaman selada merah, pada parameter bobot basah, dan bobot konsumsi tanaman. Secara umum hasil panen masih rendah diduga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jenis tanah, iklim, dan variasi genetik tanaman yang mempengaruhi respons tanaman terhadap pupuk yang diberikan. Kata Kunci: konsentrasi, nutrisi, sayuran
Evaluation of the Fertility Status of Rice Fields in Giri Jaya Village, Nagrak District, Sukabumi Regency Rahmayuni, Erlina
Jurnal Solum Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsolum.21.1.22-29.2024

Abstract

Rice field management plays a crucial role in successfully increasing rice production. This research aims to assess the fertility status of rice fields situated at varying altitudes in Giri Village, Nagrak District, Sukabumi Regency. The research comprises three stages, which include: Field research, Laboratory research, encompassing the analysis of soil chemical properties. Data analysis, conducted both descriptively and quantitatively. Composite soil samples from rice fields were collected at three different elevations (top, middle, and bottom) at a depth of 1-20 cm in the surface layer of the rice field soil. Analysis of paddy soil samples involved measuring pH H2O using the electrometric method, total N, and cation exchange capacity (CEC) using the titrimetric method, potential K2O using the flame photometric method, potential P2O5 and organic C using the spectrophotometric method, K-dd and Na-dd using the flame photometric method, and Ca-dd and Mg-dd using the AAS method. Data obtained from soil analysis at different elevations were compared based on soil type for each observed parameter. The research results indicate that the evaluation of nutrient status is influenced by altitude. Land situated at lower elevations exhibits better soil fertility status, followed by land at the upper and middle elevations. Keywords: Altitude, Andisols, Erosion, Rice fields, Soil fertility.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ANORGANIK (N, P, K) DAN PUPUK KASCING TERHADAP TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Rahmayuni, Erlina; Syadiyah, Tsasya Halimatu; Herman, Welly
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 2 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i2.4794

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi pupuk anorganik (N, P, K) dan pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum melongena L.). Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2024 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima dosis pupuk kascing (0, 50, 100, 150, dan 200 g/tanaman) dikombinasikan dengan pupuk anorganik 100% dan diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, diameter buah, panjang buah, jumlah buah, dan bobot buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kascing meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman terung. Dosis 200 g kascing per tanaman menghasilkan pertumbuhan terbaik, dengan tinggi tanaman rata-rata 71,20 cm, jumlah daun 57,47 helai, jumlah buah 6 buah, dan bobot buah rata-rata 109,71 g atau setara 3,13 ton/ha. Meskipun secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata, tren peningkatan berbagai parameter mengindikasikan adanya efek sinergis antara pupuk anorganik dan kascing dalam meningkatkan produktivitas tanaman serta kesuburan tanah pada lahan Oxisol. Kombinasi pupuk anorganik dan kascing direkomendasikan sebagai strategi pemupukan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura di lahan masam.
Pendampingan Budidaya Sayuran Microgreens dan Hidroponik Untuk Ketahanan Pangan dan Pendapatan Alternatif Keluarga ‘Aisyiyah Jakarta Rita Puspitasari; Ade Sumiahadi; Erlina Rahmayuni; Dian Tanjung; Dirgahani Putri; Meisanti; Dessy Putri; Sugiatmi; Nani Muksin; Ragil Maulana; Muhammad Rifqi; Sabina Cecilia
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.7804

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang pesat di Jakarta menyebabkan berkurangnya lahan pertanian serta meningkatnya risiko ketergantungan pangan dari luar wilayah. Upaya untuk mengatasi tantangan ini, dilakukan program pelatihan dan pendampingan budidaya microgreens dan hidroponik kepada anggota PWA ‘Aisyiyah Jakarta. Rangkaian kegiatan dilaksanakan sekitar 3 bulan yaitu April-Juni 2025 dan bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga serta mendorong kemandirian pangan masyarakat perkotaan, khususnya ibu-ibu. Sebanyak 20 peserta terpilih dari enam wilayah Jakarta mengikuti program ini setelah melalui tahap seminar dan seleksi. Program dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu survei awal, pelaksanaan, evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa 53,8% peserta tertarik mengembangkan kedua teknik budidaya, dan 80% menyatakan keinginan untuk terus menanam sayuran sehat di rumah. Sebagian besar peserta berhasil memanen microgreens dan mengolahnya menjadi makanan bergizi, meskipun masih ditemukan kendala teknis yang memerlukan pendampingan lanjutan. Program ini terbukti meningkatkan pengetahuan, motivasi, serta peluang pendapatan alternatif melalui budidaya sayuran di lahan sempit.
PEMBERDAYAAN PETANI MUDA MELALUI TEKNOLOGI GREENHOUSE PADA LAHAN TIDUR DI KELURAHAN CINANGKA Putri, Dessy Iriani; Mutmainah, Mutmainah; Rahmayuni, Erlina; Syafitri, Ririn; Tenouye, Agus Albert
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36111

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi dan pengetahuan generasi muda dalam pengelolaan usaha pertanian, meningkatkan jumlah dan produktivitas hasil tanaman, serta meningkatkan kemampuan mitra dalam pengelolaan pembukuan keuangan usaha tani secara sederhana dan tertib, melalui pemanfaatan lahan tidur seluas 2.000 m² dan penerapan teknologi pertanian modern berupa greenhouse berukuran 12 × 8 m yang dilengkapi sistem hidroponik DFT. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan secara berkelanjutan, dan evaluasi. Peserta kegiatan yang berjumlah 30 orang, merupakan anggota Karang Taruna, dibekali keterampilan budi daya sayuran daun dan jagung, manajemen usaha, pencatatan keuangan, strategi branding dan pemasaran, serta pemahaman mengenai legalitas produk melalui rangkaian kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok pada periode Juli–Desember 2025. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 47,11 menjadi 77,78 atau setara 65,1%. Peresmian greenhouse dilanjutkan kegiatan penanaman serta pendampingan rutin untuk memastikan peserta mampu mengelola budi daya secara mandiri, termasuk pengaturan nutrisi, pengendalian hama, hingga pengelolaan usaha. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan produktivitas lahan, keterampilan teknis dan manajerial Karang Taruna, serta kesiapan produk yang dapat dipasarkan. Secara keseluruhan, program ini terbukti mendukung regenerasi petani muda, optimalisasi pemanfaatan lahan tidur, dan penguatan kapasitas ekonomi lokal.Kata kunci: Generasi Muda; Greenhouse; Hidroponik; Lahan Tidur; Pengabdian Masyarakat. ABSTRACTThis community service program was implemented in Cinangka Subdistrict, Sawangan District, Depok City, with the objectives of enhancing youth participation and knowledge in agricultural enterprise management, increasing crop yield and productivity, and improving partners’ capacity in maintaining simple and orderly farm financial records through the utilization of 2,000 m² of idle land and the application of modern agricultural technology in the form of a 12 × 8 m greenhouse equipped with a DFT hydroponic system. The activities comprised socialization, training, technology implementation, continuous mentoring, and evaluation. A total of 30 participants, who were members of the local Karang Taruna, were equipped with skills in leafy vegetable and maize cultivation, farm business management, financial record-keeping, branding and marketing strategies, as well as an understanding of product legal certification, through a series of community engagement activities conducted in Cinangka Subdistrict, Sawangan District, Depok City, during the period of July–December 2025. Evaluation using pre-test and post-test instruments demonstrated a significant improvement, with the average score increasing from 47.11 to 77.78, equivalent to a 65.1% increase. The greenhouse inauguration was followed by planting activities and routine mentoring to ensure participants’ ability to independently manage cultivation practices, including nutrient management, pest control, and farm business operations. The program outcomes indicated increased land productivity, improved technical and managerial competencies of the Karang Taruna members, and the readiness of marketable agricultural products. Overall, the program effectively supported young farmer regeneration, optimization of idle land utilization, and strengthening of local economic capacity.Keywords: Youth; Greenhouse; Hydroponic; Idle Land; Community Service.
Rice Husk Biochar as an Amendment to Improve Sweet Corn Performance on Bengkulu Entisols Welly Herman; Umi Salamah; Erlina Rahmayuni; Zulkarnain Zulkarnain
Indonesian Journal of Sustainable Agriculture and Environmental Sciences (IJSAES) Vol. 1 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Sustainable Agriculture and Environmental Sciences (IJSAE
Publisher : CV. Truly Science Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65896/ijsaes.v1i3.20

Abstract

Background: Entisol soil in the coastal area of ​​Bengkulu has low fertility with limited organic matter and nutrient contents, so it requires soil amendments to increase plant productivity. Aim: This study aims to evaluate the effectiveness of rice husk biochar on improving soil chemical properties and increasing sweet corn (Zea mays saccharata) yield. Methods: The experiment was conducted on a polybag scale (10 kg of soil per polybag) using a Completely Randomised Design (CRD) with four doses of rice husk biochar (0, 5, 10, and 15 t/ha), with each treatment repeated six times. Biochar was produced through indirect pyrolysis at a temperature of approximately 400 °C, incubated for four weeks, and applied to the soil at 50% of the recommended fertilizer dose. Results: The analysis results showed that the application of rice husk biochar had a significant effect (p < 0.05) on increasing soil pH, organic carbon (C), total nitrogen (N), and cation exchange capacity (CEC). A dose of 10 t/ha increased soil pH from 6.01 to 6.61, organic C from 2.09% to 2.81%, total N from 0.11% to 0.17%, and CEC from 4.98 to 5.64 cmol(+)/kg, significantly higher than the control (p < 0.05). This increase in fertility directly impacted the growth and yield of sweet corn, with cob weight reaching 437.5 g, significantly greater than the control at p < 0.05, but not significantly different from the dose of 15 t/ha. Conclusion: Thus, rice husk biochar at a dose of 10 t/ha effectively improves Entisol soil quality and increases sweet corn yields, and has the potential to be applied as a sustainable agricultural innovation in tropical marginal lands.
The Effectiveness of Cow Manure for Sustainable Agriculture on Purple Eggplant Plants Erlina Rahmayuni; Jelita Almas Pramudita; Welly Herman
Indonesian Journal of Sustainable Agriculture and Environmental Sciences (IJSAES) Vol. 2 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sustainable Agriculture and Environmental Sciences (IJSAE
Publisher : CV. Truly Science Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65896/ijsaes.v2i1.22

Abstract

Background: Sustainable agriculture increasingly emphasizes the use of organic fertilizers to improve soil fertility and reduce environmental impact. Cow manure is widely recognized as a potential organic amendment for enhancing crop productivity. Aim: This study aimed to evaluate the effect of different doses of cow manure on the growth and yield of purple eggplant (Solanum melongena L.). Methods: A Randomized Complete Block Design was applied with five treatments of cow manure (0, 50, 75, 100, and 125 g/polybag) and five replications. Observed parameters included plant height, number of leaves, number of branches, flowering age, and yield components such as number of fruits, fruit length, fruit diameter, weight per fruit, and total fruit weight per plant. Results: The application of cow manure did not significantly affect most vegetative growth parameters. However, a dose of 100 g/polybag accelerated flowering time. Yield components such as fruit number, size, and individual fruit weight were not significantly influenced. In contrast, total fruit weight per plant showed significant differences, with the 50 g and 100 g/polybag treatments producing the highest yields (411.07 g and 409.18 g, respectively). Conclusion: Cow manure application at moderate doses (50–100 g/polybag) improves eggplant yield without significantly affecting vegetative growth. This finding supports the use of organic fertilizers as a sustainable alternative in eggplant cultivation.
Application of Green Mussel Shell Waste (Perna viridis) to the Growth and Production of Celery (Apium graveolens) Elfarisna Elfarisna; Erlina Rahmayuni; Nur Oktavia; Welly Herman
Indonesian Journal of Sustainable Agriculture and Environmental Sciences (IJSAES) Vol. 1 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Sustainable Agriculture and Environmental Sciences (IJSAE
Publisher : CV. Truly Science Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65896/ijsaes.v1i3.23

Abstract

Background: Green mussel shell waste (GMS) is a nutrient source that can be applied to celery plants. This study aimed to assess the potential of green mussel shell waste as a natural ameliorant that can improve soil fertility and support celery growth and production. Methods: The study was conducted from January to April 2022 at the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University of Jakarta. The study used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with five treatments: inorganic fertilizer (control), GMS waste 4 g/plant, GMS waste 8 g/plant, GMS waste 12 g/plant, and GMS waste 16 g/plant .  Results: The results showed that the use of GMS waste increased soil pH from acidic (6,13)  to neutral (6.63-7.33), particularly at doses of 12 g and 16 g per plant. Despite this, inorganic fertilizers provide the best results in terms of plant growth, particularly in terms of plant height, number of leaf stalks, and fruit weight.  Conclusion: GMS waste shows potential as an alternative fertilizer, but its effectiveness in supporting celery plant growth is still limited, due to its incomplete nutrient content and slower nutrient release compared to inorganic fertilizers.
RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR KULIT PISANG KEPOK Erlina Rahmayuni
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1339

Abstract

Tanah masam merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya tanaman hortikultura karena rendahnya ketersediaan hara dan tingginya toksisitas aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pupuk organik cair (POC) kulit pisang kepok terhadap pH tanah, pertumbuhan, dan hasil tanaman terung. Penelitian menggunakan rancangan percobaan dengan lima taraf konsentrasi POC, yaitu 0, 150, 250, 350, dan 450 mL L⁻¹. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, serta komponen hasil seperti jumlah buah, diameter buah, panjang buah, dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi POC meningkatkan pH tanah dari 4,3 menjadi 6,0–6,7, dengan nilai tertinggi pada konsentrasi 150 mL L⁻¹. Perlakuan tersebut juga menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik, ditunjukkan oleh peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, percepatan umur berbunga, serta jumlah dan ukuran buah yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Respons tanaman terhadap POC bersifat nonlinier, di mana konsentrasi di atas optimum tidak meningkatkan hasil secara signifikan. Dengan demikian, POC kulit pisang kepok berpotensi sebagai sumber hara dan amelioran tanah yang efektif pada konsentrasi optimum.